
Raja Narendra dan Raja Abiyaksa yang tengah bertarung dengan sengit, masih belum juga memperlihatkan tanda-tanda siapa yang akan memenangkan pertarungan itu.
Keadaan di istana kerajaan ular hijau saat ini sedang panik dan penuh dengan keributan. Banyak tempat yang menjadi porak-poranda karena perbuatan mereka berdua yang saat ini sedang bertarung habis-habisan. Semua dayang dan pengawal istana mulai merasa khawatir dengan keadaan Istana mereka yang pasti akan hancur apabila kedua raja tersebut tidak segera dihentikan dalam pertarungan.
"Cepatlah Lakukan sesuatu! Kita tidak mungkin membiarkan mereka terus bertarung seperti itu. Nasib istana kerajaan kita benar-benar dalam bahaya kalau seperti ini. Mereka seperti yang tidak memiliki rasa lelah ataupun rasa lapar sama sekali. Sungguh sangat menyebalkan sekali!" para pengawal itu sudah mulai kesal dengan kelakuan rajanya yang tidak memperdulikan nasib mereka.
Apabila istana tersebut hancur lebur, di mana lagi mereka akan tinggal di alam siluman itu? Karena perbuatan Raja mereka yang selalu lalim dan jahat kepada hampir semua kerajaan yang ditemui olek Raja mereka, membuat mereka selalu diwaspadai keberadaannya di manapun juga.
"Cepat Panggil Jenderal Anom untuk menghentikan ini semua!"
"Akan tetapi Jendral Anom tidak ada di sini. Dia juga sedang mengejar istrinya yang dibawa pergi oleh ayah dari mempelai wanita. Lihatlah!! Inilah yang terjadi ketika sebuah pernikahan dilakukan karena keterpaksaan bukan karena unsur sukarela."
Percakapan random yang terjadi antara pengawal istana dan para dayang terus bergulir satu sama lain, mengiringi pertarungan antara Raja Narendra dan Raja Abiyaksa. Semua sudah mulai pada ketakutan dan tidak memiliki cara untuk bisa menghentikan pertarungan mereka.
"Kamu yang sudah pernah pergi ke istana kerajaan kucing, cepatlah pergi dan Panggillah Ratu kucing kemari. Untuk menghentikan suaminya dan raja kita dalam melakukan pertarungan bodoh ini." sangking sudah putus asanya mereka untuk bisa menghentikan pertarungan sampai salah satu siluman mudah melakukan perjalanan berbahaya untuk sampai ke istana kerajaan kucing.
Sungguh sebuah pengorbanan yang sangat luar biasa yang dia lakukan untuk keselamatan seluruh warga dan istana kerajaan tempat dia tinggal selama ini.
__ADS_1
"Heh, tunggu! Siapa kau ini?" tanya pengawal istana kerajaan kucing yang menjaga pintu gerbang.
"Tolong izinkan aku untuk bertemu dengan Ratu kalian! Karena saat ini Raja Kalian sedang bertarung dengan raja kami dan sudah menghancur luluhlantakkan seluruh istana kami. Kami takut kalau kami akan kehilangan tempat tinggal kami lagi, kalau tidak segera dihentikan pertarungan mereka." ucapnya dengan ngos-ngosan.
Pengawal istana kerajaan kucing terlihat mengerutkan keningnya. Karena dia merasa heran dengan alasan siluman kecil itu yang bahkan sampai berlari ribuan KM hanya untuk menyampaikan kabar seperti itu. Dia masih siluman dengan kemampuan yang rendah Pasti sangat sulit untuk bisa datang ke istana mereka yang jauh dan terpencil lokasinya.
"Kau jangan membohongi kami! Pasti karena kau ingin menyerang istana kami, bukan? Pasti Jenderal jahat kalian itu sudah bersiap-siap untuk menyerang kami, menunggu saat istana kami kosong! Betul bukan?" siluman ular hijau yang masih muda Itu pun terkejut mendapatkan tuduhan keji semacam itu dari panjang gerbang istana kerajaan kucing.
Ratu Deniz yang kebetulan sedang melintas di tempat itu kemudian mendekat kepada mereka.
"Ada apa keributan seperti ini terjadi di sini?" tanya Ratu Deniz dengan penuh wibawa kepada semuanya yang ada di sana.
"Cepat, katakan! Ada apa ini? Kenapa kalian semua ribut-ribut di depan gerbang?" tanya Ratu Deniz terlihat tidak senang dengan keributan itu.
