Mengejar Cinta Pertama

Mengejar Cinta Pertama
153. Berpamitan


__ADS_3

Dua minggu berlalu, Satria sudah berada di desa kembali untuk berpamitan dan memastikan keadaan di sana. Sebenarnya Satria harus berada di sana selama satu minggu ke depan untuk membantu mengatur desa yang sempat berantakan karena kejadian penangkapan Tuan Bahadur. Mereka juga harus mengurus orang-orang yang pernah menjadi anak buah Tuan Bahadur untuk mendapatkan hukuman walaupun lebih ringan karena sudah membantu mereka. Satria bisa kembali ke Jakarta lebih dulu setelah sebelumnya ia meminta izin kepada Komandan Anton.


" Lo serius mau balik malam ini? " tanya Sandi pada Satria yang sedang merapikan semua barang-barang miliknya.


" Iya, lo tau alesan gue harus balik karena apa. Tapi mungkin gak akan sempat gue hadir di Jakarta tepat waktu " jawab Satria.


Besok adalah hari wisuda Kinara dan ia belum juga kembali ke Jakarta. Satria sudah mengatakan pada Kinara jika ia tidak bisa menemaninya di hari yang sangat penting itu karena kemungkinan besar ia akan terlambat. Walaupun pun sangat sedih tapi ia tidak bisa berbuat apa-apa karena tugasnya di sana juga penting. Jika ia bisa datang tempat waktu menjadi kejutan untuk Kinara nantinya.


Beruntung Kinara ada wanita yang pengertian sehingga ia tidak marah tetapi Satria yakin jika Kinara merasa sangat sedih.


" Semoga aja sempet. Kalau penerbangan besok pagi gak diundur pasti lo sempat menenin Kinara di hari wisudanya " ucap Sandi menepuk pundak Satria.


Satria pun menganggukan kepalanya dan segera menyelesaikan merapikan barang-barang karena satu jam lagi ia harus segera berangkat ke Medan.


***


Satria berangkat dari desa pada pukul empat sore agar saat subuh nanti ia sudah sampai di Medan karena penerbangan tercepat besok yaitu pada pukul lima pagi. Jika tidak ada keterlambatan maka ia akan sampai di Jakarta pada setengah delapan pagi dan ia masih sempat untuk menghadiri acara wisuda Kinara.


Sekarang Satria sedang berpamitan pada Pak Agus selaku kepala desa dan juga beberapa warga desa.


" Sebelumnya saya ucapkan terima kasih karena saya sudah menerima saya dengan baik di desa ini. Saya juga minta maaf jika sekiranya ada perbuatan atau kata-kata saya yang kurang berkenan di hati kalian semua selama lebih dari dua tahun saya tinggal di desa ini. Hari ini saya mohon pamit untuk kembali ke Jakarta karena tugas saya di desa ini sudah selesai dan juga ada beberapa urusan sehingga saya harus kembali lebih dulu. Sekali lagi saya ucapkan terima kasih pada kalian semua " ucap Satria pada mereka Pak Agus dan warga desa yang ada di sana.


" Sama-sama, Nak Satria. Saya mewakili seluruh warga desa banyak mengucapkan terima kasih karena Nak Satria juga sudah membebaskan kami dari tekanan Tuan Bahadur dan juga membuat desa kami menjadi aman kembali walaupun Nak Satria hampir kehilangan nyawa karena itu. Kami semua sangat berterima kasih " jawab Pak Agus mewakili warga desa.

__ADS_1


Satria pun menganggukkan kepalanya.


Setelah itu Satria menyalami Pak Agus dan warga desa satu per satu sebagai tanda perpisahan mereka karena Satria tidak tahu kapan akan kembali lagi ke desa itu.


" Saya berangkat, Ndan " pamit Satria pada Komandan Anton.


Komandan Anton menganggukkan kepalanya lalu menepuk bahu Satria. " Hati-hati di jalan " ucap Komandan Anton.


" Siap, Ndan " jawab Satria.


Satria beralih pada Sandi dan ia memeluk sahabatnya itu dan di balas tepukan di punggungnya oleh Sandi.


" Gue balik duluan. Gue tunggu kabar baik saat lo kembali ke Jakarta " ucap Satria tersenyum lalu melirik Ayla yang juga ada di sana.


" Pasti gue kasih tau nanti " jawab Sandi tersenyum.


Kemudian Satria pun harus langsung berangkat dan mobil yang akan membawanya ke Medan sudah siap. Ada seorang sopir yang mengantar Satria dan mungkin mereka akan bergantian menyetir nanti karena perjalanan sangat jauh.


" Saya pergi dulu. Assalamualaikum " ucap Satria sebelum masuk ke dalam mobil.


" Walaikumsalam " jawab mereka semua lalu melambaikan tangan pada Satria.


Satria masuk ke dalam mobil dan duduk di samping sopir itu.

__ADS_1


" Kita berangkat, Mas " ucap sopir itu pada Satria.


" Iya Pak " jawab Satria.


Mobil itu pun melaju meninggalkan desa yang dua tahun ini menjadi tempat tinggalnya. Tempat di mana ia harus menahan rindu dengan keluarga dan pujaan hatinya. Sekarang Satria akan kembali lagi ke Jakarta dan ia tidak sabar untuk bertemu dengan semua orang yang ia sayangi.


***


Tepat pukul empat pagi, Satria sampai di bandara. Ia tidak beristirahat terlebih dahulu karena ia takut jika nanti tertinggal pesawat dan harus menunggu penerbangan selanjutnya. Mungkin ia akan beristirahat sebentar di ruang tunggu nanti.


" Terima kasih banyak sudah mengantarkan saya, Pak " ucap Satria pada sopir itu sebelum ia masuk ke dalam bandara.


" Sama-sama, Mas " jawab sopir itu.


Setelah itu berpamitan dan mengucapkan salam, Satria pun langsung masuk ke dalam bandara. Ia akan menunggu sekitar satu jam sebelum pesawat berangkat dan ia akan manfaatkan waktu itu untuk mandi dan beristirahat. Ia juga akan pergi mencari makanan karena dari tadi malam ia belum memakan apapun.


Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih 😊🙏 Tetap dukung saya ya 😘


Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain di akun yang lain 😊 Cari aja di kolom pencarian " Cinta Si Gadis Lumpuh " dan " Pria Kulkasku " 😊🙏


Ada juga karya baru saya " Menikahi Ayah Nadia dan Suamiku Seorang Bodyguard " 😘


Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05😘

__ADS_1


__ADS_2