Mengejar Cinta Pertama

Mengejar Cinta Pertama
109. Terbuka


__ADS_3

Setelah melihat sunset dari bibir pantai dan melaksanakan sholat magrib dari masjid terdekat yang ada di pantai itu, Satria mengajak Kinara untuk makan malam di sebuah restoran yang ada di pantai itu.


" Kamu mau pesen apa, Ra? " tanya Satria pada Kinara.


" Em, aku mau mie pangsit sama jus apel " jawab Kinara setelah melihat buku menu.


Satria pun memanggil seorang pelayan untuk memesan makanan.


" Mas, saya pesen mie pangsit dua. Terus jus apel sama air mineral " ucap Satria pada pelayan itu.


" Baik, Mas. Ditunggu sebentar ya Mas, Mbak " jawab pelayan itu.


Satria dan Kinara pun menganggukkan kepala mereka.


Selagi menunggu pesanan makanan mereka datang, Kinara berniat ingin bercerita tentang pertemuannya dengan Fajar kemarin malam. Ia ingin selalu terbuka pada Satria agar nantinya tidak terjadi salah paham diantara mereka. Apalagi Fajar adalah seseorang yang pernah ada di hatinya.


" Mas " panggil Kinara.


" Iya, kenapa Sayang? " tanya Satria menatap Kinara.


" Aku mau cerita sesuatu sama kamu, tapi kamu jangan marah ya " ucap Kinara pada Satria.

__ADS_1


" Iya sayang, aku gak akan marah " jawab Satria tersenyum.


Kinara memang sedikit takut jika Satria akan marah kepadanya tapi jika ia tidak bercerita pada Satria ia lebih takut jika ada orang lain yang mengatakannya dan ia seolah menutupinya dari Satria.


" Aku kemarin ketemu sama Fajar tapi itu gak sengaja. Dia datang ke cafe dan aku kebetulan yang anter pesenan dia. Aku kaget banget saat lihat dia di sana dan dia juga cukup kaget liat aku " ucap Kinara pada Satria.


Satria cukup terkejut mendengar Kinara yang bertemu dengan Fajar, apalagi ia sudah lama sekali tidak mendengar kabar tentang seseorang yang pernah ada di hati Kinara itu. Tapi yang ia tahu Fajar tidak berkuliah di universitas yang sama dengan Kinara dan ia bersyukur dengan itu karena Kinara tidak akan sering bertemu dengan Fajar.


" Mas, gak marah kan? " tanya Kinara khawatir karena Satria hanya diam.


Satria pun tersenyum. " Enggak, aku gak marah kok " jawab Satria.


" Terus kenapa diem aja? " tanya Kinara pada Satria.


" Kamu ngobrol sama dia? " tanya Satria pada Kinara.


" Iya, aku sempat ngobrol sama dia sebentar " jawab Kinara jujur.


" Terus kabar dia gimana? " tanya Satria yang sebenarnya penasaran.


" Dia baik " jawab Kinara.

__ADS_1


" Pacarnya gak marah kamu ngobrol sama dia, bukannya dia gak suka banget ya sama kamu " ucap Satria takut nanti Kinara disakiti oleh Rena karena bertemu Fajar.


" Yang Fajar bilang sih, dia sudah putus sama Rena " jawab Kinara.


Wajah Satria pun berubah, ada ketakutan sendiri saat mendengar itu. Satria takut Kinara masih memiliki perasaan pada Fajar dan akan berkembang lagi saat mengetahui Fajar sudah putus dengan kekasihnya.


" Kamu jangan khawatir Mas, sekarang aku cuma cinta dan sayang sama kamu sebagai pasangan aku " ucap Kinara yang paham dengan perubahan wajah Satria.


Mendengar itu Satria pun merasa lega karena ketakutan kemungkinan besar tidak akan terjadi.


Satria tersenyum lalu menggenggam tangan Kinara. " Iya Sayang. Makasih ya sudah mau terbuka dan jujur sama aku " ucap Satria.


Kinara tersenyum dan menganggukkan kepalanya.


Tak lama kemudian, makanan pesanan mereka pun sudah datang. Mereka pun menikmati makan malam mereka dengan sesekali diselingi obrolan dan candaan.


Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih 😊🙏 Tetap dukung saya ya 😘


Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain di akun yang lain 😊 Cari aja di kolom pencarian " Cinta Si Gadis Lumpuh " dan " Pria Kulkasku " 😊🙏


Ada juga karya baru saya " Menikahi Ayah Nadia " 😘

__ADS_1


Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05😘


__ADS_2