Menikah Dengan Pangeran Dari Alam Ghaib

Menikah Dengan Pangeran Dari Alam Ghaib
101. Harus bagaimana?


__ADS_3

Sejak kembali ke alam siluman terlihat Pangeran Panji terus murung. Pangeran Narendra merasa heran dengan keadaan putranya yang terlihat tidak bahagia.


" Ada apa Putraku Kenapa kau dari tadi melamun terus?" tanya Narendra kepada anaknya yang hanya tersenyum kepadanya.


" Tidak apa-apa Ayah. Aku hanya merindukan Ibunda," dusta Panji dan Narendra tahu tentang hal itu.


" Apa kau yakin? Bukan merindukan wanita yang bertemu denganmu waktu itu? Wanita yang membantumu dari kejahatan Raja Abiyaksa?" tanya Narendra sambil menggoda putranya yang langsung tersipu pemalu.


" Mana ada? Tidak mungkinlah! Aku seorang pangeran merindukan seorang wanita biasa seperti dia? Ayah jangan bercanda!" ucap Pangeran Panji mengelak dari pertanyaan yang diberikan oleh pangeran Narendra.


" Kau tahu kan kalau dia bukan perempuan biasa? Dia bisa mengalahkan 20 siluman ular hijau hanya dalam beberapa detik Bukankah itu sangat luar biasa?" tanya Pangeran Narendra sambil tersenyum kepada Pangeran Panji yang langsung melirik ke arah ayahnya.


" Ayahanda! Dia memiliki kekuatan Nur Illahi. Oleh karena itu dia bisa melakukan hal itu!" ucap Pangeran Panji sambil menundukkan kepalanya.


" Kau benar anakku. Wanita itu memiliki kekuatan Nur ilahi. Selain itu dia juga memiliki kekuatan Indigo yang bisa melihat makhluk gaib. Kau harus berhati-hati untuk bertemu dengan dia karena dia akan menyerap kekuatanmu secara perlahan-lahan!" pecat Pangeran Narendra kepada Pangeran Panji yang terlihat begitu lemas mendengarkan kata-kata itu.


" Itulah yang menjadi masalah Ayah! Apa yang harus kulakukan kalau aku ingin bertemu dengan dia kalau dia akan selalu menyerap kekuatanku? Tidak mungkin bukan kalau Pangeran mahkota dari istana kucing tidak memiliki kekuatan apapun? Apa kata dunia?" tanya Pangeran Panji kepada ayahnya.


" Kau benar juga. Oleh karena itu, lebih baik kau tidak usah mendekati dia. Lupakanlah dia! Kalau kau ingin menikah katakanlah kepada ayah. Ayah akan mencarikan putri kerajaan dari alam ghaib sehingga kekuatanmu tidak akan terancam!" ucap Pangeran Narendra kepada Pangeran Panji.


Pangeran Panji hanya tersenyum kepada ayahnya kemudian dia menatap bintang di atas langit.


" Ayahanda. Kenapa langit di alam siluman jauh lebih indah daripada langit di alam manusia?" tanya Panji kepada Ayahnya.


" Entahlah Nak Ayah tidak tahu. Tapi yang jelas kalau kau nanti menikah. Maka Ibumu dan kita akan menatap langit yang sama di sini!" ucap Pangeran Narendra sambil melirik kepada Pangeran panji yang langsung mendesah frustasi di buatnya.


" Aku belum ada pikiran untuk menikah Ayah. Sampai saat ini tidak ada wanita yang bisa menarik perhatianku!" ucap Pangeran Panji.


Pangeran Narendra kemudian melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan oleh pangeran Panji. Menatap langit malam yang begitu indah dengan bintang-bintang.


" Anakku menurut kamu, apa yang dilakukan ibumu sekarang? Apakah dia masih merindukan kita?" tanya Pangeran Narendra sambil menatap ke arah putranya.


" Saat aku tinggal bersama dengan ibunda. Ibunda hari-hari selalu sibuk dengan buku-buku dan juga kuliahnya. Dia tidak ada waktu untuk merindukanmu ayah!" Pangeran Panji tersenyum miris kepada ayahnya yang sontak terkejut mendengarkan ucapan anaknya.


" Apakah ibumu bahagia tinggal di alam manusia?" tanya Pangeran Narendra yang seperti penasaran tentang kehidupan istrinya di alam manusia tanpa dirinya.


