
Putri Hana yang sekarang sudah berada di istana kerajaan ular biru. Dia pun kemudian mengadu kepada ibunya tentang Pangeran Wangen yang telah menculik Minsi dan mengurungnya di sebuah gua, yang bernama gua kelelawar.
" Lancang!! Apa maksud suamimu melakukan hal seperti itu? Padahal kau saat ini sedang hamil. Kenapa dia tidak menghargai perasaan kamu sebagai istri sah dia?" tanya Raja ular biru yang tampak begitu marah mengetahui putrinya telah diperlakukan semena-mena oleh Pangeran Wangen.
" Ayah, tampaknya, Pangeran Wangen mencintai wanita itu. dia berniat menjadikan wanita itu sebagai selirnya. Padahal dia belum dinobatkan menjadi raja yang baru di istana kerajaan monyet. Saat ini, Pangeran Wangen belum memiliki hak untuk mempunyai seorang selir. Dia telah melanggar peraturan istana kerajaan tetapi aku tidak berani untuk menentangnya kalau hanya sendirian saja!" ucap Hana mengadukan semua kelakuan Pangeran Wangan kepada dirinya selama dia tinggal di istana kerajaan monyet.
Terlihat raja dan ratu siluman kerajaan ular biru begitu marah dan geram karena putri mereka telah sakiti sedemikian rupa oleh pangeran Wangen yang sudah mereka restui untuk menjadi suami putri kesayangan mereka.
" Sungguh seorang laki-laki yang benar-benar tidak tahu diri dan tidak tahu di untung! Demi menikahkan kalian berdua. Aku sampai rela membayar begitu mahal perdamaian kerajaan ular biru bersama kerajaan kucing. Karena kita telah melanggar perjanjian bilateral antar dua kerajaan yang akan menikahkan kamu bersama dengan Pangeran Panji. Karena kamu mengatakan kalau kamu mencintai laki-laki brengsek itu dan dia juga mencintai kamu. Lalu apa ini? Hanya dalam dua bulan pernikahan kalian, dia sudah membuatmu kembali ke istana kita?" tanya sang raja menatap Putri Hana dengan begitu marah.
Terlihat Putri Hana yang sedang menangis sedih. Karena dia benar-benar merasa sedih setelah dia tahu kalau suami tercintanya telah mengkhianati pernikahan mereka. Dengan mendua hati pada Minsi.
Dengan pangeran Wangen yang sudah berani dan nekat menculik Minsi yang ada di alam manusia, hal itu sudah menunjukkan dengan jelas bahwa dia mencintai wanita itu.
Hati Putri Hana benar-benar merasa sangat marah kepada Pangeran Wangen yang tidak bisa setia dalam cinta mereka berdua yang baru saja diresmikan dalam pernikahan. Setelah mereka melalui perjuangan yang sangat berat baginya.
Bahkan Hana harus menanggung malu di hadapan keluarganya dan juga para prajurit ayahnya. Ketika mereka melihat dia bercinta dengan Pangeran Wangen di sebuah gua di kawasan Kerajaan Kucing. Itu adalah aib yang sangat besar dalam kehidupan Putri Hana yang selama ini terkenal sebagai putri yang sangat sopan dan santun.
" Sudahlah putriku sayang. Sekarang kau masuklah ke dalam kamarmu dan beristirahat di dalam istana. Biarkan ayah kamu yang akan menangani kasus rumah tangga kamu bersama Pangeran Wangen," ucap sang permaisuri mencoba untuk membujuk putrinya yang saat ini masih menangis tersedu.
__ADS_1
Bibi Ash yang menjadi dayang Putri Hana, dia pun kemudian mengajak Putri Hana, yang selama ini selalu dia asuh dengan baik untuk menuju ke kamar milik Sang Putri.
" Mari Putri! Hamba akan mengantarkan Putri ke kamar Tuan Putri!" ucap Bibi Ash sambil menundukkan kepalanya di hadapan sang raja dan permaisuri kerajaan ular biru.
Putri Hana merasa sangat bersyukur karena kedua orang tuanya lebih membela dirinya daripada Pangeran Wangen yang merupakan menantu di istana kerajaannya.
" Hhhhhh, akhirnya kita bisa kembali ke istana ini. Setelah perjuangan yang sangat berat. Terima kasih bibi karena Bibi sudah mau membantuku untuk bebas dari Pangeran Wangen yang ternyata tidak setia padaku!" ucap Putri Hana sambil tersenyum kepada Bibi Ash yang tadi telah membawanya melakukan ilmu teleportasi agar bisa keluar dari kerajaan monyet yang dijaga dengan begitu ketat.
Putri Hana sebenarnya ingin bertanya kepada dayangnya. Dari mana Dia memiliki ilmu seperti itu? Karena dia pun belum terlalu sempurna untuk menggunakan ilmu tersebut.
Saat bibi Ash sudah bersama dengannya, putri Hana kemudian bertanya pada Bibi Ash tentang kemampuan dayangnya yang luar biasa itu.
" Bi, Bibi ko bisa ilmu teleportasi sih? bibi belajar dari mana? Aku aja tidak bisa melakukan itu secara sempurna!" ucap Hana benar-benar merasa penasaran kepada dayangnya yang ternyata memiliki ilmu yang sangat hebat.
