Menikah Dengan Pangeran Dari Alam Ghaib

Menikah Dengan Pangeran Dari Alam Ghaib
98. Usaha


__ADS_3

Setelah Pangeran Narendra tidak ada lagi bersama dengan mereka. Deniz pun kemudian meminta kepada Pangeran Panji untuk keluar dari tempat persembunyiannya.


" Putraku keluarlah ibunda tahu kalau kau ada di situ!" perintah Deniz kepada Pangeran Panji yang saat ini benar-benar sedang bersembunyi di antara bunga mawar yang sedang mekar.


Pangeran Panji pun kemudian keluar dengan merubah wujudnya menjadi manusia.


Deniz benar-benar terkesiap karena ternyata benar, kucing itu adalah Pangeran Panji. kucing yang setiap malam kalau tidur selalu dia peluk ternyata adalah putranya sendiri.


Deniz benar-benar terharu dengan usaha putranya yang begitu menginginkan untuk bisa tinggal bersama dengan dirinya.


" Maafkan saya ibunda kalau sudah membuat ibunda khawatir!" ucap Pangeran Panji sambil menundukkan kepalanya. Bagaimanapun dia badung dan bandel ketika di tempat lain. Tetapi tetap saja, ketika berhadapan dengan Deniz dia tidak berani berbuat macam-macam ataupun membuat ibunya merasa marah kepadanya.


" Putraku Kalau kau memang ingin bersama dengan ibunda, tinggal katakan saja sayang. Ibu bisa meminta izin kepada ayahmu agar kau bisa tinggal di alam manusia bersama dengan Ibunda!" ucap Denis ketika dia melihat Pangeran Panji yang menundukkan kepalanya karena takut kepada sang Ibunda.


" Maafkan aku ibu. Aku hanya ingin bersamamu. Sepanjang aku hidup di dunia ini, aku tidak pernah merasakan belaian kasih sayangmu. Sungguh ibunda. Selama beberapa hari aku tinggal di alam manusia dan selalu engkau sayangi hatiku bahagia sekali!" ucap Pangeran Panji dengan mata berkaca-kaca.


Deniz memeluk putranya dengan erat. Dia tahu bahwa dirinya telah bersalah kepada putranya. Karena telah memilih untuk tinggal di alam manusia, tanpa pernah memikirkan tentang perasaan putranya yang pasti merindukan kasih sayangnya sebagai seorang ibu.


" Maafkan ibunda nak. Selama ini ibunda hanya memikirkan untuk keselamatanmu, tapi ibunda tidak memikirkan tentang batinmu yang pasti merindukan kasih sayang seorang ibu!" ibu dan anak pun terlihat menangis satu sama lain.


Narendra yang saat ini sedang melihat adegan mengharukan itu pun,dia tidak bisa, untuk tidak ikut bersedih dan menitikkan air mata. Perasaan haru dan juga merasa bersalah benar-benar sedang merasuki hatinya yang halus dan peka.


" Maafkan aku sebagai suami dan sebagai ayah aku tidak mampu untuk melindungi keluarga kita agar tetap bisa berkumpul bersama aku yang kurang kemampuan sehingga membuat keluarga kita harus terpisah seperti ini!" tampak bulir air mata bening mengalir di kelopak mata Narendra.


Pangeran kucing yang tampan dan begitu mempesona dengan mata birunya saat ini sedang menangis sedih dan pilu melihat anak dan istrinya yang saat ini sedang menangis dan saling berpelukan.


" Kalau kau ingin tinggal bersama dengan ibunda. Katakanlah Nak. Ibunda akan mengatakan kepada ayahmu, agar ayahmu mengijinkan kau tinggal bersama dengan Ibunda!" ucap Deniz sambil mengelus kepala Pangeran Panji yang saat ini sedang menangis di dalam pelukannya.


" Maafkan aku sayang. Tapi aku tidak bisa mengijinkan anak kita untuk tinggal di alam manusia. Alam manusia begitu keras dan juga pelik. Aku tidak bisa membiarkan anak kita hidup dalam bahaya!" ucap Pangeran Narendra yang tiba-tiba sudah berada di antara mereka berdua.


