
"Kakak jangan fitnah ya!! Memangnya siapa yang ingin bermain licik di dalam pertandingan ini?" tanya Putri Ayuningtyas yang terlihat gugup karena ternyata apa yang dia pikirkan bisa dibaca oleh kakaknya yang cerdas dan pintar.
Jenderal Anom tersenyum melihat calon istrinya yang begitu menggemaskan dalam situasi semacam itu.
Jenderal Anom sangat yakin kalau dirinya bisa menang dalam melawan Putri Ayuningtyas. Bahkan Raja Narendra saja harus berpikir dua kali Apabila ingin melawan dirinya dalam sebuah pertandingan.
Jenderal Anom sungguh senang sekali dengan tantangan itu. Dia sangat berharap bisa menikahi Sang Putri karena cintanya untuk Putri Ayuningtyas sangat besar dan dia rela berkorban apapun demi mewujudkan cintanya pada Putri Ayuningtyas.
Setelah mereka berada di sebuah lapangan, di mana para prajurit sudah menjaga arena pertandingan itu dengan sangat ketat. Mereka memastikan tidak ada kelicikan di dalam pertandingan itu.
"Bagi siapa yang melakukan sebuah kelicikkan, maka dia harus menanggung konsekuensi untuk menerima hukuman dari lawan tandingnya. Apa kalian setuju?" tanya Raja Abiyaksa pada keduanya.
Jenderal Anom dan Putri Ayuningtyas langsung mengangguk dan menyetujui semua yang dikatakan oleh sang raja.
Setelah Raja Abiyaksa membacakan peraturan di dalam pertandingan itu, mereka berdua pun mulai bersiap untuk melaksanakan uji tanding dalam memutuskan perjodohan keduanya.
Jenderal Anom terlihat begitu percaya diri dalam pertandingan itu berbeda dengan Putri Ayuningtyas yang terlihat gugup dan khawatir kalau sampai dirinya kalah dan menikah dengan Jenderal Anom yang tidak pernah dia cintai sama sekali.
Pertarungan di antara keduanya terlihat begitu sengit dan seru. Tidak ada yang mau mengalah satu sama lain. Karena mereka berdua sama-sama sedang memperjuangkan prinsip hidup mereka masing-masing dan impian yang ingin mereka raih.
Jenderal Anom yang sudah terbiasa bertarung di arena terlihat begitu percaya diri dan memenangkan pertandingan dalam beberapa jurus lagi. Tapi tiba-tiba saja Putri Ayuningtyas malah menggunakan ilmu sihirnya untuk bisa melarikan diri dari tempat itu. Putri Ayuningtyas sudah bisa mengetahui hasil dari pertandingan itu bahwa dirinya pasti akan kalah dari Jenderal Anom yang hebat dan sakti.
__ADS_1
Jenderal Anom berusaha untuk mengejar Putri Ayuningtyas yang sedang berusaha kabur dari dirinya. Raja Abiyaksa terlihat begitu kecewa kepada adiknya yang tidak sportif dan menjunjung tinggi pertandingan tersebut.
"Kau sungguh sangat mengecewakanku adikku! Bukankah pertandingan ini kamu yang mengajukannya tapi kenapa malah kamu sendiri yang melakukan kecurangan seperti ini?" tanya Raja Abiyaksa ketika dirinya berhasil menangkap adiknya.
Putri Ayuningtyas yang mengetahui, bahwa dirinya tidak akan bisa kabur ataupun lepas, dari tali gaib yang dipasangkan oleh sang kakak pada tubuhnya. Dia mulai menangis terisak. Ya!! sekarang Putri Ayuningtyas mulai bermain dengan air mata yang selama ini selalu berhasil untuk membujuk kakaknya yang walaupun memiliki hati yang keras tetapi selalu lunak kepada dirinya.
" Apakah kakak begitu tega untuk membuat aku benar-benar menikah dengan laki-laki yang tidak kucintai?" tanya Putri Ayuningtyas dengan air mata yang sudah mulai berderai dari kelopak matanya.
Jenderal Anom sebenarnya tidak tega melihat wanita yang dia cintai menangis. "Bukankah tadi, pertandingan ini kau yang mengajukannya?" tanya Jenderal Anom pada Putri Ayuningtyas.
Putri Ayuningtyas menatap sengit kepada Jenderal Anom yang akhirnya menutup mulutnya karena dia tidak mau membuat wanita yang dia cintai merasa tidak nyaman kepadanya.
Raja Abiyaksa terlihat begitu kagum dengan Jenderal Anom yang masih bisa bersabar dalam menghadapi adiknya yang sangat tidak sopan dan keterlaluan sekali.
