
Satria segera melucuti seluruh pakaiannya dan juga menarik lingerie yang Kinara kenakan lalu melemparkannya ke sembarang arah hingga mereka berdua tidak menggunakan apa-apa lagi. Kinara sangat malu dan langsung memalingkan wajahnya saat melihat Satria yang sudah telanjang bulat, terlebih lagi ada sesuatu yang berdiri tegak seperti tongkat baseball.
" Kenapa bisa sebesar itu? Muat gak ya? " ucap Kinara dalam hati saat melihat milik Satria yang besar.
Kemudian Satria menutup tubuh mereka berdua dengan menggunakan selimut dan Satria segera mengungkung tubuh istrinya itu.
" Aku akan mulai dan aku gak akan pernah melepaskan kamu, Sayang " ucap Satria menatap wajah Kinara yang sudah sangat merah.
Kinara dibuat merinding mendengar apa yang diucapkan sang suami. " Lakukanlah, Mas " jawab Kinara dengan malu-malu. Entah keberanian dari mana, Kinara segera mengalungkan kedua tangannya di leher Satria.
Tanpa menunggu lama lagi, Satria langsung menyerang Kinara dengan sangat panas dan penuh kelembutan agar tidak menyakiti sang istri. Satria memberikan sentuhan-sentuhan yang sangat memabukkan sehingga membuat Kinara bergerak tidak karuan di bawah sana.
" Mas, aku mau pipis " ucap Kinara dengan napas yang terengah-engah.
Tiba-tiba saja Kinara merasakan ada sesuatu yang akan keluar dari bagian intinya.
" Lepaskan aja, Sayang. Itu bukan pipis " ucap Satria tersenyum.
Satria semakin memberikan sentuhan di bagian sensitif tubuh Kinara hingga beberapa saat kemudian, Kinara mendapatkan pelepasan untuk pertama kalinya. Satria membiarkan sang istri itu beristirahat sejenak dan mengatur napasnya sebelum mereka masuk ke acara inti.
" Aku mulai ya, Sayang. Maaf kalau nanti akan sakit " ucap Satria saat dirasa cukup Kinara beristirahat.
" Iya Mas " jawab Kinara yang sudah siap.
Tanpa membuang waktu lagi, Satria mengarahkan miliknya ke inti tubuh Kinara yang sudah basah. Cukup susah Satria untuk memasukinya dan itu adalah bukti jika Kinara menjaganya hingga ia yang berhak mendapatkan sebagai suaminya.
Kinara hanya bisa meringis menahan sakit saat sebuah benda tumpul yang tadi sempat ia lihat berusaha untuk membobol miliknya.
" Aw, sakit " desis Kinara merasa sakit yang teramat sangat hingga air matanya pun ikut menetes.
" Tahan sebentar lagi, Sayang. Kamu bisa cakar atau pun gigit aku buat pelampiasan rasa sakit kamu " ucap Satria yang sebenarnya tidak tega melihat Kinara kesakitan tapi ia pun tidak bisa berhenti di situ.
Satria membungkam bibir Kinara agar Kinara merasa lebih rileks rasa sakitnya sedikit berkurang. Sedangkan Kinara mencakar punggung sang suami saat merasakan Satria terus mendorong masuk. Walaupun sakit, Satria membiarkan karena rasa sakitnya tidak sebanding dengan sakit yang di rasakan sang istri.
__ADS_1
Satria terus berusaha untuk menerobos pertahanan sang istri hingga beberapa saat kemudian, miliknya terbenam di bagian inti tubuh Kinara. Satria merasa sangat bangga karena berhasil mendapatkan sesuatu yang sangat berharga dari Kinara dan yang Kinara jaga hanya untuknya.
Kinara pun merasa sangat biasa telah memberikan kehormatannya kepada sang suami, walaupun rasanya begitu sakit tidak terkira.
" Aku bergerak ya, kamu rileks " ucap Satria saat dirasa cukup miliknya beradaptasi di dalam milik Kinara.
Kinara menjawabnya dengan anggukan kepala.
