
Deniz meninggalkan Panji yang saat ini sedang tidur di kamarnya. Rasanya ga tega mengganggu putra nya yang tampaknya sedang kelelahan dan juga merasa malu karena telah mencium Minsi di hadapan banyak orang tanpa dia sadari.
Deniz sebenarnya tidak mau kalau anaknya harus sedih setelah mengakui perasaan cintanya pada Minsi yang sudah pasti di tolak. Bagaimana tidak?? Minsi sudah di jodohkan sama ayahnya dengan anak Kyai sebuah pondok pesantren.
Apalagi Minsi sudah bertekad tidak akan mengecewakan Kyai Ilham yang sudah membesarkan dirinya dengan susah payah.
" Panji bodoh!! Bisa-bisanya kau mencium Minsi di depan banyak orang!!" Panji terus merutuki perbuatan cerobohnya.
Waktu itu Panji melakukan itu hanya karena merasa kesal dan cemburu dengan Pangeran Wangen yang akan melamar Minsi.
Tanpa pikir panjang sama sekali, Panji melakukan kekonyolan itu dan sekarang Panji sedang menyesali semua itu.
Panji mengalami kesulitan untuk tidur. Karena kepalanya pening sekali memikirkan kecerobohannya sendiri. Sekarang Putri Hana pasti merasa tersinggung dengan perbuatan konyolnya. Setelah hampir tengah malam Panji baru bisa tidur.
" Oh Tuhanku!!!! Kenapa aku jadi begini? Pernikahan aku sama Putri Hana jadi kacau gara-gara kebodohan aku!! Padahal Minsi sudah pasti tidak akan pernah mau menjadi istriku karena aku hanyalah siluman yang tidak di anggap oleh ayahnya. Aiiiiiiihhhh!!! Panji bodoh!" Ucap Panji saat pertama kali matanya membuka di pagi hari itu.
Deniz yang mendengarkan suara putranya langsung masuk ke dalam kamar dan melihat keadaan Panji yang tampaknya masih belum membaik perasaannya setelah kekacauan yang dia buat kemarin.
" Kamu kenapa sayang?" tanya Deniz merasa khawatir sekali.
Panji langsung memeluk ibunya begitu melihat Deniz yang masuk ke dalam kamarnya.
" Bunda, Apakah Bunda baru bisa tinggal bersama kami. Setelah aku menikah?" tanya Panji yang merasa sangat frustasi.
Deniz kemudian mengangguk.
__ADS_1
" Bunda. Dengan perbuatanku yang kemarin. Apakah itu artinya aku telah merusak rencana pernikahanku dengan Putri Hana? Ah Bunda!! Maafkan aku yang sudah ceroboh dan tidak berpikir dengan jernih! Padahal sudah jelas Minsi mengatakan kalau dia tidak akan pernah mau menerima lamaran dari siluman seperti aku, karena ayahnya," terlihat Panji yang begitu menderita dengan apa yang terjadi dengan kehidupan percintaannya.
" Sudahlah!! Tidak usah terlalu dipikirkan. Kalau kalian memang berjodoh pasti akan ditemukan jalan untuk kalian bisa bersama!" ucap Deniz merasa tidak tega melihat kondisi Panji saat ini.
Panji tampak begitu nyaman berada di dalam pelukan ibunya yang selama ini selalu dia inginkan untuk bisa tinggal bersama mereka di alam siluman.
" Ibunda, kalau misalkan ibunda tinggal bersama kami di alam siluman, kakek dan nenek di sini pasti akan kesepian dan akan merindukan Ibunda. Panji tidak tega kalau harus melihat mereka bersedih karena kehilangan ibunda!" Panji menatap Deniz dengan lekat.
Tiba-tiba saja hati Panji merasa tidak tega untuk Deniz tinggal bersama dengan mereka di alam siluman.
" Sudahlah jangan terlalu dipikirkan tentang masalah ibundamu yang penting bagaimana kau berbahagia dengan orang yang kau cintai!Panji Ibunda hanya ingin melihatmu tidak bersedih seperti sekarang. Ibunda dan ayahmu bisa mengatasi masalah kami. Bahagia lah sayang. Agar Ibunda dan ayah juga bisa bahagia!" ucap Deniz sambil memeluk Panji.
" Ya sudah sayang. Ayo segera kau mandi. Setelah itu kita sarapan bersama. Bukankah kau tidak bisa berlama-lama di sini? Karena Kakek dan nenekmu pasti akan mencari kamu. Karena kamu tidak minta izin ketika datang kemari kepada mereka," ucap Deniz sambil mengelus rambut putranya.
" Ya sudah kalau seperti itu berarti kau aman tinggal di sini. Nanti Ibunda akan coba untuk berkomunikasi dengan ayahmu masalah kamu dan Putri Hana serta Minsi," ucap Deniz sambil menepuk bahu putranya mencoba untuk menghibur Panji agar tidak sedih lagi.
