
Kinara terbangun dan ia masih berada di dalam pelukan Satria.Ia melihat wajah tampan sang suami yang ternyata sudah bangun lebih dulu dan sedang tersenyum kepadanya.
" Ini jam berapa, Mas? " tanya Kinara karena melihat sinar yang masuk ke dalam kamar itu sepertinya sudah cukup siang.
" Jam sepuluh, Sayang " jawab Satria.
Mata Kinara langsung membulat sempurna saat mendengar itu dan ternyata ia sudah sangat kesiangan.
" Astaghfirullah, kamu gak bangun aku sih, Mas " ucap Kinara langsung mendudukkan tubuhnya.
" Aku juga baru bangun, Sayang. Itu juga tadi karena Ayah dan Bunda ke sini " jawab Satria.
Jawaban Satria itu membuat Kinara semakin terkejut dan matanya terbelalak.
" Apa? Ayah sama Bunda ke sini? " tanya Kinara memastikan.
" Iya Sayang. Ayah sama Bunda anter makanan buat kita terus mau cek keadaan kamu, tapi karena kamu masih tidur jadi mereka pulang dan gak mau ganggu kamu " jawab Satria.
Kinara menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya. Ia sungguh merutuki dirinya yang tidur begitu nyenyak hingga tidak mengetahui jika kedua mertuanya datang.
" Ya ampun Kinara, kenapa nyenyak banget sih tidurnya? Kalau sudah seperti ini, apa yang dipikirkan Ayah sama Bunda tentang kamu " gumam Kinara merutuki dirinya sendiri.
" Sayang, kamu kenapa sih? " tanya Satria yang melihat sang istri seperti itu.
" Aku lagi menebak apa yang dipikirkan Ayah sama Bunda nanti tentang aku. Menantu macam apa aku ini sampai mertuanya datang masih tidur dan hari sudah siang. Mereka pasti malu banget punya menantu yang pemalas dan bangunnya siang seperti aku. Aku benar-benar malu, Mas " jawab Kinara dengan wajah yang frustasi.
Kinara akan sangat malu dan mungkin tidak akan memiliki keberanian untuk bertemu dengan Ayah Arif dan Bunda Wulan.
Satria tersenyum dan memegang kedua bahu Kinara untuk menghadap ke arah dirinya.
" Kamu gak mikirin itu, Sayang. Ayah sama Bunda gak mungkin berpikir seperti itu tentang kamu karena kamu ini menantu yang sangat baik. Mereka pasti paham keadaan kamu yang sedang hamil muda dan butuh istirahat. Mereka juga pulang karena gak mau ganggu kamu yang masih tidur " ucap Satria mencoba menenangkan istrinya itu.
" Tapi tetap aja, Mas " jawab Kinara yang masih tidak bisa tenang dan takut dicap sebagai menantu yang buruk.
__ADS_1
" Sudah gak usah dipikirin, Sayang. Atau kita telpon Bunda aja, supaya kamu percaya kalau Bunda gak mungkin menganggap kamu menantu yang gak baik " ucap Satria pada Kinara.
Kinara langsung menggelengkan kepalanya. " Gak usah, Mas " tolak Kinara cepat.
Kinara belum memilliki keberanian untuk berbicara pada ibu mertuanya itu sekaligus ia juga merasa malu.
" Lebih baik sekarang kita mandi dan setelah itu sarapan. Kasihan anak kita pasti lapar karena kamu belum makan apa-apa dari tadi pagi " ucap Satria karena Kinara harus segera mendapatkan asupan nutrisi untuk dirinya dan juga janin di dalam kandungannya.
Kinara pun menganggukkan kepalanya karena ia pun sudah merasa perutnya sangat lapar.
Setelah itu Satria dan Kinara segera pergi ke kamar mandi. Mereka berdua mandi bersama tetapi benar-benar hanya mandi karena Kinara sudah sangat lapar.
***
Tiga puluh menit berlalu, Satria dan Kinara sudah duduk di meja makan untuk sarapan yang sebenarnya adalah makan siang karena sudah hampir pukul sebelas siang. Mereka berdua memakan sup ayam buatan Bunda Wulan yang sudah dipanaskan kembali oleh Mbok Iyem.
" Sup ayam buatan Bunda memang enak banget. Aku harus belajar lagi dari Bunda, apalagi ini adalah salah satu makanan kesukaan kamu " ucap Kinara setelah menyuapkan sup ayam itu ke dalam mulutnya.
" Sup ayam buatan kamu juga gak kalah enak kok, Sayang " ucap Satria karena masakan istrinya itu tidak kalah enak.
" Tapi belum bisa persis seperti sup ayam kesukaan kamu, Mas " jawab Kinara.
" Walaupun begitu, tetap saja enak. Aku juga akan memakan semua masakan kamu, apapun itu pasti enak " ucap Satria mengusap punggung tangan Kinara.
Kinara menganggukkan kepalanya dan tersenyum.
Setelah menghabiskan semangkuk sup ayam dengan sepiring nasi, Kinara harus meminum susu ibu hamil yang sudah dibuatkan oleh Satria.
" Minum sampai habis ya, Sayang " ucap Satria mengusap kepala Kinara yang masih meminum susu ibu hamil.
Kinara menganggukkan kepalanya sembari berusaha menghabiskan susu yang tinggal setengah di dalam gelas.
" Nih, sudah " ucap Kinara memberikan gelas yang sudah kosong pada sang suami.
__ADS_1
Satria pun langsung menerimanya dan tangannya terulur untuk mengusap bibir Kinara yang terdapat noda susu.
" Sudah bersih. Sekarang kamu istirahat lagi ya, Sayang " ucap Satria pada Kinara.
" Gak mau, Mas. Aku bosan istirahat terus, lagian ini hamil bukan sakit " jawab Kinara tidak ingin kembali beristirahat.
" Terus sekarang kamu mau ngapain? " tanya Satria ingin tahu apa yang ingin dilakukan oleh sang istri.
" Aku mau nonton film aja deh " jawab Kinara sekiranya kegiatan itu yang bisa ia lakukan.
" Kalau gitu, kamu ke ruang keluarga duluan. Aku mau ambil buah potong untuk cemilan kamu " ucap Satria meminta Kinara pergi lebih dulu.
" Iya Mas " jawab Satria.
Setelah itu, Kinara segera pergi menuju ruang keluarga. Sedangkan Satria menaruh gelas bekas susu tadi ke dalam wastafel untuk Mbok Iyem cuci nanti.
Kemudian ia membuka kulkas dan mengambil buah melon yang sudah dipotong-potong dan tinggal makan saja.
" Sekarang tinggal bawa ke Ara aja " ucap Satria menutup kembali pintu kulkas itu.
Satria segera menyusul istrinya yang sudah pergi lebih dulu dengan membawa sepiring buah melon potong.
" Mas, kita nonton drama Korea ya " ucap Kinara saat sang suami duduk di sampingnya.
" Iya Sayang. Kita tonton apa yang kamu mau " jawab Satria tersenyum.
Kinara pun segera menyalakan televisi di depan mereka dan menampilkan drama Korea yang ingin ditonton oleh Kinara.
Mereka pun mulai menonton drama Korea itu dengan menikmati buah melon potong. Kinara menyandarkan kepalanya di bahu sang suami dan sangat fokus menontonnya.
Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih 😊🙏 Tetap dukung saya ya 😘
Tolong follow ig saya @tyaningrum_05 dan akun NT saya " Gadis Taurus " ya 😘
__ADS_1