
" Apa kau tahu sayang? Aku sekarang sangat membenci Dukun itu. Karena gara-gara dia membuatmu menolakku. Padahal selama ini kau tidak pernah menolakku untuk bercinta!" ucap Narendra sambil cemberut.
Deniz menjadi merasa bersalah ketika dia melihat suaminya yang tampak tidak bahagia malam itu.
" Maafkan aku ya sayang!" ucap Deniz sambil mencium bibir Narendra.
Perbuatan Deniz itu malah semakin membuat Narendra jadi gemas dan tidak bisa menahan diri lagi. Narendra tidak peduli lagi dengan Deniz yang tadi menolaknya.
Dengan pantang menyerah Narendra terus membujuk sang istri agar bangkit gairahnya untuk melayani hasrat bercinta yang sedang naik ke ubun-ubun nya.
Akhirnya dengan pasrah Deniz pun menerima keinginan sang suami. Tetapi dengan sebuah perjanjian bahwa Narendra tidak boleh memaksakan diri untuk kepuasan semata, karena dia tidak mau suaminya sakit lagi.
Narendra hanya menganggukkan kepala kemudian langsung melanjutkan aktifitas panas mereka berdua yang membuat banyak makhluk di sekitarnya menjadi iri dan dengki.
Nampak dari kejauhan. Sepasang mata lelaki yang selama ini selalu menjadi Rival Narendra di alam siluman. Dia merasa tidak senang melihat kebahagiaan Narenda bersama dengan Deniz.
Pria itu adalah putra mahkota dari istana kerajaan ular hijau yang selama ribuan tahun menjadi musuh bebuyutan istana kerajaan kucing. Bukan rahasia lagi di alam siluman tentang perselisihan antara Narendra dengan pangeran Adiyaksa yang terkenal playboy dan juga kejam terhadap para wanita yang menolak dirinya.
Orang-orang yang mengikat perjanjian dengan kerajaan ular hijau. Apabila tidak berhasil memberikan tumbal kepada mereka.
__ADS_1
Maka bisa di pastikan hidup mereka akan sengsara dan harus merelakan anak gadisnya yang masih perawan untuk dijadikan tumbal dan menjadi pemuas nafsu pangeran Adiyaksa. Sementara anak laki-laki akan digunakan sebagai budak mereka selamanya di istana kerajaan ular hijau untuk melayani Pangeran Adiyaksa yang terkenal jahat sekali.
Malah terdengar kabar yang beredar di dunia siluman. Pangeran Adiyaksa pun sesekali suka menggunakan para pemuda yang di tumbalkan oleh orang tua mereka demi kekayaan dan pangkat serta jabatan, pemuda budak itu di jadikan budak pemuas nafsu bejat sang pangeran jahat.
" Lihat saja Narendra! Aku pasti akan merebut istrimu dan memisahkan dia darinya! Tidak akan kubiarkan kau bahagia bersama dengan keluarga kecilmu itu!" monolog Adhyaksa sambil menggeram karena amarah.
Pangeran Adiyaksa kemudian merubah wujud aslinya menjadi ular hijau yang bermahkota di kepalanya. Ular hijau yang sangat besar sekali bahkan suaranya bisa menggetarkan gunung di sekitarnya.
Ular hijau tersebut kemudian pergi menuju istananya sendiri dan mencari kedua orang tuanya untuk meminta bantuan mereka untuk merebut Deniz dari tangan Narendra.
" Apa kau gila Adhyaksa? Pangeran Narendra memiliki Mahaguru yang sangat sakti dan sampai sekarang tidak ada yang bisa melawannya. Apa kau sudah bosan hidup huh? Kenapa kau ingin berurusan dengan Narendra yang jelas-jelas bukan lawan kita!" ucap sang raja ular hijau nampak murka dengan keinginan putranya yang terlalu jumawa di matanya.
Sang permaisuri mendekati putranya dan berusaha untuk membujuk Adiyaksa untuk merubah keinginannya merebut Deniz dari tangan Narendra.
Tetapi Adiyaksa tetap bersikeras dan tetap menginginkan Deniz sebagai calon istrinya dan harus direbut dari Narendra secepatnya.