" Kenapa Ayahanda tidak melakukan hal yang seperti aku lakukan? Tinggal bersama ibunda dalam bentuk kucing. Ayahanda bisa bersama dengan ibunda 24 jam lamanya!" ucap Pangeran Panji.


" Ayahanda tidak bisa melakukan hal seperti itu Anakku. Di istana kerajaan, Ayahanda adalah seorang pangeran mahkota. Banyak tugas yang harus ayahanda kerjakan untuk membantu kakekmu. Apalagi sekarang banyak orang-orang yang meminta persekutuan dengan bangsa kita. Ayah harus mengatur mereka semua agar tidak membangkang dan melanggar perjanjian dengan bangsa kita!" ucap Narendra mengulas senyum kepada Panji.


" Apakah ketika Ayahanda menjadi raja tugas itu akan menjadi tugasku?" tanya Panji sambil menatap Narendra dengan lekat.


Narendra merangkul bahu putranya dan kemudian bersama-sama menatap bintang di langit. Seakan sedang menatap istrinya yang nun jauh di sana. Cinta mereka yang telah dipisahkan oleh dua alam yang berbeda.


" Anakku cintailah wanita yang sebangsa dengan kita. Agar kau tidak menderita seperti ayahmu saat ini. Menanggung rindu itu sangat berat Nak!" ucap Pangeran Narendra.


Pangeran Panji bisa merasakan derita ayahnya yang harus berpisah dengan ibunya setiap hari. Bahkan untuk bertemu dengan ibunya sangat berat sekali yang harus dilakukan ayahnya. Ayahnya harus bermeditasi seharian, tidak makan dan tidak minum. Ayahnya harus meninggalkan banyak pekerjaan hanya demi bertemu dengan ibunya beberapa jam saja.


Namun ayahnya mengatakan padanya bahwa semua itu sepadan dengan rasa rindu yang terbayar lunas.

__ADS_1


Panji sangat tahu betapa besarnya cinta sang ayah untuk ibundanya. Bahkan ayahnya tidak pernah mengangkat selir ataupun dayang lainnya untuk menggantikan kehadiran ibundanya di istana itu.


" Ayahanda. Bukankah seorang pangeran maupun Raja diperbolehkan untuk memiliki beberapa orang selir?" tanya Panji pada ayahnya.


Pangeran marendra hanya tergelak mendengarkan pertanyaan dari anaknya.


" Kalau Ibumu tahu Ayahanda mengangkat selir ataupun mengambil dayang di istana ini, maka Ayah pasti akan dikebiri oleh ibumu. Kau tahu sendiri kan Ibumu itu seperti apa? Ibumu walaupun berhati lembut, tapi kalau sudah marah, dia benar-benar sangat menakutkan melebihi Maha guru!" ucap Narendra sambil menggelengkan kepalanya dan bergidik ngeri ketika dia mengingat saat Deniz marah di suatu waktu yang lalu.


" Kalau di dunia manusia bisa dikatakan Ayah sebagai suami yang takut istri! Hahaha!" akhirnya terdengar gelak tawa yang begitu riuh diantara ayah dan anak itu yang saat ini sama-sama sedang merindukan Deniz.


**


Sementara itu Deniz yang saat ini berada di alam manusia dia pun sama sedang menatap bintang di atas langit di jendelanya.


Kebiasaan itu biasanya dilakukan oleh pangeran Panji ketika dia berada di dekatnya.


" Anak dan suamiku sekarang kalian sedang ngapain? Apakah kalian juga merindukan ibunda?" tanya Deniz sambil bertopang dagu di depan jendela kamarnya.


Sementara itu Amber dan Dedi terus memperhatikan tingkah laku putrinya sendiri sejak ditinggalkan oleh pangeran Panji yang lebih banyak melamun di depan jendela.


" Mama tidak tega melihat Deniz yang selalu saja merindukan keluarganya!" ucap Amber sambil melirik kepada suaminya.


Terlihat Dedi menarik nafasnya dalam-dalam kemudian dia mengajak istrinya untuk pergi ke ruang tamu agar mereka bisa berbicara lebih leluasa.


" Kyai Rasyid bilang pada Papa. kalau Denis dan Kiai Rasyid memiliki perjanjian apabila Pangeran Panji menikah, maka Deniz akan ikut Pangeran Narendra ke alam siluman dan menetap di sana selamanya." Amber terkejut mendengarkan penuturan dari suaminya.


