Menikah Dengan Pangeran Dari Alam Ghaib

Menikah Dengan Pangeran Dari Alam Ghaib
Bab 193


__ADS_3

" Tunggulah sebentar maha guru sudah dalam perjalanan. Pangeran Andalas memaksa untuk ikut kemari. Makanya maha guru jadi membutuhkan waktu lama untuk datang kemari." Ratu Deniz merasa bahagia karena putranya akan mengunjungi istana kerajaan.


" Bukankah kita sudah lama tidak bertemu dengan pangeran Andalas? Aku sudah merindukan Putra kita Kenapa kau seperti yang tidak senang dengan kepulangan anakmu sendiri?" Ratu Deniz cemberut kepada sang suami.


Raja Narendra tersenyum melihat istrinya yang sedang merajuk padanya.


" Aku bukannya tidak senang Putra kita pulang tetapi saat ini kesehatan Dani sangat penting. Kalau kita menunda untuk menolongnya mungkin akan terlambat!" Raja Narendra sangat tahu kalau Ratu Deniz sangat menyayangi sahabatnya dan tidak ingin kalau sahabatnya kenapa-napa.


" Kyai Rasyid pasti akan sangat marah kalau sampai terjadi apa-apa dengan Dani. Kita harus berusaha untuk menolongnya walau apapun yang terjadi!" Ratu Deniz mengerti dengan semua yang dikatakan oleh suaminya.


Suasana di dalam kamar terasa begitu mencekam. Apalagi Dani yang berkali-kali batuk darah membuat Ratu Deniz merasa khawatir dengan keadaannya.


" Aih, Kenapa kumat lagi?" sang Kodam tampak begitu prestasi melihat tuannya yang kembali batuk darah padahal tadi sudah berhasil ditekan dengan kekuatannya.


" Kita tunggu Mahaguru. Beliau pasti bisa menyembuhkan penyakit Dani!" Ratu Deniz duduk di sebelah Dani dan berusaha memberikan semangat untuk sahabatnya agar tidak menyerah ataupun bersedih.


Raja Narendra langsung menarik tangan istrinya ke arah dirinya. Dani walaupun sedang sakit masih bisa tertawa melihat kelakuan Raja Narendra yang kekanakan menurutnya.


" Aku sudah sekarat seperti ini pun kau masih cemburu denganku?" tanya Dani sambil menggelengkan kepalanya melihat kelakuan Raja Narendra.


Raja Narendra hanya meringis mendengar apa yang dikatakan Dani.


" Pokoknya aku tidak suka kalau kau dekat dengan istriku. Kenapa sih kamu tidak bisa melupakan Istriku dari dulu Padahal aku saja sudah punya cucu dan kau masih saja jomblo ngenes!" Raja Narendra menatap sinis kepada Dani yang hanya tersenyum saja menanggapi perkataannya.

__ADS_1


Ratu Deniz melotot kepada suaminya karena sudah mengatakan hal-hal aneh yang membuat dirinya tidak nyaman.


" Diamlah! Sebaiknya kita keluar dari kamar ini saja. Kalau kau mau cemburu terus seperti itu kepada Dani. Dani saat ini sedang sakit dan dia butuh istirahat dan ketenangan." Ratu Deniz kemudian menarik tangan suaminya untuk keluar dari kamar Dani.


Ratu Deniz menyambut kedatangan Mahaguru bersama dengan pangeran Andalas.


Ratu Deniz sangat bahagia sekali melihat putranya yang sekarang sudah semakin tampan dan gagah.


" Bunda!" Pangeran Andalas langsung memeluk ibunya begitu bertemu.


Ratu Deniz yang merasa bahagia melihat kedatangan putranya sontak langsung memeluk dan menciumnya. Ratu Deniz mengajak Pangeran Andalas ke taman tempat favorit Sang Putra kesayangan.


Sementara Mahaguru bersama dengan Raja Narendra langsung masuk ke dalam kamar Dani dan menolongnya.


Sekitar 3 jam lebih maha guru berusaha untuk menolong Dani dengan kekuatan penyembuh yang dia miliki. Akhirnya Dani bisa kembali pulih setelah mengeluarkan batuk hitam dari tubuhnya.


