Menikah Dengan Pangeran Dari Alam Ghaib

Menikah Dengan Pangeran Dari Alam Ghaib
108. Penghianat


__ADS_3

Minsi benar-benar kesal sekali dengan perbuatan orang jahat yang sudah menyerang Pangeran Wangen secara menggelap.


" Siapa kau? Sungguh pengecut! Keluar kau! Hadapi aku kalau kau berani, dasar banci!" Ujar Minsi marah luar biasa dengan orang jahat yang telah membuat Pangeran Wangen dalam bahaya.


Minsi menggenggam tasbih yang ada di tangannya. Kemudian Minsi mengarahkan pikirannya untuk fokus dan mencari keberadaan siluman yang licik karena telah menyerang mereka secara menggelap.


Setelah Minsi menemukan keberadaan siluman itu, dia pun langsung mengerahkan kekuatan bathinnya untuk menyerang siluman licik itu yang sudah berani menyerang mereka dalam kegelapan.


Terdengar suara ledakan dari cahaya biru yang keluar dari tasbih yang dimiliki oleh Minsi. Tidak lama kemudian keluar siluman monyet dalam bentuk manusia berbadan tinggi besar dan menatap Pangeran Wangen dengan tatapan benci.


" Hahaha! Akhirnya aku bisa mencelakai Pangeran sombong itu!" ucap siluman itu dengan tertawa penuh kebahagiaan. Ketika dia melihat Pangeran Wangen yang sekarang mulai pingsan berada di pelukan Minsi.


" Heh siluman buluk! Beraninya kau bermain gelap huh? Kalau kau jantan, lawanlah aku secara terang-terangan!" tantang Minsi yang merasa geram sekali dengan kelakuan siluman yang begitu licik.


Untuk sesaat Minsi mengerahkan tenaga dalamnya agar bisa menyembuhkan penyakit Pangeran Wangen. Minsi benar-benar berusaha sangat keras untuk mengerahkan kemampuannya dan fokus nya terhadap sang Pangeran yang sedang butuh pertolongannya.


Siluman licik tadi pun saat ini sedang bersila, berusaha untuk memulihkan kekuatannya yang tadi diserang oleh Minsi.


Jadi dia pun tidak ada waktu untuk menyerang Minsi yang saat ini sedang berusaha menyembuhkan Pangeran Wangen.


" Aku akan menyembuhkanmu. Tenanglah!" ucap Minsi yang kembali fokus untuk mengerahkan ilmu tenaga dalamnya. Apalagi saat ini dia melihat siluman licik itu pun sedang sibuk untuk mengobati lukanya.


Sekitar 1 jam lebih Minsi berusaha untuk mengobati luka Pangeran Wangen yang benar-benar sangat parah.

__ADS_1


" Akhirnya aku bisa juga mengobati lukamu. Sekarang aku akan menghadapi siluman kurang ajar itu. Aku akan memberikan pelajaran kepada dia agar tidak semena-mena kepada orang lain!" ucap Minsi tampak begitu geram kepada Siluman tadi yang terlihat masih bermeditasi untuk menyembuhkan luka-lukanya.


Pangeran Wangen menarik telapak tangan Minsi dan meminta kepada gadis itu untuk segera meninggalkan tempat yang tidak aman itu bagi mereka berdua.


" Siluman itu adalah pamanku. Dia yang selalu mengajak bersaing untuk perebutan posisi sebagai putra mahkota di kerajaan ku!" ucap Pangeran Wangen yang tidak mau terjadi keributan antara dirinya dengan sang paman.


" Tetapi dia harus diberikan pelajaran olehku. Dia berani sekali berbuat macam-macam dengan kita. Dia itu pengecut gila yang layak di hajar!" ucap Minsi benar-benar merasa marah kepada paman dari Pangeran Wangen yang tadi berniat untuk membunuh keponakannya sendiri.


" Sudahlah. Ayo cepat! Kita tinggalkan tempat ini. Mumpung Pamanku masih meditasi. Dia memiliki kekuatan yang hebat. Kalau sampai nanti dia bangun, maka kita akan kesulitan untuk menghadapi dia! Apalagi saat ini kekuatanku sedang kacau dengan luka di tubuhku sangat banyak!" ucap pangeran wangen yang memohon kepada Minsi untuk segera meninggalkan pamannya.


