
Saat ini di aula istana kerajaan ular biru, terlihat para menteri, Jenderal dan juga para komandan. Serta sang raja dan permaisuri yang tampak begitu serius membicarakan masalah Putri Hana yang telah pulang dari istana kerajaan monyet dalam keadaan menyedihkan dan hamil.
" Kita harus memberikan pelajaran kepada kerajaan monyet untuk tidak mencari gara-gara dengan istana kita!" ucap salah seorang komandan tampak begitu geram mendengar Tuan Putri mereka yang tercinta diperlakukan tidak baik oleh suaminya.
" Benar selama ini kerajaan siluman monyet selalu saja mencari gara-gara dengan istana kita. Sebenarnya aku sudah tidak aneh lagi. Saat mendengarkan berita tentang pangeran wangen berani menculik seorang wanita dari alam manusia dan tidak perduli terhadap tuan putri kita. Selama ini reputasi Pangeran Wangen di kerajaan monyet maupun kerajaan lainnya di alam siluman memang lumayan buruk. Dia suka mengumbar nafsu bejatnya kepada para wanita yang menggilai ketampanan wajahnya!" ucap sang mentri yang selama ini selalu memprovokasi perang antara dua kerajaan.
Raja sejak tadi hanya diam dan terus merenungkan semua yang dikatakan oleh para Abdi dalem kerajaan yang bekerja di dalam kerajaannya.
" Yang Mulia Raja! Kita serang saja istana kerajaan monyet agar mereka tahu kekuatan apa yang kita miliki. ehingga mereka tidak berani untuk mempermainkan Tuan Putri Hana!" ucap Perdana Menteri tampak begitu emosi.
Iyalah Perdana Menteri merasa kecewa dengan keputusan sang raja yang mau menerima lamaran dari Pangeran Wangen. Padahal dia sangat menginginkan putranya untuk menjadi suami putri Hana agar kelak bisa menjadi raja dari kerajaan ular biru.
Terlihat raja yang begitu frustasi dengan masalah yang saat ini terjadi di hadapannya.
Belum lama mereka harus membayar begitu mahal pelanggaran perjanjian bilateral antara Kerajaan mereka dengan kerajaan kucing. Gara-gara perbuatan Putri Hana yang tiba-tiba saja meminta untuk menikah dengan Pangeran Wangen. Padahal dia sudah bertunangan dengan pangeran Panji.
" Kalian tahu kan saat ini kas kerajaan kita benar-benar sedang sekarat? Setelah kita harus mengganti rugi begitu banyak kepada kerajaan kucing agar tidak menuntut tanggung jawab dari kerajaan kita. Gara-Gara Hana yang menginginkan untuk menikah dengan pangeran wangen dan memutuskan pertunangannya bersama Pangeran Panji!" Putri Hannah benar-benar merasa sangat bersalah karena sudah memberikan begitu banyak masalah kepada kerajaannya karena sikapnya yang terlalu manja.
" Maafkan anakmu Ayahanda. Karena aku sudah begitu ceroboh dengan memberikan begitu banyak masalah ke kerajaan kita!" terlihat Putri Hannah yang menentukan kepalanya dan menyusut air mata yang mengalir begitu saja di kelopak matanya.
Satria, Putra Perdana Menteri tampak tidak tega melihat Hana yang saat ini sedang bersedih hatinya.
Satria dan Hana adalah kawan sejak kecil dan Mereka telah dididik bersama oleh perdana menteri yang pintar dan cerdas.
__ADS_1
Akan tetapi Perdana Menteri merasa kecewa kepada sang raja karena tidak menjodohkan Putri Hana dengan putranya yang sudah jelas-jelas mencintai Hana sejak dulu.
Raja sebenarnya sudah mengetahui Ambisi tersembunyi dari perdana menteri yang menginginkan tahta kerajaan berpindah kepada klannya. Oleh karena itu raja sengaja mencari calon suami untuk Putri Hana dari kerajaan lain untuk mengurangi konflik internal di kerajaan nya.
Raja tidak mau kalau sampai terjadi perang saudara hanya karena perebutan kekuasaan.
" Aku bersedia untuk kembali ke kerajaan monyet kalau itu bisa menyelamatkan kerajaan kita dari perang besar!" ucap Putri Hana dengan suara gemetar karena menahan kesedihan di hatinya yang luar biasa.
Memikirkan suaminya yang ternyata mencintai wanita lain adalah lain cerita dari rasa cintanya kepada Pangeran Wangen yang begitu dalam.
Satria langsung menggelengkan kepalanya dan mendekati Putri Hana yang masih menangis sedih.
" Putri Hana!! Dengarlah aku. Aku akan berjuang untuk memperjuangkan kebahagiaanmu. Bila perlu aku akan melawan pangeran monyet itu sampai titik darah penghabisan!" ucap Satria dengan semangat berapi-api yang terpancar di matanya.
