Menikah Dengan Pangeran Dari Alam Ghaib

Menikah Dengan Pangeran Dari Alam Ghaib
167. Semangat


__ADS_3

Setelah kembali dari alam siluman, terlihat Pangeran Narendra seperti sedang sedih terus.


"Ada apa Sayang? Kenapa dari tadi aku perhatikan kamu terus saja melamun?" tanya Deniz sambil duduk di samping suaminya.


"Tidak apa-apa. Aku hanya berpikir tentang kedua orangtuaku. Kenapa aku merasa bahwa mereka sekarang semakin tua dan semakin lemah?" tanya Pangeran Narendra sambil menatap Deniz dengan tatapan yang sayu.


Deniz tahu kalau saat ini suaminya sedang merindukan kedua orangtuanya.


"Pergi saja ke alam siluman sayang, kalau kamu benar-benar merindukan kedua orangtuamu. Aku tidak apa-apa kok di sini bersama dengan anak-anak!" Deniz tersenyum kepada Pangeran Narendra yang terkejut mendengarkan ucapan istrinya.


Pangeran Narendra sendiri tidak tahu kenapa dia sekarang terus saja memikirkan tentang kedua orangtuanya sejak pertemuan mereka di pernikahan Putri Hana dan Pangeran Wangen.


"Apakah benar kamu tidak keberatan kalau aku pulang ke alam siluman?" tanya Pangeran Narendra berusaha mengkonfirmasi apa yang dikatakan istrinya.


"Iya, tidak apa-apa sayang. Pergilah! Lagipula saat ini aku sedang hamil muda. Aku tidak bisa melakukan perjalanan ke dua alam; itu akan sangat berbahaya untuk kandunganku!" Deniz mengingatkan suaminya bahwa saat ini dia sedang hamil.


Pangeran Narendra menepuk jidatnya karena baru ingat tentang hal itu.


"Ayolah sayang!! Aku tidak mungkin bisa meninggalkanmu kalau seperti ini!" Pangeran Narendra langsung menggelengkan kepalanya dan akhirnya memilih untuk masuk ke dalam kamar mereka.


Deniz mengikuti langkah suaminya dan berderap masuk ke dalam kamar.


"Memangnya kenapa sayang?" tanya Deniz merasa heran dengan ucapan suaminya.


"Sayang!! Aku takut kalau kamu akan mengalami hal yang sama seperti ketika hamil Pangeran Panji." Pangeran Narendra kemudian menggenggam telapak tangan Deniz.

__ADS_1


Deniz tersenyum kepada suaminya.


"Kamu jangan khawatir, sekarang aku mempunyai ketahanan batin yang kuat dan aku juga sudah mempelajari banyak ilmu untuk bisa bertahan dalam menghadapi situasi semacam ini dari Nyi Ratu Penguasa Pantai Selatan. Tenanglah sayang. Aku akan baik-baik saja!" Deniz berusaha untuk menenangkan suaminya.


"Baiklah sayang. Kalau kamu merasa khawatir dengan keadaanku, mak aku akan tinggal bersama dengan Pangeran Panji dan Minsi selama kepergianmu ke alam siluman.


"Aku hanya akan pergi sebentar ke sana," Pangeran Narendra memeluk Deniz kemudian menciumnya dengan lembut.


"Percayalah Sayang. Aku hanya akan pergi sebentar ke sana dan menengok kedua orangtuaku. Setelah itu, aku akan kembali lagi kemari. Tapi sebaiknya selama aku pergi, kamu tinggal bersama dengan Pangeran Panji dan istrinya. Setidaknya kekuatan mereka bisa melindungimu dari makhluk-makhluk jahil yang pasti akan mengganggumu!" Pangeran Narendra mengutarakan pendapatnya kepada Deniz.


Deniz akhirnya mengangguk dan setuju dengan apapun yang dikatakan oleh suaminya. Karena bagaimanapun, Deniz tidak ingin sampai suaminya merasa tidak tenang hatinya selama berada di alam gaib.


Deniz sendiri merasa heran dengan perasaannya selama beberapa hari ini yang terus saja kepikiran dengan raja dan ratu siluman kucing.


Deniz sebenarnya ingin sekali mendampingi Pangeran Narendra ke alam siluman, akan tetapi kehamilannya benar-benar menghalangi dia untuk bergerak bebas ke dua alam yang saling bertentangan satu sama lain.


"Baiklah, aku beristirahat, sayang. Aku akan mempersiapkan diri untuk segera berangkat ke alam siluman. Aku akan berwirid hingga tengah malam nanti agar energiku kembali pulih. Kamu tahu bukan?? Tinggal di alam manusia benar-benar menguras energiku luar biasa, apalagi ketika aku harus menampakan wujudku di hadapan manusia lainnya!" Deniz memeluk suaminya yang wajahnya sudah mulai pucat sejak tadi.


