
Raja Abiyaksa tersenyum melihat Deniz kini sudah bisa melindungi dirinya dari orang yang berniat jahat terhadapnya.
" Aku senang akhirnya kau memiliki kemampuan untuk melawan orang lain!" ucap Abiyaksa tersenyum sumringah.
Narendra tampak tidak suka melihat interaksi antara Raja Abiyaksa dan Deniz yang tampak mulai akrab setelah Deniz mengetahui bahwa laki-laki yang ada di hadapannya adalah temannya saat dia berkunjung ke rumah kedua orang tuanya.
" Ini bukan kekuatanku sendiri Yaksa. Aku rasa kekuatan yang kumiliki saat ini adalah milik Putraku yang masih ada di dalam kandunganku!" ucap Denis memberikan keterangan yang sesungguhnya kepada raja biasa yang manggut-manggut dan mengerti apa yang di katakan oleh Deniz.
Narendra berkali-kali berdeham mencoba untuk memisahkan Deniz dan Raja Abiyaksa.
Deniz yang menyadari bahwa suaminya saat ini sedang cemburu melihat dirinya dekat dengan Raja Abiyaksa, dia pun kemudian menggenggam telapak tangan suaminya dan tersenyum kepada Narendra.
" Yaksa. Aku ingin kau segera menarik semua prajuritmu dari kerajaan istana kucing dan jangan pernah berpikir lagi untuk mengajak berperang kerajaan kami. Akan aku pastikan kalau kau akan kehilangan sahabatmu ini kalau kau keukeuh mau perang juga!" ucap Deniz sambil menaruh tangannya di kening untuk menahan kepalanya yang sedang pusing sekali karena memikirkan perang.
Terlihat Raja Abiyaksa tertawa mendengarkan perkataan dari Deniz.
" Kalau kau mau menikah denganku dan mau menjadi istriku. Aku yakin dan pastikan bahwa tidak akan pernah ada perang di antara kerajaan kita!" ucap Raja Biasa sambil tersenyum kepada Dennis yang auto melotot mendengarkan ucapannya.
Deniz langsung berkacak pinggang di hadapan Raja Abiyaksa.
" Apa kau tidak melihat perutku yang sedang membenci sebesar ini?" tanya Deniz sambil melihat kepada Raja Abiyaksa.
Semua yang hadir di aula istana kerajaan kucing tidak ada yang berani menyela pembicaraan antara Denuz dan Raja Abiyaksa termasuk Raja dan Permaisuri karena mereka tahu akan berakibat fatal kalau sampai terjadi kesalahan yang tanpa di sengaja.
" Tidak masalah bagiku. Kalau kau mau, aku akan menerima anak itu untuk menjadi keturunanku. Atau setelah dia lahir kita akan memberikannya kepada Pangeran Narendra sebagai ayahnya!" ucap Raja Abiyaksa dengan penuh percaya diri.
Deniz langsung menoyor kepala Raja Abiyaksa ketika dia bangkit dan bergerak dengan sangat cepat. Sehingga tidak ada siluman lain yang mampu melihat gerakannya kecuali Narendra, Raja kucing dan sang permaisuri atau ibunya Narendra.
__ADS_1
Narendra sampai menggelengkan kepalanya. Melihat kelakuan absurd istrinya yang sangat berani mati melakukan hal itu kepada Raja Abiyaksa yang terkenal kejam dan jahat.
" Seenaknya saja kau bicara Yaksa! Apa kau pikir anakku itu barang yang bisa kau ambil dan kau pungut sesukamu? Lalu kalau kau tidak suka, bisa kau buang begitu saja?" ucap Deniz dengan ketus.
Narendra yang sudah bersiap-siap hendak melindungi Deniz tampak terkesiap melihat Raja Abiyaksa malah tertawa terbahak saat dia mendengar perkataan Deniz.
Raja Abiyaksa tidak marah sama sekali ketika Deniz yang mentoyor kepalanya begitu saja di hadapan semua siluman yang ada di aula itu.
Akan tetapi lalu Raja Abiyaksa kemudian melihat ke arah Narendra yang tampak begitu tegang melihat interaksi istrinya dengan musuhnya yang seperti sedang bermain dagelan baginya.
Sampai saat ini Narendra masih belum mempercayai bahwa Deniz benar-benar memiliki hubungan yang akrab dengan musuhnya yang telah mencetuskan ide peperangan untuk kerajaan yang saat ini sedang dipimpin oleh ayahnya.
" Pangeran Narendra! Sebaiknya kau lepaskanlah saja istrimu untuk menjadi istriku yang sah. Maka aku akan langsung menarik semua prajurit yang aku bawa hari ini!" ucap Raja Abiyaksa tanpa tedeng aling-aling.