" Kenapa pipi mau untuk menjadi dayang di istana ini? Padahal kan dengan kemampuan bibi yang sangat hebat, bibu bisa saja menjadi prajurit ataupun komandan di istana. Aku akan bilang pada Ayahanda agar jabatan Bibi diangkat. Jadi kemampuan Bibi tidak akan sia-sia di istana ini." ucap Hana sambil tersenyum kepada Bibi Ash.
Akan tetapi dayang pribadinya Hana malah menggelengkan kepalanya.
" Tidak Tuan Putri! Tolong jangan lakukan itu. Karena Bibi sudah merasa nyaman untuk menjadi dayang Tuan Putri. Bibi bisa menjaga Tuan Putri itu sudah sangat membahagiakan bagi Bibi! Tolong jangan mengambil kebahagiaan Bibi dengan menyuruh Bibi pergi dari sisi Tuan Putri!" ucap Bibi Ash mulai berkaca-kaca matanya.
__ADS_1
Hana jadi bingung dengan apa yang harus dia lakukan saat ini. " Baiklah Bi aku tidak akan meminta kepada ayah untuk Bibi keluar dari tempat ini. Bibi selama nya akan selalu menjadi dayangku dan kita tidak akan pernah berpisah! Aku janji Bi!" ucap Hana pada Bibi Ash yang langsung memeluk Hana dengan erat sekali.
" Terimakasih Tuan Putri!" ucap Bibi Hana yang merasa sangat bahagia sekali.
" Iya sama-sama Bi! Terima kasih juga Bibi sudah menolongku untuk keluar dari istana kerajaan monyet. Sehingga sekarang kita sudah berada di istana kerajaan ular biru lagi! Kalau tidak aku di sana pasti harus tertekan karena hidup bersama suami yang ternyata mencintai wanita lain!" ucap Hana dengan suara serak dan tampak sangat sedih.
Hana mengelus perutnya yang masih rata. Hana saat ini sedang hamil muda. Akan tetapi Hana tidak peduli. Karena Hana tidak mau anak yang dia kandung harus hidup dalam penderitaan hanya karena memiliki seorang ayah yang ternyata tidak setia kepadanya.
" Tuan Putri tampaknya kepulangan Tuan Putri kali ini pasti akan berakibat pada peperangan yang tidak akan bisa dihindari antara Kerajaan ular biru dan kerajaan monyet. Bibi takut Tuan Putri. Pasti akan banyak sekali korban nyawa gara-gara perang ini," ucap Bibi Ash yang sontak mengingatkan Hana tentang hal itu.
Terlihat Hana menghela nafas dengan begitu berat. " Rasanya sangat sulit Bi, kalau harus hidup dengan suami yang tidak menganggap kita sebagai istrinya. Pangeran Wangen bahkan sampai rela menculik Minsi dari alam manusia. Hal itu pasti karena cintanya terhadap Minsi yang sangat besar. Sehingga dia rela melewati begitu banyak rintangan untuk bisa mewujudkannya. Aku tidak mau berada diantara cinta semacam itu Bi, karena itu sangat menyakitkan!" ucap Hana dengan tatapan menerawang jauh entah ke masa yang mana hanya Hana yang tahu.
" Bibi tahu bagaimana rasanya mencintai seseorang yang lebih mencintai orang lain. Walaupun kita sudah memberikan segalanya untuk pria itu, tetapi pengorbanan kita seakan tidak ada artinya. Karena dia tidak memandang nya sebagai pengorbanan!" ucap Bibi Ash yang terlihat sedih juga.
Hana merasa heran kepada Bibi Ash yang sepertinya sedang memendam sesuatu yang tidak dia ketahui.
" Ceritakanlah padaku bikin tentang kehidupan Bibi di masa lalu. Tentang kisah cinta Bibi, tentang apapun itu! Karena aku benar-benar penasaran dengan kehidupan Bibi di masa lalu. Kalau melihat kemampuan Bibi yang luar biasa, pasti bibi di masa lalu bukanlah siluman yang biasa saja!" ucap Hana mengutarakan apa yang ada di dalam hatinya tentang dayang kesayangannya.
Terlihat Bibi Ash yang menghapus air matanya lalu tersenyum pada Hana, " Bibi ini cuma siluman biasa Tuan Putri! Bibi hanya beruntung karena dipercaya oleh yang mulia Raja untuk menjadi dayang pengasuhmu!" ucap Bibi Ash yang terlihat begitu serba salah terhadap Hana.
__ADS_1
Hana bisa merasakan apa yang terjadi oleh karena itu dia tidak mau mendesak Bibi Ash untuk menceritakan tentang kehidupannya.
" Bibi pasti memiliki alasan sendiri kenapa merahasiakan tentang kehidupan bibi kepada kami dan aku akan menghormati itu! Ayo Bi bantu aku untuk bersiap karena kita harus segera ke aula istana kerajaan untuk diskusi tentang kelakuan Pangeran Wangen bersama dengan para pejabat istana lainnya," ucap Hana sambil tersenyum kepada Bibi Ash yang kemudian dengan cekatan seperti biasanya Bibi Ash menolong dan membantu Hana agar siap segera.