
Narendra langsung memanggil Pangeran Panji untuk membantu mereka agar bisa menyembuhkan Kyai Rasyid yang saat ini masih dalam keadaan pingsan.
" Kau keterlaluan sekali Panji! Apa kau tahu? Berapa banyak hutang budi yang sudah kita dapatkan dari Kyai yang baik hati ini? Kalau bukan karena dia, maka kita sekeluarga pasti tidak akan pernah bisa bertemu lagi. Kau benar-benar sangat keterlaluan sekali Panji! Ayah sangat kecewa kepadamu! Bisa-bisanya kau menyerang Kyai yang sudah baik hati kepada kita!" ucap Narendra.
Tidak ada hentinya Narendra terus saja memarahi Pangeran Panji yang masih juga menundukkan kepalanya. Karena dia merasa kalau dia hanya ingin memberikan pelajaran saja kepada Kyai Rasyid. Siapa yang menyangka kalau ternyata Kyai Rasyid fisik nya sedang lemah dan kelelahan karena selama seharian, membantu mengobati pasien yang datang dari luar Jawa.
" Baiklah Ayah! Aku akan menyalurkan ilmu tenaga dalamku untuk mengembalikan energi kepada Kyai itu!" ucap Pangeran Panji terlihat malas. Walaupun dia memang sebenarnya juga merasa bersalah. Karena sudah membuat Kyai Rasyid sekarang tergolek lemah dan terlihat tak berdaya di atas tempat tidur ayahnya.
" Cepat kau harus bertanggung jawab dengan apa yang telah kau lakukan. Kalau sampai Kiai Rasyid meninggal di sini, maka di alam manusia pun dia tidak akan bisa bangun lagi! Kalau sampai hal itu benar-benar terjadi. Percayalah ayah dan maha guru pasti akan bekerja sama untuk mencabut semua ilmu yang kau miliki!" ancam Pangeran Narendra dengan mata berapi-api.
Pangeran Panji merasa tertekan ketika Narendra mengatakan tentang kematian Kyai Rasyid bagaimanapun dia sama sekali tidak berniat untuk membunuh Kyai itu yang dia tahu telah memberikan banyak jasa kepada keluarganya.
Panji pun kemudian bersila di depan tubuh Kiai Rasyid yang saat ini sedang berbaring di ranjang dengan mata terpejam. Tampak Narendra dan Mahaguru yang terus saj memperhatikan. Apa yang dilakukan oleh pangeran Panji. Mereka tidak mau sampai lengah. Apalagi kalau Panji melakukan kesalahan yang akibatnya akan sangat fatal untuk tubuh tua milik Kyai Rasyid.
" Mahaguru! Apakah Panji akan bisa mengembalikan kekuatan Kyai Rasyid yang tersedot karena tadi bertarung dengannya?" tanya Narendra benar-benar pusing.
Mahaguru tampak terus memperhatikan Kyai Rasyid yang saat ini tengah menjadi ayah dari kekasihnya yang saat ini sudah terlahir kembali di dunia manusia.
__ADS_1
' Kalau dia mati di sini. Maka aku bisa mengambil kekasihku dan membawa dia kemari tanpa harus ketakutan untuk bertarung dengannya. Tetapi kalau aku membiarkan dia hidup, pasti akan banyak kesulitan yang akan dia berikan dalam perjalanan cintaku dengan Anastasya!' bathin Maha guru yang saat ini benar-benar sedang tersiksa hatinya karena dihadapkan dengan dua pilihan antara menolong ataukah membunuh Kyai Rasyid.
Sementara itu Pangeran Panji masih berusaha untuk menolong Kyai Rasyid dengan menggunakan kekuatan yang dia miliki. Tampak bulir-bulir keringat di dahinya yang hampir menetes ke dagu. Narendra yang memperhatikan usaha keras dari putranya dia pun merasa senang. Karena itu artinya putranya masih memiliki hati nurani dan tidak berbuat nekat terhadap Kiai Rasyid.
Tampaknya Panji tersenyum setelah melihat Kyai Rasyid yang wajahnya mulai kembali memerah, tidak se pucat wajahnya sebelum menerima kekuatan darinya.
Ketika melihat mata Kyai Rasyid terbuka dan tersenyum kepada Panjo yang berusaha sangat keras untuk menolongny. Maha guru dan juga Narendra langsung mendekat.
" Bagaimana keadaan anda, Kyai? Apakah anda baik-baik saja?" tanya Narendra terlihat begitu khawatir dengan kondisi Kyai Rasyid.
Kyai Rasyid berusaha untuk bisa duduk. Walaupun terlihat wajahnya masih belum terlalu Fit. Akan tetapi setidaknya dia sudah bisa membuka mata dan berbicara. Hal itu membuat Narendra dan Mahaguru menjadi tenang pikirannya.