" Apa itu artinya kita tidak akan bertemu lagi dengan cucu dan anak kita?" tanya Amber dengan mata berkaca-kaca.


" Kita harus mempersiapkan mental saat waktu itu tiba. Sekarang ketika Deniz bersama dengan kita. Sebaiknya perbanyak kenangan bersamanya. Agar kita mengingat kenangan yang indah ketika bersama dengan Deniz!" ucap Dedi yang seakan berkata bahwa Deniz akan meninggal.


Bukankah itu sama saja? Apa bedanya dengan Deniz meninggal dengan tidak? Ketika Deniz menetap di alam siluman untuk selamanya dan tidak akan kembali lagi ke alam manusia?


" Apakah kita akan sanggup untuk melepaskan Deniz untuk menetap di alam siluman untuk selamanya? Bukankah itu sama saja dengan kita melepaskan anak kita menuju kematiannya?" tanya Amber dengan air mata yang mengalir di pipinya.


Dedi pun merasakan hal yang sama. Sedih dan juga nelongso memikirkan tentang putrinya yang harus kembali ke alam siluman setelah pernikahan Pangeran panji.


Tetapi mereka pun tidak sanggup kalau harus melihat Deniz yang hari-hari hidupnya hanya melamun saja karena merindukan keluarganya yang ada di alam siluman.


" Kita pasrahkan saja semuanya kepada Allah. Mama yakin pasti akan ada jalan terbaik untuk semua ini. Tidak mungkin tidak ada sebuah solusi untuk masalah kita!" ucap Amber yang kemudian mengajak suaminya untuk beristirahat karena waktu yang sudah semakin malam.


**


Sementara itu di kediamannya Minsi saat ini sedang berbicara dengan ayahnya.


" Ada apa Babah? Kenapa Babah mencariku?" tanya Minsi sambil duduk di samping ayahnya yang merupakan seorang Kyai.


" Minsi apakah kau baru saja berkenalan dengan sebangsa siluman?" tanya Kyai Ilham kepada putrinya.


" Dari mana Babah tahu kalau Minsi habis bertemu dengan bangsa siluman?" tanya Minsi sambil mengerutkan keningnya.

__ADS_1


" Babah bisa mencium aroma siluman di dalam tubuhmu!" ucap Kyai Ilham sampai menatap putrinya yang terkejut mendengarkannya.


Sungguh kemampuan ayahnya sangat luar biasa. Bagaimana mungkin dia masih bisa merasakan aroma siluman di tubuh putrinya bahkan hampir setelah 15 jam pertemuan Minsi bersama dengan pangeran Panji.


Minsi kemudian bercerita kepada Kyai Ilham tentang pertemuannya dengan pangeran kucing dan juga Deniz yang menikah dengan pangeran dari alam gaib.


" Jadi kau sudah bertemu dengan keluarga itu?" tanya Kyai Ilham kepada putrinya yang langsung menganggukkan kepalanya.


" Dulu Babah pernah membantu ketika Deniz menghilang karena diculik oleh pangeran Narendra ketika hendak menikahinya. dulu bahkan Kami sampai dikurung di bawah tanah untuk mensukseskan pernikahan mereka berdua!" ucap Kyai Ilham menceritakan pengalamannya masuk ke alam siluman untuk menyelamatkan Deniz dari tangan Pangeran Narendra.


" Tapi mereka berhasil menikah?" tanya Minsi.


" Itu karena cinta mereka yang terlalu kuat dan yang lebih penting lagi, darah mereka telah disatukan oleh raja kucing ketika Deniz masih kecil. Oleh karena itu mereka tidak akan bisa dipisahkan oleh apapun. Hanya kematian yang bisa memisahkan mereka berdua!" ucap Kyai Ilham menerangkan segalanya kepada Minsi yang tampaknya begitu tertarik tentang cerita mereka berdua.


" Babah kenapa saya merasa seperti berhasil menyerap kekuatan Pangeran Panji ketika dia bersamaku?" tanya Minsi hati-hati sekali.


Kyai Ilham terkejut mendengarkan pengakuan dari putrinya.


" Kelihatannya kau memiliki perasaan kepada Pangeran kucing itu. Apakah itu benar?" tanya Kyai Ilham kepada putrinya.