Hana sebenarnya tahu tentang perasaan cinta yang dimiliki oleh Satria untuk dirinya. Akan tetapi Hana pun sama seperti ayahnya yang mengetahui ambisi pribadi sang perdana menteri yang menginginkan Tahta Sang ayah.
" Bagus ya! Kau kabur dari istanaku hanya untuk bersama dengan siluman tengik itu?" tiba-tiba saja Pangeran Wangen sudah hadir di dalam aula istana kerajaan ular biru.
Semua siluman yang ada di aula itu tampak begitu terkesiap. Karena mereka tidak tahu dari mana datangnya sang pangeran siluman monyet yang tiba-tiba saja sudah berdiri dengan gagah di hadapan mereka semua.
" Apa maksud kamu?" tanya Satria yang tidak terima dengan apa yang dikatakan oleh pangeran wangen tentang dirinya maupun Putri Hana.
" Bukankah kau memang siluman tengik yang berani memimpikan untuk menikahi Tuan Putri kalian? Wei, Lihatlah di kaca kamarmu! Apakah kau pantas untuk bersanding di sebelah Putri Hana? Putri Hana hanya cocok bersanding denganku seorang calon raja dari istana kerajaan monyet yang terkenal dan legenda di alam siluman!" ucap Pangeran Wangen dengan begitu jumawa dan kesombongan yang luar biasa yang membuat semua siluman yang ada di aula tampak geram dan marah.
__ADS_1
Tidak terkecuali dengan raja dan ratu dari istana kerajaan ular biru.
Bagaimana mereka tidak marah setelah mengetahui Putri mereka diperlakukan tidak adil oleh menantu mereka?
" Mau apa kau datang ke istana kami tanpa undangan?" tanya raja kerajaan ular biru kepada pangeran wangen.
Terlihat Pangeran Wangen yang tertawa terbahak-bahak mendapatkan pertanyaan itu dari sang raja.
" Tentu saja aku ingin menjemput istriku tercinta yang saat ini sedang hamil anakku!" ucap Pangeran wangen dengan senyumnya yang begitu tengil dan menyebalkan.
Terlihat Kedua telapak tangan sang raja sudah mengepal. Karena menahan emosi di hatinya melihat kelakuan Pangeran Wangen yang sepertinya tidak menghargainya sama sekali sebagai raja maupun mertuanya.
" Lancang!! Kau sudah membuat putriku merasa tidak dicintai di istanamu dan sekarang kau dengan begitu percaya diri datang untuk menjemput putriku? Apakah kau menganggap bahwa istana kerajaan kami begitu mudah untuk kau melakukan hal-hal yang menyakiti hati putri kami?" tanya sang raja dengan begitu marah kepada Pangeran Wangen yang malah tertawa.
Semua siluman yang ada di istana itu sudah bersiap untuk menyerang pangeran wangen Karena merasa bahwa Pangeran itu telah menghina Raja mereka.
" Oh ayolah! Apa kalian tidak tahu kalau Putri Hana selama ini selalu menangisi Pangeran Panji selama berada di istana kerajaanku? Apakah hal seperti itu layak untuk seorang istri yang sudah mempunyai suami?" tanya Pangeran wangen sambil menatap tajam ke arah Putri Hana yang terkejut mendengarkan ucapannya.
' Dari mana Pangeran Wangen mengetahui kalau aku sering menangis gara-gara Pangeran panji? Apakah ada mata-mata di dalam istanaku?' bathin Putri Hana yang merasa terkejut mendengarkannya.
" Kenapa putih Hana? Apakah kau mengira kalau semua yang kau lakukan di istanaku tidak aku ketahui? Aku tahu kalau secara diam-diam kau bahkan masih berkomunikasi dengan pangeran Panji!" Putri Hannah benar-benar kehilangan kata-kata untuk bisa menyanggah semua tuduhan dari pangeran Wangen kepada dirinya.
" Aku hanya memikirkan Pangeran Panji karena merasa bersalah padanya. Karena aku sudah memutuskan pertunangan kami tanpa mengatakan sepatah kata pun kepadanya! Tidak ada hal kotor seperti yang ada di dalam kepalamu!" ucap Putri Hana dengan mata berapi-api.
__ADS_1
Putri Hana tidak merasa takut sama sekali kepada Pangeran Wangen yang saat ini sedang berusaha untuk memprovokasi hubungan dirinya dengan semua anggota kerajaan ular biru.
" Ayahanda aku bersama pangeran Panji tidak memiliki hubungan lebih daripada seorang teman. Kami berkomunikasi hanya bertanya tentang situasi kerajaan kucing. Apakah sudah memaafkan perasaan kita atau tidak!" ucap Putri Hana Berusaha menjelaskan dirinya kepada semua Abdi dalam kerajaan agar tidak terjadi salah paham.