Mengejar Cinta Pertama

Mengejar Cinta Pertama
223. Enam Minggu


__ADS_3

Setelah Dokter Lidya keluar dari ruang perawatan itu, Satria naik ke atas tempat tidur rumah sakit dan bergabung dengan Kinara. Entah mengapa menghirup wangi tubuh sang istri membuat mual yang dirasakannya sedikit berkurang. Kinara membiarkan saja Satria memeluknya karena ia juga sedang ingin bermanja-manja pada sang suami.


" Sayang, kamu padahal gak mandi dari kemarin tapi kenapa badan kamu wangi banget sih " ucap Satria menyusupkan wajahnya di ceruk leher Kinara.


" Masa sih, Mas? Perasaan aku udah mulai bau asem deh " ucap Kinara karena memang dirinya tidak mandi sejak kemarin.


" Iya Sayang " jawab Satria menghirup wangi tubuh sang istri.


Saat sedang asik menciumi leher Kinara, tiba-tiba ponsel miliknya berbunyi dan Satria langsung menghentikan kegiatannya. Beruntung Satria meletakan ponselnya di atas nakas sehingga ia tidak perlu turun untuk mengambilnya.


" Siapa, Mas? " tanya Kinara saat Satria sudah mengambil ponselnya.


" Raka, Elsa sama Jeki. Mereka video call " jawab Satria karena itu adalah panggilan video grup dari sahabat-sahabat mereka.


Ketiga sahabat Satria dan Kinara itu sejak melakukan KKN di tempat yang berbeda-beda yang tidak berada di Jakarta. Kemungkinan besar mereka sudah mengetahui jika dirinya mengalami kejadian tidak mengenakan itu.


Kinara segera mengambil dan menggunakan hijab instan miliknya sebelum Satria menjawab panggilan video itu.


" Assalamualaikum " ucap mereka bertiga setelah Satria menjawab panggilan video itu.


Terlihat wajah Raka, Elsa dan Jeki memenuhi layar ponsel Satria.


" Walaikumsalam " jawab Satria dan Kinara.


" Kalian jahat banget sih gak kasih kabar kita-kita kalau Kinara kecelakaan dan bahkan tentang Kinara yang lagi hamil " ucap Elsa pada Satria dan Kinara.


" Bener banget. Kalau gak dikasih tau sama Sandi mungkin kita gak akan tau " tambah Jeki.


Kinara tersenyum mendengar itu. Ia sengaja meminta Satria untuk tidak memberitahu mereka karena ia tidak ingin mengganggu mereka bertiga yang pastinya sedang sibuk dan akan sangat mengkhawatirkannya. Tetapi ternyata mereka sudah tahu lebih dulu dari Sandi.


" Maaf ya, bukannya kita gak mau ngasih tau kalian. Aku cuma gak mau buat kalian khawatir, kalian juga pasti sibuk di sana " jawab Kinara.

__ADS_1


" Tapi Ra, kalian seharusnya tetap kasih kabar ke kita, kita kan sahabat lo " ucap Raka yang merasa Satria dan Kinara harus memberitahu mereka.


" Iya-iya, kita minta maaf deh " jawab Satria.


" Tapi Kinara sekarang udah gak papa, kan? Gak ada yang perlu dikhawatirkan, kan? " tanya Elsa ingin tahu keadaan sahabatnya itu.


" Aku udah gak papa kok, cuma butuh istirahat total sekarang " jawab Kinara tersenyum.


Mereka bertiga pun bernapas lega mendengar itu karena mereka sangat mengkhawatirkan Kinara saat mendengar kabar Kinara kecelakaan dari Sandi.


" Daripada pada marah-marah, kalian gak mau kasih gue selamanya apa? Bentar lagi gue mau punya anak loh " ucap Satria pada mereka bertiga.


" Eh iya, lupa. Selamat ya Satria sama Kinara, sebentar lagi kalian punya anak dan bakal jadi orang tua. Sehat-sehat ya bumil dan buat Satria jaga Kinara sama calon ponakan gue dengan baik. Pokoknya saat gue balik ke Jakarta nanti mereka harus sehat dan baik-baik aja " ucap Elsa memberikan selamat dan ia merasa bahagia mendengar kabar bahwa Kinara sedang mengandung, begitu juga dengan Raka dan Jeki.


" Jangan gempur mulu nanti bini lo, biar calon ponakan gue sehat-sehat " sambung Raka diiringi dengan tawa.


" Iya Sat, pokoknya lo harus jaga Kinara dan calon anak kalian dengan baik " tambah Jeki.


