
Hari sudah berganti pagi. Kinara sudah bangun dari subuh dan sekarang sedang bersiap-siap untuk pergi ke Gunung Bromo bersama teman-temannya. Ia menggunakan jaket yang cukup tebal karena udara pagi itu sangat dingin.
Kinara dan Ranti keluar dari kamar mereka. Di luar sudah ada beberapa teman mereka sedang berkumpul dan menikmati sarapan mereka. Makanan mereka telah disiapkan oleh pihak penginapan.
" Kita sarapan dulu yuk, Ra " ajak Ranti pada Kinara setelah mereka menyapa dan menanyakan kabar beberapa teman mereka.
" Ayok " jawab Kinara.
Mereka berdua pun pergi untuk mengambil sarapan yang sudah disediakan. Saat mereka akan mencari tempat duduk, ada seseorang yang memanggil Kinara.
" Kinara " panggil orang tersebut mendekati Kinara dan Ranti.
Kinara pun tersenyum pada orang tersebut. Ia masih mengenali orang itu yang merupakan salah satu teman sekelasnya saat SMP. Namanya adalah Danang dan Danang juga adalah orang yang sempat menyukai dan mengejar-ngejar Kinara saat SMP.
" Halo, Ra " sapa Danang tersenyum pada Kinara.
" Hai " balas Kinara juga tersenyum.
" Apa kabar kamu, Ra? " tanya Danang pada Kinara.
" Alhamdulillah, aku baik " jawab Kinara.
" Kamu gimana kabarnya? " tanya balik Kinara.
" Aku juga baik " jawab Danang.
Kinara pun menganggukkan kepalanya.
" Ra, iku Bagus. Kita ke sana aja ya " ucap Ranti menunjuk tempat duduk yang ada Bagus seorang diri.
" Iya " jawab Kinara.
" Danang, kita duluan " pamit Kinara pada Danang.
Kinara dan Ranti langsung meninggalkan Danang sebelum Danang menjawab. Mereka berdua menghampiri Bagus.
" Loh, sudah mau habis aja " ucap Ranti saat melihat makanan di piring Bagus tinggal sedikit.
Kinara dan Ranti pun duduk di kursi yang masih kosong.
" Aku uwes mulai makan ket mau kok " jawab Bagus sambil terus mengunyah makanannya.
Kemudian Kinara dan Ranti juga memulai memakan sarapan mereka masing-masing. Tapi tiba-tiba saja Ranti tersedak dan Bagus langsung memberikan segelas air pada Ranti.
__ADS_1
" Hati-hati to makannya, Sayang " ucap Bagus pada Ranti.
Kinara yang mendengar panggilan sayang Bagus kepada Ranti pun langsung menatap mereka berdua dengan menyelidik.
" Kalian berdua ki pacaran yo? " tanya Kinara setelah Ranti lebih baik.
" Hehe iyo, Ra " jawab Ranti sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
Sedangkan Bagus hanya tersenyum sambil menunjukkan deretan giginya.
" Kamu gak marah to kalau kita pacaran, Ra? " tanya Ranti pada Kinara.
Bagus dan Ranti takut Kinara akan marah karena mereka berdua pacaran sedangkan mereka bersahabat bertiga. Maka dari itu mereka tidak memberitahu hubungan mereka pada Kinara dan hari itu mereka ketahuan karena Bagus keceplosan memanggil Ranti dengan sebutan sayang.
" Ya enggak to. Malah aku seneng karena sahabat aku dapet pacar ya sudah jelas gimana orangnya " jawab Kinara tersenyum.
Bagus dan Ranti pun bernapas lega mendengar itu. Mereka mengira Kinara akan marah jika tahu.
" Kenapa kalian gak pernah ngomong sama aku? " tanya Kinara pada keduanya.
" Kita takut kamu marah Ra, kita kan temenan bertiga. Terus kita berdua pacaran " jawab Bagus.
" Kalian ni lho. Aku tu bakal ikut seneng kalo kalian juga seneng " ucap Kinara tersenyum.
" Setelah kamu pergi dan pindah ke Jakarta kita kan sering berdua, Ra. Terus habis itu kita saling suka dan nyaman. Akhirnya kita pacaran deh. Iyo to, Gus? " jawab Ranti.
Bagus pun menganggukkan kepalanya mengiyakan ucapan Ranti.
