Menikah Dengan Pangeran Dari Alam Ghaib

Menikah Dengan Pangeran Dari Alam Ghaib
156. Kesedihan pasti ada akhirnya


__ADS_3

Mahaguru dari tadi terus memperhatikan Pangeran Narendra yang tetap saja melamun dan tidak bahagia hatinya sejak Perpisahan dengan istrinya yang saat ini sedang berada di pegunungan Pelangi dan menjalani kehidupan sepi jauh daru hiruk pikuk dunia alam ghaib.


Hati Mahaguru benar-benar Dilema luar biasa. Karena harus berdiri diantara dua pihak yang sama-sama menginginkan bantuannya. Sama-sama percaya kepadanya.


" Apa yang harus kulakukan? Apakah aku akan tetap diam dan tidak memberitahukan Pangeran Narendra tentang keberadaan Putri Deniz di pegunungan Pelangi?" monolog Mahaguru sambil terus memperhatikan Pangeran Narendra yang saat ini sedang berlatih ilmu pedang bersama dengan para Jenderal lainnya.


Para pasukan kerajaan kucing terus dilatih untuk memperkuat pertahanan istana kerajaan dari para siluman jahat yang selalu ingin mencuri kekuasaan di Istana Kerajaan siluman lainnya.


Maha guru sudah mendengar kabar tentang Raja Abiyaksa yang sekarang sudah mulai bangkit lagi untuk membangun kembali istana kerajaannya yang hancur porak poranda gara-gara perbuatannya sewaktu mencari putri Deniz bersama dengan Ajudan Ratu Penguasa Pantai Selatan.


Ketika Mahaguru hendak meninggalkan arena terlihat raja dan permaisuri yang mendekat ke arahnya.


" Mahaguru. Apakah kami berdua bisa berbincang dengan anda sebentar?" tanya Raja kepada maha guru yang merupakan guru bagi putranya dan juga cucunya.


" Tentu saja yang mulia raja. Kita bisa berbicara sepanjang keinginan yang mulia Raja," Mahaguru pun kemudian mengikuti raja dan ratu dari istana kerajaan kucing.


Hati maha guru saat ini benar-benar sedang bertalu-talu dan khawatir kalau sampai raja dan ratu bertanya tentang keberadaan Putri Deniz kepadanya.


" Ada masalah apakah sehingga yang mulia Raja bahkan sampai mencari hamba?" tanya Mahaguru ketika mereka sudah berada di taman istana yang jaraknya lumayan jauh dari keberadaan Pangeran Narendra saat ini yang sedang berlatih dengan para prajuritnya.


Raja dan ratu tampak menatap satu sama lain Kemudian mereka pun menetap bahwa guru dengan lekat.

__ADS_1


" Mahaguru! Apakah bisa Kalau kami ingin bertemu dengan Putri Deniz? Ada hal yang sangat penting yang ingin saya bicarakan dengannya tentang Pangeran Narendra dan Pangeran Panji!" Mahaguru terperanjat luar biasa mendengarkan pertanyaan dari sang raja kepada dirinya.


" Apakah yang mulia Raja tahu bahwa Tuan Putri Deniz ada di tempat saya?" tanya Mahaguru kepada raja yang saat ini mengangguk dan menatapnya dengan begitu tajam dan menusuk jantungnya.


" Maafkan hambar Raja. Hamba sama sekali tidak memiliki tendensi buruk dalam hal ini. Putri Deniz sendiri yang memohon kepada saya untuk menolongnya. Saya pikir daripada Putri Deniz berada di luar, akan lebih baik dia tetap berada di bawah pengawasan saya. Sehingga saya bisa memastikan bahwa dia dalam keadaan selamat!" maha guru menjelaskan segalanya kepada sang raja agar tidak terjadi salah paham di antara mereka bertiga.


Raja dan ratu menganggukkan kepalanya dan bisa mengerti jalan pikiran sang Mahaguru.


" Kami mengerti dengan maksud baik dari Mahaguru. Jangan khawatir dengan hal itu." permaisuri tampak tersenyum dengan begitu lembut membuat Mahaguru menjadi tenang hatinya.


" Tolong sampaikan kepada menantuku, Deniz. Bahwa kami ingin bertemu dengannya. Kami ingin membicarakan hal yang sangat penting," ucapan raja yang begitu memelas membuat Mahaguru tidak tega untuk tidak mengabulkannya.


" Baiklah yang mulia Raja. Saya akan mencoba untuk berbicara dengan Tuan Putri Denis dan meminta kepadaNya untuk bertemu dengan yang mulia raja! Nanti saya akan mengatur pertemuan Kalian berdua dengan Putri Deniz, di pegunungan Pelangi. Kalau tuan putri Deni setuju saya akan memberikan undangan kepada yang mulia raja dan yang mulia Ratu datang ke pegunungan Pelangi!" Raja benar-benar merasa berterima kasih kepada Mahaguru yang telah mau dan bersedia untuk mengatur pertemuan mereka bersama menantunya yang saat ini sedang berada di tempat maha guru. Selain itu Mahaguru juga telah menjaga Putri Deniz selama persembunyiannya dari sang suami.


