
Setelah acara opening selesai, mereka semua pergi ke rumah Kinara termasuk Raka dan Elsa. Sedangkan orang tua mereka pulang terlebih dahulu. Para orang tua berada di dalam saling bertukar kabar. Satria dan Kinara serta yang lainnya berada di teras bermain bersama Rere.
" Ate, Rere boleh gak main ke sini kalo mau ketemu Ate Ara? " tanya Rere pada Kinara.
" Boleh dong, Sayang. Kalo Rere mau bertemu sama Ate, Rere bisa minta Om Satria anterin Rere ke sini atau Ate yang datang ke rumah Rere " jawab Kinara tersenyum mengusap kepala Rere.
" Yee, Om Satria nanti anterin Rere ketemu Ate Ara ya " ucap Rere senang pada Satria.
" Iya, nanti Om anterin lagi " jawab Satria tersenyum.
Tak lama kemudian, Rendra keluar bersama sama Puspa dan ikut bergabung di teras.
" Aduh, anak mama nempel banget sama Tante Ara " ucap Puspa melihat anaknya terus berada di dekat Kinara.
" Bagus dong Kak, jadi nanti gak perlu adaptasi lagi kalo jadi bagian keluarga kita. Kan sudah akrab " ucap Satria tersenyum.
" Wah Ra, udah ada kode-kode mau serius tuh " ucap Raka menggoda Kinara.
" Kamu peka kan, Ra? " tanya Satria pada Kinara.
" Apaan sih, Sat " ucap Kinara malu.
Apalagi Satria bicara seperti itu di depan kakak dan kakak iparnya.
" Ra, jangan mau sama Satria, dia suka ngompol " ucap Rendra tanpa dosa.
" Serius, Bang? " tanya Raka pada Rendra.
" Gue gak nyangka ya Sat, lo badan gede masih suka ngompol " ucap Elsa mengira itu benar
Satria melempar Rendra dengan mainan balok milik Rere hingga mengenai kepala Rendra.
" Eh Bang, jangan sembarangan ya. Abang kali tu yang suka ngompol, aku gak ya " ucap Satria tidak terima.
" Ra, jangan dengerin ya apa kata Bang Rendra, itu gak bener Ra. Aku gak suka ngompol " lanjut Satria pada Kinara.
" Jangan percaya Ra, dia tu biar keliatan keren aja di depan kamu. Padahal mah bobrok " ucap Rendra yang membuat Satria kesal.
" Abang mulutnya ya " ucap Satria kesal.
Mereka semua pun tertawa melihat itu termasuk Kinara.
" Udah Ra, jangan dengerin mereka. Mereka memang suka gitu kalau ketemu. Kadang kakak juga pusing liat mereka " ucap Puspa pada Kinara.
" Iya Kak. Malah lucu, aku terhibur " jawab Kinara tertawa kecil.
Lagi-lagi Satria terpesona dengan tawa Kinara, apalagi ada gigi ginsul di sana yang membuatnya bertambah cantik.
" Kalau dengan itu bisa buat kamu ketawa gini, aku rela dibuli sama Bang Rendra, Ra " ucap Satria sambil memandang Kinara.
Kinara hanya tersenyum tidak menanggapi Satria. Bila ia menjawabnya Satria akan berkata yang membuatnya salah tingkah lagi.
" Dasar mulut buaya " cibir Rendra.
__ADS_1
" Percaya Ra, aku serius bilang gitu. Kalo aku buaya pasti aku udah punya banyak cewek, tapi enggak kan. Karena hati aku cuma buat kamu dari dulu " ucap Satria pada Kinara.
" Huek, huek " mereka seperti orang yang ingin muntah mendengar ucapan Satria.
Sedangkan Kinara semakin malu. Pipinya pasti sangat merah saat ini.
" Apa sih kalian " ucap Satria menatap kesal mereka.
" Kata-kata lo bikin gue mual Sat " jawab Raka.
" Wajah ate kenapa merah? " tanya Rere dengan polos yang melihat wajah Kinara memerah.
" Eh, enggak papa kok " jawab Kinara malu.
Bukannya berkurang kini malah wajah Kinara semakin memerah.
" Ate sakit ya, waktu Rere demam wajah Rere juga merah kayak ate " ucap Rere lagi.
Puspa yang melihat wajah Kinara sudah sangat merah pun kasihan.
" Sayang, ate gak papa kok. Mungkin ate kepanasan " ucap Puspa pada Rere.
" Iya Sayang, ate kepanasan " sambung Kinara.
