Mengejar Cinta Pertama

Mengejar Cinta Pertama
92. Menghilangkan Efeknya


__ADS_3

Raka yang melihat seperti ada yang tidak beres dengan Satria pun langsung mendekati Satria.


" Lo sebenarnya kenapa? " tanya Raka pada Satria.


" Ela coba mau jebak gue. Dia kasih obat perangsang di minuman gue " jawab Satria membuat Raka dan Kinara terkejut.


" Apa? Obat perangsang? " ucap Raka terkejut.


" Iya Ka. Gue gak tau harus gimana buat ngilangin efek obat perangsang ini tanpa melalukan hubungan seksual " jawab Satria.


Kinara yang mendengar itu benar-benar tidak percaya. Jadi Satria membentaknya karena tidak ingin lepas kendali dan menyentuhnya.


" Mas " panggil Kinara.


Kinara merasa tidak tega melihat Satria yang seperti itu.


" Tapi Sat, itu cara yang paling ampuh biar lo terbebas dari obat perangsang itu. Lo harus lakuin hubungan seksual dari pada lo mati nahan itu semua " ucap Raka karena cara itu yang ia tahu.


" Ka, tolongin Mas Satria. Gue gak tega liat dia gini " ucap Kinara pada Satria.


" Cara yang gue tau ya harus lakuin hubungan seksual. Cuma lo yang bisa tolongin Satria sekarang. Lo harus lakuin itu sama Satria " jawab Raka.


Deg.


" Gak, gue gak akan menyentuh Kinara tanpa hubungan yang sah " tolak Satria dengan tegas.


Ia tidak ingin melakukan dosa besar dengan menyentuh Kinara tanpa hubungan yang halal. Ia juga tidak ingin merusak Kinara dan masa depannya.


Kinara memikirkan apa yang harus ia lakukan untuk menolong Satria. Ia tidak tega melihat Satria seperti itu tapi ia juga tidak ingin menyerahkan kehormatannya pada Satria.


" Ya Allah, apa yang harus aku lakukan buat nolongin Mas Satria " ucap Kinara dalam hati.


Melihat Kinara yang hanya diam membuat Satria takut jika Kinara setuju untuk melakukan itu untuk menolongnya.


" Sayang, kamu jangan pernah berpikir buat melakukan itu. Aku lebih baik mati dari pada menyentuh kamu tanpa hubungan yang halal " ucap Satria pada Kinara.


Kinara merasa sangat bingung saat ini. Begitu juga dengan Raka, ia berpikir mencari cara untuk menolong Satria. Hingga ia teringat dengan sesuatu.

__ADS_1


" Gue ingat sekarang. Lo coba berendam di air dingin buat ngilangin obat perangsang itu " ucap Raka pada Satria.


" Gue mohon tolongin gue, Ka " ucap Satria.


Raka segera menghampiri Satria dan memapah tubuhnya. Raka membawa Satria ke kamar mandi yang ada di kamar hotel itu. Kinara mengikuti mereka dari belakang dengan jarak yang cukup jauh. Ela sudah dibawa pergi oleh pegawai hotel ketika pingsan tadi.


Raka membawa Satria dan membantunya memasuki bath up. Ia segera menyiram tubuh Satria dengan air yang sudah ia atur suhunya menjadi rendah. Raka juga mencoba membuat Satria berendam hingga yang terlihat hanya kepalanya saja.


Kinara memilih menunggu di luar dan berharap Satria akan baik-baik saja. Ia juga berharap efek obat perangsang itu segera hilang.


" Semoga Mas Satria baik-baik saja " ucap Kinara berdoa.


Kinara sebenarnya sudah ingin menangis dari tadi tapi ia coba untuk menahannya. Ia tidak ingin membuat Satria menjadi khawatir di keadaannya saat ini. Satria tidak bisa ketika melihat Kinara menangis.


Hampir satu jam Satria berendam dan Raka menemaninya. Satria sudah menggigil dengan wajah yang sudah sangat pucat. Raka yang melihat itu menjadi tidak tega.


" Sat, lebih baik lo keluar sekarang. Muka lo sudah pucat banget dan badan lo menggigil " ucap Raka pada Satria.


