Mengejar Cinta Pertama

Mengejar Cinta Pertama
48. Kembali ke Jakarta


__ADS_3

Keesokkan paginya, Kinara sudah bersiap untuk pergi ke stasiun kereta api dan ia akan diantar oleh kedua sahabatnya yaitu Bagus dan Ranti. Kinara pun berpamitan pada Bude Darti sebelum ia pergi.


" Bude, matur suwun yo sudah bolehin Ara tinggal disini selama beberapa hari ini, sudah mau direpoti sama Ara. Ara pamit pulang ke Jakarta " ucap Kinara memeluk Bude Darti.


Bude Darti pun membalas pelukan Kinara yang mengusap kepalanya. Bude Darti sudah menganggap Kinara seperti anaknya sendiri.


" Kamu gak usah berpikir gitu to, Ndok. Bude gak merasa direpoti sama kamu, Bude malah seneng kamu ada disini " jawab Bude Darti.


Kinara dan Bude Darti pun melepaskan pelukan mereka.


" Kamu hati-hati di jalan. Nanti kalo liburan kamu dolan ke sini lagi yo, ajak adikmu juga " ucap Bude Darti pada Kinara.


" Iyo Bude. Insya Allah nanti kalo liburan Ara ke Surabaya lagi " jawab Kinara.


" Salam juga yo buat Papa sama Mama mu " ucap Bude Darti.


" Iyo Bude, nanti Ara sampaikan " jawab Kinara.


" Ara pamit yo Bude " ucap ucap Kinara.


Kinara mencium tangan Bude Darti dan memeluknya kembali.


" Assalamualaikum, Bude " ucap Kinara.


" Walaikumsalam " jawab Bude Darti.


Kinara pun masuk ke dalam taksi online yang di sana sudah ada Bagus dan Ranti yang menunggunya.


Sesampainya di stasiun kereta api, Kinara langsung berpamitan pada Bagus dan Ranti karena kereta api yang akan dinaikinya akan segera berangkat.


" Aku pulang ke Jakarta dulu ya " ucap Kinara memeluk Ranti.


" Hati-hati yo kamu, Ra. Kabari aku lak sudah sampai Jakarta " ucap Ranti setelah Kinara melepaskan pelukan mereka.


Kinara pun menganggukkan kepalanya sebagai jawaban.


" Jagain Ranti tenan-tenan, Gus " ucap Kinara menepuk pundak Bagus.


" Pasti Ra, kamu tenang ae " jawab Bagus.


" Lak kalian mau nikah kabari aku yo " ucap Kinara pada Bagus dan Ranti.


" Opo to Ra, kita pengen kuliah dulu " ucap Ranti memukul lengan Kinara pelan.


Sedangkan Bagus hanya tersenyum menanggapi ucapan Kinara.

__ADS_1


Bagus dan Ranti memang akan berkuliah di Surabaya dan di universitas yang sama.


" Yo wes, aku masuk yo " pamit Kinara.


" Iyo Ra " jawab Ranti.


" Sampai ketemu lagi " ucap Kinara lalu pergi meninggalkan Bagus dan Ranti sambil melambaikan tangannya.


Bagus dan Ranti pun membalas lambaian tangan Kinara hingga Kinara sudah tidak terlihat lagi.


Kinara masuk ke dalam kereta api dan menuju tempat duduknya. Kebetulan tempat duduknya berada di samping jendela. Kinara mendudukkan tubuhnya setengah melepaskan tasnya dan meletakkan barang bawaannya.


" Selamat tinggal Surabaya. Selamat bertemu di lain waktu " ucap Kinara saat kereta api yang dinaikinya mulai bergerak meninggalkan stasiun.


Kinara menghabiskan waktunya di dalam kereta api dengan melihat pemandangan lewat jendela dan membawa novel yang ia selalu bawa. Ia juga menyempatkan untuk tidur sebentar di kereta.


Setelah menempuh perjalanan sekitar kurang lebih sepuluh jam, akhirnya Kinara sampai di Jakarta. Kinara keluar dari kereta dan segera mencari Papa Lukman karena Papa Lukman sudah mengirimkan pesan jika sudah berada di stasiun.


