
Satria sampai di ruko setelah menempuh perjalanan sekitar tiga puluh menit. Satria melepaskan helmnya lalu turun dari motornya. Terlihat juga motor Kinara yang sudah terparkir di depan ruko.
" Assalamualaikum " ucap Satria memasuki ruko.
" Walaikumsalam " jawab Papa Lukman dan Mama Santi.
Satria menghampiri Papa Lukman dan Mama Santi lalu mencium tangan mereka.
" Satria kok pagi-pagi sudah datang " ucap Papa Lukman.
" Iya Om, Satria mau bantu persiapan buat opening besok " jawab Satria.
" Ya ampun Satria, makasih lho udah mau bantu Om sama Tante " ucap Mama Santi pada Satria
" Iya Tante, lagian Satria juga lagi gak ada kegiatan " jawab Satria tersenyum.
" Satria bantuin ya om nata kursi sama mejanya " ucap Satria melihat tadi Papa Lukman sedang menyusun kursi dan meja.
Kemudian Satria dan Papa Lukman pun menyusun kursi dan meja, sedangkan Mama Santi mengelap lemari-lemari kaca untuk menaruh roti.
" Pa, Mama ke belakang dulu. Mau mulai buat kuenya " ucap Mama Santi setelah selesai dengan pekerjaannya.
Papa Lukman pun menganggukkan kepalanya mengiyakan.
Mama Santi pun pergi ke bagian belakang yang tak lain adalah dapur.
Satria melihat ke sekeliling dan mencari Kinara yang dari tadi tidak terlihat.
" Ara dari tadi kok gak ada sih " ucap Satria dalam hati.
Papa Lukman yang melihat Satria seperti sedang mencari sesuatu pun bertanya.
" Kenapa Satria? Kamu cari sesuatu? " tanya Papa Lukman pada Kinara.
Walaupun sedikit malu tapi akhirnya Satria pun bertanya tentang Kinara pada Papa Lukman.
" Kinara kemana ya Om? Dari tadi gak keliatan " tanya Satria tersenyum canggung.
" Kinara tadi di dapur menyiapkan bahan untuk membuat kue " jawab Papa Lukman.
" Kalau kamu mau bertemu Kinara, kamu ke dapur aja. Lagian ini juga sudah selesai " ucap Papa Lukman pada Satria.
Mereka memang sudah selesai menyusun kursi dan meja.
" Iya Om. Satria ke belakang dulu " ucap Satria pada Papa Lukman.
Papa Lukman pun menganggukkan kepalanya.
Satria pergi ke dapur. Di sana ia bisa melihat Kinara yang sedang membuat adonan kue. Kinara begitu cantik dengan rambut yang dikuncir asal dan celemek yang ia gunakan.
Satria pun menghampiri Kinara. " Ada yang bisa aku bantu? " tanya Satria saat sudah berada di belakang Kinara.
" Eh, Satria? " ucap Kinara terkejut.
__ADS_1
Kinara memang tidak menyadari kedatangan Satria.
" Sejak kapan kamu disini? " tanya Kinara pada Satria.
" Baru aja. Kamu fokus banget sih jadi gak sadar ada aku disini " jawab Satria.
" Aku emang harus fokus. Kalau enggak nanti gak enak kuenya " ucap Kinara melanjutkan kegiatannya.
" Iya juga sih " jawab Satria membenarkan.
" Aku bantuin ya " ucap Satria ingin membantu sang pujaan hati.
" Yakin mau bantuin? " tanya Kinara memastikan.
" Iya dong " jawab Satria.
" Ya udah, kamu tolong olesin ini pake kuning telur yang udah aku kocok ya. Setelah agak kering kamu masukin ke dalam oven yang udah aku nyalain. Waktunya juga udah aku atur kok " ucap Kinara memberikan arahan pada Satria.
Kinara memang sekarang sedang membuat kue kacang yang menjadi salah satu kue yang banyak dipesan oleh pelanggan Mama Santi.
" Siap, Bu Bos " jawab Satria memberikan hormat pada Kinara.
Kinara pun tertawa melihat itu. " Gak perlu kek gitu juga " ucap Kinara.
Mereka pun mulai mengerjakan pekerjaan masing-masing. Kinara mencetak adonan kue kacang itu dengan beberapa bentuk, sedangkan Satria mengolesinya dengan kuning telur. Mereka pun terlihat sesekali bercanda dan tertawa bersama.
" Ra, aku boleh cobain gak? Ngiler banget nih " tanya Satria sambil mengangkat beberapa loyang kue kacang.
