Mengejar Cinta Pertama

Mengejar Cinta Pertama
159. Izin dan Restu


__ADS_3

Keesokkan harinya, Satria terbangun dan sangat terkejut saat ayahnya tidur di sana dengan memeluk dirinya. Sedangkan Bunda Wulan juga baru saja bangun karena mendengar suara azan subuh sudah berkumandang.


" Bun, Ayah kok bisa tidur di sini sih? " tanya Satria pada Bunda Wulan.


Satria menyingkirkan tangan Ayah Arif dari tubuhnya dan ia pun berubah posisinya menjadi duduk.


" Tadi malam Ayah kamu ajak Bunda buat pindah tapi Bunda gak mau. Jadi Ayah kamu juga ikut tidur di sini " jawab Bunda Wulan lalu turun dari tempat tidur.


" Kamu bangunin Ayah kamu terus kita sholat subuh " ucap Bunda Wulan sebelum keluar dari kamar Satria.


Walaupun sedikit kesal karena tadi malam ayahnya itu mencoba membuat Bunda Wulan pindah dari kamarnya, tetapi ada rasa bahagia karena ia bisa tidur bersama dengan kedua orang tuanya. Sudah sangat lama mereka tidak tidur bertiga, mungkin setelah Satria berumur delapan tahun.


Karena tidak ingin Bunda Wulan menghampiri mereka lagi dan mengomel, Satria pun segera membangunkan Ayah Arif. Satria menggoyang-goyangkan tubuh Ayah Arif dengan cukup kencang sehingga tidak butuh waktu lama Ayah Arif pun terbangun.


" Apa sih, ganggu tidur ayah aja " ucap Ayah Arif saat melihat yang membangunkannya adalah Satria.


" Bunda yang suruh bangunin ayah. Kalau ayah mau diomelin sama Bunda, ya terserah sih " jawab Satria turun dari tempat tidur.


Ayah Arif pun segera turun juga dari tempat tidur dan keluar dari kamar Satria untuk bersiap-siap pergi ke masjid di kompleks rumah mereka sebelum Bunda Wulan benar-benar mengomel. Jika itu terjadi maka hingga berangkat kerja nanti akan ada suara merdu dari istrinya yang membuat telinga berdengung.


***


Pagi ini, Satria langsung pergi untuk menjemput Kinara setelah sarapan dan juga berbicara pada kedua orang tuanya mengenai lamarannya untuk menjadikan Kinara sebagai istrinya.


Saat sampai di sana, ternyata Kinara sudah siap dan menunggunya di depan rumah. Kinara pun langsung menghampiri Satria saat mobil yang Satria kendarai berhenti.


" Aku lama ya? " tanya Satria saat Kinara masuk ke dalam mobil dan duduk di sampingnya.


" Enggak kok. Aku juga baru keluar dari rumah " jawab Kinara lalu memasang sabuk pengaman di tubuhnya.

__ADS_1


Setelah itu Satria pun langsung melajukan mobilnya untuk menuju rumah kedua orang tua Kinara yang berjarak cukup jauh.


Sekitar kurang lebih empat puluh lima menit menempuh perjalanan, Satria dan Kinara pun sampai. Di teras, ada Rendi yang sedang bermain dengan kucing peliharaan Alina.


" Assalamualaikum " ucap Satria dan Kinara saat memasuki teras.


" Walaikumsalam " jawab Rendi langsung berdiri dengan menggendong kucing itu.


" Widih, kok baru dibalikin nih sepupu gue " ucap Rendi pada Satria.


" Ya sorry tapi malam kalau gue anterin ke sini kejauhan jadi baru dibalikin sekarang. Tapi lo tenang aja gak ada kurang suatu apapun " jawab Satria melirik Kinara.


Kinara yang tahu Rendi sebentar lagi akan menggodanya pun segera menanyakan keberadaan kedua orang tuanya sebelum itu terjadi.


" Papa sama Mama mana? " tanya Kinara pada Rendi.


" Ada di dalam " jawab Rendi.


" Pa, Ma, di depan ada Mas Satria. Ada hal penting yang mau Mas Satria omongin sama Papa Mama " ucap Kinara pada kedua orang tuanya.


