
"Tentu saja di bawa kembali oleh anak nakal itu ke istana kerajaannya. Kami tidak sudi diminta olehnya untuk menjaga dia. Kami memiliki kepentingan sendiri untuk berada di tempat ini. Mana ada waktu untuk menjaga gadis itu! Kalian pikir kami orang pengangguran yang bersedia dijadikan penjaga oleh anak nakal itu?" tanya leluhur yang tampaknya merupakan pimpinan dari mereka semua yang berjumlah 10 orang.
Mahaguru melirik kepada leluhur Istana Kerajaan Kucing. Mahaguru melihat kesungguhan di dalam suaranya. Mahaguru percaya dengan hal itu.
Akan tetapi sang leluhur tetap tidak bergeming di tempatnya. Sejak tadi dia terus melakukan semedi dan melakukan pencarian keberadaan jiwa cucunya. Bagaimanapun juga dia memiliki tanggung jawab untuk melindungi Putri Ayuningtyas.
Dirinya merasa bersalah karena sudah nencetuskan ide Perjodohan yang sebenarnya sudah terkubur lama sekali. "Apa kalian sedang ingin mewujudkan perjodohan yang dulu disepakati oleh kita berdua?" tanya leluhur tiba-tiba saja sambil membuka kelopak matanya yang tadi terus terpejam.
"Maksud kamu?"
"Aku tahu Raja Abiyaksa pasti sudah mempengaruhi kalian tentang cucuku itu yang merupakan bagian dari manuskrip yang dulu pernah kita buat ketika kita melakukan pertandingan ilmu di atas gunung Pangrango. Ketika dulu kalian kalah saat melawanku. Apa kalian ingat?" Mereka bersepuluh tampak terkejut mendengar perkataan sang leluhur.
Leluhur istana kerajaan kucing kemudian menjelaskan segalanya kepada mereka. Agar mereka bisa dibukakan pintu hatinya dan mau membantunya untuk menemukan jiwa Putri Ayuningtyas yang sekarang ditahan oleh mereka.
"Asal kalian tahu! Aku tidak keberatan untuk menjodohkan cucuku dengan cucu kalian yang nakal itu. Akan tetapi Raja Abiyaksa yang keras kepala itu tetap bersikeras menolak perjodohan itu, karena dia lebih mencintai cucu mantuku yang sekarang menjadi istri dari Raja Narendra. Cucu kalian memang benar-benar tidak punya watak yang baik! Karena dia menginginkan istri orang lain yang bahkan sudah memiliki dua orang anak." mereka lebih terkejut lagi mendengarkan kenyataan itu.
Terlihat mereka berbisik-bisik satu sama lain dengan menggunakan bahasa mereka yang untung saja bisa dimengerti oleh sang leluhur Istana Kerajaan Kucing.
"Kalian sudah dibohongi mentah-mentah oleh Raja Abiyaksa. Bukan dia yang akan menikahi Putri Ayuningtyas, akan tetapi jenderalnya yang tergila-gila kepada cucuku." mereka lebih terkejut lagi dengan berita itu yang sangat berbeda dengan apa yang disampaikan oleh Raja Abiyaksa ketika dia meminta tolong kepada mereka untuk menjaga jiwa Putri Ayuningtyas yang katanya saat ini sedang dalam bahaya pengejaran orang jahat yang ingin menghentikan pernikahan antara Putri Ayuningtyas dan Raja Abiyaksa yang sejak dulu sudah terikat janji pernikahan dengan Putri Ayuningtyas.
__ADS_1
Pemimpin dari leluhur istana kerajaan ular hijau tampak saling menatap satu sama lain. Terlihat sekali kegeraman di wajah mereka.
"Kami memang dikasih tugas oleh anak nakal itu yang sudah membodohi kami untuk menjaga jiwa cucumu. Akan tetapi kami pun telah ditipu olehnya. Kami tidak mempunyai niat untuk bermusuhan denganmu." terlihat wajahnya yang begitu sendu dan sedih sekali. Karena meree tidak menyangka kalau cucu mereka, yang merupakan keturunan mereka sendiri, begitu tega menipu mereka tanpa berkedip sama sekali.
Terlihat kedua tangan mereka sudah mengepal karena emosi dan amarah. Hampir saja mereka baku hantam dan bertaruh nyawa dengan leluhur Istana Kerajaan Kucing yang sejak dulu telah menjadi sahabat mereka.
"Hanin!! Kunci Ruang bawah tanah tempat jiwa cucumu dikurung, dibawa oleh Raja Abiyaksa ke istananya. Dia mengatakan kalau itu adalah untuk keamanan jiwa istrinya yang dia titipkan kepada kami disini. Aih, kami benar-benar tidak menyangka kalau dia begitu tega membohongi kami." terlihat sekali kekecewaan di wajahnya yang sudah keriput dan semakin tua.
Mahaguru hanya bisa menghela nafas melihat dan mendengarkan semua yang mereka katakan.
