
Sesampainya di rumah yang dulu ia tinggali, Siska memutuskan untuk membersihkan tubuhnya dan beristirahat setelah menemui Komandan Anton dan rekan-rekannya sebentar. Satria kembali ke kamar yang sama bersama dengan Sandi.
" Gimana keadaan di sini? Apa ada perkembangan? " tanya Satria pada Sandi.
Saat ini Satria sedang berbaring di atas tempat tidurnya dan menatap langit-langit kamar itu.
" Belum Sat, informasi masih seperti yang terakhir. Kita juga belum bisa melakukan penangkapan terhadap Tuan Bahadur karena kita harus mencari celah untuk menjatuhkan Tuan Bahadur. Tuan Bahadur itu sangat berbahaya dan terakhir gue melakukan penyelidikan, gue hampir aja tertangkap. Tuan Bahadur sepertinya semakin meningkat keamanan dan juga sudah mulai curiga sama kita. Semenjak satu bulan yang lalu ada seseorang yang terus mengawasi kita dan gue yakin itu orang suruhan Tuan Bahadur. Orang yang nusuk lo juga sekarang semakin sering tanya-tanya tentang asal-usul kita semua sebagai warga desa ini " jawab Sandi mengatakan keadaan mereka sekarang.
Satria ada hanya terdiam mendengarkan apa yang dikatakan oleh Sandi. Ia harus berpikir cara agar bisa segera menangkap Tuan Bahadur.
" Kita juga semakin sulit bergerak karena ada pengawasan dari mereka. Kalau mereka tau kita semua ini anggota polisi dan orang-orang yang menggerebek mereka saat itu, kemungkinan besar kita bakal di usir dari desa ini karena anak buah Tuan Bahadur sebagian adalah warga di sini juga. Rencana kita juga bakal gagal semua " ucap Sandi pada Satria.
Satria terdiam dan mendengarkan penjelasan Sandi dengan seksama.
" Terus dua orang yang kita tangkap gimana? " tanya Satria setelah lama diam.
" Mereka masih kita tahan di tempat rahasia. Mereka sudah memberikan semua informasi yang mereka tau tentang Tuan Bahadur dan semua kejahatannya. Ternyata juga Tuan Bahadur beberapa kali terlibat beberapa pembunuhan orang-orang yang mengonsumsi narkoba yang ia edarkan tanpa alasan yang jelas " jawab Sandi mengatakan informasi yang ia dapatkan.
Satria tidak habis pikir mendengar itu, ternyata Tuan Bahadur memang orang yang sangat berbahaya. Ia harus menyiapkan semua rencana dengan matang agar bisa menyelesaikan tugasnya dengan berhasil.
***
Keesokkan paginya, Satria sudah bersiap-siap untuk pergi ke kebun terlebih dahulu agar para warga tidak curiga dengan kedatangan. Ia juga ingin melihat dan mencari tahu orang-orang yang mengawasi mereka semua selama satu bulan terakhir.
Satria keluar dari rumah bersama dengan Sandi, mereka akan segera pergi ke kebun. Tapi saat mereka baru berjalan beberapa langkah meninggalkan rumah, terlihat Ayla berjalan menghampiri mereka.
" Ayla nanyain lo terus selama lo gak ada " bisik Sandi pada Satria saat melihat Ayla semakin mendekat.
__ADS_1
Satria tidak menanggapinya dan terus melangkah melanjutkan perjalanan menuju kebun dan berpura-pura tidak melihat keberadaan Ayla.
" Satria " panggil Ayla pada Satria.
Dengan terpaksa Satria pun menghentikan langkahnya bergitu juga dengan Sandi yang berada di sampingnya.
" Aku seneng kamu kembali lagi ke desa ini jadi aku langsung ke sini saat tau kalau kamu datang tadi malam " ucap Ayla pada Satria tersenyum senang.
Jelas ia sangat senang melihat pujaan hatinya setelah satu bulan Satria pergi karena ada urusan di kampusnya seperti yang Sandi katakan.