Kinara langsung menghampiri Papa Lukman saat ia melihat Papa Lukman berdiri di dekat pintu keluar.


" Papa " panggil Kinara.


" Assalamualaikum, Pa " ucap Kinara pada Papa Lukman.


" Walaikumsalam " jawab Papa Lukman.


" Gimana liburannya? " tanya Papa Lukman setelah Kinara melepaskan pelukannya.


" Seru, Pa " jawab Kinara tersenyum.


" Ya sudah, ayo kita pulang. Kamu pasti capek " ucap Papa Lukman pada Kinara.


Kinara pun menganggukkan kepalanya.


Papa Lukman mengambil alih kardus dan beberapa kantong plastik di tangan Kinara lalu mereka keluar stasiun menuju motor Papa Lukman di parkiran.


Tak butuh waktu lama mereka pun sudah sampai di rumah. Terlihat Mama Santi dan Alina yang menunggu di teras rumah. Kinara turun dari motor dan langsung menghampiri mereka.


" Assalamualaikum" ucap Kinara.


" Walaikumsalam " jawab Mama Santi dan Alina.


Kinara mencium tangan Mama Santi dan memeluknya lalu ia memeluk Alina.


" Aku kangen sama, Kak Ara " ucap Alina masih memeluk Kinara.

__ADS_1


" Kakak juga kangen sama kamu " jawab Kinara.


Mereka pun melepaskan pelukan mereka.


" Ayo kita masuk " ucap Mama Santi.


Mereka semua pun masuk ke dalam rumah. Papa Lukman juga membawa semua barang yang dibawa Kinara ke dalam rumah.


" Ma, Pa, itu yang di kardus hasil kebun dari Bude Darti. Bude Darti juga titip salam buat kalian " ucap Kinara pada Papa Lukman dan Mama Santi.


" Walaikumsalam " jawab Papa Lukman dan Mama Santi.


" Oleh-oleh buat aku mana, Kak? " tanya Alina pada Kinara.


" Itu di plastik. Ada lapis kukus kesukaan kamu, Kakak beli banyak " jawab Kinara.


Alisa pun segera membuka plastik yang tadi dibawa oleh Papa Lukman dan mencari lapis kukus kesukaannya.


" Ma, tolong pisahin buat keluarga Satria dan Kak Puspa ya. Buat Mpok Indun sama Raka terus Elsa " ucap Kinara pada Mama Santi.


" Iya Sayang " jawab Mama Santi.


" Ya sudah, Ara ke kamar dulu " ucap Kinara.


Mama Santi pun menganggukkan kepalanya.


Kinara pergi ke kamarnya karena ia merasa sangat lelah seharian di dalam kereta api.


***


Sementara itu di tempat lain, Satria sedang bersantai di sofa yang berada di balkon kamarnya. Ia sudah menyelesaikan berbagai tes masuk Akademi Polisi dengan baik dan tinggal menunggu hasil apakah ia lolos atau tidak untuk menjalani pendidikan polisi.


Satria berencana akan pergi ke rumah Kinara malam ini walaupun sebenarnya ia belum tahu Kinara sudah kembali ke Jakarta atau belum. Tapi jika sesuai perkataan Papa Lukman, Kinara pasti sudah kembali karena besok adalah hari kelulusan mereka.


" Aku harus bisa ngomong sama Ara malam ini. Aku harus bisa buat Ara percaya lagi sama aku " ucap Satria sambil menatap langit sore itu.


" Sudah cukup selama ini aku nahan kangen sama Ara. Sekarang aku gak bisa lagi, aku bener-bener cinta sama Ara " lanjut Satria bangun dari duduknya.


Satria berdiri di depan pagar balkon dengan tangannya yang bertumpu di sana.


Satria benar-benar mencoba kuat menahan rindu pada Kinara dengan keadaan hubungan mereka yang sedang tidak baik-baik saja.


Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih 😊🙏 Tetap dukung saya ya 😘


Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain di akun yang lain 😊 Cari aja di kolom pencarian " Cinta Si Gadis Lumpuh " dan " Pria Kulkasku " 😊🙏

__ADS_1


Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05😘


__ADS_2