Mengejar Cinta Pertama

Mengejar Cinta Pertama
112. Malam Terakhir


__ADS_3

Hari-hari terus berlalu, malam ini adalah malam terakhir Satria berkumpul bersama keluarga dan Kinara serta teman-temannya sebelum besok pagi ia pergi ke Pulau Sumatra untuk menjalankan tugas. Malam ini rumah Satria cukup ramai karena mereka mengadakan acara baberque di halaman belakang. Ada Rendra dan Puspa serta anak-anak mereka lalu teman-teman Satria dan Kinara yaitu Raka, Elsa dan Jeki. Satria sebenarnya juga sudah mengundang Papa Lukman dan Mama Santi serta Alina tapi mereka tidak bisa hadir karena sedang sibuk di toko kue yang sedang banyak pesanan.


" Gimana perasaan kamu mau ditinggal lagi sama Satria, Ra? " tanya Elsa pada Kinara.


Sekarang mereka sedang membumbui daging yang akan dipanggang. Sedangkan para laki-laki yang memanggang daging dan beberapa bahan makanan yang lain.


Kinara menghela napasnya panjang. " Jujur berat sih, tapi kan itu sudah jadi tugas Satria sebagai seorang Polisi. Sekarang aku cuma bisa dukung dan tunggu dia aja di sini " jawab Kinara.


Tak lama kemudian, Satria menghampiri Kinara dan Elsa untuk mengambil daging yang sudah dibumbui.


" Mana lagi dagingnya? " tanya Satria pada mereka berdua.


Kinara pun langsung memberikan sebuah wadah yang berisi daging yang bumbunya sudah meresap.


" Ini, Mas " ucap Kinara pada Satria.


Satria menerima wadah itu dan langsung kembali menghampiri Raka dan Jeki yang sedang memanggang daging.


" Nih, dagingnya " ucap Satria meletakkan wadah yang berisi daging itu di atas meja.


Mereka pun kembali melanjutkan memanggang daging itu hingga cukup banyak yang matang.


" Sudah cukup nih. Kita makan aja dulu, nanti kalau kurang kita bisa panggang lagi " ucap Raka yang melihat daging yang mereka panggang sudah cukup banyak.


Satria, Raka dan Jeki menghampiri Kinara dan Elsa serta yang lainnya yang sudah duduk di atas tikar. Mereka memang sengaja untuk makan dengan lesehan. Di sana juga mereka sudah menyiapkan nasi hangat dan sayuran mentah seperti selada.


" Waktunya makan, let's go " ucap Raka hendak memasukkan daging itu ke dalam mulutnya.


" Heh, doa dulu " cegah Elsa dengan memukul lengan Raka sehingga daging itu tidak jadi masuk ke mulutnya.


" Sorry lupa, habisnya sudah lapar " ucap Raka yang menggaruk tengkuknya karena malu.

__ADS_1


Mereka semua yang ada di sana tertawa melihat Raka.


Kemudian Ayah Arif pun memimpin mereka berdoa sebelum mereka makan.


" Sekarang silahkan Raka, kamu bisa makan sepuasnya " ucap Bunda Wulan pada Raka.


" Hehe, makasih Tante " ucap Raka senang karena akhirnya bisa makan.


Tanpa rasa malu lagi, Raka langsung makan dengan begitu lahap. Mereka hanya geleng-geleng kepala melihat itu, sedangkan Elsa hanya menggerutu kesal karena kelakuan Raka yang cukup membuat malu.


Setelah selesai makan, Satria dan Kinara serta teman-teman mereka masih berkumpul di halaman belakang. Sedangkan Ayah dan Bunda Wulan sudah masuk ke dalam rumah, begitu juga dengan Rendra dan Puspa serta anak-anak mereka yang sudah mengantuk.


" Kira-kira berapa lama lo di sana, Sat? " tanya Raka pada Satria.


" Gak tau, yang pasti semakin cepet bandar narkoba itu ketangkep ya semakin sebentar juga gue di sana " jawab Satria.


" Gila, berat juga ya jadi Polisi. Mana di sana pasti di tempatin di tempat terpencil dan pasti susah banget buat komunikasi karena jarang ada jaringan. Kalau gue gak sanggup sih " ucap Jeki yang merasa tidak sanggup jika seperti Satria.


" Nah itu, lo kok tau banget gue Ka " jawab Jeki tidak memberikan pembelaan dari ejekan Raka.


Raka hanya melirik Jeki kesal karena niatnya itu membuat Jeki kesal karena mengejeknya, tetapi malah ia biasa saja.


Karena hari sudah semakin malam, Raka, Elsa dan Jeki pun berpamitan pulang. Sedangkan Kinara akan menginap di sana karena Bunda Wulan yang memintanya.


" Makasih ya, kalian semua sudah nyempetin waktu ke sini sebelum besok gue berangkat tugas " ucap Satria pada teman-teman.


Satria dan Kinara mengantar mereka yang hendak pulang.


" Iya Sat, sama-sama " jawab mereka.


" Lo jaga diri baik-baik di sana. Tugas di sana pasti banyak banget ancamannya buat diri lo. Gue selalu berdoa semoga tugas lo cepat selesai dan lo juga cepat pulang, kumpul-kumpul lagi sama kita. Sorry banget kita-kita gak bisa ikut anter lo besok karena kita ada kelas " ucap Raka pada Satria.

__ADS_1


" Iya Bro, thanks banget ya " jawab Satria.


Satria dan Raka pun saling berpelukan sebelum mereka berpisah untuk beberapa lama.


" Sukses ya Sat, semoga semuanya lancar dan lo cepet balik ke sini " ucap Elsa menyalami Satria.


" Makasih, Sa " jawab Satria.


" Hati-hati ya Bro dan semoga tugas lo di sana sukses " ucap Jeki memeluk Satria.


" Makasih, Bro " jawab Satria membalas pelukan Jeki.


Satria merasa sangat beruntung mempunyai teman-teman yang begitu baik kepadanya. Di malam terakhirnya ini mereka menyempatkan waktu untuk bisa datang ke rumahnya dan berkumpul.


" Oh iya, gue titip calon istri gue ini ya. Jagain dia buat gue, jangan sampai ada cowok lain yang deketin " ucap Satria melirik ke arah Kinara yang berdiri di sampingnya.


" Tenang aja Sat, gue bakal jaga Kinara " jawab Elsa.


" Iya Sat, lo jangan khawatir " tambah Raka.


Setelah itu pun mereka semua segera pulang karena takut akan sampai terlalu malam.


Satria dan Kinara masuk ke dalam rumah setelah memastikan semua pintu terkunci. Kinara juga segera masuk ke kamar tamu yang akan ia tempati malam itu setelah mengucapkan selamat malam pada Satria. Begitu juga Satria yang masuk ke dalam kamarnya untuk segera beristirahat.


Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih 😊🙏 Tetap dukung saya ya 😘


Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain di akun yang lain 😊 Cari aja di kolom pencarian " Cinta Si Gadis Lumpuh " dan " Pria Kulkasku " 😊🙏


Ada juga karya baru saya " Menikahi Ayah Nadia " 😘


Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05😘

__ADS_1


__ADS_2