
Setelah selesai sarapan dan menghabiskan secangkir teh buatan Kinara, Satria langsung pergi karena ia harus mengecek cafe miliknya. Ia sangat jarang pergi ke sana dan mempercayakan pada kenalannya yang sama-sama berasal dari Kalimantan dan sedang berkuliah di Jakarta. Satria datang hanya untuk melihat keadaan cafe dan memeriksa laporan keuangan setiap bulan.
" Aku pergi dulu ya. Aku masih ada urusan " ucap Satria pada Kinara.
Mereka sudah berada di teras rumah sekarang.
" Iya Mas. Hati-hati ya di jalan, jangan ngebut-ngebut " ucap Kinara.
" Iya Sayang " jawab Satria tersenyum.
" Oh iya, kabarin aku ya kalo berangkat dan pulang kerja. Biar aku gak khawatir " ucap Satria pada Kinara.
" Iya Mas " jawab Kinara.
Satria menaiki motor dan memakai helmnya.
" Assalamualaikum " ucap Satria.
" Walaikumsalam " jawab Kinara.
Satria melajukan motornya meninggalkan rumah itu.
Tak perlu membutuhkan waktu yang lama, Satria sudah sampai di cafe miliknya. Memang jarak cafe miliknya tidak terlalu jauh dari rumah yang di tempati Kinara. Satria masuk ke cafe itu dan tersenyum pada karyawan yang menyapanya. Satria masuk ke dalam ruangannya dan di sana sudah ada orang kepercayaannya sedang berada di meja kerja.
" Lo dateng, Sat " ucap orang itu yang tak lain adalah Hadi.
Cafe tempat Kinara bekerja sebenarnya adalah cafe milik Satria tapi mereka berdua sama-sama tidak tahu. Nama cafe S&A adalah nama dari Satria dan Ara yang sengaja Satria berikan.
" Iya Kak. Gue baru sempet ke sini " jawab Satria.
" Lo mau periksa laporan bulan ini kan? Tuh gue baru selesai kerjainnya. Gue mau ke kampus dulu, mau bimbingan " ucap Hadi pada Satria.
" Oke Kak " jawab Satria.
Setelah itu Hadi pun pergi meninggalkan ruangan itu untuk pergi kampus.
__ADS_1
Satria beranjak duduk di meja kerjanya dan mulai memeriksa laporan cafe itu bulan ini. Ternyata setiap bulannya cafe S&A mengalami peningkatan dalam omsetnya.
Hampir dua jam Satria berada di sana memeriksa semua laporan yang sudah Hadi buat. Satria memutuskan untuk pulang karena hari sudah semakin siang. Satria keluar dari ruangan itu dan mengunci pintunya. Hanya Satria dan Hadi yang boleh masuk ke dalam ruangan itu seorang diri. Karyawan yang bekerja di sana pun tidak tahu siapa Satria yang sebenarnya, kecuali Hadi. Mereka hanya tahu bahwa Satria adalah pemilik cafe itu.
Di tempat lain, Kinara merasa sangat bosan karena tidak ada yang bisa ia kerjakan dari pagi hingga sore. Kinara ingin mencari kegiatan lain yang membuatnya tidak akan bosan.
Kinara pergi ke halaman belakang rumah. Ia melihat bahwa tanah yang berada di halaman belakang cukup subur dan sangat cocok untuk ditanami sayuran.
" Apa aku tanam sayur aja biar gak bosen kalo nunggu waktu kerja " ucap Kinara melihat lahan yang cukup luas itu.
Kinara sebenarnya sangat suka berkebun karena kedua orang tuanya juga hobi berkebun terbukti dari halaman belakang rumah mereka yang penuh dengan berbagai jenis sayuran.
" Nah, itu ada cangkul " ucap Kinara saat melihat cangkul dan alat kebun yang lain.
Sepertinya dulu Puspa juga suka berkebun saat tinggal di sana.
Kinara mengambil sabit dan cangkul lalu membawanya ke tengah halaman. Ia mulai membersihkan halaman itu dari rumput di sana walau tidak terlalu banyak dengan menggunakan sabit.