Setelah selesai sarapan mereka pun berkumpul untuk pergi ke Gunung Bromo. Mereka akan menaiki jeep untuk menuju Gunung Bromo. Dalam satu jeep akan diisi empat orang tidak termasuk termasuk supir. Kinara akan menaiki sebuah jeeb bersama Bagus, Ranti dan juga Danang agar genap empat orang. Mereka semua menaiki jeep tersebut.
" Sini tak bantu " ucap Danang mengulurkan tangannya pada Kinara dari atas jeep.
Kinara pun menerima tangan Danang karena ia cukup kesusahan untuk naik Jeep itu.
" Suwun " ucap Kinara tersenyum kecil saat sudah berhasil berada di atas jeeb.
" Iyo Ra " jawab Danang tersenyum.
Kinara berdiri di sebelah Ranti.
Setelah itu mereka pun langsung pergi menuju Gunung Bromo.
Gunung Bromo ada salah satu tempat yang wajib dikunjungi jika pergi ke Malang. Gunung Bromo juga selalu menarik para pencinta alam karena pemandangannya yang sangat indah dan memukau.
__ADS_1
Gunung Bromo juga bisa diakses dengan kendaraan roda dua dan roda empat, namun harus menyewa Jeep untuk bisa sampai di kaki Gunung Bromo.
Di Gunung Bromo juga ada beberapa tempat wisata yang sangat menarik, seperti Bukit Teletubbies, Bukit Mentingen, Air Terjun Madakaripura, Bromo Milky Way, Penanjakan 1, Pasir Berisik, Padang Savana, Pura Luhur Poten, dan Air Terjun Conan Pelangi.
Kali ini Kinara dan teman-temannya akan pergi ke tempat wisata Pasir Berbisik. Tempat wisata ini sangat unik karena nama dari tempat ini karena seorang sutradara pernah membuat sebuah film dengan judul Pasir Berbisik. Inspirasi nama ini karena kejadian ketika angin yang berhembus membawa pasir kemudian terdengar seperti suara berbisik dari gesekan antar pasir.
Sesampainya di Pasir Berbisik, Kinara dan teman-temannya pun langsung turun dari jeep. Di sana terlihat hamparan pasir berwarna hitam.
" Bagus ya tempatnya " ucap Kinara saat melihat sekitar.
" Iyo Ra, gak nyesel aku liburan ke sini " tambah Ranti.
Mereka pun bersua foto di tempat itu untuk menjadikannya postingan di media sosial mereka. Kinara mengajak Bagus dan Ranti untuk berfoto bersama.
Kemudian Danang pun datang menghampiri mereka. " Aku ikut foto juga dong " ucap Danang pada mereka.
" Boleh, ayok rene " jawab Ranti.
Danang pun langsung berdiri di sebelah Kinara. Mereka mengambil beberapa foto sebelum istirahat sebentar sebelum melanjutkan perjalanan.
Ranti memposting semua foto yang ia ambil di akun sosial medianya, termasuk foto mereka berempat tadi.
" Kamu gak post foto di ig kamu to, Ra? " tanya Ranti pada Kinara.
" Aku enggak bawa hp, Ran. Tadi baterainya habis jadi aku tinggal di penginapan " Jawa Kinara.
Kinara sengaja meninggalkan ponselnya di penginapan karena tidak ingin sosial medianya aktif dulu. Karena jika ia membawa ponsel temannya akan mengirim atau menyuruhnya memposting, pasti nanti Elsa akan terus menghubunginya dan mengatakannya pada Satria.
" Mau minum, Ra? " tawar Danang dengan memberikan sebotol air mineral.
Mereka memang sedang istirahat saat ini.
" Suwun, Nang " ucap Kinara tersenyum.
Kinara menerima air mineral itu dari tangan Danang dan langsung meminumnya karena memang dia sedang haus.
Danang berdiri di samping Kinara yang sedang minum. Ia melihat Kinara yang bertambah cantik. Ia pun berencana ingin mendekati Kinara kembali.
Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih 😊🙏 Tetap dukung saya ya 😘
Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain di akun yang lain 😊 Cari aja di kolom pencarian " Cinta Si Gadis Lumpuh " dan " Pria Kulkasku " 😊🙏
Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05😘
__ADS_1