Mengejar Cinta Pertama

Mengejar Cinta Pertama
208. Sensasi Baru


__ADS_3

Kinara mengajak Satria untuk pergi ke kamarnya untuk beristirahat. Papa Lukman dan Mama Santi pun sudah pergi ke kamar mereka untuk segera beristirahat karena hari sudah semakin malam.


" Nih, kamu ganti baju dulu. Biar nanti tidurnya lebih nyaman " ucap Kinara memberikan piyama yang memang ditinggal di sana pada Satria.


" Buat apa ganti baju kalau lebih nyaman gak pakai baju " ucap Satria meletakkan pakaian ganti yang Kinara berikan ke atas nakas.


Satria menarik tangan Kinara hingga tubuh Kinara menabrak dadanya. Kinara sangat terkejut dengan gerakan Satria yang begitu tiba-tiba.


" Mas " pekik Kinara terkejut.


" Hust, jangan keras-keras. Nanti Papa sama Mama denger " ucap Satria karena kamar itu tidak kedap suara.


" Lagian kamu juga sih, aku kan kaget " ucap Kinara mencoba menjauh.


Mengetahui sang istri ingin menjauh, Satria segera melingkarkan tangannya di pinggang Kinara dan memeluknya dengan erat.


" Mas, lepasin ini. Aku mau ganti baju " ucap Kinara berusaha melepaskan belitan tangan Satria.


" Gak mau, aku mau buat kamu gak pakai baju " jawab Satria tersenyum smirk.


Kinara tentu saja mengerti apa yang dimaksud oleh suaminya itu tapi mereka tidak mungkin melakukannya di sana. Kamarnya tidak kedap suara dan di sebelah adalah kamar Alina, bagaimana jika adiknya itu mendengar suara-suara merdu mereka nanti.


" Jangan macem-macem deh, Mas. Di sebelah ada Alina " ucap Kinara pada Satria.


" Memangnya kenapa? Kan Alina ada di kamarnya sendiri " ucap Satria yang malah mempererat pelukannya.


" Kalau Alina denger nanti gimana? Kan bahaya, Mas " ucap Kinara agar suaminya itu mengerti.


" Ya kamu desahnya jangan keras-keras, Sayang " jawab Satria mendekatkan wajah mereka.


" Lagian kita kan belum pernah buat dedek di sini. Siapa tau bisa rasain sensasi baru " lanjut Satria.


Kinara baru saja hendak membalas ucapan Satria tapi suaminya itu sudah membungkam bibirnya dengan sebuah ciuman yang sangat panas. Bahkan tangan Satria sudah memberikan sentuhan-sentuhan yang membuatnya terpancing.


" Jadi gimana? Mau lanjut atau berhenti? " tanya Satria setelah melepaskan ciumannya.

__ADS_1


Suaminya itu memang sangat licik, Satria sudah membuat dirinya terpancing dan bergairah agar dirinya tidak bisa menolak lagi. Bagaimana ia bisa menolak jika sekarang malah ia yang sangat menginginkan sentuhan dari suaminya.


" Lanjutkan, Mas " jawab Kinara dengan mata yang dipenuhi kabut gairah.


Satria pun tersenyum puas, ia segera memberikan ciuman lagi pada sang istri. Tangan Satria juga segera melepaskan pakaian mereka berdua hingga tanpa Kinara sadari, mereka sudah tidak memakai apa-apa lagi.


Satria menuntun Kinara ke arah tempat tidur dan membaringkan tubuh Kinara di sana. Satria juga langsung mengungkung tubuh sang istri dan menutupi tubuh mereka dengan selimut. Satria membacakan sebuah doa di telinga Kinara sebelum ia bersiap memasuki inti tubuh sang istri.


" Aku masuk ya, Sayang " ucap Satria mengecup kening Kinara yang sudah dipenuhi keringat.


Kinara menganggukkan kepalanya karena ia pun sudah sangat basah di bawah sana.


Satria mengarahkan miliknya untuk masuk ke dalam bagian inti tubuh Kinara. Satria memejamkan matanya karena milik istrinya itu masih terasa sangat sempit.


" Sumpah ini masih sempit aja, mana enak banget lagi " batin Satria saat miliknya terasa terjepit di bawah sana.