Setelah halaman itu bersih dari rumput, Kinara mulai mencangkul tanah yang ada di sana. Kinara bisa mencangkul karena ia sering sekali membantu kedua orang tuanya berkebun. Kinara mencangkul tanah itu cukup luas hingga ia merasa sangat lelah. Kinara tidak akan langsung menanaminya. Ia akan menunggu beberapa hari hingga tanah itu siap untuk ditanami sayuran.
" Huh, capek banget " ucap Kinara mengusap keringat di dahinya.
" Mending aku mandi. Nanti habis dzuhur aku beli benih sama pupuk " ucap Kinara.
Kemudian Kinara masuk ke dalam rumah dan langsung mandi karena tubuh sudah sangat berkeringat dan kotor. Kebetulan juga sudah memasuki waktu untuk sholat dzuhur.
Setelah selesai melaksanakan sholat dzuhur, Kinara bersiap-siap untuk pergi membeli benih sayur. Ia juga ingin sekalian berbelanja kebutuhan pokok. Kinara mengunci pintu rumah lalu menaiki motornya. Kinara melajukan motornya menuju toko yang menyediakan barang-barang pertanian.
Sesampainya di sana Kinara lang memilih pupuk yang bagus untuk tanaman sayur. Ia akan membeli benih sawi, bayam, cabai dan tomat saja dulu. Setelah itu ia langsung membawanya ke kasir.
" Ini, Mbak " ucap Kinara meletakkan barang-barang yang dibelinya di meja kasir.
Kasir toko itu pun langsung menghitung jumlah belanjaan Kinara.
Tiba-tiba Kinara teringat jika di depan rumah tidak ada tanaman bunga. Akhirnya Kinara mengambil beberapa pot dan beberapa jenis benih bunga.
__ADS_1
" Tambah ini, Mbak " ucap Kinara pada kasir.
" Semuanya dua ratu tiga puluh lima ribu Mbak " ucap kasir itu.
Kinara mengambil uang di dalam dompet dan memberikan tiga lembar uang seratus ribuan pada kasir.
" Ini Mba kembaliannya " ucap kasir itu.
" Terima kasih, Mbak " jawab Kinara menerima uang kembalian dari kasir itu.
Kinara keluar dari toko pertanian itu dengan membawa satu kantong plastik besar. Kinara menaruhnya di motor.
" Sekarang tinggal ke pasar " ucap Kinara lalu melajukan motornya menuju pasar.
Kinara memilih untuk berbelanja di pasar karena hanya relatif murah dibandingkan belanja di supermarket. Barang-barang yang dijual di pasar juga bagus-bagus.
Kinara memasuki pasar tradisional dan mulai mencari semua kebutuhan pokoknya selama satu minggu ke depan. Kinara membeli beras, sayur-sayuran, ikan dan masih banyak lagi. Ia juga membeli beberapa buah mangga untuk cemilan di rumah.
Kinara melihat jam yang melingkar di tangannya. Ternyata waktu sudah menunjukkan pukul dua siang dan Kinara harus cepat pulang untuk bersiap-siap pergi bekerja.
" Aku harus cepat pulang nih " ucap Kinara.
Kemudian Kinara keluar dari area pasar itu. Ia pulang ke rumah dengan membawa beberapa kantong plastik besar hasil belanjaan.
Kinara menyempatkan untuk merapikan semua barang belanjaan di dapur setelah berangkat bekerja agar saat pulang nanti ia bisa langsung istirahat.
" Selesai juga. Harus mandi lagi sekarang " ucap Kinara karena badan sudah terasa berkeringat.
Kinara langsung pergi untuk mandi dan bersiap-siap berangkat bekerja agar tidak terlambat. Kinara juga menyempatkan mengirimkan pesan pada Satria agar Satria tidak khawatir.
Kinara berangkat bekerja setelah mengambil beberapa lembar roti tawar karena ia tidak sempat untuk makan siang. Kinara memakannya terburu-buru sambil keluar dari rumah. Kinara menaiki motornya dan melajukannya menuju cafe.
Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih 😊🙏 Tetap dukung saya ya 😘
Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain di akun yang lain 😊 Cari aja di kolom pencarian " Cinta Si Gadis Lumpuh " dan " Pria Kulkasku " 😊🙏
__ADS_1
Ada juga karya baru saya " Menikahi Ayah Nadia " 😘
Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05😘