Mengejar Cinta Pertama

Mengejar Cinta Pertama
151. Bersabar Lagi


__ADS_3

Setelah melakukan panggilan telepon dengan keluarganya, Satria ingin segera menghubungi Kinara yang sudah lebih dari tiga bulan tidak saling komunikasi. Tapi sebelum itu, Satria mengusir Sandi dari ruang perawatannya karena ia tidak ingin Sandi mendengar percakapannya dengan Kinara.


" Lo keluar sana, gue mau telpon Kinara " usir Satria pada Sandi.


" Tinggal telpon aja kali, gue juga gak niat buat ganggu. Udah enak banget gue gini " ucap Sandi yang enggan pergi karena sudah merasa sangat nyaman berbaring di sofa yang ada di sana.


Satria mendengus kesal dan ia tidak akan lebih leluasa berbicara dengan Kinara jika Sandi berada di sana.


" Keberadaan lo di sini aja udah ganggu jadi lo keluar aja " ucap Satria pada Sandi.


Walaupun kesal tetapi Sandi tetap bangkit dan keluar dari ruang perawatan Satria agar sahabatnya itu bisa bebas berbicara dengan pujaan hatinya.


" Akhirnya keluar juga " ucap Satria saat pintu ruang perawatan itu tertutup.


Satria segera mengetikan nomor telepon Kinara yang selalu ia ingat dan segera melakukan panggilan video, tetapi sebelumnya ia sudah mengirimkan pesan jika itu dirinya agar Kinara segera menjawab panggilan video itu.


***


Sementara itu Kinara yang sedang berada di rumah kedua orang tuanya, sedang merapikan pakaiannya ke dalam lemari karena ia baru sampai tadi malam. Ia akan tinggal di rumah kedua orang tuanya sampai satu hari sebelum wisuda. Setelah itu mungkin Kinara akan tinggal lagi di rumah milik keluarga Satria atau mencari kontrakan yang lebih dekat dengan sekolah tempatnya mengajar.


Ya, Kinara akan langsung mengajar di sebuah sekolah menengah atas tidak jauh dari kampus. Ia baru saja mendapatkan tawaran kemarin dan tentu saja ia langsung menerimanya. Ia juga ingin melanjutkan S2 di kampus yang sama karena mendapatkan beasiswa lagi dari kampus itu.


Kinara juga sudah mengetahui tentang berita yang sudah tersebar sejak kemarin. Kinara sudah menanyakannya kepada keluarga Satria tetapi mereka juga belum mengetahui tentang apapun. Walaupun sangat khawatir tetapi Kinara bersyukur Satria berhasil menyelesaikan tugasnya dengan tertangkapnya pelaku dari kasus itu. Kinara hanya bisa berharap Satria baik-baik saja dan segera pulang. Kinara juga berusaha berpikir positif sebelum ia mendapat informasi dari keluarga Satria.


Setelah selesai merapikan pakaiannya ke dalam lemari, Kinara memakai hijab instan miliknya dan ingin keluar dari kamar. Tetapi, tiba-tiba saja terdengar ponselnya berbunyi dan ada sebuah pesan yang masuk. Kinara pun langsung mengambil ponsel miliknya dan melihat siapa yang mengirimkan pesan.


Betapa bahagianya Kinara saat membaca pesan itu dan ternyata adalah Satria. Ia sudah menunggu kabar dari Satria sudah lebih dari tiga bulan dan sekarang Satria mengirimkan pesan kepadanya.


Saat Kinara ingin membalas pesan itu, sebuah panggilan video dari nomor yang tidak dikenal masuk tetapi ia tahu jika itu adalah Satria. Kinara merapikan hijabnya sebelum menjawab panggilan video itu karena ia ingin terlihat cantik saat Satria melihatnya.

__ADS_1


" Assalamualaikum " ucap Satria saat Kinara sudah menjawab panggilan video itu.


Awalnya Kinara sangat khawatir saat layar ponselnya menampilkan Satria yang menggunakan pakaian rumah sakit tetapi ia cukup lega karena Satria terlihat baik-baik saja.


" Walaikumsalam " jawab Kinara tersenyum manis.


