
Setelah acara pernikahan Raja Abiyaksa dan Halimah selesai, kini tibalah kepada perpisahan antara raja Narendra, Ratu Deniz dan Pangeran Andalas dengan istana kerajaan kucing yang telah memutuskan untuk menetap di alam manusia.
Semua yang hadir di sana terlihat merasakan keharuan yang besar saat melepaskan Mereka bertiga yang akan pergi dari alam ghaib dan menetap di alam manusia.
"Tolong maafkan aku yang sudah membuat kalian memutuskan untuk meninggalkan alam gaib. Aku berjanji akan berubah menjadi lebih baik lagi dan tidak akan lagi mengejarmu, Ratu Deniz. Apalagi sekarang aku sudah menikah. Kau tidak usah takut lagi kepadaku." Raja Abiyaksa terlihat begitu sedih saat mengantarkan kepergian mereka.
Raja Narendra menggenggam telapak tangan Deniz dan menunjukkan kekuasaannya terhadap sang istri di hadapan mantan rivalnya.
"Cih! Sombong!! Aku juga sekarang sudah memiliki istri dan bisa sombong seperti kamu!" ucap Raja
Abiyaksa sambil menggenggam telapak tangan Halimah yang tersipu malu.
Semua yang hadir di aula istana kerajaan kucing tertawa bahagia. Karena sekarang hanya ada kedamaian di sana. "Alhamdulillah sekarang semua masalah sudah selesai. Kita semua sudah bertemu dengan pasangan kita masing-masing. Masalah Raja Abiyaksa pun sudah selesai. Sekarang kita tinggal menata kehidupan kita di alam manusia sesuai dengan cita-citamu, sayang!" Ucap Raja Narendra sambil tersenyum kepada Ratu Deniz.
Setelah berpamitan mereka pun langsung pergi dengan menggunakan Kereta Kencana untuk menuju pintu portal yang memisahkan antara alam gaib dan alam manusia. Dengan di antarkan oleh Maha guru yang berjanji akan membimbing Raja Abiyaksa menuju jalan kebenaran.
"Selamat jalan! Kepada raja dan ratu istana kerajaan kucing. Terima kasih karena kalian sudah berpartisipasi di dalam kisah ini yang penuh dengan haru biru. Semoga kalian akan menemukan kebahagiaan kalian di alam manusia. Kalau kalian menemui kesulitan, jangan ragu untuk menemuiku dan meminta pertolonganku. Aku pasti akan selalu datang untuk menolong kalian!" ucap Maha guru pada mereka berdua.
Raja Narendra tertawa mendengar apa yang dikatakan Mahaguru, "Tenanglah maha guru! Kami memiliki Allah yang akan selalu menjaga kami dan menolong semua kesusahan kami. Jangan khawatir dengan kami. Kami berdoa semoga Maha guru bisa mendapatkan cintamu yang sampai saat ini masih belum bisa kau raih." Raja Narendra sebenarnya merasa ibah kepada Maha gurunya yang telah kehilangan cintanya selama ratusan tahun lamanya.
"Tidak usah membahas itu. Karena aku sudah mengikhlaskan dia untuk hidup berbahagia dengan suaminya di alam manusia. Aku tidak menginginkan apapun darinya cukup kebahagiaannya itu sudah merupakan kebahagiaanku juga!" Mereka pun kemudian berpamitan dan bersiap untuk meninggalkan alam gaib.
__ADS_1
Setelah Mahaguru menghilang dari hadapan mereka, mereka pun melintasi pintu portal yang memisahkan alam gaib dan alam manusia.
Kereta Kencana tetap bergerak. Karena kusir ingin mengantarkan Raja Narendra dan Ratu Deniz ke apartemen yang sudah disiapkan oleh kedua orang tuanya. "Yang mulia Raja dan Ratu serta Pangeran Andalas. Hanya sampai di sini hamba bisa mengantarkan kalian bertiga. hamba berdoa semoga kalian menjalani kehidupan bahagia dan sukses. Setiap saat ketika kalian ingin mengunjungi istana kerajaan kucing, panggilah saya. Saya pasti akan segera datang dan menjemput kalian." Ucap kusir Kereta Kencana milik kerajaan kucing yang selama ini selalu setia mengantarkan Raja Narendra kemanapun dia pergi.
Raja Narendra begitu terharu dengan bakti dan kesetiaan sang Kusir kepadanya." Terima kasih banyak tolong jagalah Putraku dan juga menantuku di istana kerajaan kucing. Apabila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan atau bahaya yang terjadi kepada mereka, tolong kabari kepada kami." pesan Raja Narendra kepada Kusir yang yang tanpa terasa malah meneteskan air mata keharuan. Karena sekarang sudah tiba untuk perpisahan mereka.
