Menikah Dengan Pangeran Dari Alam Ghaib

Menikah Dengan Pangeran Dari Alam Ghaib
21. Perjalanan


__ADS_3

Dani dan Denis jemudian berpamitan kepada kedua orang tua Deniz untuk menuju kampus dan bersiap-siap pergi ke Puncak Gunung Pangrango yaitu lokasi yang akan dijadikan tempat untuk mereka mendaki gunung kali ini oleh anggota organisasi pecinta alam di kampus mereka.


" Maafkan ya kalau kedua orang tuaku pagi-pagi udah ribut. Ya begitu lah mereka kalau tidak ngomel padaku sepertinya hidup mereka tidak akan komplit!" ucap Deniz sambil nyengir kepada Dani yang hanya tersenyum kepadanya.


Deniz kemudian melihatku sekeliling. " Dani apakah nanti kita semua akan menginap di hutan?" tanya Deniz mulai penasaran dengan kegiatan mendaki mereka.


" Tentu saja. Kita kan akan mendaki gunung, masa iya kita tidur di hotel atuh Deniz?" tanya Dani sambil mengacak rambut Deniz yang langsung nyengir kuda mendengar jawaban sang ketua tampannya.


Tidak terasa Mereka pun kemudian sampai di kampus di mana teman-teman yang lain sudah menunggu mereka.


" Selalu kebiasaan ketua kita selalu datang terlambat. Itu pasti gara-gara kamu ya Deniz?" tanya Abigail ketika melihat Deniz yang turun dari mobil Dani.


Deniz hanya tersenyum mendengarkan sahabatnya protes terhadap dirinya. Deniz tahu kalau Abigail itu naksir dengan Dani. Tetapi Dani selalu berusaha menghindari perempuan itu dan selalu menggunakan Deniz untuk alibinya menghindari Abigail.


" Ayo kita sekarang berangkat ke lokasi. Kalian gunakanlah bus itu. Kami berdua akan naik mobilku saja. Supaya kalau ada apa-apa di lokasi nanti mobilku bisa digunakan untuk transportasi kita!" ucap Dani yang di setujui oleh semua anggota.


Pada kegiatan mendaki kali ini diikuti oleh sekitar 25 orang yang nantinya akan dibagi menjadi dua kelompok.


Dengan perasaan riang gembira mereka berangkat ke lokasi pendakian. Mereka tahu bahwa lokasi yang akan didatangi adalah lokasi yang lumayan kuat aura misterinya.


Akan tetapi mereka semua tidak merasa takut karena mereka memiliki ketua yang sangat hebat dan juga pintar untuk melawan hal-hal gaib yang terjadi di lokasi mereka melakukan kegiatan. " Nanti mampir dulu di rumah orang tuaku ya? Karena aku perlu menjemput senior-senior di pondok Babahku yang akan ikut dengan kita ke lokasi pendakian!" ucap Dani menceritakan Deniz.


Deniz pada dasarnya adalah seorang gadis sederhana yang penurut dan dia tidak terlalu banyak menuntut maupun banyak protes kepada siapapun.


Abigail sebetulnya tadi meminta untuk naik mobil bersama mereka. Tetapi dilarang oleh Dani. Dengan alasan bahwa dia perlu menjemput santri senior Babahnya yang akan ikut dengan mereka untuk menjaga keamanan semua anggotanya.


Dengan pasrah Abigail pun kemudian masuk ke dalam bus dan bergabung dengan teman-teman yang lain.


Walaupun Abigail anak seorang ustad yang lumayan terkenal. Tetapi Abigail tidak mewarisi ilmu yang dimiliki oleh ayahnya. Tidak seperti Dani yang memang memiliki kemampuan seperti ayahnya.

__ADS_1


Apalagi di dalam tubuh Dhani ada khodam yang selalu menyertainya yang berbentuk singa putih yang sangat kuat dan hebat.


Tidak terasa perjalanan Mereka pun akhirnya sampai di lokasi pendakian.


Dani menitipkan mobilnya ke salah satu warga yang rumahnya tidak terlalu jauh dari lokasi pendakian.


" Wah seru tempatnya ya, sejuk loh udaranya!" ucap Abigail senang sekali.


Dani dan Deniz beserta 5 orang senior santri yang dititipkan oleh ayahnya Dani tampak menatap ke sekeliling lokasi.


" Tempatnya memang indah sekali!" ucap salah seorang santri yang ikut dengan Dani yang bernama Maulana.