Pangeran Narendra sudah bersiap untuk menyerang Raja Abiyaksa sampai Denislz kemudian bangkit dan kembali memukul kepala Raja Abiyaksa tetapi sekarang jauh lebih keras, tidak seperti tadi yang hanya asal menempel saja di kepalanya.
" Aku kan sudah bilang padamu. Cepat kau tarik semua prajuritmu atau aku akan mengibarkan bendera perang kepada-mu dan akulah yang akan menjadi pemimpin para prajurit untuk memusuhimu!" ucapan Deniz yang begitu gagah berani benar-benar sangat membuat semua siluman yang ada di aula itu terkejut sekali. Tidak terkecuali dengan Narendra dan sang Raja Kucing.
Terlihat Narendra tertawa terbahak, ketika dia mendengarkan semua ucapan Deniz yang menurutnya sangat lucu.
" Sudahlah Deniz. Sekarang lebih baik kau tunggu saja di kamarmu. Nanti aku akan segera menjemputmu dan membawamu ke kerajaan ular hijau untuk menjadikanmu sebagai permaisuriku!" ucap Raja Abiyaksa sambil nyengir di hadapan Deniz.
Deniz kemudian tersenyum melihat Raja Abiyaksa yang menurutnya sangat lucu.
" Apa kau tahu kalau aku sudah memberikan racun ke tubuhmu?" Tanya Deniz dengan senyum penuh kemenangan.
Raja Abiyaksa terkejut ketika mendengarkan perkataan Deniz yang aneh menurutnya.
__ADS_1
' Kenapa Deniz mengatakan kalau aku sudah diberikan racun olehnya? Seingatku dari tadi aku tidak mau makan maupun minum apapun yang disuguhkan oleh mereka!' bathinnya.
Deniz tertawa melihat kebingungan diraut wajah Raja Abiyaksa.
Bukan hanya Raja Abiyaksa yang sedang bingung saat ini. Begitu juga seluruh siluman yang saat ini ada di aula itu.
" Kau ingatkan Yaksa? Kalau aku tadi telah memukul kepalamu sebanyak dua kali?" tanya Deniz sambil menaik turunkan alisnya dengan senyum usil dan jahil yang berkembang di bibir cantik nya.
Raja Abiyaksa seperti mengingat-ingatnya. Kemudian dia mengangguk, membenarkan apa yang dikatakan oleh Deniz.
" Bagaimana caranya Kau memberikan racun kepadaku Deniz? Aku tidak merasa kalau aku saat ini sedang keracunan!" ucap Raja Abiyaksa masih tanpa kalem dan seperti tidak memperdulikan ucapan Deniz.
Deniz kemudian menerangkan bahwa racun yang dia gunakan adalah semacam wewangian yang tidak terlihat dan juga tidak terasa. Setelah Raja Abiyaksa mengerahkan ilmu tenaga dalamnya, barulah racun itu akan memberikan efek domino yang akan segera melumpuhkan seluruh sel saraf dan juga otaknya hanya dalam hitungan detik.
Raja Abiyaksa tampak kesulitan menelan salivanya sendiri. Ketika dia mendengarkan keterangan Deniz yang begitu percaya diri.
" Kau pasti bohong kan Deniz? Aku gak percaya. Tidak mungkin kau begitu tega meracuniku kan? Bukankah katamu kalau kita adalah sahabat?" tanya Raja abiyaksa mulai bimbang dengan keyakinan dirinya sendiri karena dia merasa tubuhnya mulai seakan melemah persis seperti yang dikatakan oleh Deniz tadi.
' Ah sialan! Kenapa bisa-bisanya aku terjatuh dalam jebakan Deniz? Dan kenapa aku bisa lengah seperti ini?' bathin Raja Abiyaksa merasa telah tertipu oleh Deniz dengan wajah Innocent nya yang sejak tadi seakan-akan tidak memberikan permusuhan kepadanya.
" Kau jangan coba-coba mengerahkan ilmu tenaga dalammu atau racun itu akan semakin parah merusak sel-sel sarafmu?" ucap Deniz sambil tersenyum kepada Narendra yang sejak tadi terus tegang wajahnya.
Raja Abiyaksa yang tadi berniat untuk mengerahkan tenaga dalamnya dan bersiap untuk menyerang Narendra. Dia akhirnya menarik kembali tenaga dalamnya karena dia tidak bisa bermain judi dengan nyawanya sendiri yang amat berharga bagi kerajaannya.
" Katakan padaku. Apa yang harus kulakukan untuk aku bisa mendapatkan penawar dari racun yang sudah kau berikan padaku?" tanya Raja Abiyaksa to the point.
Karena bagaimanapun dia tidak mau melewatkan waktu terbaik untuk mengobati racun yang ada di dalam tubuhnya yang mulai menyiksanya.
__ADS_1