" Kamu baik-baik aja kan, Mas? Kamu dirawat di rumah sakit bukan karena hal yang serius kan? " tanya Kinara ingin memastikan keadaan Satria.


Terlihat Satria tersenyum setelah mendengar pertanyaan Kinara yang penuh kekhawatiran.


" Aku gak papa, Sayang. Kamu gak usah khawatir ya, kemarin cuma ada pendarahan sedikit " jawab Satria.


Mendengar kata pendarahan membuat Kinara menjadi khawatir kembali. " Astaghfirullahalazim, terus kamu gimana, Mas? Gimana bisa terjadi? " tanya Kinara khawatir.


Satria pun menjelaskan apa yang terjadi sehingga ia bisa mengalami pendarahan dan juga meyakinkan Kinara jika sekarang dirinya sudah baik-baik saja.


" Iya Sayang " jawab Satria tersenyum.


Setelah itu Kinara pun menanyakan tentang kapan Satria akan kembali ke Jakarta dan mereka bisa bertemu kembali. Ia sangat berharap jika Satria bisa kembali secepatnya.


" Aku belum tau kapan bisa pulang ke Jakarta karena aku masih punya banyak urusan di sini tapi aku bakal berusaha secepatnya " ucap Satria pada Kinara.


Wajah Kinara berubah sedih setelah mendengar itu, sepertinya ia harus bersabar lagi menunggu Satria.


" Sayang, kamu jangan sedih dong. Aku pasti pulang dan tepatin janji aku buat nikahin kamu setelah kamu lulus dan tugas aku selesai. Aku juga sudah bertugas lebih dari dua tahun jadi kita bisa secepatnya menikah. Tolong kamu sabar sedikit lagi ya " ucap Satria karena melihat Kinara bersedih.


" Iya Mas " jawab Kinara dengan wajah memerah.


Kinara merasa malu sekaligus bahagia karena Satria mengingat janjinya untuk menikahi dirinya. Ia tidak bisa membayangkan bagaimana ia saat menjadi istri Satria nanti.

__ADS_1


" Awal bulan depan aku wisuda, aku berharap kamu bisa datang " ucap Kinara pada Satria.


" Iya Sayang, aku bakal berusaha untuk datang. Aku juga mau selalu ada di setiap momen penting kamu setelah ini " jawab Satria.


" Maafin aku ya, selama dua tahun lebih aku gak bisa ada buat kamu " lanjut Satria.


" Iya gak papa, Mas. Aku ngerti " jawab Kinara tersenyum.


Saat sedang asik mengobrol, tiba-tiba pintu kamar Kinara terbuka dan memperlihatkan Rendi di sana. Rendi langsung masuk saja ke kamar itu dan duduk di samping Kinara karena ia penasaran siapa yang sedang melakukan panggilan video dengan sepupunya itu.


Rendi sangat senang saat melihat wajah Satria di sana. Tanpa menunggu izin dari pemiliknya, Rendi langsung merebut ponsel milik Kinara karena ia ingin berbicara pada Satria.


" Main rebut aja " ucap Kinara kesal lalu memukul lengan Rendi dengan keras.


" Aw, sakit tau " pekik Rendi karena pukulan Kinara memang sakit.


" Lagian main rebut aja. Aku kan masih ngomong sama Satria " ucap Kinara sangat kesal.


" Maaf deh, aku juga mau ngomong sama Satria " ucap Rendi karena sudah sangat lama tidak berbicara dengan sahabatnya.


Satria yang masih terlihat di layar ponsel Kinara itu hanya tertawa melihat Kinara dan Rendi. Setelah itu Rendi pun berbicara pada Satria dengan Kinara yang selalu ada di sampingnya karena Kinara juga belum puas berbicara dengan pemilik hatinya itu.


Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih 😊🙏 Tetap dukung saya ya 😘


Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain di akun yang lain 😊 Cari aja di kolom pencarian " Cinta Si Gadis Lumpuh " dan " Pria Kulkasku " 😊🙏


Ada juga karya baru saya " Menikahi Ayah Nadia dan Suamiku Seorang Bodyguard " 😘


Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05😘

__ADS_1


__ADS_2