
Saat ini Panji sedang berada di sebuah hutan. Dia sedang merencanakan sesuatu untuk menggagalkan pertemuannya dengan Tuan Putri Hana Azizah yang berasal dari kerajaan siluman ular biru.
" Aku yakin kalau aku bisa membuat Tuan Putri itu menjadi ilfil padaku dan tidak akan mau menerima perjodohan konyol itu. Seenaknya saja ingin menjodohkan aku!" ucap Panji dengan tertawa begitu bahagia karena jebakan yang diatur sudah sempurna di matanya.
Saat Panji hampir menyelesaikan pekerjaan nya. Tiba-tiba saja dari arah utara muncul seekor kuda yang ditunggangi oleh seorang gadis yang sangat cantik.
" Eh mau apa gadis itu? Kenapa dia masuk ke area kekuasaanku?" tanya Panji sambil mengerutkan keningnya merasa tidak senang dengan kehadirannya.
Panji merasa heran dengan wajah Gadis itu yang seperti ketakutan.
" Tuan tolong bantu aku. Aku saat ini sedang dikejar oleh siluman monyet! Mereka ingin membunuhku!" ucapnya dengan nafas yang memburu dan terlihat sangat ketakutan.
Panji yang mendengar sebutan siluman monyet. Seketika Panji langsung berdiri di hadapan gadis itu dan menunggu siluman yang sedang mengejarnya.
" Kamu siapa? Kenapa siluman monyet sampai mengejarmu?" tanya Panji penasaran.
Belum juga gadus itu menjawab pertanyaan Panji, tiba-tiba dari arah utara, muncul seorang pria paruh baya yang tertawa dengan bengis dan sangat menakutkan.
" Serahkan Gadis itu kepadaku. Dia sudah masuk ke area kekuasaan siluman monyet. Maka dia harus kami sandra dan di bawa ke pada Raja kami untuk di adili!" ucap pria itu.
Panji tampak tertawa sinis melihat laki-laki paruh baya itu yang begitu arogan di hadapannya.
" Heh siluman sombong! Kau juga masuk ke area kerajaan kucing. Apakah aku harus menangkapmu juga untuk diadili di hadapan kakek dan nenekku?" tanya Panji dengan tidak kalah jumawa dari pria itu.
Terlihat pria paruh baya itu tertawa terbahak mendengarkan perkataan Pangeran Panji.
" Oh jadi kau adalah Pangeran Panji yang sombong dan jumawa itu?" tanya pria itu.
__ADS_1
" Benar aku adalah Pangeran Panji. Pangeran mahkota dari kerajaan kucing! Sekarang juga enyah dari hadapanku. Sebelum aku menangkap kamu untuk bertemu dengan Raja, yang merupakan kakekku!" ucap Panji dengan begitu percaya diri.
" Apa kau pikir aku takut sama kamu?" tanya pria itu melotot pada Panji.
Panji pun tertawa terbahak mendengar lelucon yang dikatakan oleh laki-laki itu.
" Lalu apa kau pikir kalau aku takut dengan kamu huh? Siluman tua yang sudah bau tanah dan siap untuk mati!" tanya Panji terlihat begitu percaya diri.
Sementara gadis itu yang saat ini sedang berdiri di belakang Panji, dia tampak terkesiap mendengarkan pengakuan Panji bahwa dia adalah pangeran dari kerajaan kucing.
Laki-laki itu begitu marah setelah mendengar apa yang dikatakan oleh Panji.
" Kurang ajar kau sungguh lancang rupanya kau sudah bosan hidup!" akhirnya laki-laki paruh baya itu pun langsung menyerang Panji tanpa berpikir lagi. Sementara itu gadis yang tadi berlari ke arah Panji, dia sudah mulai ancang-ancang untuk meninggalkan tempat itu.
' Gawat! Ternyata pemuda ini adalah laki-laki yang akan dijodohkan oleh kakek dan nenekku. Aku harus segera pergi dari sini aku tidak boleh bertemu dengan dia. Aku tidak mau kalau dia nanti GR karena sudah menolongku dari kejahatan siluman sialan itu!' bathin Hana Azizah yang merasa tidak senang bertemu dengan pangeran Panji dalam perjalanannya menuju ke istana kerajaan kucing.
Sementara itu Pangeran Panji dan siluman monyet yang sebenarnya adalah paman dari Pangeran Wangen yang selalu mencari masalah dengan banyak kerajaan lain dengan kejumawaan dan keangkuhannya.
Siluman itu sengaja memancing emosi Pangeran Panji. agar membuat Pangeran Panji konsentrasinya menjadi terpecah dan tidak fokus dalam pertarungan.
" Tutup mulutmu! Kau tidak usah banyak bacot! Kerahkan kemampuanmu untuk melawanku aku tidak butuh banyolanmu!" ucap Panji yang kemudian langsung mengerahkan semua kemampuannya untuk bisa segera mengalahkan Paman dari pangeran wangen yang memang selalu saja berbuat banyak keonaran.