" Ate cuci muka dulu ya " lanjut Kinara menurunkan Rere dari pangkuannya.
Kinara pun langsung pergi ke dalam rumah.
" Kamu sih Sat, Ara kan jadi malu tuh. Mana wajahnya merah banget " omel Puspa pada sang adik.
" Jangan terlalu percaya dulu kamu Sat, siapa tau dia bener kepanasan " ucap Rendra mematahkan harapan Satria.
" Ya ampun Bang, jangan sukanya mematahkan harapan orang coba " ucap Satria cemberut.
Mereka pun tertawa melihat itu.
" Lo beneran suka sama Kinara ,Sat? " tanya Elsa pada Satria.
" Ya beneran lah. Kinara juga pasti udah cerita semua kan sama lo " jawab Satria.
Elsa pun menganggukkan kepalanya.
Sementara itu, Kinara masuk ke kamar mandi dan membasuh wajahnya. Ia melihat ke cermin yang ada di kamar mandi.
" Malu banget kan aku. Satria juga sih kenapa harus bilang gitu di depan Kak Puspa sama Bang Rendra. Gak kebayang tadi semerah apa muka aku " ucap Kinara pada dirinya sendiri.
Setelah itu keluar Kinara dari kamar mandi tapi sudah ada Satria di depan pintu.
" Akh Satria " pekik Kinara terkejut.
" Hust, jangan teriak nanti dikira aku ngapa-ngapain kamu " ucap Satria menaruh telunjuk di depan bibirnya.
" La, terus kamu ngapain disini? " tanya Kinara.
__ADS_1
" Nyusulin kamu " jawab Satria.
" Ngapain juga nyusulin aku sih " ucap Kinara takut ada yang Melu mereka.
" Tadi muka kamu merah banget. Aku khawatir kamu sakit kayak yang dibilang Rere " jawab Satria.
Kinara yang mendengar itu pun menjadi kesal.
" Muka aku merah itu karena kamu. Kamu kenapa sih bilang kek gitu di depan Kak Puspa sama Bang Rendra " ucap Kinara mengerucutkan bibirnya.
" Oh, jadi kamu malu ya atau nahan salting sampai mukanya merah kek gitu " ucap Satria menggoda Kinara.
" Apa sih kamu Sat, enggak ya " ucap Kinara mengelak.
" Gak papa Ra, ngaku aja. Berarti kan kamu udah suka sama aku " ucap Satria tersenyum menggoda.
" Satria " ucap Kinara sambil memukul pundak Satria.
Ia tidak tahu perasaannya pada Satria seperti apa, ia merasa sangat nyaman bila berada di samping Satria tapi ia juga masih memiliki perasaan pada Fajar. Ia harus memastikan perasaannya benar-benar untuk Satria, makannya ia tidak mau menjawab sudah suka atau belum pada Satria.
" Kalian ngapain berdua disini? " tanya Bunda Wulan yang tiba-tiba datang mengangetkan mereka.
Mereka berdua pun menjadi malu dan canggung kepergok berdua di depan kamar mandi.
" Eh Bunda, ngapain Bun? " tanya Satria.
" Bunda mau ke kamar mandi " jawab Bunda Wulan.
" Kalian ngapain disini berdua? " tanya Bunda Wulan lagi karena belum mendapatkan jawaban.
" Em, tadi Ara habis dari kamar mandi Tante " jawab Kinara menahan malu.
" Terus Satria kenapa juga disini? " tanya Bunda Wulan menatap dengan curiga.
" Em, itu Bun " jawab Satria tidak selesai karena bingung harus menjawab apa.
" Itu apa? " tanya Bunda Wulan.
" Nyusulin Ara, Bun " jawab Satria jujur.
Bunda Wulan pun hanya geleng-geleng mendengar jawaban Satria.
" Kamu ni ya Sat, Ara ke kamar mandi aja disusulin " ucap Bunda Wulan pada Satria.
" Udah sana kalian, bunda mau masuk " lanjut Bunda Wulan mengusir Satria dan Ara dari depan kamar mandi.
Kinara pun menyingkir dan Bunda Wulan masuk ke kamar mandi.
" Kamu sih, malu kan kepergok Tante Wulan " ucap Kinara kesal meninggalkan Satria.
" Loh, kok marah " ucap Satria mengejar Kinara.
Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih 😊🙏 Tetap dukung saya ya 😘
__ADS_1
Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain di akun yang lain 😊 Cari aja di kolom pencarian " Cinta Si Gadis Lumpuh " dan " Pria Kulkasku " 😊🙏
Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05😘