
" Putri Deniz. Alih-alih Anda bersembunyi di tempat berbahaya seperti ini. Lebih baik kau ikut denganku ke pegunungan Pelangi. Aku akan berusaha untuk menyembunyikanmu dari pangeran Narendra. Setidaknya sampai dirimu siap untuk bertemu kembali bersama dengan suamimu! Sampai saat itu, maka aku tidak akan pernah membuka ke keberadaan Tuan Putri Deniz di pegunungan Pelangi!" maha guru berusaha untuk meyakinkan Deniz agar bersedia ikut dengannya.
Bagaimanapun Mahaguru tidak akan bisa tenang hatinya kalau membiarkan Deniz berada di luar jangkauan pengawasannya.
Deniz masih terdiam dia masih memikirkan apa yang ditawarkan oleh Mahaguru.
" Pegunungan Pelangi adalah tempat di mana Pangeran Narendra sejak kecil telah menghabiskan waktunya di sana untuk berlatih ilmu kanuragan. Bagaimana saya bisa bersembunyi dari pengawasan dia di sana?" tanya Deniz meragukan apa yang dikatakan oleh Mahaguru kepadanya.
" Tenanglah tuan putri saya pasti akan berusaha untuk membangun pagar gaib yang tidak akan bisa ditembus oleh Pangeran Narendra. Tuan Putri bisa bersemedi di sana dan meningkatkan kemampuan tuan putri dalam ilmu ghaib yang sudah Tuan Putri miliki!" ucap Mahaguru terus berusaha untuk menasehati Deniz agar mau ikut bersama dengan dirinya.
Setelah meyakinkan Deniz Mahaguru akhirnya membawa Deniz ke pegunungan Pelangi dengan ilmu teleportasi dan kemudian melakukan semua janji yang sudah dia berikan kepada Deniz untuk menyembunyikan dia dari pangeran Narendra.
" Terima kasih banyak Mahaguru karena Mahaguru sudah mau menolongku dan Maafkan aku karena akh selalu merepotkan Mahaguru!" Denis benar-benar merasa tidak enak kepada Mahaguru yang sepanjang dia ingat dia selalu merepotkan beliau untuk kepentingan rumah tangganya bersama pangeran Narendra.
" Jangan Khawatir Putri Deniz. Saya pasti akan selalu membantu tuan putri dan juga pangeran Narendra. Sekarang beristirahatlah di sini. Karena aku perlu memulihkan tenagaku setelah melawan Raja Abiyaksa yang begitu kuat!" ucap Mahaguru yang kemudian pergi menuju ke ruangan pribadinya untuk bermeditasi.
__ADS_1
Deniz pun masuk ke dalam sebuah ruang rahasia yang telah dipagari oleh maha guru agar Narendra tidak bisa mencium orangnya maha guru benar-benar menepati janjinya kepada Deniz.
Untuk sementara Deniz bisa bernafas lega karena telah berada di kediaman Mahaguru yang jelas jauh lebih aman dari di tempat Raja Abiyaksa yang jelas-jelas selalu menginginkan dirinya untuk menjadi istrinya. Padahal jelas-jelas Deniz sudah memiliki seorang suami dan juga anak bahkan mungkin sebentar lagi akan mempunyai cucu.
Entah kenapa Raja Abiyaksa tidak bisa untuk melepaskannya. Padahal Deniz merasa bahwa dia tidak pernah memberikan harapan ataupun cinta kepada raja Abiyaksa yang hanya dianggap sebagai sahabat dan tidak lebih dari itu.
Setelah membersihkan tubuhnya dan mengganti pakaian yang telah diberikan oleh Mahaguru. Deniz pun memilih untuk membaringkan tubuhnya di atas ranjang batu yang ada di ruangan itu.
Kediaman Mahaguru memang berada di dalam sebuah gua yang ada di pegunungan Pelangi yang sangat indah sekali.
Deniz bisa merasakan ketenangan dan kedamaian berada di tempat itu.
Pangeran Narendra sebenarnya bisa merasakan kebanjiran di wajah Mahaguru yang terlihat enggan untuk bercerita tentang perjalanannya dalam mencari Deniz.
" Tenanglah Pangeran Narendra kalau suatu saat saya berhasil untuk menemukan Tuan Putri. Pasti nanti saya akan langsung memberitahukannya kepada pangeran. Untuk saat ini lebih baik Pangeran menenangkan diri dan berusaha semakin menguatkan kekuatan Pangeran agar bisa menghadapi siapapun yang akan menentang kerajaan kucing!" Pangeran Narendra hanya menganggukkan kepalanya.