Pangeran Panji sudah ketakutan melihat ayahnya yang saat ini sedang menatapnya dengan tajam.


" Katakan padaku Pangeran panji. Kenapa kamu menyerang manusia dan mencakarnya sampai seperti itu? Kau gunakan cakar beracun untuk melukai dia?" tanya Pangeran Narendra kepada putranya yang sekarang telah berubah menjadi seorang manusia bukan lagi menjadi seekor kucing.


" Kau tahu kan bahwa kita sudah memiliki perjanjian. Untuk tidak saling melukai dengan alam manusia?" tanya Pangeran Narendra kepada Pangeran Panji yang sontak terkejut karena ayahnya mengetahui semua yang dia lakukan selama berada di alam manusia.


" Kau menyelinap dari alam siluman ke alam manusia dengan wujudmu sebagai seekor kucing dan tinggal bersama dengan Ibumu, itu masih bisa ayah maafkan. Tapi kenapa kau sampai mencakar manusia lain dengan menggunakan cakar beracun? Hal itu benar-benar sangat berbahaya sekali anakku! Cepat katakan pada ayah. Kenapa kau melakukan itu? Ayah tahu Kau bukanlah seorang pangeran yang jahat ataupun berhati keji!" ucap Narendra berusaha untuk mendapatkan jawaban dari putranya yang sampai saat ini masih berada di pelukan istrinya tercinta.

__ADS_1


" Ayahanda! Manusia itu keji dam dia tadi hendak menyerang ibunda. Oleh karena itu aku berusaha untuk melindungi ibundaku dari serangan wanita yang jahat itu!" ucap Pangeran Panji berusaha untuk menjelaskan segalanya kepada sang ayah agar tidak salah paham kepada dirinya yang berusaha untuk melindungi ibunya yang tercinta.


" Kau tahu kan Panji dengan kamu melarikan diri dari istana dan menyelinap ke alam manusia dengan wujudmu sebagai seekor kucing. Kau bisa dihukum di ruang bawah tanah selama satu bulan lamanya. Apa kau tahu itu anakku?" tanya Pangeran Narendra.


" Ananda tahu ayah tapi Ananda hanya ingin bertemu dengan ibunda karena aku sangat merindukannya!" Deniz kemudian mendekati Pangeran Narendra berusaha membujuk suaminya agar tidak terlalu keras terhadap Putra mereka.


" Kalau kau berani menghukum anakku. Lihatlah aku tidak akan pernah mau bertemu denganmu lagi!" ancam Deniz kepada suaminya ketika dia melihat Pangeran Narendra yang hendak mendekati Pangeran Panji untuk membawanya kembali ke istana kerajaan kucing yang ada di alam siluman.


" Kenapa begitu sayang? Kalau kita tidak menghukumnya, maka Pangeran Panji akan selalu berbuat kesalahan seperti ini. Apa kau mau kalau Putra kita menjadi orang yang tidak bertanggung jawab dengan perbuatan buruknya?" tanya Pangeran Narendra sambil terus menatap Pangeran Panji dengan lekat.


" Kalau bertemu dengan ibunya adalah sebuah dosa dan kalau melindungi ibunya adalah sebuah dosa. Maka biarlah aku yang akan menanggung semua dosa itu, tapi kau Lepaskanlah Putraku!" ucap Deniz sambil berdiri di hadapan Pangeran Narendra yang tampak begitu frustasi melihat istrinya yang saat ini terus melindungi putranya dari jangkauan tangannya.


Narendra terus menatap Deniz dengan lekat. Sungguh dia tidak berdaya kalau sudah berhadapan dengan istrinya.


Apalagi kalau istrinya sudah mengancam tidak akan bertemu dengan dia lagi. Maka alamat Narendra akan merasa terancam betul-betul kesejahteraan hidupnya.


" Tolong izinkan Putraku untuk tinggal bersamaku selama beberapa bulan ke depan. Setidaknya sampai dia memiliki kekasih dan siap untuk menikah!" ucap Deniz meminta izin kepada suaminya yang langsung menggelengkan kepala tidak setuju dengan keinginannya.


