Mengejar Cinta Pertama

Mengejar Cinta Pertama
28. Kerja Kelompok


__ADS_3

Satria, Kinara dan Elsa akan langsung pergi ke rumah Kinara untuk mengerjakan tugas kelompok. Tapi sebelum itu mereka mampir sebentar untuk membeli bahan-bahan untuk media pembuatan hidroponik.


Sesampainya di rumah Kinara, Kinara langsung mengajak Satria dan Elsa ke rumah pohon yang berada di halaman belakang.


" Kalian naik duluan aja, aku mau ganti baju dulu. Rumah pohonnya udah aku bersihin juga kemarin " ucap Kinara pada Satria dan Elsa.


" Aku ikut, Ra " ucap Elsa juga ingin mengganti pakaiannya.


Akhirnya Satria pun naik terlebih dahulu ke rumah pohon tersebut.


" Enak banget di sini, mana anginnya seger " ucap Satria menikmati angin yang berhembus di sana.


Satria melepaskan seragamnya dan menggantinya dengan kaos hitam polos yang selalu ia bawa.


Tak lama Kinara dan Elsa kembali dengan membawa minuman dan cemilan untuk menemani mereka mengerjakan tugas kelompok.


" Sat, turunin keranjangnya " suruh Kinara dari bawah.


Satria pun menurunkan keranjang yang sudah terikat dengan tali.


" Tarik pelan-pelan " ucap Kinara setelah meletakkan minuman dan cemilan di dalam keranjang itu.


Satria menarik keranjang itu dengan pelan agar minuman dan cemilan yang ada di dalam tidak tumpah.


Kinara dan Elsa naik ke rumah pohon setelah Satria berhasil membawa keranjang itu dengan selamat.


" Udah lama kita gak main disini, Ra " ucap Elsa melihat sekeliling yang masih sama seperti terakhir ia ke rumah pohon itu.


" Kalian sering main disini? " tanya Satria pada Kinara dan Elsa.


" Iya, kalau lagi bosan atau sedih kita pasti kesini. Buat ngerjain tugas juga enak banget disini " jawab Elsa.


" Kalian deket banget ya, jadi kangen aku sama si Rendi " ucap Satria mengingat sahabatnya itu.


" Siapa Rendi? " tanya Elsa yang memang tidak mengenal Rendi.


" Rendi itu sahabat aku di Kalimantan. Dia juga sepupu Kinara " jawab Satria.


" Ra, kamu kok gak cerita punya sepupu cowok " ucap Elsa pada Kinara.


" Kamu gak pernah nanya kok " jawab Kinara sambil menuang minuman ke dalam gelas.


Kinara memberikan segelas minuman pada Satria.


" Ya kan aku taunya Mama kamu anak tunggal terus Papa kamu juga gak ada saudara disini " ucap Elsa yang tidak mengetahui jika orang tua Kinara memiliki saudara.


" Eh, tapi kan kamu ketemu Satria di Kalimantan ya dan kamu bilang di tempat Kakak papa kamu. Ya ampun kok aku lupa sih " ucap Elsa menepuk dahinya karena baru mengingatnya.


" Dasar kamu ini " ucap Kinara tersenyum.


" Oh iya, kalian kok bisa sedekat ini sih? Dan aku juga kalian tu cuma berdua doang, gak ada yang lain " tanya Satria penasaran dengan persahabatan Kinara dan Elsa.


" Jadi kita tuh kenal saat masuk SMA di hari pertama masuk masa orientasi. Kita duduk sebelahan jadi ya ngobrol-ngobrol eh nyambung jadi deh sampai sekarang " jawab Elsa.


" Lagi pula kita tuh sama-sama belum punya temen saat itu. Eh, beruntung kita satu kelas jadi ya kek gini tambah akrab dan deket " tambah Kinara.


" Oh gitu " ucap Satria sambil menganggukkan kepalanya.


" Kita mulai aja yuk, biar cepet selesai " ajak Kinara untuk mengerjakan tugas mereka.

__ADS_1


Satria dan Elsa pun setuju. Mereka mulai mengerjakan tugas kelompok. Satria memotong dan merangkai pipa-pipa yang akan digunakan untuk tempat tanaman. Sedangkan Kinara dan Elsa memotong media untu menempatkan tanaman agar bisa menyerap air sebagai sumber makanan dan tempat tumbuh tanaman.


" Ra aku keluar bentar, ni Raka bilang udah di depan pagar " ucap Elsa menunjukkan pesan dari Raka.


Kinara pun menganggukkan kepalanya.


Tiba-tiba tanpa sengaja tangan Satria terkena gergaji saat sedang memotong pipa. Kinara yang melihat itu langsung menghampiri Satria.


" Ya ampun Sat, kok bisa kena gergaji gini sih. Kenapa gak hati-hati " ucap Kinara meraih tangan Satria yang terluka.