__ADS_1
Mahaguru benar-benar tahu bahwa saat ini muridnya sedang sedih karena tidak bertemu dengan sang istri tercinta.
' Maafkan aku Pangeran Narendra. Karena aku sudah berjanji kepada putri Deniz untuk menjaga rahasia tentang keberadaannya di pegunungan Pelangi ini! Maafkan aku Aku hanya bisa memberikan ketenangan kepada putri Deniz agar dia tidak memilih untuk keluar dari area kekuasaanku. Itu akan sangat berbahaya apabila Tuan Putri Deniz lebih memilih untuk berada di luar istana kucing.' bathin maha guru yang sebenarnya sedang merasa kesedihan dan juga bersalah kepada Pangeran Narendra.
Deniz yang saat ini sedang tidur di tempat rahasia yang hanya diketahui oleh Mahaguru terlihat sedang mengintip keberadaan Pangeran Narendra yang saat ini sedang bersedih setelah mendengarkan kabar dari Mahaguru bahwa dia gagal menemukan istrinya
" Pangeran Pulanglah dan tatalah kembali hatimu. Aku rasa Putri Deniz melakukan itu adalah untuk yang terbaik dia pun pasti ingin menenangkan dirinya. Tuan Putri masa bersalah karena menjadi penyebab Pangeran tidak mau menikah lagi ataupun mengambil selir dari bangsa siluman seperti keinginan permaisuri maupun Raja kucing!" Pangeran Narendra hanya menyimak apa yang dikatakan oleh Mahaguru Tetapi dia tidak ada niat untuk mematuhi keinginan sang Mahaguru maupun kedua orang tuanya yang ingin agar dia mengangkat selir demi membahagiakan sang ratu.
" Bagaimanapun aku mencintai Putri Deniz. Aku tidak akan pernah mau menghianati cinta kami. dalam manusia seorang laki-laki hanya menikah satu orang wanita dan mereka tidak menyukai tentang poligami. Bagaimana mungkin aku akan menyiksa istriku dengan menikahi wanita lain? Walaupun itu adalah demi tercapainya keinginan yang mulia ratu dan raja yang ingin memiliki banyak keturunan!" Pangeran Narendra menatap tajam kepada Mahaguru yang hanya bisa menatapnya dengan sendu.
Pangeran Narendra bisa merasakan kesedihan sama guru yang selama ini selalu dia hormati karena kebijaksanaan hidup yang dimiliki oleh maha guru yang selalu menjadi suri teladan bagi dirinya.
" Tenanglah Pangeran Narendra. ku yakin kalau Putri DeniZ pasti berada di tempat yang aman. Kalau misalkan Putri Deniz dalam bahaya pasti akan ada seseorang yang meminta sesuatu kepada Pangeran Narendra. Kalau sekarang tidak ada kabar apapun dari tuan putri dalam keadaan baik-baik saja!" maha guru berusaha untuk membujuk Pangeran Narendra untuk bisa lebih tenang dan bisa mengendalikan dirinya dari emosi maupun amarah karena kepergian Deniz tanpa pamit secara langsung kepadanya.
Dengan tubuh yang begitu gontai. Pangeran Narendra kemudian meninggalkan pegunungan Pelangi menuju ke istana kerajaan kucing.
__ADS_1
" Putraku Kenapa kau begitu lemas? Katakan pada ibunda. Ada masalah apakah denganmu Sayang? Di manakah sekarang keadaan menantuku? Kenapa Sejak seminggu lebih aku belum." tanya sang ibunda Ratu kepada Pangeran Narendra yang sekarang hanya bisa menatap sang ratu dengan Tatapan yang sangat sulit untuk diartikan oleh siapapun juga selain sang Pangeran Narendra.
" Gara-gara Ibunda yang meminta saya untuk kembali menikah lagi. Membuat Deniz akhirnya memutuskan untuk meninggalkan saya. Sekarang dia ada di mana? Sampai sekarang tidak ada kabar beritanya!" ucap Pangeran rarendra dengan begitu lemas dan juga kecewa terhadap kedua orang tuanya yang selama ini selalu memaksakan segala kehendak mereka kepada dirinya maupun siapapun yang berada di dalam kekuasaannya.