Putri Ayuningtyas semakin terisak memikirkan nasibnya yang akan dinikahkan paksa dengan laki-laki yang tidak dia cintai.
Jenderal Anom sebenarnya merasa tidak tega dengan Putri Ayuningtyas yang sejak tadi terus saja menangis terisak karena sedih dan merasa kesakitan tubuhnya.
Tadi, saat pertandingan berlangsung tanpa sengaja Jenderal Anom melukai Sang Putri lumayan dalam.
Mungkin kalau siluman biasa dia sudah pasti binasa karena luka itu. Akan tetapi Putri Ayuningtyas yang memiliki kekuatan batin yang sangat hebat dan juga kesaktian yang tinggi, dia masih bisa bertahan dengan luka yang ada di dalam tubuhnya.
__ADS_1
"Tuan Putri Aku akan berusaha untuk menolongmu dan menyembuhkan luka dalamku. Setelah aku menyembuhkanmu, maka Kau bisa memutuskan apakah akan melanjutkan perjodohan ini ataukah menghentikannya. Aku tidak akan memaksakan hasil pertandingan kita kepadamu. Kalau kau memang tidak menginginkan untuk menikah denganku!" Putri Ayuningtyas cukup terkejut mendengar apa yang dikatakan oleh Sang Jenderal.
"Kau serius dengan apa yang kau katakan?" Putri Ayuningtyas terlihat begitu sumringah dengan janji yang diberikan oleh Jenderal Anom.
"Jenderal Anom, kau jangan main-main dengan kata-katamu! Pertandingan itu diajukan sendiri oleh adikku. Maka Kau berhak untuk menikahinya sesuai dengan apa yang dia katakan, sebelum pertandingan itu dimulai." Putri Ayuningtyas yang tadi sudah merasa senang mendengar ucapan dari Jenderal Anom sekarang mulai cemberut lagi.
Putri Ayuningtyas kesal kepada kakaknya sendiri yang tidak membela dia sebagai adiknya.
"Kau sebetulnya kakakku ataukah musuhku? Kenapa dari tadi kau mendorongku untuk melakukan sesuatu yang tidak ku sukai?" tanya Putri Ayuningtyas terlihat misuh-misuh kepada Raja Abiyaksa.
Raja Abiyasa kemudian mendekati adiknya dia menatap Putri Ayuningtyas dengan lekat.
"Sebagai seorang ksatria, kau harus memegang janjimu sendiri. Kalau kau mau melarikan diri dari perjanjian yang sudah kau buat sendiri, itu sama saja kau dengan seorang pecundang yang tidak layak untuk dihargai di dunia persilatan!" Putri Ayuningtyas kesulitan menelan salivanya sendiri mendengar apa yang dikatakan kakaknya yang langsung mengena ke dalam hatinya.
"Kalau kau masih ingin menjaga kehormatan kakakmu ini di mata dunia. Maka menikahlah dengan tenang dengan Jenderal Anom. Maka aku akan semakin menghormatimu sebagai seorang kakak dan rajamu!" Putri Ayuningtyas tidak bisa berkata-kata lagi saat dia mendengar apa yang dikatakan kakaknya.
"Sekarang kau masuklah ke dalam kamarmu dan bersiap-siap untuk melaksanakan pernikahanmu dengan Jenderal Anom. Dua hari lagi, pernikahanmu akan kami siapkan dengan sangat meriah!" Putri Ayuningtyas Sampai terbelalak kaget mendengar apa yang dikatakan oleh Raja Abiyaksa.
"Dua hari lagi?? Kakak apa kau tidak salah minum obat?" tanya Putri Ayuningtyas yang sudah lemas seluruh tubuhnya membayangkan dirinya sebentar lagi akan menjadi seorang istri dari Jenderal Anom.
Jenderal Anom terlihat begitu bahagia mendengar apa yang dikatakan oleh Raja Abiyaksa kepada Putri Ayuningtyas. Hatinya sangat berbunga-bunga dan merasa berterima kasih kepada rajanya yang sudah berbaik hati kepadanya.
__ADS_1
" Terima kasih yang mulia raja yang sudah memperjuangkan hak saya. Saya berjanji tidak akan pernah melupakan Budi ini sepanjang hidupku. Aku akan setia dan mengabdi kepadamu sebagai jenderal kerajaan ular hijau!" Jenderal Anom tanpa ragu memberikan janji setianya kepada Raja Abiyaksa.
Raja Abiyaksa merasa bahagia karena rencananya berhasil. Dia hanya berharap agar adiknya tidak bertingkah, pada saat pernikahan mereka akan dilangsungkan. Sehingga tidak merusak nama baiknya di mata Jenderal Anom.