"Baiklah sayang. Lakukanlah apapun yang bisa membuatmu kembali baik lagi!" Deniz kemudian masuk ke dalam kamarnya dan membiarkan suaminya masuk ke mushola pribadi yang ada di apartemen mereka.


Deniz menatap sendu kepada suaminya yang sudah banyak berkurban agar bisa bersama dengannya.


Apabila energi suaminya habis tersedot karena kelelahan yang luar biasa, maka secara otomatis Pangeran Narendra akan berubah menjadi seekor kucing yang lucu dan menggemaskan.


Kadang-kadang Deniz meminta kepada Pangeran Narendra untuk berubah menjadi seekor kucing pada malam hari, agar energinya tidak terlalu terkuras habis selama berada di dunia manusia. Saat tubuh Pangeran Narendra dalam keadaan sebagai seekor kucing, maka secara otomatis energinya akan pulih kembali secara perlahan tanpa harus melakukan wirid semalam suntuk.

__ADS_1


Deniz bisa melihat pengorbanan yang begitu besar yang diperlihatkan oleh suaminya hanya untuk bisa bersamanya.


"Semoga Allah akan selalu melindungi pernikahan kita berdua," doa Deniz dengan mata berkaca-kaca.


"Apakah aku salah sayang? Dengan menahanmu berada di sini, di sampingku, aku tahu bahwa kamu menderita karena selalu harus kehabisan energi setiap hari. Untung saja di alam manusia tidak ada musuhmu jika kamu memiliki musuh, pasti mereka akan kamu gunakan untuk membumihanguskan kamu!" Deniz benar-benar merasa bersalah dan juga kebingungan dalam menyikapi keadaan saat ini di antara mereka.


Karena perasaan yang begitu lelah, akhirnya Deniz pun tidur dengan gelisah. Memikirkan suaminya akan pergi ke alam gaib benar-benar membuat Deniz agak khawatir.


Sejak tinggal di alam manusia, kekuatan Pangeran Narendra semakin merosot dan terus kehabisan energi murni yang membuatnya terkadang seperti cangkang kosong yang tidak mempunyai kekuatan apapun.


"Ya Allah, lindungilah selalu suamiku, di mana pun dia berada!" Deniz akhirnya tidur nyenyak dan tidak tahu ketika suaminya pergi menuju ke alam gaib untuk bertemu dengan kedua orangtuanya.


Setelah tiba di istana kerajaan kucing, Pangeran Narendra sangat terkejut melihat pasukan besar dari kerajaan ular hijau yang dipimpin oleh Raja Abiyaksa sedang bertarung melawan prajurit yang ia latih selama ini. Maka, Pangeran Narendra segera memanggil Pangeran Panji dan Mahaguru untuk membantunya melawan pasukan Raja Abiyaksa. Ia pun meminta bantuan dari kerajaan siluman ular hijau yang dipimpin oleh Raja Abimana, suami adiknya, Putri Kameswari.


Beruntung, Pangeran Narendra telah berwirid sepanjang hari ketika berada di dunia manusia, sehingga energinya sudah kembali penuh dan siap bertarung dengan kejamnya Raja Abiyaksa. Begitu mendapatkan kode bahaya dan panggilan dari Pangeran Narendra, Pangeran Panji, Mahaguru, dan Raja Abimana datang untuk membantu di istana kerajaan siluman kucing.


"Akhirnya, kau datang juga, Pangeran Narendra! Hahaha! Aku kira kau sedang bersembunyi di bawah ketek istrimu! Akhirnya, kau menampakkan batang hidungmu juga!" kata Raja Abiyaksa, yang sangat jumawa dan sombong, dihadapannya.


" Apa yang sedang kau lakukan di sini Raja Abiyaksa? Rupanya kau belum juga kapok berurusan dengan kami?" tanya Pangeran Narendra merasa kesal kepada Raja Abiyaksa.


" Aku akan terus mencari gara-gara denganmu dab terus mengejar kamu, sampai aku bisa mendapatkan Deniz untuk menjadi Permaisuriku!" ucap Raja Abiyaksa dengan mata berapi-api.


Pangeran Narendra hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat kelakuan Raja Abiyaksa yang benar-benar sudah kelewatan batas menurutnya.


" Lakukan saja apa yang kau sukai. Tapi yang jelas, Deniz selama ini hanya akan menjadi istriku hanya akan menjadi Permaisuriku!" mendengar apa yang dikatakan oleh pangeran Narendra, Raja Abiyaksa semakin murka saja.

__ADS_1


__ADS_2