" Ayo mandi dulu, kasihan kakek dan nenek sudah menunggu kamu sejak tadi," ucap Deniz sambil keluar dari kamar Panji.
Panji tambak turun dari ranjang dan bersiap untuk mandi sementara itu Deniz yang sekarang sudah berada di ruang makan terlihat sedang bercakap-cakap dengan kedua orang tuanya.
" Pah, Mah. Kalau misalkan Panji tinggal di sini, dalam waktu lama. Apakah kalian keberatan?" tanya Deniz merasa khawatir kalau kedua orang tuanya merasa terganggu dengan kehadiran panji.
Walaupun Deniz sudah berencana untuk pindah ke apartemen milik pribadinya. Akan tetapi tetap saja dia harus bertanya kepada kedua orang tuanya tentang keberadaan Panji di alam manusia.
" Mungkin dua hari lagi Deniz baru akan pindah ke apartemen yang Deniz beli kemarin. Karena menunggu pemilik yang sebelumnya mengosongkan tempat itu!" ucap Deniz yang terlihat sudah mulai sarapan.
__ADS_1
Entah apa yang sedang dilakukan oleh panji. Sehingga dia membutuhkan waktu yang begitu lama untuk mandi. Padahal Deniz sudah merasa bahwa perutnya sangat lapar sekali. Kedua orang tuanya juga sudah makan bersama Deniz.
" Kenapa kau harus membeli apartemen segala sayang? Rumah ini juga kan besar. Apa kau tidak nyaman tinggal bersama kami?" tanya Amber tampak begitu sedih.
" Bukan begitu Mah, hanya saja Deniz berpikir mungkin mama dan papa merasa terganggu ketika teman-teman Panji datang ke rumah ini. Karena sekarang Panji sering sekali mengunjungiku di sini dengan temannya." Dedi dan Amber saling menatap satu sama lain. Terlihat wajah kedua nya sedih sekali.
" Kalau kamu tinggal di apartemenmu sendiri. Letika kau sedang mengunjungi alam siluman dan tertidur begitu lama. Maka tidak akan ada yang mengurus kamu. Tidak ada yang akan membawakan dokter untuk memberikan infus ke tubuhmu. Deniz kamu bisa mati kalau terlalu lama tidur tanpa infus ataupun obat yang masuk ke dalam tubuhmu untuk menggantikan makanan yang tidak kau konsumsi. Atau tidak di keluarkan kotoran dalam tubuhmu melalui kateter dan alat lainnya!" ucap Dedi mengingatkan Deniz.
Deniz terlihat memikirkan apa yang dikatakan oleh ayahnya yang 100% ada benarnya.
Kadang ketika Deniz seharian berada di alam siluman. Hal itu hampir setara dengan satu minggu dia tertidur di di alam manusia. Deniz membayangkan bagaimana kesedihan dan juga rasa khawatir kedua orang tuanya yang menjaga dirinya di kala itu.
" Maafkan Deniz, Papah dan Mama! aku bisa merasakan kesulitan yang sedang dihindari oleh Kyai Ilham. Kenapa beliau jauh-jauh hari sudah mewanti-wanti kepada Minsi untuk tidak berhubungan dengan siluman seperti Panji. Aih kasihan putraku, hatinya pasti akan merasa sedih karena harus kehilangan cinta pertamanya." ucap Deniz sambil menundukkan kepalanya.
Amber dan Dede bisa merasakan kesedihan Deniz sebagai seorang ibu karena mereka pun pernah merasakannya.
" Sudahlah tidak usah terlalu dipikirkan kita serahkan saja pada yang Maha Kuasa tentang jodoh Panji di masa yang akan datang! Kalau terlalu keras dipikirkan, nanti malah akan membuatmu menjadi sakit!" ucap Amber menasehati Putrinya.
" Masalah apartemenmu. Lebih baik kau sewakan saja pada orang lain. Kami tidak mengizinkanmu untuk pindah dari rumah ini. Karena kami tidak mau terjadi apa-apa denganmu. Ketika kau sedang meninggalkan wadagmu saat kau mengunjungi suami kamu!" ucap Dedi dan Amber.
" Nanti suamiku yang akan datang kemari untuk mengunjungiku. Dia merasa sungkan dan tidak enak datang ke mari Pah. Oleh karena itu dia memintaku untuk membeli rumah sendiri agar dia bisa bebas mengunjungiku ketika dia rindu denganku!" ucap Deniz sambil menundukkan kepalanya.
Dedi dan Amber Hanya bisa menarik nafas mereka dalam-dalam karena bagaimanapun Seorang Istri adalah kewajiban suaminya ketika sudah menikah.
" Ya sudah kalau memang seperti itu keadaannya. Kami berdua tidak bisa mengganggu gugat keputusanmu!" ucap Dedi dengan pasrah dengan keputusan Deniz yang ingin memiliki hunian sendiri.
__ADS_1