
Pada malam harinya, tiba-tiba Satria dan Kinara kedatangan tamu. Tamu itu ternyata adalah para siswa Kinara yang ingin menjenguknya, ada Andrew, Ibil, Calvin dan juga. Kinara tentu saja sangat senang dengan kedatangan mereka karena sudah lebih dari satu minggu tidak bertemu mereka dan Kinara belum diizinkan untuk mengajar.
" Wah, kalian " ucap Kinara tersenyum senang saat melihat keempat siswanya itu.
" Bu Kinara " ucap Jeni tersenyum dan menganggukkan kepalanya.
Kinara segera menghampiri mereka bersama dengan Satria.
" Ini ada sedikit dari kami, Bu " ucap Jeni memberikan kantong plastik berwarna putih dan sepertinya berisi buah jeruk.
" Wah, kalian seharusnya tidak perlu repot-repot seperti ini. Tapi terima kasih banyak ya " ucap Kinara menerima itu.
Mereka pun menganggukkan kepala sebagai jawaban.
Setelah itu, Kinara mempersilahkan mereka semua untuk duduk dan ia duduk di hadapan mereka bersama dengan Satria.
" Kalian kok tau rumah Ibu? " tanya Kinara pada mereka.
Setahunya, siswa-siswanya itu tidak ada yang mengetahui alamat rumahnya dan Satria.
" Saya menghubungi Bang Satria dan menanyakan alamat rumah kalian " jawab Andrew.
Tadi sore setelah pulang sekolah Andrew mengubungi Satria dan menanyakan alamat rumah mereka saat ia dan ketiga temannya ingin menjenguk Kinara.
Kinara pun langsung menatap suaminya setelah mendengar itu. " Kamu kok gak bilang kalau mereka mau ke rumah kita, Mas? " tanya Kinara karena Satria memang tidak mengatakan apapun tentang itu.
" Aku gak tau kalau mereka mau ke sini malam ini, Ra. Tadi Andrew cuma tanya alamat rumah kita dan bilang mau jenguk kamu " jawab Satria yang juga tidak mengetahui tentang kedatangan para siswa Kinara.
Kinara pun mengangguk-anggukkan kepalanya mengerti.
" Bagaimana keadaan Ibu? Kami dengar jika Ibu sedang hamil sekarang " ucap Jeni pada Kinara.
" Ibu sudah baik-baik saja, Jen. Alhamdulillah, Ibu memang sedang hamil sekarang " jawab Kinara tersenyum.
" Wah, selamat ya, Bu " ucap Ibil memberikan selamat.
" Semoga Ibu dan calon bayinya selamat sampai melahirkan nanti " sambung Jeni.
" Aamiin " jawab Satria dan Kinara.
Mereka semua sangat senang mendengar kabar bahagia itu, termasuk Andrew. Sedikit demi sedikit perasaan Andrew pada Kinara sudah menghilang dan ia ikut bahagia saat mendengar Kinara sedang mengandung.
" Terima kasih ya semua " ucap Kinara pada mereka.
__ADS_1
" Sama-sama, Bu " jawab mereka bersamaan.
Tiba-tiba ponsel milik Satria berbunyi dan Satria pergi sebentar untuk menjawabnya, meninggalkan Kinara bersama para siswanya.
" Permisi, Nonya. Saya ingin mengantarkan minuman dan cemilan " ucap Mbok Iyem yang datang dengan membawa nampan berisi minuman dan cemilan.
" Iya Mbok " jawab Kinara.
Mbok Inem pun meletakkan semua itu di atas meja lalu pergi kembali ke dapur.
" Silahkan diminum " ucap Kinara mempersilahkan mereka berempat.
" Iya Bu " jawab mereka.
" Calvin juga, silahkan diminum " ucap Kinara karena siswanya yang satu itu hanya diam saja dari tadi.
" Iya Bu " jawab Calvin.
Calvin mengambil gelas berisi minuman itu dan mulai meminumnya untuk menghormati tuan rumah.
" Bu, ini boleh dimakan, kan? " tanya Ibil mengambil toples berisi cemilan.
" Boleh dong, Ibil. Kalau gak boleh dimakan, gak mungkin Ibu taruh situ " jawab Kinara tersenyum.
Tanpa rasa malu dan sungkan, Ibil menikmati cemilan itu tanpa memperdulikan tatapan teman-temannya.
" Dasar elo ya, malu-maluin banget " gerutu Jeni melihat kelakuan temannya yang satu itu.