" Iya-iya, tanpa kalian ingetin gue pasti jagain Kinara dan calon anak kita dengan baik. Makasih banyak ya guys " jawab Satria.


Satria dan Kinara merasa sangat bersyukur memiliki para sahabat yang sangat baik dan peduli pada mereka.


***


Setelah sarapan, Satria mendorong kursi roda yang diduduki oleh Kinara untuk menuju ruangan Dokter Samuel untuk melakukan pemeriksaan terhadap kandungan istrinya itu. Kinara belum terlalu kuat berjalan sehingga ia harus menggunakan kursi roda.


Satria membawa Kinara masuk ke dalam ruangan Dokter Samuel setelah sang pemilik sudah mempersilakan mereka untuk masuk.


" Selamat pagi, Dok " sapa Satria pada Dokter Samuel.


" Selamat pagi, Tuan, Nona " balas Dokter Samuel tersenyum ramah.

__ADS_1


" Apa kita langsung melakukan pemeriksaan saja pada Nona Kinara? " tanya Dokter Samuel pada mereka berdua.


Dokter Samuel sudah mengetahui keadaan dan apa yang dialami oleh Kinara dari Dokter Lidya sehingga ia tidak perlu menanyakannya lagi pada Satria dan Kinara.


" Iya Dok " jawab Satria.


Dokter Samuel meminta Kinara untuk naik ke atas brankar untuk melakukan pemeriksaan. Satria dengan sigap mengangkat tubuh istrinya itu karena ia tidak ingin Kinara terlalu banyak bergerak.


" Dok, apa bisa perawat saja yang melakukannya? Saya tidak ingin istri saya disentuh oleh pria lain jika keadaan yang tidak darurat " ucap Satria saat Dokter Samuel akan menyibak pakaian Kinara dan mengoleskan gel karena akan melakukan USG.


Selain karena tidak ingin sang istri disentuh oleh pria lain, Satria juga merasa cemburu pada Dokter Samuel. Apalagi Dokter Samuel masih muda dan tidak kalah tampan dari dirinya, bisa saja sang istri terpesona. Sedangkan Kinara hanya pasrah saja dengan permintaan sang istri karena ia pun tidak nyaman disentuh oleh pria lain.


" Tentu saja bisa, Tuan " jawab Dokter Samuel yang paham karena bukan hanya Satria yang meminta seperti itu.


Kemudian seorang perawat yang membantu Dokter Samuel itu memberikan gel di perut Kinara dan melakukan USG dengan menggerakkan sebuah alat di atas perut Kinara.


" Kalian lihatlah titik yang sebesar biji kacang hijau ini, ini adalah calon anak kalian. Dari yang kita lihat, usianya masih enam minggu dan sangat sehat. Walaupun Nona Kinara mengalami pendarahan, tetapi kondisi janinnya tidak bermasalah " ucap Dokter Samuel menjelaskan pada Satria dan Kinara.


Satria dan Kinara sangat bersyukur karena calon anak mereka sehat dan tidak kenapa-napa, walaupun Kinara baru saja mengalami kejadian yang bisa saja membuat mereka kehilangan calon anak mereka.


" Alhamdulillah " ucap Satria dan Kinara sangat bersyukur.


Setelah itu Kinara melanjutkan pemeriksaan dan memastikan jika tidak ada masalah dengan kandungannya. Satria dan Kinara juga sempat mendengar suara detak jantung dari calon anak mereka yang baru berusia enam minggu itu. Bahkan mereka berdua sampai meneteskan air mata haru saking bahagianya dan Satria tanpa malu mengecupi wajah Kinara di depan Dokter Samuel dan perawat. Dokter Samuel memakluminya dan sudah biasa melihat pemandangan seperti itu setelah dirinya menjadi dokter kandungan.


Satria dan Kinara juga melakukan konsultasi tentang apa yang boleh dan tidak dilakukan serta dimakan saat sedang hamil. Satria juga menanyakan tentang kehamilan simpatik yang dialami mereka agar ia bisa mengatasinya. Dokter Samuel dengan sabar dan ramah menjawab serta menjelaskan apa yang ditanyakan oleh calon orang tua baru itu.



Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih 😊🙏 Tetap dukung saya ya 😘


Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain di akun yang lain 😊 Cari aja di kolom pencarian " Cinta Si Gadis Lumpuh " dan " Pria Kulkasku " 😊🙏

__ADS_1


Ada juga karya saya di akun ini " Menikahi Ayah Nadia, Suamiku Seorang Bodyguard dan Malam Panas Dengan Kak Aska " 😘


Tolong follow ig saya @tyaningrum_05 dan akun NT saya Gadis Taurus ya 😘


__ADS_2