Mengejar Cinta Pertama

Mengejar Cinta Pertama
93. Baik-Baik Saja


__ADS_3

Sesampainya di rumah sakit, Satria langsung dilarikan ke IGD untuk mendapatkan penanganan. Kinara dan yang lainnya menunggu Satria untuk diperiksa oleh dokter yang sedang bertugas. Ayah Arif meminta Bunda Wulan yang masih menangis untuk duduk di kursi tunggu dan mencoba menenangkannya.


Sedangkan Kinara memilih untuk duduk di kursi tunggu yang sedikit jauh dari mereka. Kinara masih berusaha mencerna apa yang baru saja terjadi. Kinara menumpahkan semua tangisnya yang ia sudah tahan dari tadi. Terlebih sekarang ia sangat khawatir dengan keadaan Satria.


Raka yang melihat itu langsung menghampiri Kinara dan mencoba untuk menenangkannya.


" Lo tenang aja Ra, gue yakin Satria pasti baik-baik aja " ucap Raka pada Kinara.


Kinara terus menangis. Ia tidak bisa tenang sebelum melihat dengan mata kepalanya sendiri jika Satria baik-baik saja.


Sementara itu, Ayah Arif bertanya-tanya apa yang terjadi sehingga putranya itu tidak sadarkan diri dengan keadaan seluruh tubuhnya basah. Ia akan menanyakan semua itu pada Raka karena ia tidak mungkin bertanya pada Kinara yang sedang menangis.


" Bunda di sini dulu, Ayah harus bicara sama Raka " ucap Ayah Arif pada Bunda Wulan.


Bunda Wulan pun menganggukkan kepalanya.


Ayah Arif segera menghampiri Raka. " Raka, Om mau bicara sebentar sama kamu " ucap Ayah Arif pada Raka.


" Baik Om " jawab Raka.


Raka pun mengikuti Ayah Arif ke sisi lain untuk berbicara.


" Sebenarnya apa yang terjadi? Kenapa Satria tidak sadarkan diri dengan keadaan seluruh tubuhnya basah? " tanya Ayah Arif pada Raka.


Raka pun menceritakan semuanya pada Ayah Arif dimulai dengan ia yang mendapatkan pesan dari Satria lalu menemukan Satria di kamar hotel dengan Ela yang sedang berusaha untuk memperkosanya.


Ayah Arif mengepalkan kedua tangannya setelah mendengar cerita dari Raka. Ia benar-benar tidak menyangka jika putri dari rekan bisnisnya melakukan hal yang kotor dan sangat menjijikkan itu. Tapi ia bersyukur karena Satria tidak terjebak dalam rencana kotor itu.


" Om akan urus mereka. Terima kasih kamu sudah menyelamatkan Satria " ucap Ayah Arif pada Raka.


" Iya Om. Satria itu sahabat baik saya dan saya pasti akan menyelamatkannya " jawab Raka.


Ayah Arif pun menganggukkan kepalanya.


" Om minta tolong sama kamu untuk mengantar Kinara pulang. Ini sudah sangat malam " pinta Ayah Arif.


" Baik Om " jawab Raka.


Raka segera menghampiri Kinara yang terlihat sudah mulai tenang.


" Ra, gue anter lo pulang. Ini sudah malam dan kita bisa ke sini lagi besok pagi " ucap Raka pada Kinara.


" Enggak, Ka. Gue bakal di sini jagain Mas Satria " tolak Kinara.


Kinara mengusap sisa-sisa air matanya lalu berdiri dari duduknya. Ia pergi menuju pintu IGD karena ia melihat dokter sudah keluar dari ruangan itu diikuti oleh Raka.

__ADS_1


" Bagaimana keadaan anak saya, Dok? " tanya Ayah Arif pada dokter itu.


" Keadaan anak Bapak dan Ibu baik-baik saja. Ia hanya pingsan karena kedinginan " jawab dokter itu.


" Alhamdulillah " ucap mereka semua merasa lega.


" Anak Bapak sebaiknya dirawat dulu di sini sampai kami memastikan keadaan benar-benar baik-baik saja. Saya khawatir anak Bapak akan demam karena ia berendam di air yang suhunya sangat rendah " ucap dokter itu.


" Anak Bapak sekarang belum sadarkan diri namun bapak tidak perlu khawatir. Sebentar lagi suster akan memindahkannya ke ruang perawatan " lanjut dokter itu.


