
Satria membawa Kinara ke sebuah danau buatan yang sangat indah. Ia menggandeng tangan Kinara untuk menuju tepi danau. Di sana juga terdapat rumah pohon dan juga sebuah perahu.
" Gimana menurut kamu tempatnya, Ra? " tanya Satria pada Kinara
" Ini bagus banget " jawab Kinara.
" Kamu suka? " tanya Satria.
Kinara pun menganggukkan kepalanya sambil menatap kagum danau buatan itu.
" Kamu tau dari mana tempat sebagus ini? " tanya Kinara karena sebelumnya ia tidak mengetahui ada danau ini.
" Ini sebenernya Ayah yang buat setelah sampai di Jakarta dan ini baru jadi sekitar sebulan yang lalu " jawab Satria.
" Jadi ini milik keluarga kamu? " tanya Kinara.
Satria menjawabnya dengan anggukan kepala.
" Aku mau ajak kamu ke sini setelah ujian selesai kemarin tapi malah kita ada masalah. Jadi aku baru bisa ajak kamu ke sini sekarang " ucap Satria sambil melihat ke tengah danau.
" Selamat kamu pergi kalau aku kangen sama kamu, aku selalu ke sini. Bahkan aku pernah ketiduran di rumah pohon sampai pagi " lanjut Satria.
" Hah? Kamu beneran? " tanya Kinara terkejut.
" Iya Ra " jawab Satria.
Kemudian Satria berjalan mendekati perahu yang berada di tepi danau itu.
" Mau naik perahu? " tanya Satria pada Kinara.
Kinara pun menganggukkan kepalanya. Ia memang ingin menaiki perahu itu ke tengah danau.
" Sini " ucap Satria meminta Kinara untuk mendekat.
Kinara langsung berjalan menghampiri Satria. Kinara memegang tangan Satria yang sudah lebih dulu berada di dalam perahu yang tidak terlalu kecil itu. Kinara cukup kesulitan untuk naik ke dalam perahu karena ia masih menggunakan kebaya dan rok batik yang membatasi geraknya.
" Hati-hati, Ra " ucap Satria saat Kinara menaiki perahu itu.
Kinara duduk tepat berhadapan dengan Satria. Satria mengambil dayung lalu melepaskan tali perahu yang terikat pada pohon.
" Siap, Ra? " tanya Satria pada Kinara.
" Iya " jawab Kinara.
Satria mendayung perahu itu ke tengah danau. Kinara begitu menikmati pemandangan dari perahu. Di dalam danau juga terdapat ikan-ikan kecil dan juga tumbuhan air.
Satria berhenti mendayung perahu saat mereka sudah berada di tengah danau.
" Ternyata dari tengah danau gini pemandangan gak kalah bagus ya, Sat " ucap Kinara tersenyum.
" Iya Ra " jawab Satria memperhatikan Kinara yang tersenyum bahagia.
Kinara yang merasa Satria terus memperhatikannya pun langsung menatap Satria.
__ADS_1
" Kamu kenapa liatin akunya gitu banget? " tanya Kinara karena Satria terus menatapnya.
" Kamu cantik banget, Ra " ucap Satria tanpa mengalihkan pandangannya pada Kinara.
Wajah Kinara pun langsung merah seperti tomat yang sudah matang.
" Aku tau kalo aku cantik, Sat. Tapi kamu jangan liatin aku terus, aku kan jadi malu " ucap Kinara menutup wajahnya yang merah dengan kedua tangannya.
Satria pun tertawa melihat itu. Ia merasa sangat gemas dengan tingkah Kinara.
" Jangan malu, Ra " ucap Satria meraih tangan Kinara.
" Makanya kamu jangan liatin aku terus " ucap Kinara.
" Ya gimana dong Ra, mata aku nih gak bisa kalo gak liatin bidadari cantik aku ini " jawab Satria tersenyum.
" Gombal " ucap Kinara.
" Bener Ra, aku gak gombal " jawab Satria.
Satria merogoh kantong celananya dan mengeluarkan sebuah kotak kecil dari sana. Ia meraih tangan Kinara dan menggenggamnya.
" Ra " panggil Satria.
" Iya " jawab Kinara.
Kinara bisa melihat jika Satria ingin berbicara serius dengannya.
" Kamu tau kan kalo aku cinta sama kamu " ucap Satria pada Kinara.
" Aku mau kamu ada buat aku di saat aku senang dan aku susah. Aku mau kamu yang jadi penyemangat hari-hari aku, Ra " ucap Satria.
" Iya Sat, aku akan ada di samping kamu di situasi apapun selama kamu gak kecewain aku " jawab Kinara tersenyum.
