Mengejar Cinta Pertama

Mengejar Cinta Pertama
180. Pelaku Sebenarnya


__ADS_3

Pagi-pagi sekali Satria dan Raka langsung pergi ke alamat yang sudah diberitahu oleh Andrew. Mereka harus bergerak cepat agar masalah itu cepat selesai pula. Sandi juga akan menyusul mereka karena ia juga ingin membantu Satria.


Sesampainya di sebuah gudang perusahaan milik keluarga Andrew, Satria dan Raka langsung disambut oleh Andrew, juga Sandi yang baru sampai.


" Andrew, mana laki-laki itu? " tanya Satria pada Andrew.


" Di dalam, Bang " jawab Andrew.


Setelah itu Andrew mengajak Satria serta Raka dan Sandi untuk masuk ke dalam gudang dan menemui pria itu.


" Ini dia, Bang " ucap Andrew saat mereka sudah berada di hadapan pria itu.


Pria itu mendongak dan melihat Satria dengan wajah ketakutan. Apalagi ia melihat Sandi yang menggunakan seragam polisi sehingga ia mengira jika mereka datang untuk dibawa ke kantor polisi.


" Mohon maafkan saya, Tuan. Jangan bawa saya ke kantor polisi, saya hanya dibayar seseorang " ucap pria itu ketakutan.


" Siapa yang memerintahkan dan membayarmu? " tanya Satria berusaha untuk tetap tenang.


Sebenarnya Satria sudah sangat emosi melihat pria yang berani memeluk calon istri dan menyebarkan gosip murahan itu, tetapi ia tidak bisa menyelesaikannya dengan kekerasan. Walaupun pria itu salah dan tetap harus menerima hukuman tapi ada orang lebih bersalah itu orang yang menyuruhnya.


" Saya tidak mengenal secara jelasnya, tapi namanya Ela " jawab pria itu.


Satria mengepalkan kedua tangannya saat mendengar siapa yang melakukan ini semua. Satria tidak habis pikir, Ela masih saja mengusik kehidupannya.


" Sandi, bawa dia ke kantor polisi dan proses kasus ini. Gue bakal buat laporan atas penyebaran berita bohong dan pencemaran nama baik " ucap Satria pada Sandi.


" Raka, lo tolong gue cari tau keberadaan Ela sekarang. Gue gak akan tinggal diam lagi dan kasih kesempatan lagi buat dia walaupun dia anak sahabat ayah gue " lanjut Satria pada Raka.


" Siap, Sat " jawab Raka dan Sandi bersamaan.


Setelah itu Sandi dan Raka melakukan tugas yang diberikan oleh Satria. Sandi langsung membawa pria itu ke kantor polisi untuk di proses walaupun pria itu sempat memberontak.


" Abang ucapan terima kasih banyak kalian sudah bantu Abang tangkap laki-laki itu " ucap Satria pada Andrew dan kedua sahabatnya.


" Iya Bang. Kita lakuin ini juga demi Bu Kinara, guru kita " jawab Andrew yang diangguki oleh Ibil dan Calvin.

__ADS_1


" Abang bakal buat konferensi pers sore ini, Abang minta kalian datang karena kalian saksi. Abang juga minta kalian memberikan keterangan di kantor polisi nanti " ucap Satria.


" Siap Bang " jawab mereka bertiga.


Satria memutuskan mengadakan konferensi pers untuk membersihkan nama Kinara karena di perjalanan tadi ia mendapatkan kabar jika rumah dan kantor ayahnya di datangi oleh wartawan yang meminta keterangan tentang gosip yang sedang heboh.


***


Raka telah mendapatkan titik tempat dimana Ela berada. Ternyata Ela masih berada di Jakarta karena ayahnya sedang melakukan kerja sama dengan perusahaan ayahnya dan ia baru mengetahui itu dari Raka. Ayahnya juga tidak mengatakan apapun tentang kedatangan sahabat ayahnya itu ke Jakarta yang menimbulkan masalah besar.


Satria dan Raka mendatangi sebuah apartemen yang ditinggali oleh keluarga Ela selama berada di Jakarta. Satria yakin mereka masih berada di apartemen karena ini masih cukup pagi untuk datang ke kantor.


Satria menekan bel apartemen itu dan tidak lama pintu apartemen itu dibuka oleh Ela.