" Tidak bisa Ayahanda dan ibunda! Pokoknya Ananda hanya menginginkan Deniz dan kalian harus membantuku untuk bisa mendapatkannya atau kalau tidak, maka aku tidak akan pernah mau membantu kalian untuk mewujudkan keserakahan para pemuja kalian itu!" ancam Adiyaksa sambil menatap tajam kepada ayahnya yang terkejut setengah mati dengan ucapan putranya.
Memang selama ini yang selalu mewujudkan semua keinginan manusia-manusia serakah yang memuja istana kerajaan ular hijau adalah Adiyaksa. Karena memang kekuatan Adiyaksalah yang paling tinggi di kerajaan itu.
__ADS_1
Adiyaksa membutuhkan bantuan ayah dan ibunya. Untuk mengerahkan bala tentaranya untuk menyerang istana kerajaan kucing dan membuka peperangan besar di antara kedua kerajaan. Hanya untuk merebut Deniz dan menjadikan wanita itu sebagai permaisurinya. Ketika suatu saat dia menggantikan sang ayah dan naik tahta di kerajaan ular hijau.
" Kau jangan keterlaluan Adiyaksa! Tidak semua hal harus sesuai dengan keinginanmu Nak! Karena ada hal-hal yang harus kau terima bahwa itu bukanlah Takdirmu!" ucap sang raja belum juga menyerah untuk membujuk putranya.
Adhyaksa menggeram sangat marah sekali kepada ayahnya.
" Cepat ayah kerahkan bala tentara kita untuk menyerang istana kucing atau aku akan membunuh Ayah dengan tanganku sendiri! Agar aku bisa memerintahkan sendiri bala tentara kita yang berjumlah ratusan juta itu!" ancam Adhyaksa sambil menatap tajam kepada ayahnya dengan bentuk aslinya sebagai seekor ular hijau yang sangat besar dan tubuhnya bahkan melilit hampir setengah ruangan Aula kerajaan itu.
Yang mulia permaisuri sampai mengelus dadanya melihat putranya yang begitu keras kepala dan sangat susah untuk dinasehati.
Sementara sang Raja pun sudah bersiap untuk bertarung dengan putranya dengan merubah wujud aslinya menjadi seekor ular hijau dengan mahkota emas yang berada di atas kepalanya.
Tanpa memerlukan banyak waktu, kedua ular besar itu pun kemudian saling bertarung satu sama lain di atas langit kerajaan ular hijau yang sontak menjadi perhatian seluruh warga istana kerajaan ular hijau.
" Eh lihat Bukankah itu yang mulia raja dan juga putra mahkota Adiyaksa? Kenapa mereka berdua bertarung mati-matian seperti itu?" tanya para prajurit merasa keheranan ketika melihat mereka berdua yang menjadi tulang punggung istana kerajaan saat ini sedang baku hantam satu sama lain.
" Cepatlah Ayah menyerah sebelum aku nanti membunuhmu!" ancam Adhyaksa dengan kemarahan yang memuncak di dadanya.
Sementara sang raja yang bersikeras tidak ingin membuat permusuhan dengan kerajaan Kucing, dia lebih memilih untuk terus bertarung dengan putranya sendiri.
__ADS_1
Dia sudah memerintahkan kepada istrinya untuk menyembunyikan segel kerajaan agar nanti tidak dimanfaatkan oleh Adhyaksa. Apabila dia ternyata gugur dalam pertarungan itu. sang raja sangat mengetahui kalau kehebatan Adhyaksa memang tiada duanya dan sampai sekarang masih belum juga menemukan tanding di istana kerajaan ular hijau. Kenyataan itulah yang membuat Adhyaksa sangat jumat dan sombong kepada semua makhluk yang berada di dalam kekuasaan istana kerajaan ular hijau.
Sang permaisuri yang melihat suaminya sudah mulai terdesak, dia pun langsung meminta kepada Putra bungsunya yang baik hati dan juga seorang muslim untuk segera membawa pergi segel kerajaan dari istananya untuk bisa diselamatkan dan jangan sampai digunakan oleh Adhyaksa untuk menebar kejahatan dan juga teror di alam siluman.