Mengejar Cinta Pertama

Mengejar Cinta Pertama
229. Hubungan Sandi dan Ayla


__ADS_3

Hal yang sangat berat Satria lakukan adalah pergi meninggalkan Kinara untuk bekerja. Ia memiliki jadwal jaga malam ini dan itu akhirnya ia harus meninggalkan sang istri di rumah. Walaupun sangat berat, tetapi ia harus segera pergi karena itu semua sudah menjadi tugas dan tanggung jawabnya.


" Aku berangkat dulu ya, Sayang. Kamu baik-baik ya di rumah sama Mbok Iyem dan langsung hubungin aku kalau ada apa-apa atau kamu ingin sesuatu " ucap Satria pada Kinara yang selalu mengantarnya bekerja di depan pintu utama.


" Iya Mas. Kamu hati-hati dan semangat jaga malam ini " jawab Kinara tersenyum.


Satria pun menganggukkan kepalanya.


Kemudian Satria menundukkan tubuhnya dan menempelkan kepalanya tepat di depan perut Kinara yang sudah mulai membuncit.


" Anak Papa, Papa berangkat kerja dulu ya. Kamu jagain Mama ya di rumah " ucap Satria seolah-olah bicara pada calon buah hatinya lalu mengecup perut Kinara.


Kinara tersenyum melihat itu dan mengusap rambut sang suami.


" Aku berangkat, Sayang " ucap Satria mengecup kening Kinara dan istrinya itu mencium tangannya.


" Iya Mas " jawab Kinara.


" Assalamualaikum " ucap Satria sebelum benar-benar pergi.


" Walaikumsalam " jawab Kinara.


Satria segera naik ke atas motornya dan melajukannya meninggalkan rumah. Satria melambaikan tangannya pada sang istri dan Kinara membalas lambaian tangan itu.


Setelah itu Kinara segera masuk ke dalam rumah karena angin pada malam itu terasa sangat dingin dan tidak baik untuk kesehatannya.


***


Sementara itu, Satria baru saja sampai di pos tempatnya berjaga dan di sana sudah ada Sandi. Satria memang memiliki jadwal jaga bersama dengan Sandi malam ini. Satria pun segera menghampiri sahabatnya itu setelah memarkirkan motornya dan melepaskan helm dari kepalanya.

__ADS_1


" Dari tadi lo? " tanya Satria pada Sandi.


" Belum, gue juga baru sampai " jawab Sandi.


Satria melepaskan jaket di tubuhnya lalu mendudukkan tubuhnya di samping Sandi. Ia merasa heran melihat wajah Sandi yang tidak seperti biasanya dan sepertinya ia sedang ada masalah.


" Lo kenapa? Kenapa muka lo kusut banget? " tanya Satria melihat Sandi tidak seperti biasanya.


Sandi menghela napasnya, sepertinya ia tidak bisa memendamnya sendiri dan harus menceritakan masalah yang sedang ia alami pada Satria.


" Gue bingung, Sat " jawab Sandi dengan wajah lesu.


" Bingung kenapa? " tanya Satria belum tahu maksud Sandi


" Bingung gimana hubungan gue sama Alya. Sebenarnya gue sama Ayla belum putus tapi gak bisa dibilang hubungan kami baik-baik aja. Gue masih merasa kecewa sama dia yang gak bisa jujur sama perasaannya. Gue juga kecewa karena dia masih mencintai lo di saat dia pacaran sama gue, tapi gue juga bisa liat kalau dia serius untuk memperbaiki hubungan kami. Sekarang dia perhatian banget sama gue dan mungkin aja dia mulai berusaha untuk mencintai gue. Tapi rasa sakit di hati gue juga masih ada " ucap Sandi menceritakan apa yang membuatnya resah.


" Gue bingung harus gimana? Putus atau gue kasih kesempatan dia dan hubungan kami " laniut Sandi mengusap wajahnya kasar.


" Gue gak bisa kasih saran apa-apa, San. Itu semua tergantung sama diri lo dan perasaan lo sama Ayla " ucap Satria menepuk pundak Sandi.


Satria tidak bisa memaksa Sandi untuk berpisah atau bertahan dengan Ayla, ia hanya bisa berharap yang terbaik untuk keduanya.


" Emang perasaan lo sama Ayla gimana sekarang? Lo masih cinta atau enggak sama dia? " tanya Satria ingin mengetahui perasaan sahabatnya itu.


" Jujur aja gue masih cinta sama dia, Sat " jawab Sandi yang memang masih mencintai Ayla.


" Kalau gitu, coba lo kasih kesempatan dia dan hubungan kalian. Siapa tau dia bener-bener serius dan bisa cinta sama lo kali ini " ucap Satria pada Sandi.


" Jujur aja gue mau Ayla bisa mencintai laki-laki lain karena kalau dia masih cinta sama gue, itu berpengaruh banget buat hubungan gue sama Kinara. Apalagi Kinara lagi hamil sekarang dan gue gak mau itu bisa buat istri gue kepikiran " lanjut Satria.

__ADS_1


Satria tidak ingin rasa cinta Ayla itu membuat hubungannya dan Kinara menjadi rusak, lalu menyakiti Sandi.


Sandi terdiam memikirkan apa yang Satria katakan, jika ia bisa membuat Ayla mencintainya maka semua masalah ini tidak terjadi.


" Tapi semua itu ada di tangan lo, pikirin semua baik-baik. Gue cuma berharap yang terbaik buat kalian. Kalau lo bahagia, gue sebagai sahabat juga bahagia " ucap Satria karena semua keputusannya ada pada Sandi sendiri.


Sandi menganggukkan kepalanya. " Iya Sat " jawab Sandi.


Setelah itu Satria pergi untuk membuat kopi hitam untuk dirinya sendiri dan juga Sandi untuk menemani mereka berjaga malam ini.


***


Di tempat yang berbeda, tepatnya di sebuah kamar, Ayla sedang memikirkan bagaimana nasib kelanjutan hubungannya dan Sandi. Ia sudah berusaha memperbaiki hubungan mereka dan mulai belajar mencintai Sandi, tetapi kekasihnya itu sepertinya masih kecewa. Ayla sangat sadar akan itu dan ia akab tetap berusaha memperbaiki hubungan mereka, ia tidak ingin kehilangan pria sebaik Sandi.


" Aku harus bisa buat Sandi kasih aku kesempatan lagi, aku gak mau kehilangan laki-laki sebaik dia " ucap Ayla sambil menatap langit-langit kamarnya.


Ayla mencoba mengirimkan pesan kepada Sandi yang ia ketahui sedang mendapatkan tugas berjaga malam ini.


" Sandi, semangat ya jaganya malam ini. Jangan lupa makan malam dan jaga terus kesehatan " ucap Ayla dalam pesan itu.


Ayla memberikan perhatian pada Sandi dan berharap Sandi akan luluh lalu memberikan kesempatan untuk dirinya dan hubungan mereka.


Cukup lama Ayla menunggu, tetapi belum juga ada balasan pesan dari Sandi. Alya meletakkan ponselnya dan memutuskan untuk tidur saja.


" Mungkin Sandi sedang sibuk " gumam Ayla sedikit kecewa.


Setelah itu Ayla mulai memejamkan matanya dan mencoba untuk tidur walaupun sekarang pikirannya terus terisi oleh Sandi yang entah sedang apa.


Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih 😊🙏 Tetap dukung saya ya 😘

__ADS_1


Tolong follow ig saya @tyaningrum_05 dan akun NT saya " Gadis Taurus " ya 😘


__ADS_2