Mengejar Cinta Pertama

Mengejar Cinta Pertama
134. Air Matamu Kelemahanku


__ADS_3

Sementara itu Kinara hanya bisa mendengarkan Satria berbicara dengan keluarga. Ia sebenarnya sudah ingin sekali berbicara pada Satria tapi ia tidak mungkin mengganggu waktu Satria bersama keluarganya. Tapi setidaknya ia merasa sudah sangat lega saat mendengar suara Satria dan ia mengatakan jika sudah baik-baik saja, hanya tinggal masa pemulihan saja.


" Syukur Alhamdulillah Mas, kalau kamu sudah baik-baik aja. Walaupun cuma denger suara kamu tapi aku sudah seneng banget " ucap Kinara dalam hati.


Hingga beberapa saat kemudian Kinara masih tetap diam mendengarkan mereka berbicara dengan Satria melalui sambungan telepon.


" Kamu gak mau ngomong sama Ara, Sat? " tanya Rendra yang saat itu sedang berbicara dengan Satria.


" Ya mau lah, Bang. Nanti aku telpon langsung ke nomor Ara biar bebas " jawab Satria yang masih bisa didengar Kinara.


Senyum pun seketika terbit di bibir Kinara mendengar itu.


Dan benar saja tidak lama setelah Satria mematikan panggilannya pada ponsel Ayah Arif, kini ponselnya berbunyi dan tertera nama Satria di sana.


" Satria ya? " ucap Puspa pada Kinara.


" Iya Kak. Ini Mas Satria " jawab Kinara.


" Kalau gitu kita sarapan yuk. Nanti Ara bisa nyusul setelah bicara dengan Satria " ajak Ayah Arif karena mereka memang belum sarapan.


Setelah itu semua orang pun meninggalkan Kinara sendiri agar Kinara merasa bebas berbicara pada Satria. Kinara pun langsung menjawab panggilan telepon itu.


" Halo Assalamualaikum, Sayang " ucap Satria dari seberang sana.


Walaupun tadi sudah mendengar suara Satria tapi kali ini rasanya berbeda. Air matanya Kinara pun jatuh tanpa bisa ditahan lagi.


" Walaikumsalam, Mas " jawab Kinara dengan suara bergetar menahan tangis.


" Keadaan kamu gimana, Mas? Kami semua di sini khawatir sama kamu? " tanya Kinara berusaha mengendalikan dirinya agar Satria tidak mengetahui jika dirinya menangis.

__ADS_1


" Aku baik-baik aja, Sayang. Kamu gak perlu khawatir lagi, calon suami kamu ini kan kuat " jawab Satria membuat Kinara tersenyum.


Di saat seperti ini saja Satria masih bisa berkata seperti itu. Satria sepertinya memang ingin menunjukkan jika dirinya baik-baik saja dan agar membuat mereka semua tidak khawatir.


" Aku kangen banget tau sama kamu, Sayang. Setiap hari aku selalu kepikiran kamu dan gak ada hari tanpa aku pandangin foto kamu " ucap Satria pada Kinara.


Mendengar kata rindu dari Kinara membuat air mata Kinara jatuh kembali dan kini Kinara terisak karena ia juga merasakan rindu yang sangat pada Satria.


" Aku juga kangen banget sama kamu, Mas " jawab Kinara dengan suara tangis yang tidak bisa ia tahan.


" Sayang, kamu nangis. Maafin aku ya, aku gak bermaksud buat kamu nangis lagi karena aku " ucap Satria panik di sana mendengar Kinara menangis.


" Kok minta maaf sih, Mas. Kamu gak salah, akunya aja yang cengeng " jawab Kinara menghapus air matanya.


Memang itu bukan salah Satria, Kinara hanya ingin melarutkan rasa rindunya lewat air matanya itu.


" Iya Mas. Walaupun rasanya berat apalagi Mas baru aja mengalami kejadian seperti ini tapi aku bakal dukung keputusan kamu, Mas. Kamu pasti sudah memikirkan itu semua dengan matang, aku cuma minta kamu harus lebih hati-hati lagi dan jangan sampai kamu terluka lagi seperti ini " jawab Kinara.


" Aku gak sanggup kalau kamu benar-benar kehilangan kamu Mas. Aku hancur Mas dengar kamu terluka, apalagi sampai kamu pergi ninggalin aku. Aku bener-bener gak sanggup Mas " ucap Kinara dengan air mata yang jatuh kembali saat mengatakan itu.


Hatinya kembali terasa sakit saat mengingat beberapa hari kemarin dirinya hampir saja kehilangan Satria untuk selama-lamanya.


" Iya Sayang. Aku akan kembali lagi ke kamu, aku juga gak sanggup kalau harus berpisah sama kamu. Aku akan kembali dan kita wujudkan mimpi-mimpi kita sama-sama. Mas cuma minta kamu selalu doakan aku dan tunggu aku kembali " ucap Satria.


" Iya Mas, pasti " jawab Kinara.


" Sekarang kamu jangan nangis lagi ya. Air matamu itu kelemahanku dan hati aku sakit saat kamu nangis lagi kayak gini. Aku merasa gagal menjadi laki-laki buat kamu dan selalu buat kamu nangis " ucap Satria pada Kinara agar tidak menangis lagi karena dirinya.


Mendengar Kinara yang menangis membuat hati Satria sakit dan tidak rela air mata Kinara jatuh karena sebuah kesedihan.

__ADS_1


" Iya Mas, aku gak akan nangis lagi " jawab Kinara menghapus sisa-sisa air mata di pipinya.


" Nah gitu dong, kamu harus selalu senyum buat aku. Kalau kamu senyum aku kan jadi bahagia dan semangat buat sembuh. Kamu juga pasti semakin cantik kalau kamu senyum " ucap Satria.


Mendengar itu Kinara pun tersenyum walaupun Satria tidak bisa melihatnya.


" Sayang, ganti video call dong. Aku mau lihat wajah cantik kami dan kamu harus kasih senyuman yang paling manis buat aku " pinta Satria karena ingin melihat wajah cantik Kinara.


Kinara pun panik karena ia tidak ingin menunjukkan wajahnya yang sembab karena menangis kepada Satria.


" Bentar ya, aku gak mau tunjukkin muka aku yang berantakan sekarang, jadi kamu tunggu dulu " jawab Kinara.


" Gak papa, Sayang. Kamu tu selalu kelihatan cantik di mata aku " ucap Satria karena memang di matanya Kinara selalu cantik.


" Tetep aja, Mas. Aku gak mau kelihatan lebih cantik lagi, jadi kamu tunggu sebentar " ucap Kinara yang tetap tidak ingin menunjukkan wajahnya sekarang.


" Baiklah " jawab Satria akhirnya.


Kinara pun langsung pergi ke kamar tamu yang ia tempati mulai tadi malam. Kinara segera membasuh wajahnya lalu memberikan sedikit make up agar terlihat cantik di depan Satria.


Satria dan Kinara melakukan panggilan video cukup lama dan mereka mengobrol banyak hal yang setidaknya akan mengurangi rasa rindu di hati masing-masing. Hingga akhirnya Kinara meminta Satria untuk beristirahat agar cepat pulih dan ia juga harus segera pulang Kate ia memiliki jadwal kuliah siang ini.


Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih 😊🙏 Tetap dukung saya ya 😘


Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain di akun yang lain 😊 Cari aja di kolom pencarian " Cinta Si Gadis Lumpuh " dan " Pria Kulkasku " 😊🙏


Ada juga karya baru saya " Menikahi Ayah Nadia dan Suamiku Seorang Bodyguard " 😘


Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05😘

__ADS_1


__ADS_2