
Andrew kembali kepada teman-temannya dengan wajah yang sangat lesu setelah Kinara pergi bersama Satria. Ia harus menerima kenyataan jika pujaan hatinya sudah dimiliki orang lain dan sebentar lagi mereka akan menikah. Untuk pertama kalinya Andrew benar-benar merasakan yang namanya patah hati karena selama ini ia yang mematahkan hati para gadis yang menyukainya.
" Ayo pulang " ajak Andrew pada Ibil dan Calvin.
Andrew tidak bersemangat melakukan apapun lagi dan ia ingin segera pulang ke rumahnya sekarang.
" Kita harus anter Jamilah dulu. Bu Kinara pesen buat kita anter dia dengan selamat " ucap Ibil yang mengatakan pesan dari Kinara untuk mengantarkan Jeni pulang ke rumahnya.
Andrew menatap Jeni dengan malas karena sebenarnya ia sudah sangat ingin pulang.
" Ngerepotin aja sih lo, Jamilah " ucap Andrew kesal pada Jeni.
Andrew melampiaskan kekesalannya pada Jeni padahal Jeni tidak memiliki kesalahan apapun kepadanya.
" Kalau emang gak mau nganterin gue ya udah sih. Gue juga gak butuh kalian, gue bisa pulang sendiri. Kalau bukan karena Bu Kinara, gue juga ogah dianterin kalian " jawab Jeni yang tidak kalah kesal.
Jeni segera memakai helm miliknya dan menaiki motornya. Jeni melajukan motornya meninggalkan kedai bakso milik Mang Ujang itu. Ia memilih untuk pulang sendiri daripada harus diantar oleh Andrew dan teman-temannya yang sangat menyebalkan menurutnya.
" Gimana? Ini Bu Kinara lho yang nyuruh kita nganter dia " ucap Ibil pada Andrew.
" Kita ikutin aja dia sangat sampai rumahnya " jawab Andrew.
Andrew tidak tega dan juga khawatir Jeni membiarkan kini pulang sendiri apalagi hari sudah hampir berganti malam dan juga langit terlihat mendung. Ia tidak ingin terjadi suatu hal yang buruk kepada Jeni. Andrew menaiki motornya dan menyusul Jeni yang sudah pergi lebih dulu diikuti oleh Ibil dan Calvin di belakangnya.
Andrew serta Ibil dan Calvin benar-benar mengikuti kini hingga sampai di rumahnya. Andrew pun berhenti di depan rumah sederhana yang merupakan milik keluarga Jeni. Andrew menghentikan motornya tepat di samping motor Jeni.
" Kenapa kalian ngikutin gue sih " ucap Jeni setelah melepaskan helm di kepala.
" Heh Jamilah, seharusnya lo berterima kasih ya karena udah kita anterin dengan selamat " ucap Andrew kesal karena Jeni tidak mengucapkan terima kasih kepada mereka.
Saat Jeni hendak membalas ucapan Andrew, tiba-tiba saja hujan langsung turun dengan sangat lebat. Jeni pun langsung membawa motornya masuk ke garasi rumahnya diikuti oleh Andrew serta Ibil dan Calvin yang tidak ingin tubuh mereka basah.
__ADS_1
" Loh Jeni, teman-temannya kok gak diajak masuk. Ini hujan lo nanti kalian basah semua kalau tetap diluar " ucap Ibu dari Jeni yang kebetulan keluar dari rumah.
Jeni pun terpaksa mengajak tiga pemuda itu untuk masuk ke dalam rumahnya karena ia juga tidak tega jika membiarkan mereka di luar atau mengusir mereka di saat hujan sangat deras seperti ini. Bukankah seharusnya ia juga berterima kasih karena mereka sudah mengantarkannya pulang dengan selamat. Jujur saja ia sedikit takut saat di jalan melihat beberapa pemuda yang sering mengganggu gadis-gadis di komplek perumahannya dan ia bersyukur tidak digoda oleh pemuda itu karena ia diikuti oleh Andrew serta Ibil dan Calvin.
