
Lagi-lagi Satria dan Kinara harus rela terpisahkan oleh jarak yang cukup jauh di saat menjalani hubungan. Tapi Satria dan Kinara sama-sama yakin bahwa mereka akan mampu melewati semua itu. Walaupun sejuta rindu akan hadir di hati keduanya selama itu.
Satria harus segera berangkat, ia pun langsung berpamitan pada keluarganya dan juga Kinara.
" Bunda, Satria berangkat ya. Doakan Satria terus ya, karena doa Bunda yang sangat Satria butuhkan " ucap Satria memeluk Bunda Wulan yang begitu berat untuk melepasnya pergi.
" Iya Sayang, Bunda pasti selalu mendoakan anak Bunda ini " jawab Bunda Wulan lembut kepala Satria.
" Kalau gitu, Bunda jangan nangis dong, nanti Satria jadi berat buat berangkat " ucap Satria menghapus air Bunda Wulan.
" Bunda gak akan nangis lagi setelah ini " ucap Bunda Wulan mengusap lembut pipi Satria.
" Bunda juga jangan khawatir, Satria pasti baik-baik aja. Satria akan kembali secepatnya " ucap Satria agar Bunda Wulan tidak khawatir.
" Iya Sayang " jawab Bunda Wulan tidak ingin menunjukkan kesedihannya lagi di depan Satria.
Satria pun mencium kening Bunda Wulan yang terakhir kalinya sebelum ia berangkat.
Setelah itu, Satria beralih pada Ayah Arif yang juga terlihat sangat berat untuk melepas Satria.
" Ayah, Satria berangkat ya " ucap Satria memeluk Ayah Arif.
" Iya Nak, sehat-sehat di sana. Kamu harus melakukan semuanya dengan baik dan selalu jaga diri kamu " ucap Ayah Arif menepuk pundak Satria memberikan semangat.
" Pasti, Ayah " jawab Satria melepaskan pelukannya.
Selesai berpamitan dengan kedua orang tuanya, Satria juga berpamitan pada kakak dan kakak iparnya dan memeluk mereka berdua.
" Abang yakin kamu bisa menyelesaikan kasus berat ini, Sat " ucap Rendra menepuk pundak Satria.
__ADS_1
" Makasih, Bang " jawab Satria tersenyum.
" Kamu harus selalu hati-hati di sana. Jangan gegabah, itu sangat berbahaya dan Kakak gak mau adik Kakak ini kenapa-napa " ucap Puspa yang juga menangis melepas keberangkatan Satria.
" Iya Kak, yang penting Kakak selalu doakan aku " jawab Satria memeluk Puspa lagi.
Tidak lupa, Satria juga berpamitan dengan dua keponakan perempuan kesayangannya. Satria berjongkok agar bisa sejajar dengan Rere dan Risa yang ada di kereta bayinya.
" Rere harus jadi anak yang baik ya. Harus jagain Adik Risa " ucap Satria pada Rere.
" Iya Om. Om Satria hati-hati ya " jawab Rere.
Satria menganggukkan kepalanya dan tersenyum lalu memeluk Rere.
" Pasti nanti Risa bakal gak kenal sama Om Satria. Tapi Om Satria bakal selalu jadi Om kesayangan kamu kan " ucap Satria tertawa kecil menoel pipi gembul Risa yang melihat ke arah Satria.
" Sayang, aku berangkat ya " pamit Satria pada Kinara.
Kinara menganggukkan kepalanya, ia merasa tidak sanggup untuk berbicara karena air mata yang ia tahan kini tumpah juga.
" Jangan nangis ya, kita pasti bisa lewatin ini semua. Aku tau kamu perempuan yang kuat, Ra " ucap Satria menghapus air mata Kinara dengan kedua ibu jarinya.
" Iya Mas, kamu baik-baik di sana. Selalu usahakan kasih kabar sama kita yang ada di sini " ucap Kinara berusaha tersenyum.
" Iya Sayang, pasti " jawab Satria.
Satria menarik tubuh Kinara ke dalam pelukannya. Tangis Kinara pun pecah, ia benar-benar tidak bisa menahannya lagi.
Terdengar panggilan lagi dan Satria harus benar-benar pergi. Sandi menghampiri Satria setelah berpamitan pada keluarganya untuk menaiki kapan bersama-sama.
__ADS_1
" Satria pergi dulu. Assalamualaikum " ucap Satria.
" Walaikumsalam " jawab mereka semua.
Satria berjalan menjauh meninggalkan keluarganya dan Kinara. Mereka semua hanya bisa melihat kepergian Satria. Mereka akan menunggu sampai kapal yang membawa Satria berangkat.
Di atas kapal, Satria melihat mereka semua masih berdiri di tepi pelabuhan.
" Ini berat banget buat kita semua tapi kita harus bisa. Kita harus melakukan yang terbaik biar mereka semua bangga sama kita " ucap Sandi yang melihat kesedihan Satria lebih besar darinya.
Kapal laut mulai bergerak meninggalkan pelabuhan. Satria dan Sandi serta rekan-rekan mereka yang lain melambaikan tangan mereka sebelum benar-benar berpisah dengan keluarga dan orang-orang tersayang.
" Aku akan cepat kembali, Ra " ucap Satria pelan sebelum Kinara hilang dalam pandangannya.
Setelah kapal yang membawa Satria pergi jauh, keluarga Satria dan Kinara memutuskan untuk pulang.
" Ayo kita pulang, Sayang " ucap Bunda Wulan yang melihat Kinara yang belum rela harus terpisah dengan Satria.
" Iya Tante " jawab Kinara.
Kinara pun masuk ke dalam mobil Rendra dan Puspa karena mereka akan langsung pulang ke rumahnya dan tentunya itu searah dengan Kinara.
Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih 😊🙏 Tetap dukung saya ya 😘
Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain di akun yang lain 😊 Cari aja di kolom pencarian " Cinta Si Gadis Lumpuh " dan " Pria Kulkasku " 😊🙏
Ada juga karya saya di akun ini " Mengejar Cinta Pertama dan Menikahi Ayah Nadia " 😘
Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05😘
__ADS_1