Salah seorang lainnya bernama Wahyu terus menatap Deniz dengan lekat. Sehingga membuat Deniz merasa tidak nyaman.


" Dan, kenapa santri Babahmu itu terus menatapku seperti itu dari tadi? Apakah ada yang salah denganku?" tanya Deniz berbisik di telinga Dani sambil terus melihat Wahyu yang masih menatapnya tanpa berkedip.


" Ada apa Kang? Kenapa kau dari tadi terus menatap Deniz?" tanya Dani terheran.


Pemuda bernama Wahyu pun kemudian gelagapan mendapatkan pertanyaan itu.


" Aku melihat sepertinya ada Aura mendung yang melingkupi tubuh gadis itu!" ucap Wahyu sambil menatap Deniz yang merasa tidak nyaman kepada nya.


Wahyu kemudian meninggalkan mereka berdua dan pergi mendekati teman-temannya yang lain yang tadi tampak sedang sibuk membangun kemah di sekitar lokasi pendakian yang besok akan mereka tuju.


Karena waktu sudah hampir sore, jadi mereka memutuskan untuk menginap dulu di tempat itu dan mereka akan melanjutkan perjalanan pendakian besok pagi.


" Para anak laki-laki, apakah sudah siap kemahnya? Bagi yang anak perempuan, ayo pergi masak untuk makan malam kita semua!" perintah Dani dengan tegas mengorganisir anggotanya agar bekerja sama supaya semuanya efisien dan tidak ada yang merasa di aniyaya.


Setelah semua tenda sudah siap di area perkemahan dan makanan juga sudah siap. Mereka semua pun berkeliling di depan api unggun yang sudah menyala dengan terang benderang.

__ADS_1


Sambil makan malam bersama dan menyanyikan lagu. Mereka tampak begitu bahagia dengan suasana di tempat itu.


Deniz yang merasa sangat senang dan juga tertarik dengan sebuah kupu-kupu yang tiba-tiba saja terbang di atas kepalanya.


Denis berusaha mengejar kupu-kupu itu dia tidak memperdulikan panggilan Dani. Tanpa disadari ternyata Deniz telah pergi jauh meninggalkan teman-teman yang lain karena begitu asyik mengajar kupu-kupu itu.


" Ya ampun di mana aku? Kok bisa-bisanya aku pergi sejauh ini?" tanya Deniz merasa bingung dan mulai takut.


Deniz kemudian kembali lagi ke jalan yang tadi dia lewati. Deniz berusaha untuk mengingat kembali perjalanannya dari tempat perkemahan menuju tempat yang sekarang dia berdiri.


" Ya Allah aku tampaknya tersesat di hutan ini." ucap Deniz mulai lemas karena sudah mulai ketakutan.


Saat Deniz berusaha untuk mencari jalan kembali dari kejauhan Deniz seperti melihat sebuah gubuk dengan lampu yang menyala di dalamnya.


" Untunglah ada gubuk di sana. Aku akan ke sana dulu. Mungkin saja mereka bisa membantuku untuk kembali ke perkemahan!" Deniz pun kemudian menuju gubuk yang tadi dia lihat dari kejauhan.


Begitu sampai di depan gubuk yang dia tuju, Deniz langsung berteriak mengucapkan salam kepada pemilik gubuk tersebut.


" Assalamualaikum! Apakah di dalam ada orang?" tanya Deniz sambil menggedor pintu secara perlahan.


Terdengar suara kursi yang berderit karena digeser oleh pemiliknya kemudian pintu pun dibuka dari dalam.


Deniz terkesiap menyaksikan seorang pria tampan di hadapannya yang sedang tersenyum kepadanya.


" Waalaikumsalam. Apakah ada yang bisa saya bantu, Nona?" tanya pemuda tampan itu sambil tersenyum kepada Deniz.


Deniz yang masih tersihir dengan ketampanan pria yang berdiri di hadapannya. Masih belum sadar sampai akhirnya pemuda itu menepuk bahunya dan membuat Deniz gelagapan dibuatnya.


" Maafkan aku mengganggu kamu. Aku tersesat di hutan ini saat mengejar kupu-kupu yang sangat cantik bentuknya. Apakah kau bisa membantuku untuk kembali ke tempat teman-temanku sedang berkemah?" tanya Deniz dengan suara gugup karena dia merasa tidak kuasa untuk menatap mata yang begitu bening yang saat ini sedang melihat ke arahnya dengan lekat.

__ADS_1


__ADS_2