Minsi akhirnya menuruti permintaan Pangeran Wangen untuk meninggalkan tempat itu.


" Kamu itu seorang pangeran mahkota. Bagaimana mungkin kau takut kepada cucunguk seperti dia? Ckckck! Kau benar-benar menyedihkan!" sungut Minsi merasa kesal dengan Pangeran Wangen yang tidak berani melawan pamannya yang jelas-jelas tadi berniat ingin membunuhnya.


Minsi hanya menjebikkan bibirnya karena merasa kesal dengan Pangeran Wangen yang terkesan plin-plan dan juga tidak berani menghadapi tantangan.


" Bilang saja kalau kau takut melawan siluman licik tadi!" ucap Minsi sambil melirik sinis ke arah Pangeran Wangen.


Pangeran Wangen tidak memperdulikan apapun yang dikatakan oleh Minsi. Baginya sekarang yang penting adalah dia sudah membawa Minsi pergi jauh dari pamannya yang terkenal suka memangsa jiwa manusia yang ada di alam siluman.


Gara-gara sang Paman lah yang membuat siluman monyet terkenal sebagai pemangsa jiwa manusia yang tersesat di alam siluman.


Padahal siluman monyet yang lainnya tidak melakukan hal seperti itu. Kalaupun ada, itu hanya segelintir siluman saja yang memiliki ilmu menyimpang dari ketentuan leluhur nenek moyang mereka.

__ADS_1


" Ayo sekarang juga kita pergi ke alam manusia untuk menolong temanmu yang pasti sekarang sedang sekarat setengah mati. Waktu di alam siluman dan alam manusia itu sangat berbeda jauh jadi kita tidak bisa menyamaratakan waktu yang dibutuhkan di sini dan di sana," ucap Pangeran Wangen.


Minsi hanya mengikuti pengaturan yang dilakukan oleh Pangeran Wangen Karena bagaimanapun dia memang benar-benar harus kembali ke alam manusia untuk menyembuhkan Dani secepatnya.


Mereka berdua melintasi portal penghubung antara dunia manusia dan dunia siluman yang berada di balik air terjun di wilayah siluman kucing.


" Wah ternyata menyenangkan sekali ya, aku melakukan perjalanan bersamamu. Walaupun ilmumu masih cetek, tapi, lumayanlah untuk berteleportasi!" ucap Minsi sambil tersenyum ke arah Pangeran Wangen yang misuh-misuh.


" Dengar ya! Di istana kerajaan monyet, Aku adalah putra mahkota dan ilmuku bisa dikatakan paling tinggi dan tidak bisa dikalahkan begitu saja oleh siluman biasa." ucap Pangeran wangen membanggakan kemampuan dirinya sendiri dihadapan Minsi yang hanya mencebikkan bibirnya.


" Alah kau cuma sombong di mulut saja. Padahal Kau sangat takut untuk menghadapi pamanmu sendiri yang jelas-jelas sangat licik ingin membunuh kita!" ucap Minsi sambil melirik sinis ke arah Pangeran mangan yang saat ini sedang menatapnya dengan lekat.


Minsi yang tahu bahwa Pangeran Wangen saat ini dalam keadaan sensitif. Akhirnya dia memutuskan untuk tidak menggoda sang pangeran lagi.


Sepanjang perjalanan mereka menuju alam manusia .Pangeran wangen lebih banyak diam daripada cerewet seperti biasanya.


Sementara itu Deniz yang tidak bisa merasakan lagi keberadaan Minsi di alam siluman. Dia pun ikut menyusul Minsi menuju ke alam manusia.


" Baiklah sayang. Aku akan kembali ke alam manusia. Tampaknya Minsi sudah pergi meninggalkan alam siluman karena aku tidak bisa merasakan lagi auranya berada di sekitar sini!" ucap Deniz yang mulai merasa khawatir dengan keadaan Minsi.


Walaupun secara tidak langsung Deniz yang telah membawa Minsi menuju alam siluman.


" Tenanglah Sayang. amAku yakin kalau perempuan itu baik-baik saja. Dia memiliki kekuatan nur ilahi yang sangat hebat!" ucap Pangeran Narendra berusaha untuk menghibur istrinya agar tidak sedih lagi

__ADS_1


__ADS_2