Menikah Dengan Pangeran Dari Alam Ghaib

Menikah Dengan Pangeran Dari Alam Ghaib
22. Pertemuan pertama


__ADS_3

Sungguh seumur hidup Deniz dia baru melihat laki-laki setampan pria yang ada di hadapannya saat ini.


Bahkan Won Bin idolanya rasanya masih kalah jauh dari pria yang ada di hadapannya saat ini. Laki-laki itu memiliki mata yang bening, sebening kristal. Manik matanya biru dan jernih sekali. Alisnya sangat hitam seperti semut berbaris dengan sangat rapi dan indah sekali. Hidung mancungnya benar-benar membuat Deniz terpesona.


" Masuklah di luar sangat dingin!" ucap pria tampan itu menyadarkan Deniz dari lamunan.


Deniz pun kemudian mengikuti laki-laki itu yang membuka pintu rumahnya dengan lebar.


Deniz sangat terpesona dengan apa yang dia lihat sekarang. Gubuk itu yang dari luar terlihat sangat jelek dan juga buruk. Tetapi siapa yang menyangka kalau di dalamnya begitu indah dan mewah.


Walaupun kecil tetapi semua fasilitas ada di dalamnya. Ranjang springbed ukuran king size, meja rias, sofa cantik yang di import dari Turki, televisi besar terpampang jelas di sana dan sedang menampilkan film kesukaan Deniz. Deniz merasa heran sekali. Bagaimana mungkin di tengah hutan seperti itu ada listrik yang tersambung ke gubuk yang hanya cuman ada satu saja di situ?


" Masuklah dan duduklah di sini bersamaku. Di luar sangat dingin. Aku takut kalau kamu sampai masuk angin dan sakit." ucap pria tampan itu mempersilahkan Deniz untuk duduk di sofa bersamanya.


Deniz yang begitu terpesona dengan gubuk kecil yang sederhana di luar, tetapi sangat mewah di dalamnya itu. Deniz pun mengikuti pria tampan itu dan duduk di sofa dengan nyaman dan lupa dengan teman-temannya yang mungkin saat ini sedang mencarinya.


" Kamu siapa? Kenapa rumahmu berada di tengah hutan seperti ini?" tanya Deniz terus menatap wajah pria tampan tersebut.


" Perkenalkan namaku adalah Narendra Baratayuda. Aku datang kemari memang sengaja untuk menjemputmu untuk berkunjung ke rumahku yang ada di puncak gunung Pangrango. Dari kemarin aku sudah menunggu kedatanganmu!" ucap Narendra mengulas senyum kepada Deniz.


Deniz yang memang sudah lama berpisah dengan kucingnya. Dia tampaknya sudah tidak mengingat lagi nama kucing kesayangannya.


" Namamu sangat indah dan keren seperti nama seorang pangeran!" ucap Deniz dengan senyum sumringah sehingga membuat Narendra semakin terpesona kepada calon istrinya yang sudah sangat lama dia tunggu.


Moment seperti ini benar-benar sudah sangat lama sekali ditunggu oleh Narendra yaitu berhadapan secara langsung dengan Deniz di alam manusia dengan wujud aslinya sebagai seorang manusia secara utuh.


Wajah manusia yang saat ini dimiliki oleh Narendra di dapatkan dengan pertapaan yang sangat keras selama ratusan tahun lamanya.

__ADS_1


" Terima kasih atas pujiannya. Tampaknya kau melupakan tentang aku," ucap Narendra sambil menatap Deniz dengan lekat dan intens sehingga membuat Deniz jadi gugup dan salah tingkah.


Bagaimana tidak gugup coba? Deniz sedang diliatin seorang laki-laki yang begitu tampan dengan menggunakan pakaian kerajaan yang begitu mewah dan elegan.


" Apakah kau seorang pangeran? Pakaianmu seperti berasal dari sebuah kerajaan di masa kuno dahulu!" ucap Deniz sambil melihat ke arah Narendra yang tampak bangkit dari duduknya kemudian dia mendekati Deniz.


Narendra kemudian mengganti tayangan televisi yang ada di hadapannya.


" Aku menang seorang pangeran!" ucap Narendra sambil tersenyum kepada Deniz yang terkejut mendengarnya.


Deniz merasa kaget dan bingung ketika di layar itu memperlihatkan dirinya yang sedang bermain dengan kucing yang dia temukan beberapa bulan yang lalu.


" Apakah kamu masih ingat dengan kucing malang yang ada di dalam layar itu?" tanya Narendra kepada Deniz yang masih bengong.


Deniz tampak mengganggukan kepalanya kemudian dia menetap Narendra.