Kedua orang tua Kinara pun langsung menuju ruang tamu untuk menemui Satria. Satria mencium tangan Papa Lukman dan Mama Santi saat mereka datang.


" Ada apa, Satria? Kata Ara ada hal penting yang mau kamu bicarakan sama Om dan Tante? " tanya Papa Lukman pada Satria setelah berbasa-basi.


Satria melirik Kinara sebelum menjawabnya karena sejujurnya ia merasa sedikit gugup.


" Begini Om, Tante, Satria datang ke sini karena ingin meminta izin dan restu dari Om dan Tante untuk menikahi Ara dan menjadikan Ara sebagai pendamping hidup Satria. Satria sudah melamar Ara kemarin dan Ara menerimanya. Kalau Om dan Tante memberikan izin dan restu untuk kami melangkah ke jenjang pernikahan, Satria akan datang kembali untuk melamar Ara secara resmi bersama dengan keluarga Satria. Satria benar-benar serius ingin menjadi Ara satu-satunya istri dan pendamping hidup Satria " ucap Satria dengan begitu yakin menyampaikan tujuannya untuk melamar Kinara.


Papa Lukman dan Mama Santi tersenyum mendengar itu karena pemuda yang mereka inginkan menjadi suami putrinya ingin segera meminang putrinya.

__ADS_1


" Tidak ada alasan untuk Om dan Tante tidak memberikan izin dan restu pada kamu dan Ara. Om bisa melihat kesungguhan kamu untuk menikahi Ara, putri Om. Kalau kalian memang sama-sama menyukai dan Ara juga sudah menerima kamu, Om dan Tante akan memberikan izin dan restu untuk kalian menikah. Om yakin kamu adalah laki-laki terbaik untuk menjadi suami Ara. Datanglah ke sini lagi bersama keluargamu untuk melamar putri Om secara resmi " jawab Papa Lukman memberikan restunya.


" Benar, Satria. Ara juga sudah selesai kuliah dan memang sebaiknya kalian segera menikah jika sudah saling menyukai dan merasa cocok " tambah Mama Santi yang juga merestui mereka.


Satria merasa sangat lega dan bahagia mendengar itu dari kedua orang tua Kinara. Ia semakin tidak sabar untuk menjadikan Kinara sebagai istrinya. Kinara juga merasakan hal yang sama karena satu jalan untuk mereka bersama akan mereka lewati.


" Kalau begitu besok Satria akan datang bersama keluarga Satria untuk melamar Ara " ucap Satria yang tidak sabar membuat Kinara terkejut.


" Besok? Gak terlalu cepat? " tanya Kinara terkejut.


" Menurut Papa enggak, Sayang. Bukankah lebih cepat itu lebih baik " ucap Papa Lukman setuju dengan Satria.


" Ya sudah, bagaimana baiknya aja " jawab Kinara karena kedua orang tuanya juga setuju.


Satria pun tersenyum lebar karena besok ia akan melamar Kinara.


" Rendi juga setuju kalau besok, soalnya Rendi harus pulang ke Kalimantan lusa. Kalau enggak besok, Rendi gak bisa hadir di acara lamarannya Ara dong " ucap Rendi yang juga menyetujuinya.


" Kalau sudah setuju semua, maka Satria besok datang lah bersama keluarga kamu " ucap Papa Lukman pada Satria.


" Baik Om " jawab Satria.


Setelah cukup lama saling mencintai dan menjaga cinta mereka satu sama lain, akhirnya Satria dan Kinara akan segera bersama dalam ikatan cinta yang seharusnya. Satria dan Kinara sama-sama bersyukur karena mereka akan bersama dengan orang yang mereka cintai.


Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih 😊🙏 Tetap dukung saya ya 😘


Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain di akun yang lain 😊 Cari aja di kolom pencarian " Cinta Si Gadis Lumpuh " dan " Pria Kulkasku " 😊🙏


Ada juga karya baru saya " Menikahi Ayah Nadia dan Suamiku Seorang Bodyguard " 😘

__ADS_1


Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05😘


__ADS_2