" Baik Dok, terima kasih " jawab Ayah Arif.


Setelah itu, dokter itu pun pergi dan tak lama kemudian beberapa orang suster mendorong brankar Satria untuk dipindahkan ke ruang perawatan. Satria juga sudah digantikan pakaian dengan pakaian pasien.


Mereka semua mengikuti suster yang membawa Satria ke ruang perawatan hingga memastikan semuanya dengan benar.


" Sayang, lebih baik kamu pulang aja ya sama Raka. Kamu bisa ke sini lagi besok pagi, kamu juga harus istirahat. Satria juga baik-baik aja " ucap Bunda Wulan pada Kinara.


" Iya Tante " ucap Kinara tidak bisa menolak lagi.


Kinara melihat Satria yang masih tidak sadarkan diri di atas ranjang rumah sakit.


" Aku pulang dulu, Mas " ucap Kinara dalam hati.


Raka mencium tangan Ayah Arif dan Bunda Wulan diikuti oleh Kinara.


" Assalamualaikum " ucap Kinara dan Raka.


" Walaikumsalam " jawab Ayah Arif dan Bunda Wulan.


Kinara dan Raka pun keluar dari ruang perawatan itu. Mereka langsung menuju lobi rumah sakit karena taksi online yang Raka pesan sudah sampai.


***


Keesokkan paginya, Satria mulai membuka matanya secara perlahan. Satria memegang kepalanya yang terasa sangat pusing.


" Akh, pusing banget kepalaku " ucap Satria.


" Kamu sudah sadar, Sayang " ucap Bunda Wulan menghampiri Satria.


Ayah Arif segera memanggil dokter untuk memeriksa Satria.


" Keadaan Satria baik-baik saja dan tidak perlu dikhawatirkan. Nanti sore Satria sudah boleh pulang " ucap dokter yang memeriksa Satria.


Setelah itu dokter itu pun pergi dan membiarkan Satria untuk beristirahat.

__ADS_1


" Alhamdulillah kamu baik-baik aja, Sayang. Bunda khawatir banget sama kamu " ucap Bunda Wulan pada Satria.


" Bunda tu gak perlu khawatir. Satria kan anak Bunda yang kuat " jawab Satria tersenyum.


Ia tidak ingin Bunda Wulan menjadi khawatir lagi.


" Ayah sudah tahu semuanya. Ayah akan buat perhitungan sama mereka karena sudah berusaha jebak kamu " ucap Ayah Arif.


" Iya Ayah " jawab Satria.


Tak lama kemudian, terdengar suara pintu terbuka dan terlihat Kinara di sana.


" Assalamualaikum " ucap Kinara memasuki ruangan itu.


" Walaikumsalam " jawab mereka.


Kinara merasa sangat senang dan lega saat melihat Satria yang sudah sadar. Satria juga terlihat baik-baik saja.


Kinara menghampiri mereka dan mencium tangan Ayah Arif dan Bunda Wulan.


" Pagi banget kamu datang, Sayang " ucap Bunda Wulan.


" Iya Tante. Ara mau gantiin Om dan Tante buat jagain Mas Satria. Om dan Tante pasti butuh istirahat setelah semalam jagain Mas Satria " jawab Kinara.


" Kalau gitu Om dan Tante titip Satria ya. Kami harus mandi dan ganti baju " ucap Ayah Arif pada Kinara.


" Iya Om " jawab Satria.


" Bunda sama Ayah pulang dulu. Kamu jangan macem-macem sama Ara ya " ucap Bunda Wulan pada Satria.


" Iya Bunda, Sayang " jawab Satria.


" Assalamualaikum " ucap Ayah Arif dan Bunda Wulan.


" Walaikumsalam " jawab Satria dan Kinara.


Ayah Arif dan Bunda Wulan pun keluar dari ruangan itu untuk pulang ke rumah terlebih dahulu. Mereka juga sudah tenang karena ada Kinara yang menemani Satria.


Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih 😊🙏 Tetap dukung saya ya 😘


Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain di akun yang lain 😊 Cari aja di kolom pencarian " Cinta Si Gadis Lumpuh " dan " Pria Kulkasku " 😊🙏


Ada juga karya baru saya " Menikahi Ayah Nadia " 😘


Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05😘

__ADS_1


__ADS_2