Apabila Raja siluman monyet mengetahui kelakuannya. Dia pasti akan langsung dipenjara karena sang raja pun sudah sangat muak dengan kelakuan adiknya yang selalu saja membuat permusuhan di mana-mana.
" Aku pasti akan membunuhmu dan menyerahkan kepada kerajaan monyet agar kau diberikan ganjaran atas semua kejahatanmu kepada penyelintas di kerajaan monyet! Dengar ya jangan dikira aku tidak tahu kalau kau yang selama ini selalu memakan jiwa-jiwa manusia yang tersesat di kerajaan monyet! Raja maupun sudah sangat muak dengan kelakuanmu. Jadi kau tidak usah sombong di hadapanku!" ucap Pangeran Panji yang terus saja mengerahkan kemampuannya untuk segera menjatuhkan siluman monyet yang jahat itu.
Pada saat Pangeran Panji hampir saja menjatuhkan siluman itu tiba-tiba saja Pangeran Wangen hadir di antara mereka dan menghentikan pertarungan mereka.
__ADS_1
" Pangeran Panji hentikan! Apa yang sedang kalian lakukan?" tanya Pangeran wangen sambil terus menetap kepada Panji.
Panji pun kemudian menghentikan gerakannya untuk menjatuhkan siluman monyet yang tadi berniat untuk mengganggu gadis yang tidak diketahui oleh Pangeran Panji adalah calon istrinya sendiri.
" Dia Hampir saja mengganggu gadis itu!" ucap Pangeran Panji sambil menunjuk ke arah belakang punggungnya yang ternyata sudah kosong.
Hana Azizah memang sudah meninggalkan area pertarungan saat Panji dan siluman tadi sedang bertarung sengit.
" Gadis yang mana yang kau maksud?" tanya Pangeran wangen sampai menatap ke sekelilingnya.
Panji hanya bisa menggaruk tengkuknya dan kemudian dia pun meminta maaf kepada Pangeran Wangen.
" Baiklah aku sekarang mau pergi dari sini. Gadis itu juga sepertinya sudah melarikan diri dari tempat ini. Tidak ada lagi yang perlu dijadikan bahan pertentangan di antara kami. Maafkan aku Pangeran Wangen! Kalau aku sampai melukai pamanmu yang jahat itu!" setelah mengatakan itu Panji pun kemudian langsung menghilang dari hadapan Pangeran Wangen dan juga pamannya.
Setelah kepergian Pangeran Panji. Pangeran Wangen kemudian menetap ke arah pamannya yang sedang terluka parah gara-gara bertarung dengan Pangeran Panji.
" Rupanya Paman masih juga belum belajar dari teguran ayahku yang terakhir kali! Aku masih memaafkan paman yang berusaha untuk membunuhku ketika aku diobati waktu itu! Tapi kelakuan Paman ini benar-benar sudah keterlaluan! Kenapa Paman sampai begitu berani mencari masalah dengan Pangeran Panji yang merupakan calon raja dari kerajaan kucing?" tanya Pangeran Wangen yang terlihat begitu marah kepada pamannya sendiri yang selalu mencari masalah dan berbuat keonaran di mana-mana.
" Kau tidak usah banyak bacot! Kalau ingin menangkapku, kau tangkap saja. Kau kira aku takut denganmu?" tanya Suketi sambil menatap tajam ke arah Pangeran Wangen.
" Tampaknya aku memang harus menyerahkan Paman kepada yang mulia raja. Agar ayahku memberikan hukuman yang setimpal kepada Paman. Agar Paman tidak selalu berbuat semena-mena mengatasnamakan kerajaan monyet!" Pangeran wangen kemudian mengerahkan tenaga dalamnya untuk memberikan tali gaib yang akan mengikat Suketi.
Dengan sekejap mata Pangeran Wangen kemudian membawa pergi pamannya dari tempat itu menuju ke istana kerajaannya.
Ilmu Pangeran Wangen memang sangat hebat untuk melakukan hal itu bukanlah hal yang sulit untuknya.
Hanya dalam hitungan menit. Pangeran Wangen sudah berada di istana kerajaan siluman monyet. Dia langsung menyerahkan pamannya kepada ayahnya yang saat ini sedang melakukan sidang di aula kerajaan.
__ADS_1
" Ada apa lagi ini Pangeran Wangen? Kenapa kau membawa pamanmu dengan di ikat seperti itu? Bahkan banyak luka-luka di tubuhnya yang sepertinya merupakan luka fatal!" tanya sang raja kepada putranya.
" Maafkan Aku Ayah. Tadi ketika aku berpatroli di perbatasan kerajaan kita dan kerajaan kucing. Aku melihat Paman Suketi yang sedang bertarung dengan pangeran Panji. Dia terluka karena bertarung dengan Pangeran Panji. Aku hanya membawanya kemari agar ayah memberikan hukuman kepada paman yang selalu membuat onar!" ucap Pangeran Wangen terlihat marah.