" Kalian duduk dulu di sini, gue mau ganti baju dulu " ucap Jeni setelah mereka berada di ruang tamu rumah Jeni.
Setelah itu Jeni pun langsung pergi ke kamarnya, sedangkan Andrew serta Ibil dan Calvin duduk di sofa yang ada di ruang tamu.
" Ndrew, lo tadi ngomongin apa sama Abang polisi itu? " tanya Ibil setelah mereka duduk.
Sampai saat ini mereka bertiga belum mengetahui siapa nama Satria sebenarnya walaupun pada seragam polisi Satria sudah tertulis jelas namanya.
" Gue tanya dia siapanya Bu Kinara terus gue tanya juga apa hubungan mereka " jawab Andrew dengan wajah yang lesu.
" Terus jawabannya apa? Dia pacar Bu Kinara? Makanya muka lo jadi kusut gini? " tanya Ibil yang penasaran dan Calvin hanya mendengarkan mereka saja walaupun ia juga merasa penasaran.
" Lebih dari itu. Dia calon suami Bu Kinara dan mereka akan menikah bulan depan " jawab Andrew.
" What? Serius lo? " tanya Ibil memastikan.
" Serius lah, kalau enggak mana mungkin gue payah hati kayak gini " jawab Andrew lalu mengusap wajahnya kasar.
" Terus lo sekarang gimana? Masih mau deketin dan rebut Bu Kinara dari Abang Polisi itu? " tanya Ibil ingin tahu apa yang akan dilakukan oleh Andrew.
Andrew pun menggelengkan kepalanya. " Enggak, gue gak bakal ngerebut apa yang udah jadi milik orang lain " jawab Andrew.
" Lagi pula mana mau Bu Kinara sama gue sedangkan di depannya udah ada yang jelas-jelas sempurna buat dia. Gue udah kalah jauh lah " lanjut Andrew sadar diri.
" Iya juga sih " ucap Ibil yang setuju dengan Andrew.
Calvin yang dari tadi diam pun menepuk pundak sahabatnya itu dan menguatkannya dari patah hati.
__ADS_1
" Gue udah duga sebelumnya. Lo harus ikhlasin Bu Kinara bahagia sama pilihannya. Gue yakin lo nanti bisa dapet pengganti Bu Kinara di hati lo " ucap Calvin pada Andrew.
" Gue setuju sama Calvin " sambung Ibil.
Andrew pun menganggukkan kepalanya.
" Kalau gue liat sih lo emang bener-bener kalah dari Abang polisi itu. Dia tuh udah seorang abdi negara, ganteng, dan kelihatan tajir lagi. Sedangkan lo masih sekolah, duit masih minta sama bokap lo, kagak pinter, ya walaupun muka lo oke lah tapi tetep kalah ganteng dari gue " ucap Ibil membandingkan Andrew dengan Satria.
Mendengar itu, Andrew pun langsung menghadiahi sebuah pukulan di kepala Ibil.
" ****** ya lo. Gue juga bisa kayak dia nanti, belum saatnya aja " ucap Andrew tidak terima.
" Sakit, Nyet " ucap Ibil mengusap kepalanya yang dipukul oleh Andrew.
Andrew tidak merasa bersalah sedikitpun karena memang Ibil membuatnya kesal di saat ia sedang patah hati seperti ini.
Tak lama kemudian, Jeni yang sudah berganti pakaian pun menghampiri mereka dengan membawa minuman dan juga cemilan.
" Maaf cuma bisa kasih ini " ucap Jeni meletakkan tiga gelas minuman dan juga sepiring cemilan di atas meja.
" Gak papa, makasih " jawab Andrew.
Jeni pun menganggukan kepalanya lalu duduk di sofa yang berbeda dengan mereka.
Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih 😊🙏 Tetap dukung saya ya 😘
Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain di akun yang lain 😊 Cari aja di kolom pencarian " Cinta Si Gadis Lumpuh " dan " Pria Kulkasku " 😊🙏
Ada juga karya baru saya " Menikahi Ayah Nadia dan Suamiku Seorang Bodyguard " 😘
Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05😘
__ADS_1