" Tapi, kami takut kalau nanti dia mengadu kepada raja Abimana. Kalau kami disini memperlakukannya tidak baik. Kami takut kalau hal itu akan menjadi bumerang untuk kerajaan kita. Apalagi adikku menjadi istrinya di sana." Raja Narendra terlihat berada di dalam posisi membingungkan.


Mahaguru mengurus jenggotnya yang panjang dan berwarna putih.


" Jangan khawatir yang Mulia Raja. Nanti saya yang akan menjelaskan semuanya kepada Raja Abimana tentang kelakuan adiknya yang sudah membahayakan jiwa orang lain." Raja Narendra akhirnya merasa lega mendengar janji dari sang Mahaguru yang sangat dia percayai.


Mahaguru melirik kepada khodamnya Dani yang selalu setia menunggu dan menjaga Dani.

__ADS_1


" Katakan padaku! Kenapa kau tidak menjaga Tuanmu? Sampai Tuanmu mengalami hal yang mencelakakan seperti ini?" tegur Mahaguru kepada sang khodam yang merasa bersalah dengan kecelakaan tersebut.


" Leluhur, ampuni saya! Saya berjanji saya tidak akan lagi teledor dalam menjaga Tuanku. Saya pasti akan selalu menjaganya mulai sekarang!" terlihat Mahaguru yang menggelengkan kepalanya karena merasa kecewa dengan kinerja keturunannya.


" Aku lihat kau sempat mengunjungi istana kerajaan siluman harimau putih. Kenapa kalian sampai di sana?" tanya Mahaguru kepada sang Khodam yang terlihat ketakutan.


" Tidak sengaja tuanku datang ke kawasan mereka. Untung saja kami segera kabur dan tidak tertangkap oleh prajurit dari istana siluman kerajaan harimau putih." Mahaguru menghela nafas berat.


" Jagalah Tuanmu dengan benar atau aku akan mengirimkanmu ke istana kerajaan siluman harimau putih untuk di kurung di penjara bawah tanah. Seorang Khodam yang tidak bisa menjaga tuannya adalah khodam yang sangat buruk. Khodam seperti itu tidak layak untuk menjadi peliharaan Tuannya! Paham kamu?" tegur Mahaguru kepada sang Khodam yang sudah gemetar ketakutan melihat kemarahan di mata leluhurnya.


Putri Ayuningtyas yang sejak tadi memperhatikan mereka semua dari tempat persembunyiannya merasa tidak suka kepada Mahaguru yang merasa sok pintar dan sok berkuasa di sana.


" Aku ingin tahu seberapa hebatkah seorang Mahaguru yang begitu dipuja oleh raja Narendra. Penampilannya biasa saja tetapi dia begitu sombong!" Putri Ayuningtyas kelihatan begitu marah kepada maha guru yang sudah menyembuhkan Dani.


Padahal dia sedang bersenang-senang melihat Dani yang dari tadi terus batuk dan muntah darah.


Putri Ayuningtyas memang senang mencelakai orang lain. Oleh karena itu dia Selalu dimarahi oleh raja Abimana.


Sifat Sang Putri sama persis dengan raja Abiyasa yang jahat. Hanya saja Putri Ayuningtyas melakukan itu hanya untuk bermain-main saja tetapi keterlaluan karena sudah mencelakakannya nyawa orang lain.


Mahaguru tahu kalau sejak tadi Putri Ayuningtyas terus memperhatikan mereka.


" Aku akan mengantarkan Putri Ayuningtyas ke istana kerajaan siluman ular hijau dan meminta kepada Raja Abimana untuk mengurungnya di ruang bawah tanah sehingga dia tidak bisa berbuat semena-wana kepada orang lain lagi." Maha guru sengaja mengatakan itu dengan suara yang lantang agar Putri Ayuningtyas mendengar semua yang dia katakan.

__ADS_1


Putri Ayuningtyas terlihat murka dengan apa yang dikatakan oleh Mahaguru dia pun berniat untuk melarikan diri dari istana kerajaan kucing karena tidak mau diantar pulang ke istana kerajaan kakaknya yang selalu menghukumnya karena dia yang usil dan jahil pada orang lain.


Apalagi dirinya merasa sudah pernah berbuat jahat kepada Pangeran Panji dan juga istrinya. Bisa habis dirinya di omelin dan di hukum kalau sang kakak tahu kelakuan dia selama berada di alam manusia.


__ADS_2