Mengejar Cinta Pertama

Mengejar Cinta Pertama
132. Kesempatan Kedua


__ADS_3

Para dokter dan perawat masuk kembali ke dalam ruang ICU untuk segera memindahkan jenazah Satria ke ruang jenazah sebelum akan dibawa ke Jakarta untuk dikebumikan. Tapi seorang perawat yang paling dekat dengan Satria terkejut saat melihat jari-jari tangan Satria bergerak dan perlahan Satria membukakan matanya.


" Dokter, Bripda Satria hidup kembali " ucap perawat itu memberitahu dokter.


Dokter dan perawat yang lain pun segera menghampiri brankar dimana Satria berada dan langsung memeriksanya. Sebuah keajaiban Satria bisa hidup kembali dan bahkan keadaannya sudah stabil dan tidak dalam kondisi yang kritis. Detak jantung dan denyut nadi serta semuanya sudah kembali normal, hanya tinggal pemulihan saja untuk luka-luka di tubuh Satria.


" Ini benar-benar keajaiban dari Tuhan, Bripda Satria bisa hidup kembali " ucap Dokter itu setelah memeriksa keadaan Satria saat ini.


Semua perawat yang ada di sana pun mengucapkan syukur melihat keajaiban yang terjadi pada Satria.


" Apa yang Anda rasakan sekarang, Bripda Satria? " tanya dokter pada Satria yang sudah membuka matanya.


" Hanya lemas saja, Dok " jawab Satria dengan suara yang sangat lemah.


" Baiklah kalau begitu, Anda akan segera dipindahkan ke ruang perawatan dan saya akan mengabarkan berita baik ini kepada rekan-rekan Anda " ucap Dokter itu.


Dokter itu keluar dari ruang ICU setelah memerintahkan perawatan untuk menyiapkan ruang perawatan untuk Satria dan memindahkannya.


Satria meneteskan air matanya karena ia merasa sangat bersyukur karena masih diberikan kesempatan untuk hidup kembali. Ia benar-benar tidak menyangka, ia mengira jika dirinya benar-benar akan pergi meninggalkan dunia ini.


" Terima kasih Ya Allah, atas kesempatan hidup yang masih Engkau berikan pada hamba " ucap Satria dalam hati.


Sementara itu, Komandan Anton yang baru saja ingin memberikan kabar kepada keluarga Satria langsung menghampiri dokter yang berkata ingin menyampaikan kabar baik.


" Bripda Satria hidup kembali, ini adalah sebuah keajaiban. Keadaan juga sudah stabil dan normal sehingga Bripda Satria hanya tinggal menjalani masa pemulihan saja. Setelah ini Bripda Satria akan segera dipindahkan ke ruang perawatan untuk beristirahat " ucap dokter itu memberitahukan kepada mereka semua.


Jelas saja mereka yang ada di sana sangat terkejut tapi juga bersyukur mendengar jika Satria hidup kembali.


" Satria masih hidup, Dok? " tanya Sandi memastikan karena ia tidak ingin mendapatkan harapan palsu tentang keadaan Satria.

__ADS_1


Dokter itu menganggukkan kepalanya dan tersenyum.


Mereka semua yang ada di sana pun langsung mengucapkan banyak-banyak kalimat syukur dan saling berpelukan.


" Terima kasih, Ya Allah. Engkau masih menyelamatkan Satria " ucap Sandi mengusap matanya yang basah.


" Kapan kita bisa menemuinya, Dok? " tanya Komandan Anton.


" Besok pagi. Sekarang kondisi Bripda Satria masih sangat lemah dan butuh banyak istirahat " jawab Dokter.


Mereka semua pun mengerti dan akan menemui Satria besok pagi Saat keadaan Satria sudah semakin membaik.


Tak lama kemudian, perawat membuka pintu ruangan itu dan membawa brankar Satria keluar dari sana. Mereka akan membawa Satria ke ruang perawatan agar Satria bisa beristirahat. Mereka bisa melihat jelas wajah pucat Satria tapi mereka merasa lega saat melihat mata Satria yang terbuka dan tersenyum lemah pada mereka. Mereka semua mengantar Satria sampai ke ruang perawatannya dan membiarkan Satria istirahat. Beberapa dari mereka tetap bersiaga menjaga di depan ruangan perawatan Satria dan akan bergantian. Sedangkan Sandi diminta untuk langsung beristirahat karena dari kemarin malam Sandi tidak beristirahat sana sekali dan menjaga Satria.