" Kau benar-benar tidak akan mengijinkan Putraku untuk tinggal bersamaku?" tanya Deniz dengan tatapan horor yang membuat Pangeran Narendra benar-benar tidak bisa berkutik untuk melawan sang istri tercinta.


" Sudahlah ibunda tidak usah memaksakan kehendak kepada Ayahanda lagi. Sku tahu Ayahanda pasti tidak akan mau untuk mengizinkanku tinggal bersama denganmu. Karena ayahanda memang tidak menyayangi aku!" ucap Pangeran Panji merasa sangat sedih dengan pemikirannya sendiri.


" Panji. Ayahanda benar-benar sangat menyayangimu dan kau harus percaya itu Nak. Hanya saja apa yang kau minta itu benar-benar sangat sulit Nak! Kau tahu kan kau akan mengalami begitu banyak kesulitan kalau berada di dunia manusia tanpa memiliki perlindungan yang cukup!" ucap Pangeran Narendra terus berusaha untuk membujuk putranya agar tidak keras kepala.


" Tenanglah Ayahanda. Aku memiliki kemampuan yang hebat dan aku percaya bahwa aku bisa untuk melindungi diriku sendiri dari kejahatan manusia lainnya!" ucap Pangeran Panji meyakinkan ayahnya bahwa dengan kekuatannya dia bisa menaklukkan alam manusia dan hidup bersama dengan ibunya dalam kedamaian.


Pangeran Panji terus menetap ke arah Deniz yang sejak tadi terus melotot ke arahnya tanpa berkedip sedikit pun.


" Sayang. Apa kau benar-benar serius dengan ancamanmu itu? Kalau kau tidak akan mau menemuiku lagi kalau aku tidak mengizinkan Putra kita untuk tinggal bersamamu?" tanya Pangeran Narendra dengan wajah sedih sehingga membuat Deniz menjadi serba salah di buatnya.


Di satu sisi dirinya harus berdiri diantara Pangeran Narendra dan Pangeran Panji. Dua pria tampan yang sama-sama dia sayangi dan sama-sama penting di dalam hidupnya.


" Aku hanya ingin memberikan sedikit kebahagiaan kepada Putraku. Memang salahku karena aku sudah meninggalkan dia sejak dia baru lahir. Tolonglah Pangeran. Berikanlah sedikit kelonggaranmu untuk putra kita dan juga ibu yang merindukan anaknya ini agar bisa hidup bersama!" ucap Deniz dengan mata berkaca-kaca membuat Pangeran rendah benar-benar bingung harus melakukan apa.


" Baiklah Pangeran Panji. Kalau kau ingin tinggal di alam manusia bersama dengan ibumu, Kakek tidak masalah. Tetapi kau harus berjanji bahwa kau tidak boleh membuat masalah selama tinggal di alam manusia!" tiba-tiba saja raja kucing sudah berdiri di antara mereka bertiga dengan tongkat kebesarannya yang dia pegang di tangan kanannya.


Pangeran Panji dan Pangeran Narendra langsung bersujud di bawah kaki sang raja yang begitu tampan dan rupawan.

__ADS_1


Denis sekarang mengerti dari manakah Pangeran Narendra memiliki wajah yang begitu rupawan. Ternyata dari sang raja yang memiliki wajah super tampan.


Padahal usia raja kucing sudah di atas 400 tahun. Tetapi dia masih nampak muda dan nampak bugar.


" Ayahanda apakah Ayah serius kalau Pangeran Panji diperbolehkan untuk tinggal di alam manusia?" tanya Pangeran Narendra kepada ayahnya yang terlihat tersenyum.


" Pangeran Panji memiliki ilmu yang sangat kuat dan juga sangat hebat dia bisa melindungi dirinya sendiri dan juga ibunya selama berada di alam manusia. Ayahanda yakin kalau Pangeran Panji bisa melindungi dirinya sendiri selama dia berada di alam manusia!" ucap sang raja sambil tersenyum kepada Pangeran Panji yang sontak langsung memeluknya karena merasa sangat bahagia.