Narendra tertawa melihat Deniz yang begitu menggemaskan di matanya.


" Hei apakah kau mau mendengar sebuah cerita?" tanya Narendra.


Deniz semakin mendekatkan tubuhnya ke arah Narendra yang begitu antusias hendak bercerita sesuatu kepadanya.


" Ceritalah Aku akan mendengarkan semua ceritamu!" ucap Deniz sambil tersenyum.


Entah kenapa walaupun baru pertama kali bertemu dengan Narendra. Perasaan Deniz seperti sudah mengenal lama sekali laki-laki tampan yang ada di hadapannya.


Narendra sangat senang sekali melihat Deniz yang menerima kehadirannya dengan welcome dan bersahabat.

__ADS_1


" Sekitar 50 tahun yang lalu ada seorang pangeran kucing yang dikutuk oleh seorang penyihir jahat karena merasa kecewa terhadap Ayah sang pangeran yang meninggalkannya demi perempuan lain. Pangeran itu harus hidup sebagai seekor kucing yang lemah di dunia manusia lebih dari 40 tahun sampai akhirnya Pangeran itu bertemu dengan wanita yang mencintainya yang telah dijodohkan dari 50 tahun yang lalu oleh ayah dan juga kakek perempuan itu. Suatu hari kucing itu tidak sengaja ditembak oleh seorang pemburu jahat dan tanpa sengaja diselamatkan oleh seorang gadis yang sangat cantik dan baik hati. Berkat cinta tulus gadis yang menolongnya, pangeran itu pun kemudian bisa kembali berubah ke wujud manusia yang aslinya yang telah dia dapatkan melalui pertapaan selama ratusan tahun lamanya!" ucap Narendra sambil tersenyum kepada Deniz.


Deniz tampak mengerutkan keningnya karena seakan familiar dengan cerita seperti itu.


" Tunggu dulu! Kenapa aku seperti mengenal kucing yang sedang kau ceritakan itu?" tanya Deniz sambil menggelengkan kepalanya.


Narendra tertawa melihat ekspresi Deniz yang sangat lucu.


" Tentu saja kau mengenal cerita yang sedang kuceritakan padamu. Karena kucing itu adalah kucing yang telah kau selamatkan dan Pangeran itu adalah aku!" ucap Narendra tersenyum kepada Deniz.


Mendengar pengakuan dari Narendra Deniz sangat terkejut.


" Kau jangan ngada-ngada dong. Masa di zaman seperti sekarang masa iya ada pangeran kucing sih? Kamu kalau mau berkhayal itu, tolonglah jangan terlalu berlebihan!" ucap Deniz sambil tertawa dan merasa lucu dengan cerita Narendra yang tidak bisa dia percaya.


" Aku tidak bisa berbohong padamu ataupun sedang berhalusinasi. Aku memang benar-benar Pangeran kucing yang telah kau selamatkan dan lebih daripada itu, aku adalah calon suamimu yang telah dipilih oleh kakekmu 50 tahun yang lalu melalui perjanjian darah yang sudah disepakati oleh kakekmu dan ayahku!" ucapan Narendra benar-benar membuat Deniz jadi pusing tujuh keliling.


" Stop deh! Tolong kamu jangan cerita yang aneh-aneh. Aku jadi pusing tahu nggak sih?" Deniz langsung menghentikan cerita dari Narendra. Dia kemudian bangkit dari duduknya berniat untuk keluar dari gubuk itu.


Entah kenapa tiba-tiba Deniz merasa tidak nyaman berada di dalam gubuk rasa istana tersebut setelah mendengarkan semua cerita dari Narendra.


" Tolong antarkan aku ke lokasi perkemahan. Teman-temanku sekarang pasti sedang mencariku dengan kebingungan!" ucap Deniz sambil bangkit dari duduknya.


Narendra tampak kecewa melihat Deniz yang sepertinya tidak tertarik dengan ceritanya.


" Maafkan aku. Tapi aku ingin mengajakmu untuk berkunjung ke istanaku dulu dan mempertemukanmu dengan kedua orang tuaku! Mereka adalah calon mertuamu pada saat usiamu 20 tahun nanti!" ucap Narendra sambil tersenyum simpul kepada Deniz yang masih bingung dengan ceritanya.


" Aku memang pernah diceritakan oleh kakekku bahwa aku sudah dijodohkan sejak 50 tahun yang lalu. Tetapi aku merasa bahwa itu hanyalah sebuah dongeng semata tidak pernah menganggapnya benar-benar ada. Bagaimana mungkin ada seseorang yang dijodohkan bahkan sebelum dilahirkan sama sekali?" tanya Deniz sambil menggelengkan kepalanya.

__ADS_1


__ADS_2