Mengejar Cinta Pertama

Mengejar Cinta Pertama
224. Jangan Dekat-Dekat


__ADS_3

Saat kembali ke ruang perawatan Kinara, ternyata di sana sudah ada Rendra dan Puspa serta kedua orang tua Satria dan Kinara. Mereka begitu bersyukur dan senang saat Satria mengabarkan jika Kinara sudah sadar. Mereka pun segera bergegas ke rumah sakit pagi-pagi sekali untuk bertemu dengan Kinara.


" Setelah ini kamu jangan melakukan pekerjaan yang terlalu berat, Sayang. Ingat, ada calon anak kalian yang harus kamu jaga " ucap Mama Santi pada putrinya yang pekerja keras sampai terkadang tidak memperdulikan kesehatannya.


" Iya Ma " jawab Kinara tersenyum.


Kinara sangat mengerti jika sang ibu sangat mengkhawatirkan dirinya. Lagipula ia akan mulai mengurangi kegiatannya mulai sekarang. Ia hanya akan kuliah dan mengajar saja, untuk urusan cafe biarlah ia menunjuk seseorang yang ia percaya untuk mengurusnya.


" Satria juga, harus jadi suami siaga. Jaga Ara dan calon anak kalian, jangan sampai terjadi hal-hal seperti ini lagi " ucap Bunda Wulan pada Satria.


" Siap, Bunda. Satria pasti akan menjadi suami siaga, Satria juga akan selalu jaga istri dan calon anak kami " jawab Satria.


Setelah itu, Ayah Arif, Papa Lukman dan Rendra pamit terlebih dahulu karena mereka harus pergi ke tempat kerja masing-masing. Sedangkan para wanita tetap berada di sana karena masih ingin menjaga Kinara. Untuk Satria sendiri, ia sudah meminta izin dan beruntung ia bisa mendapatkan izin hari itu. Tetapi esok hari ia harus kembali bekerja karena ada beberapa laporan kasus sebelumnya yang harus ia kerjakan.


" Apa kamu gak merasakan mual atau pusing, Ra? Sampai gak tau kalau lagi hamil " tanya Puspa ketika sudah duduk di sisi tempat tidur rumah sakit yang ditempati Kinara.


" Enggak, Kak. Itu semua malah dirasakan sama Mas Satria, makanya aku gak tau kalau lagi hamil. Kata dokter itu memang bisa terjadi dan disebut kehamilan simpatik " jawab Kinara.


" Kakak pernah dengar tentang itu dan sekarang terjadi sama Satria. Kalau Kakak dulu gak bisa ngapa-ngapain sampai trimester kedua, cuma bisa tiduran di atas tempat tidur " ucap Puspa karena ia merasakan mual yang luar biasa saat hamil kedua putrinya.


" Itu tandanya Bang Rendra kurang cinta sama Kakak. Kata dokter, kalau suaminya yang ngidam berarti itu cinta banget sama istrinya " ucap Satria yang tiba-tiba nimbrung dan merangkul Kinara.


Puspa yang mendengar itu pun mendengus kesal. " Jangan sembarang, Mas Rendra itu cinta mati sama Kakak " jawab Puspa tidak terima karena selama ini suaminya itu sangat bucin kepadanya.


" Itu anak kamu aja yang gak mau ayahnya enak-enak aja dan malah ibunya yang menderita. Biar kamu aja yang rasakan itu semua, nikmatin aja itu selama tiga bulan " ucap Puspa pada Satria.


" Aku sih gak masalah, biar aku aja yang rasakan ini semua. Jadi istri aku ini bisa menjalani kehamilan dengan tenang dan gak harus merasakan itu semua " jawab Satria yang tidak keberatan merasakan itu semua.


Kinara pun merasa terharu dan bahagia mendengar itu. " Terima kasih ya, Mas " ucap Kinara menatap Satria.


" Sama-sama, Sayang " jawab Satria mengecup kening Kinara.


Puspa memutar bola matanya malas. " Mulai tuh bucinnya " sindir Puspa.


Setelah itu Puspa beranjak pergi menghampiri Bunda Wulan dan Mama Santi yang sedang mengobrol di sofa, membiarkan Satria dan Kinara senang sedang hangat-hangatnya.


***

__ADS_1


Saat hari sudah beranjak siang, Puspa pamit karena ia harus menjemput Rere dari sekolah dan ia juga sudah terlalu lama meninggalkan Risa di rumah bersama dengan pengasuhnya. Sehingga hanya Bunda Wulan dan Mama Santi yang menemani Satria dan Kinara.


Tok tok tok.


Terdengar suara pintu ruang perawatan itu diketuk. Bunda Wulan pun langsung membukanya dan melihat siapa yang datang.


Tak lama kemudian, Bunda Wulan kembali dengan Ayla di belakangnya. Ayla menyalami Mama Santi dan menyerahkan buah yang ia bawa untuk Kinara.


" Terima kasih ya, Ayla. Kamu seharusnya tidak perlu repot-repot seperti ini " ucap Mama Santi pada Ayla.