Perlahan Satria mulai bergerak dan lama-kelamaan semakin cepat hingga membuat Kinara mengeluarkan ******* yang tertahan. Kinara tidak bisa sebebas biasanya mengeluarkan suara merdunya itu karena takut jika sang adik yang berada di kamar sebelah mendengarnya.


" Kita keluar sama-sama ya, Sayang " ucap Satria saat sudah hampir mencapai puncaknya.


Satria bergerak semakin cepat dan beberapa saat kemudian, Satria berhasil menyemburkan benih cintanya di rahim sang istri. Napas keduanya tersengal-sengal setelah baru saja mendapatkan sebuah pelepasan.


Tanpa melepaskan penyatuan mereka, Satria membalik posisi sehingga sekarang Kinara yang berada di atasnya. Kinara sangat terkejut karena ia tidak tahu apa yang akan dilakukan oleh suaminya itu.


" Sekarang giliran kamu yang bekerja, Sayang. Bergeraklah dan puaskan suamimu ini " ucap Satria pada Kinara.


" Aku gak bisa, Mas " jawab Kinara dengan wajah yang memerah.


" Kamu bisa, Sayang. Aku akan mengajari kamu " ucap Satria memegang pinggang Kinara.


Satria mulai mengajari Kinara untuk bergerak di atasnya dan baru sebentar saja ia sudah merasakan nikmat yang luar biasa.


" Terus bergerak, Sayang " ucap Satria pada Kinara yang mulai mahir bergerak di atasnya.


Walaupun sangat malu, Kinara tetap melakukan apa yang dikatakan oleh sang suami.

__ADS_1


Satria hanya mampu memejamkan matanya menikmati setiap hentakan tubuh Kinara diatasnya. Satria merasakan sensasi baru yang benar-benar begitu nikmat karena ini pertama kalinya Kinara bekerja di atasnya.


" Lebih cepat, Sayang " ucap Satria pada Kinara.


Kinara menurut dan bergerak lebih cepat di atas sana karena ia pun mulai menikmatinya walaupun sempat merasa malu.


Satria tidak tinggal diam, ia melahap dada Kinara yang bergerak indah di depannya seirama dengan gerakan yang Kinara lakukan. Tangannya juga meremas dada Kinara yang satunya, benar-benar kerja sama yang sangat bagus untuk saling memuaskan.


" Mas, akhh " suara erangan Kinara terdengar saat cairan hangat Satria memenuhi miliknya hingga tumpah-tumpah.


" Ra " Satria benar-benar puas saat merasakan setelah menyemburkan benihnya sekali lagi.


Tubuh Kinara ambruk begitu saja atas Satria, tubuhnya sangat lelah setelah bekerja di atas tubuh sang suami.


" Capek, Sayang? " tanya Satria pada Kinara yang masih mengatur napasnya.


Kinara hanya menganggukkan kepalanya karena ia tidak sanggup hanya untuk menjawabnya.


Setelah itu Satria melepaskan penyantun mereka lalu mengangkat tubuh Kinara dan merebahkan tubuh istrinya itu di samping. Satria menarik tubuh Kinara dan membawanya ke dalam pelukannya.


" Terima kasih, Sayang. Kamu sangat hebat dan seksi tadi, aku benar-benar gak nyangka kamu selihai itu " ucap Satria mengecup puncak kepala Kinara.


Wajah Kinara seketika memerah dan ia langsung menyusupkan wajahnya di dada Satria. Ia sungguh sangat malu dengan apa yang ia lakukan beberapa saat yang lalu.


" Kenapa aku bisa gitu sih? " ucap Kinara dalam hati.


Kinara tidak menyangka jika dirinya bisa bergerak begitu lincah di atas tubuh Satria hingga mereka sama-sama mendapatkan kepuasan pada malam itu.


Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih 😊🙏 Tetap dukung saya ya 😘


Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain di akun yang lain 😊 Cari aja di kolom pencarian " Cinta Si Gadis Lumpuh " dan " Pria Kulkasku " 😊🙏


Ada juga karya baru saya " Menikahi Ayah Nadia, Suamiku Seorang Bodyguard dan Malam Panas Dengan Kak Aska " 😘


Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05😘

__ADS_1


__ADS_2