" Boleh kok, kamu cobain aja " jawab Kinara sambil memasukkan kue kacang yang sudah matang ke dalam toples.
" Akh fanyas " pekik Satria sambil mengipasi mulutnya.
" Kenapa kamu Sat? " tanya Kinara melihat itu.
" Panas ini " jawab Satria sambil menunjuk dalam mulutnya.
Kinara tertawa kecil. " Lagian kamu juga. Masih panas main langsung makan aja " ucap Kinara.
" Tapi enak, Ra " jawab Satria sambil mengunyah kue kacang itu.
" Nih, udah dingin " ucap Kinara menyiapkan satu kue kacang yang sudah dingin ke mulut Satria.
Satria pun menerima suapan itu dengan senang hati.
" Cie-cie yang lagi suap-suapan " ucap Mpok Indun yang tiba-tiba masuk ke dapur.
Satria dan Kinara pun terkejut. Kinara langsung menurunkan tangannya, sedangkan Satria masih mengunyah kue kacang itu.
" Kalian pacaran ya? " tanya Mpok Indun pada Satria dan Kinara.
Satria dan Kinara pun saling melirik. Kinara masih malu karena kepergok sedang menyuapi Satria dan sekarang Mpok Indun bertanya seperti itu.
" Enggak, Mpok " jawab Satria tersenyum.
__ADS_1
" Lah, Mpok kira kalian pacaran lho. Soalnya kalian keliatan kayak pasangan serasi " ucap Mpok Indun.
" Doain aja ya, Mpok. Tapi Satria gak mau jadi pacarnya Kinara. Satria maunya jadi suaminya Kinara " ucap Satria pada Mpok Indun.
" Aduh, Aamiin. Mpok doain deh kalian berjodoh " ucap Mpok Indun.
" Aamiin. Makasih lho Mpok doanya " ucap Satria tersenyum.
Wajah Kinara pun memerah. Ada rasa bahagia saat mendengar Satria mengatakan itu.
" Iya, sama-sama. Mpok ke depan dulu, kalian lanjutin aja suap-suapannya " ucap Mpok Indun lalu pergi meninggalkan dapur.
Wajah Kinara pun tambah memerah.
" Kamu kenapa bilang gitu sama Mpok Indun? " tanya Kinara setelah Mpok Indun pergi.
" Aku jawab yang sejujurnya, Ra. Aku maunya jadi suami kamu, lagian Mpok Indun juga doain baik biar kita berjodoh " jawab Satria santai.
Kinara pun diam dengan muka memerah.
" Ayo Ra, kita lanjutin lagi " ucap Satria pada Kinara.
" Lanjutin apa? " tanya Kinara bingung karena merasa semuanya sudah selesai.
" Suap-suapannya " jawab Satria tersenyum menggoda Kinara.
" Makan aja sendiri ah " ucap Kinara lalu pergi menyimpan toples-toples yang sudah terisi kue kacang.
Satria pun tertawa. Ia sangat senang menggoda Kinara dan melihat wajahnya yang merah.
" Lucu banget sih kalo lagi malu gitu " ucap Satria tersenyum.
Tak lama Mama Santi masuk ke dapur dengan membawa bahan-bahan untuk membuat kue.
" Loh, Satria kok kamu yang angkat kuenya? Kinara mana? " tanya Mama Santi saat melihat Satria sedang mengeluarkan loyang kue dari oven.
" Kinara lagi naruh kue yang udah jadi tante " jawab Satria.
" Jadi malah kamu yang repot-repot angkat kuenya dari oven. Udah sini Tante aja " ucap Mama Santi ingin mengambil loyang kue dari tangan Satria.
" Gak usah Tante, biar Satria aja. Lagian Satria suka kok ngelakuinnya " tolak Satria.
" Ya sudah kalau gitu " ucap Mama Santi membiarkan Satria melakukannya.
Satria terus melanjutkan kegiatan sampai dengan Kinara datang.
" Loh, Mama udah selesai belanjanya " ucap Kinara yang baru kembali.
" Iya, bahannya juga udah dapet semua " jawab Mama Santi.
Setelah itu mereka pun melanjutkan membuat kue yang lain dan dibantu oleh Satria.
Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih 😊🙏 Tetap dukung saya ya 😘
__ADS_1
Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain di akun yang lain 😊 Cari aja di kolom pencarian " Cinta Si Gadis Lumpuh " dan " Pria Kulkasku " 😊🙏
Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05😘