" Enggak, gue mau efek obat ini benar-benar hilang " tolak Satria yang masih merendam seluruh tubuhnya dengan air dingin.


Tak lama kemudian, wajah Satria semakin memucat dan Satria tidak sadarkan diri. Raka yang melihat itu pun langsung panik.


Hingga beberapa kali Satria tidak sadar juga. Raka pun mengangkat tubuh Satria dan mengeluarkannya dari bath up. Raka keluar dari kamar mandi untuk meminta bantuan Kinara.


" Ra, tolong. Satria pingsan " ucap Raka di depan pintu kamar mandi.


Kinara yang mendengar itu pun menjadi sangat panik. " Astaghfirullah " ucap Kinara.


Kemudian Kinara segera masuk ke kamar mandi mengikuti Raka untuk melihat keadaan Satria.


" Astaghfirullah, Mas Satria " ucap Kinara sangat panik saat melihat Satria tergeletak di lantai kamar mandi.


" Ra, kita harus bawa Satria ke rumah sakit. Lo bantu gue mapah dia keluar " ucap Raka pada Kinara.


Kinara dan Raka pun langsung memapah Satria dan membawa Satria keluar dari kamar hotel itu dengan keadaan Satria yang masih basah karena mereka tidak mungkin mengganti pakaian Satria karena memang tidak ada pakaian ganti.


Saat berada di lobi hotel, mereka bertemu dengan Ayah Arif dan Bunda Wulan yang hendak pulang. Mereka sangat terkejut saat melihat Satria bertelanjang dada dan seluruh tubuhnya pasrah. Satria juga sedang dipapah oleh Kinara dan Raka.

__ADS_1


" Astaghfirullah, Satria kenapa? " tanya Bunda Wulan sangat panik melihat keadaan putranya.


" Nanti bakal kita jelasin, Tante. Tapi sekarang kita harus cepet bawa Satria ke rumah sakit " jawab Raka.


Ayah Arif menggantikan Kinara untuk memapah tubuh Satria.


" Ara, ini kunci mobil kita. Tolong buka biar kita gampang bawa Satria masuk ke dalam mobil " ucap Ayah Arif pada Kinara.


" Iya Om " jawab Kinara.


Kinara berusaha tetap terlihat tegar dan mencoba mengendalikan dirinya yang sudah sangat ingin menangis.


" Ayo Tante " ucap Kinara pada Bunda Wulan yang masih sudah menangis melihat keadaan putranya.


Mereka semua segera berjalan menuju mobil Ayah Arif. Kinara membukakan pintu mobil itu agar lebih mudah memasukkan Satria.


Setelah semuanya masuk ke dalam mobil, Raka menjalankan mobil itu untuk menuju rumah sakit. Mobil Satria dan Raka akan diambil oleh orang suruhan Ayah Arif.


" Sayang kenapa kamu bisa seperti ini, Nak " ucap Bunda Wulan sambil menangis.


Kinara mencoba sekuat tenaga untu tidak menangis. Ia menggosokkan kedua telapak tangannya lalu menempelkannya ke tangan dan wajah Satria agar Satria merasa hangat.


" Mas, bangun. Kami semua khawatir sama kamu " ucap Kinara dalam hati.


Kinara terus melakukan itu pada Satria. Ia merasa tidak tega melihat Bunda Wulan yang menangis karena Satria.


" Tante yang tenang ya. Mas Satria pasti baik-baik aja " ucap Kinara mencoba menenangkan Bunda Wulan.


" Iya Sayang " jawab Bunda Wulan.


Kinara mencoba untuk membuat Satria merasa hangat dan berharap Satria segera sadar. Ia harus meyakinkan dirinya sendiri juga bahwa Satria akan baik-baik saja.


Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih 😊🙏 Tetap dukung saya ya 😘


Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain di akun yang lain 😊 Cari aja di kolom pencarian " Cinta Si Gadis Lumpuh " dan " Pria Kulkasku " 😊🙏


Ada juga karya baru saya " Menikahi Ayah Nadia " 😘

__ADS_1


Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05😘


__ADS_2