
Saat Satria kembali dari masjid, kamar Kinara sudah kembali rapi dan Kinara juga sudah berganti dengan pakaian rumahan dan juga hijab instan di kepalanya.
" Assalamualaikum " ucap Satria memasuki kamar.
" Walaikumsalam " jawab Kinara.
Satria melepaskan peci di kepalanya lalu duduk di tepi tempat tidur.
" Capek banget ya " ucap Kinara tersenyum lalu duduk di samping Satria.
Jujur saja Kinara merasa sedikit gugup karena ini adalah pertama kalinya ia hanya berdua dengan Satria di dalam kamar.
" Iya, ternyata jadi pengantin capek juga " jawab Satria memijat pundaknya yang terasa sangat pegal.
" Ya udah kamu istirahat aja, aku mau bantu-bantu di luar " ucap Kinara lalu berdiri dari duduknya.
Tapi saat Kinara baru hendak melangkah pergi, tangannya ditarik oleh Satria hingga Kinara terjatuh di atas pangkuan Satria.
" Aaaa " pekik Kinara terkejut.
Kinara sangat terkejut dan ia juga merasa sangat gugup karena wajahnya begitu dekat dengan Satria hanya berjarak beberapa senti meter saja.
" Kamu di sini aja, temani aku " ucap Satria begitu dekat hingga napasnya mengenai wajah Kinara.
" Ya udah, aku mau rapiin baju kamu aja kalau gitu " ucap Kinara gugup.
Lagi-lagi saat Kinara hendak beranjak, Satria menahannya dengan melingkarkan tangannya di pinggang Kinara.
" Mas, lepas aku " ucap Kinara mencoba melepaskan diri dari Satria.
Kinara merasa tidak nyaman sekaligus malu jika terus-menerus berada di atas pangkuan Satria.
" Gak mau, aku bilang kan di sini aja temani aku. Jadi kamu duduk diam di sini, aku udah lama nunggu saat-saat ini bisa peluk kamu sepuasnya " jawab Satria mengeratkan pelukannya.
__ADS_1
Bertahun-tahun menahan untuk tidak melakukan hal yang kelewat batas dengan Kinara itu merupakan hal yang cukup sulit untuk Satria, apalagi jika mereka sedang berduaan. Kini saat semuanya sudah boleh tentu saja Satria tidak akan menyia-nyiakannya begitu saja.
" Tapi gak harus kayak gini, Mas " ucap Kinara dengan wajah yang mulai memerah.
Satria pun tersenyum. " Memangnya kenapa? Kamu malu? " tanya Satria pada Kinara.
Kinara menganggukkan kepalanya dan semakin tertunduk karena ia semakin malu.
Satria meraih dagu Kinara mengangkat wajahnya agar menatap dirinya.
" Kamu gak perlu malu lagi, aku ini suami kamu sekarang " ucap Satria menatap mata Kinara dalam.
Kinara hanya menganggukkan kepalanya.
Entah mendapatkan dorongan dari mana, semakin lama Satria semakin mendekatkan wajahnya ke arah wajah Kinara hingga hidung mereka bersentuhan. Kinara memejamkan matanya dan pada detik berikutnya ia merasakan sebuah benda kenyal menempel tepat di bibirnya.
Mata Kinara membola karena terkejut padahal ia sudah menduga hal ini yang akan terjadi. Ini adalah ciuman pertama bagi Kinara sehingga ia merasa aneh tapi juga ia menyukainya, apalagi Satria mulai bergerak menyesap dan ******* bibir. Kinara memejamkan matanya kembali menikmati ciuman itu dan mencoba membalasnya dengan sedikit kaku.
Jika itu adalah ciuman pertama bagi Kinara, maka begitu juga dengan Satria. Sempat beberapa kali hanya membayangkan bagaimana rasanya bibir manis Kinara, kini Satria benar-benar merasakannya.
Satria baru melepaskan ciuman itu saat merasa Kinara hampir kehabisan napas. Ia mengusap bibir Kinara yang terlihat sedikit bengkak karena ulahnya.
" Gimana? Kamu suka sama ciumannya? " bisik Satria di telinga Kinara setelah Kinara mengatur napasnya.
Seketika semburat merah kembali mewarnai pipi Kinara dan ia langsung memalingkan wajahnya agar Satria tidak bisa melihatnya. Belum juga satu menit, Satria mengingatkan tentang ciuman yang baru saja mereka lakukan.
Satria hanya tertawa kecil melihat tingkah istrinya yang malu-malu seperti padahal tadi begitu menikmati.
" Sayang, boleh gak kita lakuin itu sekarang? Aku mau minta hak aku. Nanti malam kan kita harus ke hotel dan gak mungkin aku buat kamu gak berdaya, sedangkan besok pagi kita masih ada resepsi " ucap Satria pada Kinara.
Walaupun hanya dengan sebuah ciuman tapi itu sudah mampu membangkitkan gairah di dalam tubuh Satria, apalagi ia merasa adik kecilnya mulai mengeras di bawah sana. Satria menatap Kinara penuh harap dan berharap semoga istrinya itu mau memberikannya sekarang.
" Maaf gak bisa, Mas " jawab Kinara merasa bersalah.
__ADS_1
Wajah Satria pun berubah kecewa. " Kenapa, Sayang? " tanya Satria dengan wajah lesu.
" Karena aku lagi datang bulan " jawab Kinara dengan menundukkan kepalanya.
" Hah? " Satria merasa tubuhnya lemas.
Jika seperti itu ia akan cukup lama bersabar untuk mendapatkan apa yang dia inginkan.
" Sejak kapan? " tanya Satria pada Kinara.
" Tadi pagi " jawab Kinara.
Memang sudah saatnya Kinara mendapatkan tamu bulanannya dan ternyata tadi pagi saat ia sedang mandi, ia baru melihatnya. Sebenarnya Kinara merasa bersalah melihat wajah kecewa Satria tapi harus bagaimana lagi, ini juga bukan keinginannya.
Satria menghela napasnya panjang dan mencoba menahan hasratnya yang masih dalam tahap awal.
" Ya sudah, gak papa. Mungkin memang belum waktunya " ucap Satria dengan wajah lesu.
" Maaf ya, Mas " ucap Kinara merasa bersalah.
" Kamu jangan minta maaf, Sayang. Ini bukan salah kamu, aku aja yang gak sabar " jawab Satria tersenyum dan mengusap pipi Kinara.
Satria tidak ingin Kinara merasa bersalah karena memang itu bukan salahnya.
" Tapi aku minta kamu di sini aja temani aku dan biarkan aku peluk kamu terus gini " ucap Satria pada Kinara.
Kinara pun menganggukkan kepalanya lalu melingkarkan tangannya di leher Satria dan memeluknya.
Sore itu pasangan pengantin baru itu hanya bisa saling berpelukan tanpa ada sesuatu yang panas dan untuk beberapa hari ke depan tetap begitu karena sang wanita sedang palang merah dan sang suami harus bersabar.
Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih 😊🙏 Tetap dukung saya ya 😘
Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain di akun yang lain 😊 Cari aja di kolom pencarian " Cinta Si Gadis Lumpuh " dan " Pria Kulkasku " 😊🙏
__ADS_1
Ada juga karya baru saya " Menikahi Ayah Nadia, Suamiku Seorang Bodyguard dan Malam Panas Dengan Kak Aska " 😘
Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05😘