" Tidak repot kok, Tante " jawab Ayla tersenyum.


Setelah itu, Ayla menghampiri Satria dan Kinara yang sedari tadi hanya diam karena Satria jujur saja tidak nyaman dengan kedatangan Ayla. Kinara juga merasa cemburu karena Ayla adalah wanita yang mencintai suaminya.


" Satria, Ara, Bunda dan Mama Santi mau beli makan siang dulu ya " ucap Bunda Wulan karena sudah hampir memasuki jam makan siang.


" Iya Bun " jawab Satria.


Bunda Wulan dan Mama Santi pun keluar dari ruang perawatan itu untuk pergi mencari makan siang.


Suasana menjadi canggung setelah kepergian Bunda Wulan dan Mama Santi.


" Alhamdulillah, aku sudah baik-baik aja " jawab Kinara tersenyum.


Walaupun cemburu, Kinara mencoba untuk tetap ramah dan bersikap seolah tidak terjadi apapun.


" Hmm Kinara, Satria, selain untuk menjenguk Kinara, aku juga ingin minta maaf kepada kalian, khususnya pada Kinara. Aku benar-benar minta maaf untuk kejadian kemarin dan menyebabkan semua ini " ucap Ayla merasa sangat bersalah.


" Sudahlah, lupakan saja. Aku sudah memaafkan kamu, tapi aku minta tolong berhenti untuk mencintai suamiku. Walaupun ia hak kamu, tetap saja aku tidak rela suamiku dicintai oleh wanita lain " ucap Kinara yang sudah memaafkan Ayla.


" Iya, aku mengerti, Ra " jawab Ayla yang sadar akan itu.


Sedangkan Satria hanya diam karena tidak ada yang perlu ia katakan kepadanya Ayla.


" Boleh aku memelukmu, Ra? Kita masih bisa berteman, kan? " ucap Ayla pada Kinara.


Kinara mencoba berbesar hati dan menganggukkan kepalanya. Ayla tersenyum dan langsung memeluk Kinara. Ia sangat bersyukur Kinara mau memaafkannya dan masih mau menjadi temannya.

__ADS_1


Tetapi beberapa detik kemudian, Kinara merasa perutnya bergejolak dan sepertinya ada yang hendak keluar. Kinara pun langsung mendorong tubuh Ayla hingga membuat Ayla sangat terkejut.


" Maaf Ayla, tapi aku merasa mual, huek " ucap Kinara langsung menutup mulutnya.


Satria pun langsung panik. " Sayang, kamu kenapa? " tanya Satria.


" Aku mual, Mas. Aku mau muntah " jawab Kinara tidak bisa menahannya lagi.


Satria dengan cepat mengambil semua wadah agar Kinara bisa memuntahkan isi perutnya.


" Huek, huek, huek " Kinara benar-benar memuntahkan isi perutnya hingga lemas.


" Sudah? " tanya Satria saat Kinara sudah selesai.


Kinara hanya menganggukkan kepalanya karena ia masih merasa sangat lemas.


" Kamu gak papa, Ra? " tanya Ayla mendekat dan memegang pundak Kinara.


Anehnya saat Ayla mendekat, Kinara kembali merasakan mual yang luar biasa. Sepertinya ia akan merasa mual jika Ayla berada di dekatnya.


" Ayla, tolong jangan dekat-dekat. Aku mual kalau dekat-dekat sama kamu, maaf sekali " ucap Kinara yang sebenarnya tidak enak, tetapi itu kenyataannya.


Reflek, Ayla langsung menjauh dan bingung mengapa itu bisa terjadi. Padahal ia tidak bau dan tidak memakai parfum yang wanginya menyengat.


Satria juga yang melihat itu merasa bingung dan heran, tetapi memang istrinya mulai mual saat Ayla memeluknya.


" Ayla, maaf sebelumnya, tapi bisa kamu pergi sekarang. Istriku akan terus mual jika kamu tetap berada di sini " ucap Satria pada Ayla.


Satria tidak tega melihat Kinara yang terus mual lalu lemas jika Ayla terus berada di sana.


" Baiklah. Maaf karena aku membuat Kinara seperti ini " jawab Ayla tidak ingin keadaan Kinara semakin buruk.


Setelah itu Ayla segera pergi dari sana dan Satria membantu Kinara membaringkan tubuhnya yang terasa sangat lemas. Ia sangat bingung kenapa tiba-tiba merasa mual hanya karena berdekatan dengan Ayla, padahal sebelumnya ia tidak pernah merasa mual setelah mengetahui jika dirinya hamil.


Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih 😊🙏 Tetap dukung saya ya 😘


Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain di akun yang lain 😊 Cari aja di kolom pencarian " Cinta Si Gadis Lumpuh " dan " Pria Kulkasku " 😊🙏

__ADS_1


Ada juga karya saya di akun ini " Menikahi Ayah Nadia, Suamiku Seorang Bodyguard dan Malam Panas Dengan Kak Aska " 😘


Tolong follow ig saya @tyaningrum_05 dan akun NT saya Gadis Taurus ya 😘


__ADS_2