
Panji yang merasa tidak senang melihat ayahnya yang begitu mengalah terhadap ibunya dan Kyai Rasyid. Akhirnya dia menggunakan kekuatannya untuk bisa bertemu dengan ibunya tanpa perantara dari Kyai Rasyid.
Narendra yang sampai saat ini masih bersemedi di ruangannya dan berusaha untuk mengirimkan sinyal kepada Kyai Rasyid tidak mengetahui kenekatan Panji yang saat ini sedang berusaha untuk menembus kekuatan pagar ghaib Kyai Rasyid.
" Tampaknya ada kekuatan yang sedang berusaha untuk menembus pagar gaib!" ucap Kyai Rasyid tersenyum ketika mengetahui siapa yang saat ini sedang melakukan kenekatan itu padanya.
Kyai Rasyid kemudian menyuruh pasiennya untuk beristirahat dulu di ruangan yang sudah disediakan oleh pondok pesantren untuk para pasien yang datang dari jauh.
" Istirahatlah dulu. Saya ada keperluan dulu setelah itu baru kita akan melanjutkan lagi proses pengobatan." ucap Kyai Rasyid menyuruh kepada keluarga pasien untuk beristirahat dulu kemudian Ki Rasyid pergi menuju ke tempat di mana dia selalu bertafakur di dalam ruangan pribadinya.
Demi melawan dan juga menguji kekuatan Pangeran Panji. Kyai Rasyid sampai melupakan keadaan putranya yang saat ini masih dijaga oleh istrinya di dalam kamar milik Dhani.
" Pangeran Panji. Kenapa Pangeran sampai melakukan ini? Bukankah kalau kau ingin bertemu dengan ibumu, kau bisa meminta izin padaku? Kenapa harus melakukan kenekatan seperti ini?" tanya Kyai Rasyid sambil memejamkan matanya.
" Aku hanya tidak suka dengan semua kesombonganmu. Ayahku diam. Bukan berarti kami takut padamu dengan menerima pengaturanmu. Cepat kembalikan Ibuku kepadaku. Maka aku tidak akan berusaha menghancurkan pondok pesantren milikmu!" ucap Pangeran Panji yang saat ini sedang berhadapan dengan Kyai Rasyid.
Roh Kyai Rasyid dan Pangeran Pande saat ini sedang bertemu dan mereka sedang berhadapan satu sama lain.
" Aku salut dengan keberanianmu anak muda. Bahkan kedua orang tuamu begitu takzim kepadaku. Tetapi kau yang masih muda begini berani untuk menantangku." ucap Kyai Rasyid sambil tersenyum kepada Pangeran panci yang saat ini sedang bertolak pinggang di hadapannya.
Sementara itu Narendra yang merasakan bahwa ada hal yang aneh terhadap putranya yang saat ini sedang bersila di sampingnya.
" Dasar anak nakal. Berani-beraninya dia mengajak bertarung Kyai Rasyid yang sudah ku anggap seperti orang tuaku sendiri!" Narendra sampai menggelengkan kepalanya melihat aksi kedekatan putranya yang saat ini sedang bertarung dengan Kiai Rasyid.
Narendra pun kemudian mengejar Pangeran Panji dan mengingatkan putranya untuk tidak bertindak gegabah.
" Panji hentikan apa yang saat ini sedang kau lakukan?" tegur Pangeran Arendra kepada putranya yang masih saja bandel bertarung dengan Kyai Rasyid.
Kyai Rasyid hanya tersenyum melihat Narendra yang saat ini sedang berusaha untuk menghentikan Pangeran Panji yang masih terlihat begitu bersemangat untuk bertarung dengannya.
__ADS_1
Pangeran Panji yang merupakan setengah manusia setengah siluman Dia memiliki kekuatan yang sangat besar dia tidak takut untuk melawan Kiai Rasyid yang hanya kakek tua yang sudah berusia diatas 70 tahun.
Akan tetapi kekuatan Kyai Rasyid adalah kekuatan Nur Ilahi dan sangat hebat bahkan Raja kucing pun tidak berani untuk berbuat macam-macam kepada Kyai Rasyid.
