Mengejar Cinta Pertama

Mengejar Cinta Pertama
204. Menyimpan Benda Berharga


__ADS_3

Kinara membuka matanya dan yang ia lihat pertama kali adalah wajah tampan Satria yang sedang tersenyum menatap dirinya. Kinara yang baru bangun tidur dibuat salah tingkah karena ditatap seperti itu oleh suaminya.


" Kamu sudah bangun, Sayang? " ucap Satria tersenyum.


" Iya Mas " jawab suara serak khas bangun tidur.


" Kita mandi yuk, satu jam lagi masuk waktu subuh " ucap Satria pada Kinara karena mereka belum mandi junub setelah melakukan hubungan suami istri.


Kinara pun menganggukkan kepalanya.


Kinara segera mendudukkan tubuhnya dengan tangan memegangi selimut yang menutupi tubuh polosnya. Begitu juga dengan Satria yang langsung turun dari tempat tidur dengan tubuh yang tidak tertutup apa-apa.


Kinara pun langsung memalingkan wajahnya karena ia masih malu walaupun sudah melihat semuanya tadi malam.


" Buka selimut kamu, Sayang " pinta Satria yang sudah berdiri di samping tempat tidur.


" Gak mau, Mas. Aku malu " jawab Kinara dengan wajah yang merah.


" Apa sih yang buat kamu malu, aku udah liat semuanya. Bahkan bentuk dan ukurannya aku masih ingat jelas, Sayang " ucap Satria pada sang istri.


" Ya malu aja " jawab Kinara.


Satria tidak menghiraukan ucapan Kinara dan langsung menarik selimut yang menutupi tubuh Kinara begitu saja, hingga memperlihatkan tubuh polos sang istri dengan banyak sekali tanda kepemilikan di leher dan dadanya.


" Mas, kenapa kamu tarik sih " ucap Kinara sangat terkejut.


Kinara menutupi dada dan inti tubuhnya yang masih terasa perih itu dari tatapan lapar sang suami. Tubuh Satria langsung memanas hanya melihat tubuh polos Kinara, tapi ia berusaha untuk menahan dirinya karena mereka harus mandi dengan cepat sebelum waktu subuh tiba.


Tanpa ba-bi-bu, Satria langsung mengangkat tubuh Kinara dan menggendongnya ala bridal style menuju kamar mandi.

__ADS_1


" Turunin, Mas. Aku bisa jalan sendiri " ucap Kinara karena ia merasa terpancing gara-gara kulit mereka bersentuhan tanpa penghalang.


" Yakin? Bukannya itu kamu masih sakit? Mending diam dan jangan banyak protes " ucap Satria yang tetap menggendong Kinara ke dalam kamar mandi.


Kinara hanya mengerucutkan bibirnya mendengar ucapan Satria. Memang benar bagian intinya masih sangat sakit serta perih dan sepertinya akan cukup kesulitan untuk berjalan sendiri.


Saat sudah berada di kamar mandi, Satria menurunkan Kinara dan mendudukkan di atas closet karena ia akan mengisi air hangat ke dalam bath tub. Baru setelah itu, Satria membantu Kinara untuk masuk ke dalam bath tub.


" Mandilah, kalau sudah selesai panggil aku " ucap Satria pada Kinara.


Satria memilih keluar dan mandi secara bergantian saja karena ia takut tidak bisa menahan hasratnya jika terus bersama sang istri dengan keadaan telanjang bulat.


" Iya Mas " jawab Kinara.


Setelah itu Satria pun langsung keluar dari kamar mandi dan menutup pintunya kembali. Satria mengambil handuk untuk menutupi tubuh bagian bawahnya. Ia harus segera mengganti bad cover yang mereka gunakan untuk bertempur tadi malam dengan yang baru.


Satria melihat ke arah tempat tidur dan bibir Satria melengkung saat melihat sebuah noda darah yang menandakan jika Kinara benar-benar masih perawan dan ia adalah orang pertama yang menyentuhnya.