" Pangeran hamba akan pulang dulu ke pegunungan pelangi ada sesuatu yang harus saya selesaikan di sana!" maha guru berpamitan kepada Pangeran Narendra yang berhenti sejenak dari aktifitasnya tadi untuk menghormati gurunya.


" Baiklah maha guru nanti malam. Mungkin saya akan mengunjungi pegunungan Pelangi untuk bermeditasi di sana!" Mahaguru terkejut mendengarkan perkataan Pangeran Narendra. Tetapi dia pun tidak bisa untuk menolaknya kalau tidak Pangeran Narendra akan curiga kepada dirinya.


" Baiklah pangeran saya akan menunggu kedatanganmu!" ucap Mahaguru yang kemudian berpamitan kepada muridnya.


" Hati-hatilah Mahaguru!" pesan Pangeran Narendra kepada gurunya yang selama ini selalu setia mendampinginya dalam setiap situasi terburuk dalam hidupnya.

__ADS_1


Mahagurulah yang selalu memberikan kekuatan dan juga semangat kepada dirinya untuk menyelesaikan setiap masalah di dalam hidupnya.


Pangeran Narendra Mungkin jauh lebih dekat dengan Mahaguru nya daripada dengan kedua orang tuanya sendiri


Setelah kepergian Mahaguru. Pangeran Narendra pun kemudian melanjutkan aktivitasnya bersama dengan para prajurit dan Jenderal yang sangat mematuhinya selama ini.


" Baiklah Pangeran kita selesai dulu untuk hari ini saya lihat Pangeran juga sudah lelah sudah waktunya untuk kita beristirahat!" Jendral pun kemudian membubarkan prajuritnya dan dia sendiri kembali ke istananya untuk berkumpul bersama dengan keluarganya yang lain.


Akan tetapi Pangeran Narendra malah melanjutkan aktivitas latihannya sehingga membuat raja dan ratu merasa sedih sekali dengan keadaan putranya yang seperti begitu marah kepada mereka berdua.


Padahal mereka sejak tadi berada di arena latihan. Pangeran Narendra sama sekali tidak melihat ke arah mereka ataupun menyapa mereka. Hati yang mulia Ratu benar-benar merasa teriris hatinya dan merasa bersalah dengan perubahan sikap pangeran Narendra yang menjadi dingin dan tidak bersahabat kepada mereka berdua.


" Lihatlah Putra kita yang bahkan tidak ingin melihat ke arah Kita ataupun berbicara dengan kita. Saya benar-benar merindukan putra kita yang selalu menganggap kita sebagai dunianya." terlihat permaisure yang menangis memikirkan tentang Narendra yang semakin Acuh kepada mereka berdua dan lebih sibuk dengan kehidupan kesunyiannya tanpa keluarga kecilnya berada di samping putranya lagi.


" Pangeran Narendra pasti sekarang membenci kita. Karena kita berdua telah menghancurkan dunianya dengan begitu kejam. Tenanglah permaisuriku aku pasti akan mencari jalan untuk membuat istri dan cucu kita mau kembali ke kerajaan kita ini dan bersama lagi dengan putra kita! Kita akan kembalikan senyum di wajah Pangeran Narendra. karena sesungguhnya kita berdoalah yang telah merampas senyumnya dengan keegoisan dan juga impian muluk-muluk kita berdua untuk memiliki banyak keturunan di istana ini!" sang raja terus memperhatikan Pangeran Narendra yang bahkan sampai menangis di saat dia berlatih ilmu pedang.


Hati orang tua manakah yang tidak merasa sedih melihat putra mereka yang hidup dalam tahapan dan juga penderitaan yang tiada ujungnya.


Akhirnya yang mulia raja dan permaisuri sepakat untuk mencabut kembali mandat mereka yang memerintahkan kepada Pangeran Narendra untuk memiliki selir baru.


Besok mereka akan berdiskusi dengan Putri Deniz dan membicarakan semuanya secara baik-baik. Agar tidak lagi terjadi sebuah pertentangan dan juga ketidakbahagiaan di antara mereka semua.

__ADS_1


" Baiklah permaisuri Ayo kita kembali ke kamar dan beristirahat agar besok kita bisa bertemu dengan Deniz dalam keadaan fit!" raja dan permaisuri pun kemudian meninggalkan arena latihan dan membiarkan Pangeran Narendra menikmati kesendirian nya dalam merindukan anak dan istrinya yang sekarang jauh dari dirinya.


__ADS_2