" Kyai. Tolong maafkan kegabahan Putra saya. Dia masih muda jadi dia tidak mengerti. Kalau apa yang sedang dia lakukan ini adalah sebuah kesalahan!" ucap Pangeran Narendra meminta maaf kepada Kyai Rasyid yang hanya tersenyum melihat kenakalan Panji yang terus saja menyerangnya tanpa memberikan jeda untuk Sang Kiai beristirahat.
" Tidak apa-apa Pangeran. Sudah lama saya tidak bertarung seperti ini. Rasanya seperti kembali kepada masa muda!" ucap Kyai Rasyid sambil menatap pangeran arenda yang saat ini membantunya untuk melawan pangeran Panji.
Narendra tahu bahwa Kyai Rasyid bukanlah lawan Panji. Karena Panji memiliki empat kekuatan di dalam tubuhnya yang bersatu padu. Sejak Panji mengerti tentang ilmu kanuragan. Dirinya telah dilatih oleh Mahaguru, raja kucing, permaisuri dan juga Narendra. Jadi tidak heran kalau 4 kekuatan itu membentuk suatu kekuatan yang sangat besar dan membuat Panji menjadi jumawa dan merasa siluman yang paling hebat di istana kerajaan kucing.
" Pangeran. Terima kasih karena Anda sudah membantu saya. Kalau tidak saya pasti sudah binasa di tangan Pangeran Panji yang sangat pintar dan juga hebat!" ucap Kyai Rasyid setelah mereka berhasil menghentikan serangan Panji.
Pangeran Panji yang merasa kesal karena ayahnya lebih membela Kyai Rasyid daripada dirinya pun akhirnya hanya bisa misuh-misuh.
" Ayah kenapa sih? Kenapa ayah malah sibuk membela orang luar? Bukannya membantuku untuk melawan dia. Sehingga kita bisa membawa ibunda untuk tinggal bersama dengan kita!" ucap Pangeran Panji merasa kesal. Ketika dia melihat Pangeran Narendra yang sekarang malah berdiri di samping Kyai Rasyid dan tampak sangat merasa bersalah atas kekurangan ajaran Pangeran Panji yang sudah membuat Kyai Rasyid terluka.
" Wah Pangeran Panji memang sangat hebat. Pantesan saja dia begitu percaya diri untuk menantang kekuatan saya. Ternyata saya sudah tua. Saya tidak berani untuk unjuk gigi di hadapan pangeran yang masih muda dan juga kuat!" ucap Kyai Rasyid sambil menatap kepada Pangeran Narendra yang saat ini sedang memarahi Pangeran Panji yang sudah lancang melukai Kyai Rasyid yang sudah begitu banyak berjasa kepada keluarganya.
" Dengar Panji! Jalau kau liar seperti ini dan tidak bisa diatur oleh ayah. Percayalah! Ayah pasti akan mengambil kembali kekuatan yang ada di dalam tubuhmu sehingga kau tidak bisa melakukan apapun lagi!" ucap Pangeran Narendra di hadapan Panji yang langsung cemberut mendapatkan ancaman yang sangat serius dari ayahnya.
" Kalau Ayah mengambil kekuatanku maka kelak kerajaan kucing tidak akan memiliki lagi penerus. Siapa yang akan melindungi kerajaan ini kalau sampai aku menjadi pangeran yang tak berguna?" tanya Pangeran panci kepada ayahnya yang langsung memutar bola matanya dengan malas dan kemudian meninggalkan Panji yang masih cemberut kepada ayahnya sendiri.
" Kalau kau nanti berubah menjadi pangeran yang tidak berguna. Maka Ayah tinggal membuat adik untukmu dan dialah yang kelak akan menjadi pangeran mahkota di kerajaan kucing dan menjadikan ayahmu sebagai raja!" Ancan Narendra pada Panji.
Ancaman Narendra benar-benar sukses memberikan tekanan mental kepada Pangeran Panji sehingga akhirnya dia pun mau mengalah dan tidak lagi berbuat macam-macam kepada Kyai Rasyid.
" Kau tidak boleh senang dulu. Karena aku mengalah padamu, kalau bukan karena ayahku yang membelamu. Maka aku tidak akan membiarkanmu untuk hidup lebih lama lagi!" ucap Pangeran Panji yang kemudian meninggalkan Kyai Rasyid bersama dengan Narendra.