Kemudian Satria mulai bergerak secara perlahan lalu lama kelamaan terus menambah ritme permainan. Walaupun awalnya terasa sangat sakit, tetapi setelah terbiasa terasa sangat nikmat. Kinara bahkan tidak malu-malu lagi mengeluarkan suara desahannya seiring Satria terus bergerak di atas tubuhnya.
" Akh, Mas Satria " desah Kinara terus memanggil nama sang suami.
Satria tersenyum melihat wajah Kinara yang sudah berkeringat sambil terus bergerak.
" Mas, kayaknya mau keluar lagi " ucap Kinara saat merasakan ingin mendapatkan pelepasannya lagi.
" Sebentar ya, Sayang. Kita keluar sama-sama " ucap Satria yang juga hampir mendapatkan pelepasannya.
Hingga beberapa saat kemudian, terdengar erangan kenikmatan dari mulut Satria saat berhasil mendapatkan pelepasan bersama dan menyiramkan seluruh benih-benihnya di dalam rahim Kinara. Satria berdoa tepat di telinga Kinara agar kelak anak yang lahir dari hubungan itu menjadi anak yang sholeh dan sholehah.
" Mas, minggir. Badan kamu berat " ucap Kinara karena Satria ambruk di atas tubuhnya dan tidak segera beranjak.
Satria pun melepaskan penyatuan mereka dan merebahkan tubuhnya di samping sang istri. Rasanya benar-benar puas dan tuntas sudah apa yang ia tahan beberapa hari ini sebagai seorang suami.
Satria segera menarik Kinara ke dalam pelukannya dan memberikan banyak kecupan di seluruh wajah sang istri.
" Terima kasih, Sayang. Terima kasih sudah menjaganya untuk aku hingga kita menikah dan terima kasih sudah melayani aku malam ini " ucap Satria memberikan kecupan lagi di kening Kinara.
Kinara tersenyum dan mengusap pipi Satria. " Iya Mas. Itu sudah jadi kewajiban aku sebagai istri kamu " jawab Kinara.
" Semoga kehidupan baru juga segera hadir di sini " ucap Satria mengusap perut Kinara yang tidak ada penghalang apapun.
" Aamiin " jawab Kinara tersenyum.
__ADS_1
Kinara memang ingin segera memiliki seorang anak dan sepertinya Satria juga menginginkan hal yang sama.
" Mau mandi sekarang atau sebelum subuh nanti? " tanya Satria pada sang istri.
" Sebelum subuh aja, sekarang aku capek banget " jawab Kinara lalu menduselkan kepadanya di dada bidang Satria.
" Yah, padahal aku udah pengen lagi loh Sayang " ucap Satria yang langsung mendapatkan cubitan di perutnya.
" Aw, sakit Sayang " pekik Satria karena cubitan sang istri.
" Kamu ya, gak ada pengen-pengen lagi. Aku capek " ucap Kinara mengerucutkan bibirnya.
Satria pun langsung tergelak karena Kinara menganggapnya serius.
" Bercanda, Sayang. Sekarang kita tidur " ucap Satria mempererat pelukannya.
Kinara menganggukkan kepalanya karena ia juga sudah sangat mengantuk dan tubuhnya sangat lelah setelah digempur oleh sang suami.
" Selamat tidur, Sayang " ucap Satria memberikan ciuman selamat tidur di kening Kinara.
" Selamat tidur, Mas " balas Kinara.
Kinara mulai memejamkan matanya dan tidur, begitu pun dengan Satria. Pasangan suami istri yang baru mereguk kenikmatan surga dunia itu tidur dengan saling berpelukan dan tanpa menggunakan apapun di bawah selimut yang sama.
Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih 😊🙏 Tetap dukung saya ya 😘
Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain di akun yang lain 😊 Cari aja di kolom pencarian " Cinta Si Gadis Lumpuh " dan " Pria Kulkasku " 😊🙏
Ada juga karya baru saya " Menikahi Ayah Nadia, Suamiku Seorang Bodyguard dan Malam Panas Dengan Kak Aska " 😘
Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05😘
__ADS_1