" Satria, kamu datang " ucap Ela senang.


Ela mengira jika Satria datang untuk mengajaknya pergi karena mengetahui jika calon istrinya selingkuh, walaupun ia yang menyebabkan itu semua.


" Aku ingin bertemu dengan kedua orang tua kamu " ucap Satria dengan wajah yang datar.


" Masuklah, Papa sama Mama ada di dalam " jawab Ela tersenyum senang.


" Loh, Satria " ucap Tuan Bambang terkejut melihat kedatangan anak sahabatnya yang tiba-tiba.


Satria dan Raka bangkit dan menyalami tangan kedua orang tua Ela. Walaupun sangat marah pada Ela tetapi ia masih menghormati mereka.


" Saya datang ke sini untuk menjemput Ela " ucap Satria melirik Ela yang tersenyum senang tapi menyadari kesalahannya.


" Satria, kamu kok gak kabarin kalau mau jemput aku? Aku kan bisa siap-siap? Emang kamu mau ajak aku pergi kemana? " tanya Ela karena ingin menyesuaikan pakaiannya nanti.


" Ke kantor polisi " jawab Satria menatap tajam Ela.


Semua orang terkejut mendengar jawaban dari Satria.


" Ke kantor polisi? Memangnya ada apa, Satria? " tanya Tuan Bambang bingung.

__ADS_1


" Untuk memberikan hukuman pada Ela dan dia sedang ditunggu polisi untuk diperiksa " jawab Satria.


Lagi-lagi jawaban Satria membuat mereka semua terkejut.


" Apa ini, Satria? Aku salah apa sampai harus dihukum? " tanya Ela yang terlihat mulai takut.


" Karena kamu telah meminta seseorang untuk menjebak calon istriku dan menyebarkan gosip murahan tentangnya " jawab Satria penuh penekanan.


" Tidak mungkin Ela melakukan itu, Satria. Kamu jangan asal menuduhnya " ucap Nyonya Liza yang tidak terima.


" Saya tidak menuduhnya, Tante. Tapi memang Ela melakukan itu semua " jawab Satria.


Kemudian Raka menunjukkan rekaman video pengakuan pria suruhan Ela yang sempat ia rekam.


" Saya benar-benar tidak habis pikir dengan Ela. Dia sudah mencoba menjebak saya dan saya memaafkannya, tetapi kali ini saya tidak bisa memaafkannya lagi karena dia sudah mengusik calon istri saya. Saya harus membawanya ke kantor polisi sekarang " ucap Satria pada kedua orang tua Ela yang terdiam setelah melihat bukti yang ditunjukkan oleh Raka.


" Enggak. Pa, Ma, itu gak bener, aku gak salah " ucap Ela yang masih tidak mau mengakuinya.


Ela membujuk kedua orang tuanya untuk tidak percaya pada Satria dan melindunginya tetapi kedua orang tuanya hanya diam.


" Bawalah, proses seperti hukum yang berlaku " ucap Tuan Bambang pada akhirnya.


Tuan Bambang sangat kecewa pada putrinya yang tidak pernah belajar dari kesalahan dan membuat kesalahan yang baru.


" Enggak, Pa. Aku gak mau di penjara " ucap Ela pada Tuan Bambang tapi ayahnya itu seolah tidak peduli, begitu pun dengan Nyonya Liza yang terlihat sangat kecewa pada Ela.


Satria langsung menghampiri Ela setelah mendapatkan izin dari Tuan Bambang dan menarik tangannya untuk membawanya pergi.


" Enggak mau. Aku gak salah " teriak Ela memberontak.


Satria tidak memperdulikan itu dan terus membawa Ela pergi di bantu oleh Raka. Sedangkan Tuan Bambang dan Nyonya Liza hanya melihat putrinya dibawa pergi ke kantor polisi oleh Satria dan Raka dengan tatapan kecewa.


Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih 😊🙏 Tetap dukung saya ya 😘


Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain di akun yang lain 😊 Cari aja di kolom pencarian " Cinta Si Gadis Lumpuh " dan " Pria Kulkasku " 😊🙏

__ADS_1


Ada juga karya saya di akun ini " Mengejar Cinta Pertama, Menikahi Ayah Nadia, dan Malam Panas Dengan Kak Aska " 😘


Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05😘


__ADS_2