Setelah perpisahan yang begitu mengharu biru, Raja Narendra dan Deniz kemudian masuk ke dalam apartemen yang sudah disediakan oleh kedua orang tua Deniz. Pangeran Andalas terlihat begitu bahagia melihat apartemen yang begitu mewah yang akan menjadi tempat tinggal mereka selama berada di alam manusia.
Kedua orang tua Deniz yang merasa bahagia dengan kepulangan putrinya bersama suami dan anaknya. Mereka menyambut kedatangan Deniz dan suami nya dengan bahagia.
"Selamat datang putriku, menantuku serta cucuku kami berharap kalian betah tinggal di tempat ini. Kalian tidak tahu, betapa sangat bahagianya hati kami. Ketika mendengar keputusan kalian yang akan menatap di alam manusia." Dedi bahkan sampai meneteskan air mata haru ketika mengatakannya.
Deniz benar-benar berterima kasih kepada kedua orang tuanya yang selalu bersabar dan mendoakan dirinya dengan semua pilihan kehidupan yang selama ini dia jalani.
" Terima kasih Papa dan Mama selalu menghormati keputusanku dalam menjalani kehidupan kami sekeluarga. Panji sudah memutuskan akan menjalani kehidupan sebagai manusia biasa di alam manusia. Semoga Papa dan Mama tidak akan keberatan untuk mendidik dia menjadi Manusia seutuhnya." Deniz melirik sekilas kepada Pangeran Andalas yang saat ini sedang duduk di sofa dan memperhatikan apartemen yang akan mereka tempati mulai hari ini.
Pangeran Andalas merasa begitu harus dengan sambutan hangat yang diberikan oleh kakek dan neneknya yang selama ini menetap di alam manusia.
"Kakek dan nenek aku akan mulai berkuliah dan menjadi manusia seutuhnya disini. Aku harap kalian bisa merahasiakan identitasku sebagai makhluk setengah manusia dan setengah siluman. Aku tidak mau kalau sampai teman-temanku nanti merasa takut dengan identitasku itu!" Pangeran Andalas memohon kepada kakek dan neneknya untuk bisa menjaga kerahasiaan tentang identitas dirinya selama berada di alam manusia.
Dedi dan Amber Tentu saja tidak keberatan untuk menjaga rahasia itu karena mereka pun tidak mau cucunya mengalami kesulitan selama berada di alam manusia.
__ADS_1
"Jangan khawatir cucuku! Kami pasti akan menjaga semua rahasia tentang Kalian bertiga dengan sebaik-baiknya. Kalian bisa tinggal di alam manusia dengan tenang tanpa gangguan siapapun. Tapi ingat! Kamu jangan coba-coba membuat masalah di pada manusia yang lainnya, agar identitas kalian tidak diganggu oleh para pemburu siluman." pesan Dedi pada Pangeran Andalas.
Pangeran Andalas menjanjikan bahwa dia akan menjadi pemuda yang baik selama berada di alam manusia demi kakek dan neneknya dan juga kedua orang tuanya.
Pangeran Andalas yang merasa sangat bahagia dengan tempat tinggal barunya. Sekarang dia pergi ke kamar yang akan menjadi tempatnya beristirahat.
Pangeran Andalas sangat bahagia melihat keindahan kamarnya yang sudah disediakan oleh kakek dan neneknya.
Kedua orang tua Deniz kemudian berpamitan untuk kembali ke rumah mereka sendiri agar Deniz dan suaminya bisa beristirahat.
Sementara itu, Deniz dan Narendera terlihat memasuki kamar yang disediakan untuk mereka.
"Sekarang aku bukanlah ratu dan kau juga bukan raja di Istana Kerajaan kucing. Kita mulai sekarang akan berjuang sangat keras untuk bisa hidup bahagia di alam manusia. Suamiku masih ada kesempatan untukmu berubah pikiran. Sebelum nanti kau menyesal pindah ke alam manusia." Deniz sengaja menggoda suaminya yang langsung menggelengkan kepalanya.
"Tidak sayang, Aku tidak akan pernah menyesal! Percaya padaku!" janji Raja Narendera pada Deniz.
Narendra dan Deniz saat ini berada di dalam kamar mereka. Terlihat begitu bahagia. "Sayang, Apa kau tahu? Saat ini, aku merasakan dejavu di saat pertama kali kita bertemu di alam manusia. ketika kau menolong seekor kucing yang waktu itu kakinya ditembak oleh pemburu dan kau membawaku masuk ke dalam kamarmu. Ya ampun! saat itu aku merasa sangat bahagia sekali karena bertemu dengan calon istriku yang secantik dan memiliki hati layaknya malaikat seperti dirimu." Deniz tersipu malu mendapatkan pujian seperti itu dari suaminya.
Deniz kemudian mengajak suaminya untuk duduk di atas ranjang mereka.
"Selama kau ada di sampingku aku tidak akan pernah merasa takut dengan apapun dan aku tidak akan pernah menyesali keputusanku untuk tinggal di alam manusia bersamamu." ucap Narendera sambil tersenyum bahagia.
__ADS_1