" Aku akan berusaha gak buat kamu kecewa dan selalu bahagiain kamu, Ra " ucap Satria.
Satria membuka kotak kecil yang tadi ia ambil dari kantong celananya. Terlihat sebuah cincin dengan desain yang cukup simpel.
" Ini buat kamu, Ra " ucap Satria memberikan kotak cincin itu pada Satria.
" Buat aku? Tapi dalam rangka apa? " tanya Kinara.
" Ini sebagai pengikat kamu sebagai milik aku. Aku gak mau nanti saat aku pergi buat sementara kamu diambil sama cowok lain. Aku juga mau kamu selalu ingat aku dengan cincin ini. Jadi kamu terima ya Ra " jawab Satria.
" Memang kamu mau pergi kemana, Sat? " tanya Kinara.
Jujur saja ia tidak ingin Satria pergi jauh darinya. Apalagi sekarang mereka sama-sama mencintai.
" Aku bakal bilang sama kamu kalo saatnya sudah tepat. Tapi kamu harus percaya sama aku kalau aku pasti bakal balik lagi sama kamu " jawab Satria.
" Jadi kamu mau terima cincin ini? " tanya Satria penuh harap.
Kinara tersenyum dan menganggukkan kepalanya.
__ADS_1
Satria tersenyum senang. " Aku pakein ya " ucap Satria.
Kinara lagi-lagi menganggukkan kepalanya.
Satria mengambil cincin itu dan langsung memasangkannya di jari manis Kinara. Cincin itu sangat pas di jari manis Kinara. Padahal Satria memilihnya menggunakan feelingnya saja.
Kinara tersenyum sambil melihat sebuah cincin yang tersemat di jari manisnya. Cincin itu menandakan bahwa Satria sangat serius menjalin hubungan dengannya.
" Kamu suka cincinnya? " tanya Satria.
" Suka banget " jawab Kinara tersenyum.
" Aku takut kamu gak suka ataupun gak pas di jari kamu. Aku sempet bingung milihnya " ucap Satria.
" Aku suka banget sama pilihan kamu dan ini juga pas di jari aku " ucap Kinara.
" Syukurlah " jawab Satria.
" Kita foto dulu yuk. Kita harus abadikan momen ini " ucap Kinara ingin mengabadikan momen itu.
Kinara mengambil ponselnya dari dalam tas. Ia memposisikan dirinya untuk lebih dekat dengan Satria lalu mereka pun berfoto selfi di atas perahu. Kinara bahkan menunjukkan cincin yang tersemat di jari ke kamera.
Kebetulan di sana ada anak buah Ayah Arif yang sedang mengecek tempat tersebut. Satria pun langsung memintanya untuk memfoto kan ia dan Kinara dari tepi danau, sehingga menampilkan siluet tubuh mereka di atas perahu. Apalagi dengan matahari senja yang berwarna oranye membuatnya begitu indah.
Satria dan Kinara menuju tepi danau saat hari semakin sore. Ia melupakan kata-kata Papa Lukman yang menyuruhnya mengantarkan Kinara tidak terlalu sore.
" Ayo Ra, kita pulang. Aku gak enak sama Om Lukman kalo sampai kamu pulang terlambat " ucap Satria pada Kinara.
Mereka pun memesan taksi online kembali dan menuju rumah Kinara terlebih dahulu.
" Pak, tunggu dulu sebentar ya. Nanti saya balik lagi " ucap Satria pada supir taksi online itu.
" Iya Mas " jawab si supir.
Satria dan Kinara pun langsung turun dari taksi online itu. Mereka menghampiri Papa Lukman yang sedang berada di teras. Sepertinya sedang menunggu mereka.
" Assalamualaikum " ucap Satria dan Kinara.
" Walaikumsalam " jawab Papa Lukman.
Satria dan Kinara pun mencium tangan Papa Lukman.
" Maaf ya Om, Satria sedikit terlambat anterin Ara pulang " ucap Satria pada Papa Lukman.
" Ya sudah, gak papa. Tapi lain kali jangan sampai terlambat lagi " ucap Papa Lukman.
" Iya Om " jawab Satria bernapas lega karena ia mengira Papa Lukman akan marah padanya dan Kinara.
Setelah itu Satria pun langsung pamit pulang ke rumahnya karena sudah menjelang magrib.
Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih 😊🙏 Tetap dukung saya ya 😘
Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain di akun yang lain 😊 Cari aja di kolom pencarian " Cinta Si Gadis Lumpuh " dan " Pria Kulkasku " 😊🙏
__ADS_1
Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05😘