Pengawal itu pun kemudian menjelaskan kedatangan siluman kecil dari kerajaan ular hijau yang saat ini sedang bersimpuh di lantai karena ketakutan menatap keagungan Ratu Deniz yang begitu ditakuti oleh seluruh pengawal.
"Apakah benar kalau Suamiku sedang bertarung di istana kerajaan ular hijau? Cepat katakan! Lalu, apa buktinya kalau hal itu benar?" tanya Ratu Deniz. Karena bagaimanapun juga dia meragukan berita yang di sampaikan oleh siluman ukar hijau dan dia juga menakuti kalau yang dikatakan oleh pengawal Itu adalah sebuah kebenaran bahwa itu hanyalah sebuah jebakan untuk membuat istana kerajaan kucing kosong tanpa penghuni.
__ADS_1
Pangeran Andalas dan Pangeran Panji sudah dipanggil untuk datang ke istana kerajaan kucing akan tetapi sampai sekarang mereka tidak ada yang datang. Bisa dikatakan keadaan Istana Kerajaan Kucing saat ini benar-benar sedang kosong. Hanya ada para Jenderal dan komandan yang menjaga istana mereka.
Ratu Deniz terlihat mengkhawatirkan semua itu. Akan tetapi dia juga saat ini pikirannya sedang bercabang kepada suaminya dan juga Maha guru yang sedang pergi untuk membantu Putri Ayuningtyas yang di bawa lari oleh Jenderal Anom.
"Yang mulia Ratu tidak usah dengarkan apa yang dia katakan. Saat ini keselamatan istana kita jauh lebih penting daripada berita yang belum jelas seperti ini. setidaknya kita tunggu kedatangan Pangeran Andalas dan Pangeran Panji kemari. setidaknya harus ada yang mengawal Ratu Deniz menuju istana kerajaan ular hijau. Kami hanya takut kalau itu adalah sebuah jebakan untuk menculik yang mulia Ratu!" Ratu Denis setuju dan mempercayai penilaian dari pengawal tersebut yang selama ini sudah terkenal sebagai kepala pengawal istana kerajaan kucing.
Pada saat sang ratu tampak begitu kebingungan, Pangeran Panji dan Minsi datang untuk menolong ibunya yang di landa kepanikan.
"Ada apa ibunda? Kenapa wajahmu begitu panik?" tanya Pangeran Panji kepada Ratu Deniz yang tentu saja merasa bahagia dengan kedatangan putranya dan menantunya.
Ratu Denis terlihat begitu lega dengan kedatangan mereka berdua. Tak lama kemudian Pangeran Andalas pun sudah berada di tempat itu.
"Syukurlah kalian sekarang sudah berkumpul di sini. Karena sekarang ibunda harus segera berangkat ke istana kerajaan ular hijau. Di sana Ayah kalian sedang bertarung habis-habisan dengan Raja Abiyaksa dan memporak-porandakan istana mereka. Aih, Ibunda sangat takut terjadi apa-apa dengan ayah kalian yang sudah pergi lebih dari dua hari! Bahkan maha guru dan leluhur pun belum kembali dari sana. Panji tolong kau di sini bersama dengan istrimu untuk menjaga istana kita dari para penyerang yang kemungkinan memanfaatkan situasi kekosongan istana kita." Ratu Deniz kemudian memanggil Kereta Kencana yang akan membawa mereka menuju istana kerajaan ular hijau bersama siluman kecil yang membawa berita kepada mereka.
Pangeran Andalas yang merasa khawatir apabila ibunya pergi sendiri, dia pun kemudian meminta kepada kakek dan neneknya yang ada di dasar jurang untuk membantu kakaknya menjaga istana yang sedang kosong karena sang ayah yang tidak ada di istana kerajaan kucing.
Akhirnya Ratu Deniz pun pergi bersama dengan Pangeran Andalas yang sudah semakin matang dalam perilaku dan sifatnya setelah digembleng sangat keras oleh kakek dan nenek mereka di dasar jurang.
__ADS_1
Ratu Deniz merasa bahagia sekali melihat perkembangan putranya yang terlihat sempurna dan semakin dewasa.
Pangeran Andalas terus menenangkan ibundanya yang mengkhawatirkan kondisi ayahnya yang sudah lama meninggalkan istana kerajaan kucing, demi menyelamatkan Putri Ayuningtyas.