Narendra kemudian mengajak Kyai Rasyid menuju ruangan pribadinya agar bisa menyembuhkan luka-luka Kya Rasyid yang diakibatkan oleh pertarungan bersama dengan pangeran Panji.
__ADS_1
" Kekuatan Pangeran Panji memang benar-benar hebat. Pantas kalau dia menjadi seorang pemuda yang tinggi hati dan juga jumawa. Pangeran!! Anda harus benar-benar bisa mengendalikan dia. Kalau tidak suatu saat kekuatannya akan membuat dia menjadi pribadi yang tidak mempunyai empati kepada yang lain!" pesan Kyai Rasyid kepada pangeran nalendra yang juga merasa khawatir melihat putranya yang selalu saja tidak bisa mengontrol emosinya.
Sebagai seorang putra mahkota. Tentu saja Pangeran Panji dituntut untuk menjadi seorang pangeran yang sakti dan mantra guna. Karena kelak keamanan kerajaan menjadi tanggung jawabnya.
" Iya Kyai Saya juga merasa khawatir melihat perilaku Panji yang seperti itu. Terkesan sembrono dan juga tidak berpikir dulu sebelum bertindak!" ucap Pangeran Narendra yang merasa khawatir dengan keadaan putranya yang selama beberapa hari selalu membuat dia harus selalu mengelus dada.
" Apakah Kyai tahu kalau Putraku secara diam-diam selalu mengunjungi ibunya?" tanya Pangeran Narendra kepada Kyai Rasyid yang tersenyum kepadanya.
" Tidak masalah Pangeran. Bagi saya selama Pangeran Panji tidak membuat keonaran di alam manusia, maka saya tidak akan pernah membuat perhitungan apapun padanya!" ucap Kyai Rasyid yang saat ini sedang duduk bersila dihadapan Pangeran Narendra yang saat ini sedang berusaha membantu Kyai Rasyid untuk memulihkan kekuatannya setelah tadi terluka oleh pangeran Panji.
Pangeran Narendra merasa lega hatinya setelah mendengarkan penuturan dari Kyai Rasyid yang mau legowo memaafkan kenakalan putranya yang selalu ingin bertemu dengan ibunya di alam manusia.
Mereka berdua kemudian fokus untuk mengobati luka-luka yang dimiliki oleh Kyai Rasyid. Terlihat Pangeran Narendra begitu berkonsentrasi dan bersungguh-sungguh dalam usahanya untuk mengobati Sang Kiai yang sejak tadi terus batuk-batuk.
" Saya akan meminta kepada maha guru untuk membantu kita mengobati luka-luka Kyai!" Pangeran Narendra kemudian memanggil Maha gurunya untuk datang ke istananya dan membantu Kyai Rasyid untuk segera pulih.
Kekuatan Pangeran Panji terlalu kuat untuk ditahan oleh Kyai Rasyid yang sudah tua dan juga lemah.
Pangeran Narendra benar-benar khawatir melihat kondisi Kyai Rasyid yang tampak pucat wajahnya.
" Tenanglah Kyai. Saya pasti akan membantu Kyai sampai sembuh. Saya pasti akan menegur Panji yang sudah berbuat kurang ajar kepadamu!" Pangeran Narendra kemudian menyambut Mahaguru yang masuk ke dalam ruangan pribadi sang pangeran.
" Ada apa Pangeran?? Kenapa Anda begitu tergesa-gesa memanggil saya apakah ada masalah?" tanya maha guru kepada Narendra.
" Maha guru. Tolonglah obati Kyai Rasyid. Dia saat ini terluka gara-gara Panji yang sudah menyerangnya!" ucap Narendra sangat khawatir melihat keadaan Kiai Rasyid.
Mahaguru kemudian memeriksa kondisi Kyai Rasyid yang cukup memprihatinkan.
Kalau Roh Kyai Rasyid di dalam alam siluman tidak bisa ditolong. Maka di alam manusia bisa dipastikan tubuh Kyai Rasyid akan meninggal. Oleh karena itu Pangeran Narendra dan Mahaguru sedang berusaha keras untuk mengobati luka yang diderita oleh Kyai Rasyid gara-gara Panji yang tadi mengerahkan tenaga dalamnya kepada Kyai Rasyid terlalu kuat.
__ADS_1