***


Sementara itu di rumah Ayah Arif dan Bunda Wulan, Rendra baru saja mendapatkan telepon dari Komandan Anton. Mereka semua yang ada di sana menunggu dengan cemas karena kabar yang akan mereka terima adalah kondisi Satria yang stabil atau Satria yang akan pergi untuk selama-lamanya. Bahkan Bunda Wulan terus menangis dalam pelukan Ayah Arif.


" Syukur Alhamdulillah, keadaan Satria sudah sangat stabil dan sekarang sudah baik-baik " ucap Rendra memberitahu kabar yang membuat mereka sangat lega.


Kinara bahkan langsung memeluk Mama Santi dan menangis di dalam pelukannya.


" Alhamdulillah ya Allah, terima kasih. Mas Satria gak akan ninggalin aku " ucap Kinara sangat bersyukur.


Semua orang yang ada di rumah itu tentu sangat bersyukur dan bahagia mendengar Satria baik-baik saja.


" Setelah ini Bunda mau ketemu Satria, Yah. Bunda mau Satria pulang saja ke Jakarta " ucap Bunda Wulan tidak ingin kejadian seperti ini terulang lagi.


" Iya Bun. Nanti kita bicarakan ini lagi, sekarang yang penting Satria sudah baik-baik saja " jawab Ayah Arif.

__ADS_1


Yang penting bagi mereka semua adalah keadaan Satria sudah baik-baik saja dan mereka tidak akan kehilangan Satria.


" Satria sempat dinyatakan meninggal dunia tapi saat dokter dan perawat ingin memindahkan jenazah Satria ke ruang jenazah mereka melihat jika tangan Satria bergerak kembali dan Satria hidup kembali. Keadaan Satria juga sudah stabil dan normal sehingga Satria hanya perlu melakukan masa pemulihan saja. Ini sungguh sebuah keajaiban dari Allah " ucap Rendra melanjutkan menyampaikan apa yang tadi dikatakan Komandan Anton.


Mereka semua terkejut mendengar itu termasuk juga Kinara tapi yang penting Satria sudah kembali pada mereka.


" Ayah ingin kita memberikan sedekah sebagai rasa syukur atas keselamatan Satria. Ayah ingin kamu urus semuanya ke panti-panti dan orang-orang tidak mampu. Ayah ingin ini dilakukan secepatnya " ucap Ayah Arif pada Rendra.


" Iya Yah. Rendra akan urus itu semua " jawab Rendra.


" Rendra, apa kita tidak bisa menelepon Satria sekarang? Bunda ingin mendengar Satria sekarang " ucap Bunda Wulan ingin memastikan jika putranya sudah baik-baik saja.


" Kata Komandan Anton, Satria sedang beristirahat. Mungkin besok pagi kita bisa berbicara pada Satria " jawab Rendra.


Walaupun merasa kecewa tapi Bunda Wulan setidaknya merasa sangat lega ia tidak harus kehilangan putranya.


Setelah itu Papa Lukman dan Mama Santi pun pamit untuk pulang karena mereka meninggalkan Alina di rumah. Sedangkan Kinara diminta Bunda Wulan untuk menginap di sana saja.


" Sekarang Bunda sama Ara makan ya. Keadaan Satria sudah baik-baik saja dan pasti dia akan marah kalau tahu dua wanita yang sangat dicintainya sakit karena tidak mau makan " ucap Puspa karena Kinara dan Bunda Wulan belum mau makan juga.


" Iya Bun. Bunda makan ya, sama Ara juga " tambah Ayah Arif.


Akhirnya Bunda Wulan pun setuju untuk makan bersama dengan Kinara. Walaupun tidak banyak, setidaknya ada sesuatu yang masuk ke dalam perut Kinara dan Bunda Wulan.


Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih 😊🙏 Tetap dukung saya ya 😘


Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain di akun yang lain 😊 Cari aja di kolom pencarian " Cinta Si Gadis Lumpuh " dan " Pria Kulkasku " 😊🙏


Ada juga karya baru saya " Menikahi Ayah Nadia dan Suamiku Seorang Bodyguard " 😘

__ADS_1


Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05😘


__ADS_2