Satria segera melepaskan bad cover itu dari tempat tidur dan melipatnya. Satria tidak ingin mencucinya karena itu adalah benda yang sangat berharga sejak ia dan Kinara menyatu, sehingga Satria akan menyimpannya dan membawanya ke Indonesia nanti. Satria memasukkan bad cover itu ke dalam sebuah paper bag dan menyimpannya di dalam lemari.


Lima belas menit kemudian, terdengar suara Kinara yang memanggilnya karena sudah selesai mandi. Satria pun langsung masuk ke dalam kamar mandi untuk menjemput istrinya.


Terlihat Kinara yang sudah duduk di closet dan menggunakan bathrobe untuk menutupi tubuhnya. Kinara terpaksa memanggil Satria karena bagian intinya masih benar-benar sakit dan perih. Bahkan saat membilas tubuhnya dan berdiri Kinara harus menahan rasa sakit.


" Ayo Sayang " ucap Satria ingin menggendong Kinara kembali tapi istrinya itu mencegahnya.


" Jangan sentuh aku, aku sudah ambil air wudhu " cegah Kinara yang memang sudah mengambil air wudhu agar ia tidak perlu bolak-balik ke kamar mandi.


" Kamu pegang handuk ini dan bantu aku keluar " lanjut Kinara memberikan ujung handuk pada Satria dan ia memegang ujung yang lainnya.

__ADS_1


Satria menurut dan membantu Kinara dengan handuk itu walaupun sebenarnya ia tidak tega melihat istrinya yang menahan rasa sakit.


" Maafin aku ya, Sayang. Gara-gara aku jadi kamu sakit gini, habisnya enak banget sih " ucap Satria saat Kinara sudah duduk di tepi tempat tidur.


Kinara hampir saja terharu tapi gagal setelah mendengar kalimat terakhir dari Satria. Ia pun mencebikkan bibirnya yang membuat Satria menjadi sangat gemas.


" Jangan gitu bibirnya, nanti aku cium loh. Kalau sudah kayak gitu kamu harus mandi lagi " ucap Satria tersenyum penuh arti.


" Gak mau, aku capek. Lagian masih sakit juga " tolak Kinara cepat.


" Udah sana, mending kamu mandi sekarang " usir Kinara karena akan bahaya jika Satria terus di dekatnya.


Satria tertawa kecil lalu segera pergi ke dalam kamar mandi.


Setelah Satria menghilang di balik pintu kamar mandi, Kinara segera meraih pakaiannya yang sudah disiapkan oleh Satria di sampingnya.


" Kenapa harus diambilin sama ini juga, kan aku bisa ngambil sendiri " ucap Kinara sambil memegang ****** ***** dan bra miliknya.


Kinara sangat malu saat membayangkan Satria menyentuh dua benda yang sangat pribadi itu.


Kemudian Kinara segera memakai pakaiannya itu sebelum Satria keluar dari kamar mandi. Walaupun cukup kesulitan tapi Kinara bisa menggunakannya dengan baik.


" Masih ada waktu, kan? Lebih baik aku tidur sebentar " ucap Kinara merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur.


Tubuhnya masih terasa sangat lelah dan terasa remuk karena melayani Satria, padahal ia hanya diam di bawah dan Satria yang bekerja. Kinara pun memejamkan matanya dan tidur sebentar sebelum waktu subuh tiba.


Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih 😊🙏 Tetap dukung saya ya 😘


Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain di akun yang lain 😊 Cari aja di kolom pencarian " Cinta Si Gadis Lumpuh " dan " Pria Kulkasku " 😊🙏

__ADS_1


Ada juga karya baru saya " Menikahi Ayah Nadia, Suamiku Seorang Bodyguard dan Malam Panas Dengan Kak Aska " 😘


Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05😘


__ADS_2