"Tunjukkanlah pada kami tempat di mana jiwa Putri Ayuningtyas di tahan oleh Raja Abiyaksa. Kami akan mencoba untuk membukanya kekuatan kami." ucap maha guru sambil melirik kepada leluhur yang sejak tadi terus berpikir untuk bisa menolong cucunya.
Tanpa curiga sama sekali Mahaguru dan sang leluhur mengikuti mereka ke sebuah ruangan bawah tanah yang terlihat begitu gelap dan lembab.
"Hanin! Maafkan kami kalau kami sudah menyinggung perasaanmu dengan mengurung jiwa cucumu di tempat ini. Kami benar-benar tidak memiliki niat buruk padamu. Semua ini gara-gara anak nakal itu yang sudah memperdaya kami semua dengan cerita palsu yang dia sampaikan pada kami." setelah mengatakan itu mereka pun sampai di sebuah sel tahanan yang ternyata di sana banyak sekali manusia-manusia yang jiwanya tersesat di alam siluman karena perjanjian yang di lakukan oleh mereka di masa hidupnya dengan siluman ular hijau.
Maha guru sudah terbiasa melihat manusia-manusia serakah itu yang lebih suka melakukan perjanjian kotor dengan para siluman daripada bekerja keras untuk mendapatkan kekayaan.
Dia berusaha untuk memulihkan pendengaran dan membutuhkan pandangan agar tidak terlalu terganggu dengan jeritan mereka yang menghiba.
__ADS_1
"Itu adalah jiwa cucumu. Tapi, kami tidak bisa membebaskan dia. Karena kami tidak memiliki kunci penjara itu. Semua kunci yang ada di penjara ini dipegang langsung oleh Raja Abiyaksa." terlihat Sang Pemimpin menundukkan kepalanya.
"Ckckckc! Kalian hidup di alam siluman ribuan tahun hanya untuk menjadi budak keturunan kalian sendiri? Sungguh menyedihkan sekali!" ucapan leluhur dari istana kerajaan kucing yang bernama Hanan itu sejujurnya sangat menohok hati mereka bersepuluh.
Akan tetapi mereka pun tidak bisa berbuat banyak dengan hal itu. Karena saat ini hidup mereka sendiri dalam bahaya. Semua itu karena mereka sudah jatuh dalam perangkap Raja Abiyaksa yang sudah menipu mereka mentah-mentah.
Mereka pun kemudian menceritakan semua yang terjadi kepada hidup mereka. Selama ratusan tahun belakang ini. "Kami telah dibohongi oleh Raja Abiyaksa dengan obat yang katanya akan memperlancar sirkulasi darah kami dalam melatih ilmu kami. Tapi ternyata, obat itu malah sebuah racun yang apabila tidak mengkonsumsinya 1 bulan sekali, maka obat itu akan membalikan aliran darah kami, sehingga membuat kami dalam bahaya." ucapan dari pemimpin sepuluh orang leluhur istana kerajaan ular hijau.
"Raja Abiyaksa memang benar-benar sangat keterlaluan sekali. Bahkan leluhurnya saja berani dia tipu, apalagi orang asing!" mahaguruh terlihat begitu geram mendengar cerita dari kesepuluh leluhur istana kerajaan ular hijau yang terlihat begitu menderita karena sudah hidup dalam tekanan dan penjajahan kebebasan Raja Abiyaksa yang lalim dan kejam sekali.
Maha guru mahalan nafas berat karena sangat kasihan sekali pada nasib mereka. Mahaguru kemudian berinisiatif untuk memeriksa nadi mereka.
Maha guru selama ini memang terkenal bisa menyembuhkan berbagai penyakit di alam siluman.
"Saya akan berusaha untuk menyembuhkan penyakit kalian ini. Akan tetapi hal ini tampaknya akan sedikit rumit. Karena kalian sudah mengkonsumsi obat itu selama ratusan tahun. Sementara saat ini kami benar-benar harus segera mengembalikan jiwa Putri Ayuningtyas kedalam tubuhnya kembali. kalau sampai lewat waktunya maka Putri Ayuningtyas bisa dipastikan akan menjadi gila!" maha guru terlihat begitu prihatin memikirkan nasib keturunan dari leluhur Istana Kerajaan Kucing.
"Kami akan berusaha untuk membantu kalian. Asal kamu berjanji untuk membantu kami, agar bisa terlepas dari jeratan Raja Abiyaksa yang sudah memperdaya kami selama ini. Membuat kami hidup dalam keterhinaan yang tiada akhir." ucapnya sedih.
Maha guru yang pada dasarnya memang merasa kasihan kepada mereka, akhirnya berjanji bahwa dia akan mengerahkan segenap kemampuannya untuk bisa menyembuhkan mereka dari ketergantungan obat yang diberikan oleh Raja Abiyaksa yang sebenarnya membahayakan jiwa mereka. Kalau berhenti mengkonsumsinya.
__ADS_1
''Sungguh malang sekali nasib kalian sampai terjatuh ke dalam trik keturunan kalian sendiri. Sungguh sangat menyedihkan sekali!" leluhur istana kerajaan kucing terus menggelengkan kepalanya. Karena tidak percaya dengan semua itu yang terlalu absurd baginya.