" Iya, aku harus kembali lagi ke desa ini karena tugas aku di sini belum selesai " jawab Satria.
Ayla sedikit kecewa karena jawaban Satria walaupun seharusnya ia sadar jika Satria sudah menolaknya dan tidak mungkin Satria mengatakan jika kembali ke desa untuk bertemu dengan dirinya.
" Kalau gitu kita duluan ya. Kita harus segera ke kebun " ucap Satria segera menarik Sandi untuk pergi dari hadapan Ayla.
Satria tidak ingin berlama-lama dengan Ayla karena ia tahu jika Ayla masih menyukai dirinya. Ia tidak ingin membuat Ayla semakin menyukai dirinya sehingga ia harus menjaga jarak dari Ayla.
" Ya terus gue harus gimana? Kalau gue terus ladenin dia malah dia semakin suka sama gue. Gue juga punya Kinara yang harus gue jaga hatinya " ucap Satria masih terus berjalan.
" Iya juga sih " jawab Sandi menganggukkan kepalanya.
Mereka terus berjalan hingga tiba-tiba saja Satria menghentikan langkahnya. Ia merasa ada seseorang yang sedang mengikuti mereka saat ini. Mungkin itu adalah orang yang dimaksud Sandi yang selalu mengawasi mereka.
" Kenapa? Lo ngerasa ada yang ngikutin kita? " tanya Sandi yang juga merasa hal yang sama tapi ia sudah terbiasa.
" Iya, apa itu orang yang selalu mengawasi kita? " jawab Satria saat ia keberadaan orang yang mengawasi mereka.
__ADS_1
Orang itu bersembunyi di balik pohon-pohon besar di sepanjang jalan setapak itu. Satria dan Sandi adalah anggota polisi yang sering melakukan hal seperti itu tentu saja mereka dengan mudah menyadari dan mengetahui dimana keberadaan orang yang sedang mengawasi mereka.
Sandi pun menganggukkan kepalanya. " Kita cuma bisa pura-pura gak tau dan jalanin aja kayak mahasiswa biasanya sampai mereka tenang dan lengah jadi mereka berhenti awasin kita lagi. Baru setelah itu kita bergerak " ucap Sandi pada Satria.
Satria pun menganggukkan kepalanya.
" Kita lanjut jalan aja ke kebun " ucap Satria.
Setelah itu Satria dan Sandi melanjutkan perjalanan menuju kebun yang hanya tinggal kurang lebih seratus meter lagi. Mereka berdua berjalan sambil mengobrol dan bersikap seolah tidak menyadari jika sedang diawasi.
Sedangkan orang itu segera mengabarkan kepada temannya yang berada di markas bersama Tuan Bahadur tentang kedatangan Satria kembali.
" Bos, mahasiswa yang bernama Satria itu sudah kembali dan sekarang ia pergi ke kebun bersama temannya " ucap salah satu anak buah Tuan Bahadur yang baru saja mendapatkan kabar dari orang yang bertugas mengawasi para mahasiswa itu.
" Terus awasi mereka dan utamakan untuk mengawasi si Satria itu karena saya paling curiga kepadanya " ucap Tuan Bahadur.
" Baik Bos " jawab anak buah itu.
" Saya akan ke desa nanti siang dan kamu siapkan semuanya " perintah Tuan Bahadur.
" Baik Bos " jawabnya lagi.
Setelah itu anak buah Tuan Bahadur pun pergi untuk menyiapkan semua yang Tuan Bahadur perintahkan kepadanya untuk datang ke desa.
Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih 😊🙏 Tetap dukung saya ya 😘
Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain di akun yang lain 😊 Cari aja di kolom pencarian " Cinta Si Gadis Lumpuh " dan " Pria Kulkasku " 😊🙏
__ADS_1
Ada juga karya baru saya " Menikahi Ayah Nadia dan Suamiku Seorang Bodyguard " 😘
Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05😘