" Maafkan saya Kyai. Saya benar-benar telah ceroboh. Karena sudah berbuat jahat kepada anda. Percayalah! Saya pasti akan berusaha untuk menyembuhkan kembali luka-luka Anda?" Pangeran Panji lalu menggenggam telapak tangan Kyai Rasyid. Kemudian Panji menyalurkan kembali tenaga dalam yang tersisa di dalam tubuhnya.
" Cukup Pangeran. Kalau semakin banyak tenagamu yang kau salurkan kepadaku, maka itu juga tidak baik untuk kesehatan kamu. Sudahlah! Iklaskan saja. Hidup rezeki dan kematian sudah diatur oleh yang maha kuasa. Kita manusia tidak usah terlalu merisaukan tentang masalah itu!" ucap Kyai Rasyid yang tampak terlihat batuk-batuk kemudian mengeluarkan darah segar yang membuat Narendra Mahaguru dan Pangeran Panji sangat khawatir melihat kondisinya.
" Pangeran Narendra! Cepatlah temui yang mulia raja. Mintalah untuk meminjamkan batu Azhura untuk membantu kita mengembalikan kekuatan roh yang menghilang karena sebab pertempuran yang dilakukan di alam siluman!" Mahaguru memerintahkan kepada Pangeran Narendra untuk segera meminjam batu Azhura yang merupakan pusaka keramat milik istana kerajaan kucing.
__ADS_1
" Biarkan aku yang menemui kakek. Pasti kalau aku yang bertemu dengannya kakek pasti akan memberikan batu itu padaku. Karena bagaimanapun masalah ini adalah gara-gara aku!" ucap Pangeran Panji yang langsung melesat jauh meninggalkan Narendra dan Mahaguru.
Kyai Rasyid yang nafasnya sudah tinggal satu-satu benar-benar membuat khawatir Narendra dan Mahaguru karena terlalu lama menunggu kedatangan Pangeran Panji yang saat ini sedang membujuk Raja kucing untuk meminjamkan batu Azhura kepada Mereka.
" Panji. Apa yang terjadi denganmu? Kenapa wajahmu begitu tampak kusut dan tidak bahagia?" tanya Raja kucing yang saat ini sedang berada di taman bersama sang permaisuri menikmati waktu sore yang begitu indah dan romantis.
Raja dan permaisuri kucing memang terkenal sebagai pasangan yang sangat harmonis dan selalu terlihat bahagia.
" Kakek tolonglah aku. Aku telah membuat masalah dan aku telah membuat seseorang dalam bahaya. Apakah Kakek bisa untuk meminjamkan padaku batu Azhura? Agar aku bisa membantu orang tersebut untuk kembali ke alam manusia?" tanya Pangeran Panji dengan menggenggam telapak tangan kakeknya berusaha untuk membujuk beliau agar meminjamkan batu Azhura kepadanya.
Raja menatap kepada permaisuri mencari dukungan dari permaisurinya yang tercinta untuk bisa memutuskan masalah itu.
" Pangeran! Batu Azhura itu bukanlah sesuatu main-main. Batu Azura adalah benda pusaka istana kerajaan kita kalau sampai digunakan kepada orang yang salah maka batu itu akan pecah dan hancur berkeping-keping dan kemudian akan menghilang dari dunia ini untuk selamanya!" ucap raja kucing menatap cucunya yang begitu khawatir dengan keadaan Kyai Rasyid.
Panji benar-benar merasa sangat penasaran dan juga merasa bersalah atas kejahatannya yang sudah membuat Kyai Rasyid sekarang dalam bahaya. Kyai Rasyid terluka dan bahkan sampai sekarang sangat sulit untuk kembali pulih. Padahal kedua orang yang paling penting dan hebat dari kerajaan kucing sudah saling membahu untuk menolong Kyai Rasyid. Akan tetapi sampai saat ini belum terlihat kemajuan sama sekali terhadap keadaan beliau.
" Tolonglah kakek! Aku tidak peduli batu itu benda pusaka kerajaan kita ataukah batu apapun itu. Tapi yang jelas saat ini aku membutuhkan batu itu untuk menolong seseorang!" Pangeran Panji terus berharap untuk membujuk kakeknya yang dia tahu sangatlah keras kepala dan ngotot kalau masalah benda pusaka milik kerajaan.
__ADS_1
" Kakekku sayang! Yang penting sekarang adalah bagaimana menyelamatkan nyawa seseorang! Batu Azhura bisa kita cari lagi kalaupun nanti hancur tetapi nyawa kalau sudah hilang tidak akan bisa dipanggil lagi!" ucap Panji masih belum putus asa membujuk kakekknya yang masih keukeuh tidak mau meminjamkan batu Azhura kepadanya.
Panji sudah mulai merasa kehilangan kesabaran. Karena dia sedang berpacu dengan waktu dan juga nyawa seseorang yang sedang menjadi taruhannya. mau tidak mau Pangeran Panji harus memaksa sang kakek agar mau meminjamkan batu tersebut.