Ia begitu khawatir dengan Satria apalagi darah yang keluar dari tangan Satria.


" Gak papa kok, Ra " jawab Satria santai.


" Gak papa apanya, ini berdarah lho " ucap Kinara panik.


Kinara meraih air putih yang tadi sempat ia bawa dan membasuh tangan Satria yang terluka.


Setelah itu, Kinara mengambil kotak P3K yang ada di rumah pohon tersebut.


" Kalo sakit bilang ya " ucap Kinara sambil memberikan antiseptik pada luka Satria, apalagi gergaji yang digunakan Satria sudah sedikit berkarat.


" Aw " pekik Satria saat merasakan perih pada lukanya.


" Maaf ya " ucap Kinara meniup pelan luka Satria agar mengurangi rasa perihnya.


" Gak papa kok Ra, cuma sakit sedikit " jawab Satria.


Kinara dengan telaten mengobati tangan Satria dan membalutnya dengan perban.


Satria tersenyum melihat Kinara yang sedang fokus membalut luka di tangannya.


" Udah selesai " ucap Kinara merapikan kotak P3K.


" Makasih ya, Ra " ucap Satria pada Kinara.


" Iya, sama-sama " jawab Kinara.


Kinara akan mengembalikan kotak P3K pada tempat semula tapi Satria menahannya.


" Duduk disini bentar, Ra " ucap Satria.


Kinara pun duduk kembali di sebelah Satria.


" Kenapa, Sat? " tanya Kinara.


" Aku seneng banget tau Ra, kamu perhatiin aku kaya gini. Kamu panik banget tadi saat tau aku luka " ucap Satria meraih tangan Kinara dan menggenggamnya.


" Jelas aku panik lah Sat, tangan kamu luka gitu. Darahnya banyak lagi " jawab Kinara.


" Apa pun itu aku seneng Ra kamu perhatian sama aku " ucap Satria tersenyum.


Kinara tersenyum dan menganggukkan kepalanya.


" Ehem, asik banget sih pegang-penganan tangan " ucap Elsa yang ternyata sudah kembali bersama Raka.


Kinara pun langsung menarik tangannya dari genggaman Satria.


" Eh, udah balik lo " ucap Satria canggung.

__ADS_1


" Kalian asik pegang-penganan tangan jadi gak sadar gue sama Raka udah ada disini " ucap Elsa menggoda Satria dan Kinara.


" Enggak, kamu salah liat " ucap Kinara mencoba mengelak.


" Bilang aja kalo lo juga pengen dipegang tangannya. Sini gue pegang " ucap Raka memegang tangan Elsa.


Elsa dengan cepat menarik tangannya. " Apaan sih pegang-pegang " ucap Elsa kesal.


" Biar lo gak iri " jawab Raka.


" Siapa juga yang iri " ucap Elsa.


Elsa pun beralih. Ia melanjutkan apa yang tadi ia kerjakan.


" Lo kok udah ke sini aja? " tanya Satria pada Raka.


" Males gue sama Mak Lampir, mana berantem mulu dia sama Joko Tingkir. Pusing gue jadi gue cabut aja " jawab Raka.


" Ya udah lo bantuin gue aja. Sakit nih tangan gue kena gergaji " ucap Satria menunjukkan tangannya yang terluka.


" Oke deh " jawab Raka.


Mereka pun melanjutkan mengerjakan tugas dibantu oleh Raka.


Setelah semua selesai, mereka membawanya turun ke bawah. Kinara mengambil beberapa bibit tanaman.


" Nih coba dulu " ucap Kinara memberikan beberapa tanaman pada teman-temannya.


Mereka juga menanamkan mulai dari biji. Setidaknya bibit tanaman itu bisa jadi contoh tugas mereka.


" Besok aku jemput kamu biar gampang bawanya " ucap Satria saat sudah selesai semua.


" Iya " jawab Kinara.


" Aku pulang dulu " ucap Satria memakai jaketnya.


" Kita juga pulang, Ra " sambung Elsa.


" Kita? Kalian pulang bareng? " tanya Kinara.


" Iya, searah juga " jawab Elsa.


" Kayaknya ada sesuatu yang kita gak tau nih, Ra " ucap Satria pada Kinara.


" Gak usah resek deh, Sat " ucap Elsa menatap malas Satria.


Kinara pun hanya tersenyum.


" Doain aja ya guys " ucap Raka menaikturunkan alisnya.


" Gak usah aneh-aneh deh. Ayo buruan pulang " ucap menarik tangan Raja.


Setelah itu mereka pun pulang ke rumah masing-masing.


Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih 😊🙏 Tetap dukung saya ya 😘


Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain di akun yang lain 😊 Cari aja di kolom pencarian " Cinta Si Gadis Lumpuh " dan " Pria Kulkasku " 😊🙏


Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05😘

__ADS_1


__ADS_2