" Biarin aja, lagian Bu Kinara ngebolehin " jawab Ibil dengan mulut penuh.
" Tapi ya jangan dimakan sendiri, bagi-bagi dong " ucap Andrew merebut toples yang dipangku oleh Ibil.
" Ini juga anak satu pake ikut-ikutan segala " ucap Jeni yang sebenarnya merasa malu pada Kinara karena tingkah mereka.
" Gak papa kok, Jen. Ibu malah senang kalau apa yang Ibu sajikan dimakan sama kalian " ucap Kinara tersenyum dan malah merasa lucu.
Tingkah mereka semua mengingatkannya pada masa-masa putih abu-abu bersama para sahabatnya, persis sama seperti mereka.
" Tuh kan, Bu Kinara aja gak masalah. Kenapa malah elo yang sewot " ucap Ibil pada Jeni.
Rasanya ingin sekali Jeni memukul kepala Ibil tetapi tidak mungkin ia lakukan karena ada Kinara.
" Maaf ya, Bu. Mereka itu memang anak-anak yang gak pernah dikasih makan sama orang tuanya " ucap Jeni merasa tidak enak pada Kinara.
__ADS_1
" Iya Jen, gak papa " jawab Kinara tertawa kecil melihat mereka.
Andrew dan Ibil terus memakan cemilan-cemilan yang disajikan oleh Mbok Iyem, mungkin mereka memang lapar. Bahkan Calvin yang awalnya hanya diam pun ikut memakannya.
" Ibu kapan ngajar lagi? Gak asik banget di sekolah gak ada Ibu " tanya Jeni pada Kinara.
Jeni merasa kurang bersemangat masuk sekolah karena tidak ada Kinara karena ia sudah cukup nyaman dengan gurunya itu.
" Mungkin sekitar satu minggu lagi, Jen. Itu pun kalau keadaan Ibu sudah benar-benar pulih dan dokter mengizinkan Ibu untuk beraktivitas seperti biasanya " jawab Kinara karena ia harus melakukan pemeriksaan sebelum memutuskan kembali mengajar.
" Semoga Ibu benar-benar pulih dan bisa kembali ke sekolah untuk mengajar kami lagi " ucap Calvin yang menginginkan Kinara cepat mengajar.
" Kami juga pasti akan menjaga Ibu saat Ibu kembali mengajar nanti, kami gak akan membiarkan Ibu kenapa-napa " sambung Andrew karena ia tidak akan membiarkan hal buruk terjadi pada guru yang pernah ia cintai itu.
" Benar Bu, kami juga akan memastikan Ibu aman kalau mengajar kembali " tambah Ibil.
Kinara tersenyum mendengar itu dan ia sangat senang karena para siswanya itu begitu baik serta perhatian kepada dirinya.
" Terima kasih ya. Tapi kalian jangan bandel-bandel lagi kalau Ibu mengajar lagi, Ibu gak mau pusing sama kelakuan kalian " ucap Kinara pada mereka.
" Siap, Bu " jawab mereka dengan tangan yang hormat pada Kinara.
Kinara pun tertawa kecil melihat itu.
Saat hari sudah beranjak malam para siswa Kinara pun pamit karena mereka harus segera pulang.
" Terima kasih ya, kalian semua sudah menjenguk Ibu " ucap Kinara mengantar mereka sampai di depan rumah.
" Sama-sama, Bu " jawab Jeni mewakili yang lain.
" Kalian juga hati-hati di jalan " pesan Satria yang berada di samping Kinara.
" Kalian bertiga juga harus antar Jeni sampai rumahnya dengan selamat " tambah Kinara.
" Siap, kalian tenang aja " jawab Andrew.
Setelah itu mereka langsung pamit dan segera pulang meninggalkan rumah Satria dan Kinara. Sedangkan Satria dan Kinara segera masuk kembali ke dalam rumah setelah kendaraan yang ditumpangi oleh para siswa Kinara sudah tidak terlihat lagi.
Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih 😊🙏 Tetap dukung saya ya 😘
Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain di akun yang lain 😊 Cari aja di kolom pencarian " Cinta Si Gadis Lumpuh " dan " Pria Kulkasku " 😊🙏
Ada juga karya saya di akun ini " Menikahi Ayah Nadia, Suamiku Seorang Bodyguard dan Malam Panas Dengan Kak Aska " 😘
__ADS_1
Tolong follow ig saya @tyaningrum_05 dan akun NT saya Gadis Taurus ya 😘