Terlihat Minsi yang menundukkan kepalanya. Tidak berani untuk menatap ayahnya yang saat ini sedang menatapnya dengan tajam.


" Dia seorang pangeran yang menarik. Setidaknya itu yang kulihat dari dia Babah!" ucap Minsi kepada ayahnya.


Kyai Ilham menatap putrinya dia berusaha untuk menasehati Minsi untuk melupakan perasaan itu sebelum berkembang, semakin pesat dan semakin sulit untuk dikendalikan.


" Lupakan dia putriku. Sebelum kau semakin terperosok dan semakin dalam. Kau bisa melihat kehidupan Deniz dan keluarganya bukan? Bagaimana penderitaan mereka harus berpisah dengan dua alam. Itu benar-benar Sebuah penderitaan yang sangat berat untuk dilalui!" ucap Kyai Ilham menasehati putrinya.


Sejak tadi Minsi terus memperhatikan semua yang disampaikan oleh ayahnya kepada dirinya Minsi tahu bahwa Kyai Ilham tidak pernah berbohong dan pasti akan selalu memikirkan yang terbaik untuk dirinya.


" Iya Babah. Saya akan berusaha untuk melupakan Pangeran Panji!" ucap Minsi sambil menundukkan kepalanya.


" Baguslah nak kalau kau bisa diajak bicara baik-baik dan bisa dinasehati. Babah hanya ingin kebahagiaannya tidak ada yang lainnya! Menjalin hubungan dengan makhluk dari beda alam itu penuh dengan konsekuensi dan harus banyak menanggung penderitaan yang tidak main-main. Babah tidak sanggup membayangkan ketika Deniz mengandung putranya. Sungguh itu benar-benar sebuah penderitaan yang sangat berat untuknya. Bahkan ketika melahirkan pun Deniz sampai koma dan sakit beberapa bulan lamanya. itu semua dilewati dengan kesakitan yang luar biasa!" ucap Kyai Ilham dengan menerawang jauh ketika mengingat kembali tentang perjuangan seorang Deniz memperjuangkan demi cintanya kepada Pangeran Narendra.


" Iya Babah Minsi semua itu tidak akan mudah untuk dilewati. Tapi dengan cinta semuanya pasti akan terlewati dengan manis!" Kyai Rasyid benar-benar merasa khawatir dengan keadaan putrinya. Yang sepertinya sudah terpanah cinta Pangeran Panji dan itu benar-benar sangat mengkhawatirkan dirinya sebagai seorang ayah.


Minsi adalah putri satu-satunya dan selama ini dirinya hidup hanya bersama dengan putrinya. Karena istrinya yang sudah lama meninggal.


" Baiklah Babah Minsi tidur dulu!" ucapnya sambil mencium telapak tangan ayahnya.


Kyai Ilham hanya menganggukan kepala melihat putrinya yang masuk ke dalam kamar dan berpamitan kepadanya.


Hanya dalam waktu sekejap saja putrinya kini telah menjadi seorang remaja yang memiliki kemampuan luar biasa.


Kyai Ilham tahu bahwa Minsi adalah seorang Indigo yang bisa melihat makhluk gaib dan dia juga memiliki kekuatan Nur Ilahi yang bisa membumihanguskan siluman jahat hanya dengan kekuatan yang dia miliki.


" Tetapi apa yang harus terjadi memang tidak bisa ditolak. Hanya saja aku berdoa semoga putriku akan mampu melewati semua ujian itu dengan baik tanpa harus menderita berlebihan. Aku tidak akan sanggup melihat air mata putriku!" ucap Kyai Ilham yang terus bermonolog dengan dirinya sendiri. Ketika dia melihat Minsi yang sekarang sudah terlihat lelap dalam tidur nya di kamarnya.


Kyai Ilham sendiri kemudian masuk ke ke ruangan pribadinya untuk bertafakur kepada Allah dan meminta pertolongan kepada Allah agar selalu melindungi putrinya dari kejahatan makhluk yang tidak terlihat.

__ADS_1


Kyai Ilham tidak ingin kalau sampai putrinya berurusan dengan keluarga dari alam gaib seperti Dedi dan Amber yang harus menderita begitu banyak karena harus berpisah dengan putrinya yang menikah dengan pangeran dari alam ghaib.


__ADS_2