Ya Pangeran Panji sangat bahagia sekali karena dia diperbolehkan oleh sang kakek untuk bisa tinggal bersama dengan ibunya yang tercinta.


Ibu yang selama ini selalu dia rindukan karena sejak dia lahir ibunya tidak pernah ada di sisinya karena ibunya harus berjuang untuk kembali sehat seperti sedia kala setelah melahirkan dirinya.


Pangeran Panji sangat tahu perjuangan seperti apa yang sudah dilewati oleh Deniz setelah melahirkan dirinya di alam siluman.


" Lalu, Apakah kalau saya pun ingin tinggal bersama istriku? Apakah diperbolehkan?" tanya Pangeran Narendra kepada ayahnya dengan takut-takut.


Raja kucing tahu bahwa putranya memang mencintai Deniz luar biasa dan sangat sulit untuk memisahkan mereka karena memang darah mereka sudah dipersatukan sejak Denis masih kecil sehingga mereka tidak bisa berpisah walau apapun yang terjadi hanya maut yang bisa memisahkan mereka berdua.


" Sabarlah Putraku. Srtidaknya sampai Pangeran Panji sudah berhasil menikah dengan wanita pujaannya. Maka kalian sekeluarga bisa tinggal berkumpul bersama di manapun kalian inginkan!" Pangeran Narendra terlihat lemas seketika mendengarkan perkataan ayahnya yang tidak mengizinkan dirinya untuk bisa berkumpul dengan istrinya.


" Ayahanda tidak adil! Ayah memperbolehkan Pangeran Panji untuk bersama dengan istriku tapi kenapa aku sebagai suaminya malahan tidak diperbolehkan untuk bersama dengan istriku?" tanya Pangeran Narendra sambil cemberut kepada ayahnya.


Deniz yang sejak tadi hanya memperhatikan interaksi mereka bertiga. Dia pun merasa kasihan kepada suaminya yang pasti merindukan kebersamaan mereka sebagai keluarga yang utuh.


" Sayang bukankah sekarang kita sudah bisa bertemu kapanpun kita inginkan? Percayalah kapanpun kau membutuhkanku aku pasti bisa datang untuk menemuimu!" ucap Deniz berusaha untuk menghibur suaminya yang saat ini sedang sedih karena ditolak keinginannya oleh ayahnya.


Raja kucing kemudian mengajak Pangeran Narendra untuk kembali ke istana kucing karena sudah terlalu lama mereka berada di alam manusia dan itu tidak baik untuk kekuatan mereka yang terhisap secara perlahan-lahan.


" Pangeran Panji gunakanlah kalung ini untuk melindungi kekuatanmu agar tidak terserap habis ketika kau berada di alam manusia!" ucap raja kucing memberikan sebuah kalung yang bertahtakan batu berwarna hijau.


Pangeran Panji pun kemudian menggunakan kalung itu di lehernya seketika tubuh Sang Pangeran terasa begitu ringan.


" Ingatlah cucuku untuk selalu menggunakan kalung itu. Jangan kau lepaskan karena kau akan kehilangan kekuatanmu secara drastis selama kau berada di alam manusia!" pesan Raja kucing sebelum dia kembali ke alam siluman bersama dengan pangeran Narendra yang merasa sedih karena harus berpisah dengan istri dan anaknya.


" Maafkan aku karena aku masih belum bisa berkumpul bersama dengan kalian!" ucap Pangeran Narendra ketika dia berpamitan kepada Dennis untuk kembali ke alam siluman dan meninggalkan pangeran Panji bersama sang istri.


" Ingatlah anakku. Ketika kau merubah wujudmu menjadi manusia. Jangan sekali-kali kau melepaskan kalung Kalau. Kalau tidak, aura silumanmu pasti akan tertangkap oleh orang yang mempunyai kemampuan dan mengerti tentang ilmu gaib!" pesan Pangeran Narendra kepada putranya. Sebelum mereka meninggalkan alam manusia dan kembali ke alam siluman.

__ADS_1


__ADS_2